Menjadi Ibu Sambung Putri CEO

Menjadi Ibu Sambung Putri CEO
Bab 36


"jadi toko kelontong Bu nia kita pindahkan disini dan kita perbesar bersama-sama Bu. gimana? ibu setuju tidak?"


"maaf neng Lia, bukannya ibu tidak setuju. tapi untuk melengkapi toko yang dirumah saja dana ibu tidak ada, apalagi untuk memperbesar usaha"


"nanti kita kerjasama Bu, Lia bantu semuanya. jadi nanti ibu tetap dapat penghasilan begitupun dengan Lia"


"apa tidak papa neng?"


"tidak papa Bu, boleh kan?"


"boleh"


Akhirnya mereka berdua sepakat untuk memperbesar usaha toko kelontong milik Bu Nia. di perkampungan tempat Bu Lia memang sangat jauh dari kota, sehingga jarang sekali minimarket yang ada di desa tersebut.


"Yaudah Bu, Lia bersihin ruangannya dulu ya. nanti kita belanja kebutuhan toko"


"ibu duduk dulu aja" lanjutnya


"ibu pulang ambil beberapa minuman dan makanan kesini ya neng, biar ada yang bisa dimakan kalau laper"


"oiya, boleh Bu. terimakasih bu"


"sama-sama neng"


****


"suruh teman mu kesini sekarang Roy"


"baik tuan"


selang beberapa menit teman yang bisa membantu mencari keberadaan Amel pun datang.


"selamat siang tuan" ucapnya.


"siang, silahkan duduk"


"apa benar kamu bisa membantu ku menemukan keberadaan istri ku?"


"bisa tuan, boleh saya minta nomer telfon yang terakhir istri tuan pakai?"


"ini" Alex memberikan nomer Amel ke teman roy tersebut.


"baik tuan"


Setelah memberikan nomer telfon Amel, tidak ada pembicaraan yang ada di ruangan tersebut. semua larut dalam pikiran masing-masing.


1,5 jam kemudian..


"ini tuan, terakhir kali nomer ini aktif di kota B, setelah itu tidak ada pergerakan lagi. jadi kemungkinan , nomer tersebut diganti saat berada di kota B" ucap rendy teman roy


"kota B" gumam Alex


"iya benar tuan, berdasarkan jaringan terakhir kali di pakai di kota B tersebut"


"tapi kota B luas tuan"


"aku nggak mau tau Roy"


Roy yang mendengar itu lantas melihat Rendy temannya.


"apa tidak bisa mendapatkan informasi lebih mendetail ren?" tanya Roy


"Bisa" ucap rendy enteng


"katakan!"


"pakai nomer imei handphone istri tuan"


"Hahhh!! bagaimana mungkin aku tau nomer imei istriku" keluh Alex dengan menutup matanya


"yang aku tau ya nomer,tipe handphone dan email aja. gimana bisa harus hafal nomer imei milih handphone nya. sedangkan imei ku sendiri aja aku tidak paham" lanjut Alex mengomel sendiri


"email juga bisa tuan" ucap rendy dengan enteng


"kenapa nggak bilang dari tadi" - Roy dengan melempar bantal soffa yang ada disana


"sorry Roy, aku hanya mengikuti percakapan kalian aja"


"ini email istri ku, cepat lacak keberadaan nya"


"oke. aku simpan dulu tuan, maaf aku tidak bisa melacaknya sekarang, karna sebentar lagi aku ada acara yang tidak bisa di tinggalkan"


"haissshh!! kapan hasil itu keluar?!" berang Alex


"emmm, 3 atau 4 hari lagi tuan. jika saya sudah pulang , saya akan langsung mengerjakan nya"


"kenapa lama sekali!"


"karna saya ada acara di luar kota tuan"


"Saya akan bayar kamu 10 juta tapi malam ini hasil itu keluar? gimana?!"


"maaf tuan, nominal yang anda berikan tidak berarti apa-apa untuk saya. saya undur diri, terimakasih"


Setelah Rendy berpamitan dan pulang, Alex menatap Roy dengan tatapan intimidasi.


"kamu kenal orang macam itu dimana Roy?! kenapa tidak becus sekali dia bekerja!"


"maaf tuan, dia memang temanku yang sedikit aneh"


"haahhh!! terserah, informasi yang aku terima hari ini Amel ada di kota B. jadi kamu mau tidak mau harus menyusuri kota tersebut! kalau kamu keberatan, minta tolong aja sama teman mu yang aneh itu" ucap Alex dan langsung pergi meninggalkan Roy seorang diri


'kenapa tidak minta bantuan teman tuan yang bisa melacak keberadaan orang lain, aneh' batin Roy


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...