
"Doakan aku semoga aku tidak memberikan bekal dan pelajaran seperti yang aku alami ke anak ku ya bu"
"Ibu sehat-sehat ya. ibu harus melihat ke indahan dunia lain nya"
"Maafkan ibu nak" tangis Bu Nia kembali pecah setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Amel tersebut.
"Aku menjalani hidup ku tidak mudah Bu, aku tidak mau ikut panti pindah ke kota lain salah satu nya aku ingin mencari orang tua ku. tapi, semua yang aku cari tidak membuahkan hasil sama sekali"
"Iya nak, maaf. ibu sekarang ada disini. mau kah kamu memaafkan ibu mu ini nak?"
"Ibu tidak salah, ibu berhak mencari kebahagiaan ibu sendiri dan aku akan berusaha memaafkan mu ibu"
"Terimakasih sayang, terimakasih",
***
Malam hari nya, Alex berniat mengajak seluruh penghuni ruko ini untuk makan malam di luar.
"Sayang, kita jalan-jalan malam yuk. sekalian cari makan malam" ucap Alex di belakang punggung Amel
"Iya mas"
Amel berjalan ke luar kamar menuju kamar mandi yang letak nya berada di lantai satu untuk cuci muka.
Roy dan Bu Nia sudah menunggu di mobil sedari tadi. Bu Nia juga berharap Amel akan bersikap seperti biasa nya sebelum dia mengetahui bahwa Bu Nia adalah ibu kandung nya.
"Nak Roy, apa nak Amel akan memaafkan ibu?"
"Setau saya, Amel adalah wanita yang lembut hati nya bu. mungkin dia perlu membenahi hati nya untuk semua nya ini"
"Semoga saja ya nak ya. ibu tidak menyangka bahwa Amel adalah anak Yang selama ini ibu cari"
"iya Bu Nia. tuh mereka sudah mau kesini"
.
.
"Sayang kamu duduk di belakang ya, Roy yang mengemudi"
"iya mas" Amel mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil.
Dia sudah tau, jika Bu Nia dan Roy pasti juga akan ikut. karna dia melihat Alex yang mengunci pintu ruko tersebut.
Di dalam mobil hanya ada keheningan malam. Amel memandangi jalanan malam yang mereka lewati, begitupun dengan Bu Nia yang larut dalam fikiran nya sendiri.
"iya nak Alex tidak papa, ibu bisa memakan apapun"
"kamu gimana sayang? nggak papa?"
"iya" jawab Amel dengan singkat.
Mereka berEmpat turun dari mobil dan memasuki warung makan sederhana tersebut.
Setelah Alex memesan makanan, mereka duduk lesehan di tempat paling sudut.
Keheningan terjadi kembali, hingga tiba-tiba
"Apa kamu tidak mau bertemu dengan ayah mu nak?" tanya Bu Nia
Amel menatap Bu Nia dengan dalam , kemudian dia menjawab.
"Tidak"
"Sayang yang sopan, beliau ibu mu. kamu boleh kecewa dan marah .tapi, kesopanan harus tetap nomer satu" nasehat lembut Alex
Amel hanya diam ketika di tegur oleh sang suami.
"Ayah Amel siapa Bu? dimana dia sekarang? saya menikahi Amel tanpa ada wali dan belum mendapatkan restu dari kalian. sekiranya saya dapat bertemu dengan beliau saya ingin meminta maaf dan meminta restu" ucap Alex
"Dia ada di kota nak Alex. Jika, mau bertemu dengan nya nanti ibu kasih alamat nya ya"
"Bagaimana jika ibu yang mengantarkan kami? apa ibu mau?"
Amel tetap diam , tetapi dalam lubuk hati nya yang paling dalam. dia juga ingin tau siapa ayah kandung nya itu.
"apa tidak papa?" tanya Bu Nia dengan melirik Amel
"Tidak papa Bu, aku dan Amel pastinya akan bahagia jika ibu ikut bersama kami"
"lalu toko gimana nak Alex?"
"toko biarkan tutup untuk sementara dulu Bu, kalau tidak . kita cari orang yang dapat di percaya untuk mengelola toko itu. jika mau menginap, bisa saja menginap di lantai dua"
"Apa amel setuju, jika ibu ikut dengan kalian nak?"
Amel hanya mengedikkan bahu nya saja dengan meminum minuman Yang sudah tersaji.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...