Menjadi Ibu Sambung Putri CEO

Menjadi Ibu Sambung Putri CEO
Bab 45


Alex keluar dari restoran tempat nya berjanjian dengan Chintya namun tidak jadi itu dan berjalan menuju meja tempat Roy menunggu.


"Roy, antarkan aku ke tempat persembunyian Amel sekarang" ucap nya dengan lugas


"apa masalah anda sudah selesai tuan?"


"sudah, makanya antarkan aku segera kesana"


"baik, mari tuan. saya antarkan"


Roy dan Alex menyusuri jalanan kota tersebut dengan perasaan yang berbeda.


Alex merasakan perasaan nya memburu, tidak sabar ingin memeluk sang istri yang sangat amat ia cintai.


Berbeda hal nya dengan Alex ,kini Roy merasakan perasaan takut karna dia sudah tidak bisa menjaga amanah yang Amel berikan.


Beberapa jam berlalu. kini mobil yang Roy dan Alex tumpangi berhenti di salah ruko yang terlihat banyak sekali pengunjung.


"apa disini tempat Amel berada Roy?"


"iya benar tuan, ini milik nyonya Amel"


"pintar nya istri Ku. kabur tidak menjadi gelandangan malah menjadi wirausahawan" bangga nya dengan menatap ruko tersebut.


'dasar bos bucin' batin Roy


"Roy ,ayo kita turun"


"baik tuan"


tap..tap..tap


Alex bukan nya langsung menyapa Amel yang sedang berada di balik meja kasir. melainkan diri nya berjalan menuju pendingin air, untuk mengambil 2 botol air dingin.


Cerita nya dia mau menyamar menjadi pembeli. xixixi


Di rasa pembeli mulai berkurang, Alex berjalan segera ke kasir.


"total berapa nona?" ucap Alex


DEG!!


Amel mendengar suara orang yang sangat amat ia kenali.


Amel menatap orang yang berada di depan nya ini dengan muka terkejut.


"eoh, Alex"


"apa anda mengenal saya nona?"


'apa Alex mengalami kecelakaan hingga dia lupa ingatan, eoh?"


"oh tidak tuan, maaf"


"total nya tuju ribu lima ratus tuan"


Amel melihat buku nikah yang ia tinggalkan, menangis.


"maaf" ucap Amel dengan lirih.


"neng Lia, kenapa? anda apakan keponakan saya tuan?" ucap Bu Nia


"Bu, bisa saya berbicara dengan Anda" ucap Roy menyela jawaban yang akan Alex katakan.


Bu Nia mengangguk dan berjalan keluar menuju kursi yang ada di depan ruko.


"kenapa pergi?" itu yang Alex katakan dengan melihat Amel menelungkup kan muka nya di tangan.


"maaf"


Alex menatap Amel dengan tatapan yang sangat sulit di artikan. kemudian Bu Nia kembali ke meja kasir,


"kalian selesaikan dulu permasalahan ini ya, nak Alex silahkan naik ke atas dan neng Lia selesaikan masalah ini dengan kepala dingin ya"


"terimakasih bu" ucap Alex dengan lirih dan mata nya tidak luput memperhatikan gerak gerik istri nya.


Amel berjalan mendahului Alex menuju lantai dua , begitu pun Alex mengikuti Amel dari belakang dengan membawa buku nikah yang tadi sudah ia keluarkan.


sesampainya di atas.


Greppp....


Alex tiba-tiba memeluk Amel dari belakang dengan suara tangisan yang menyayat hati Amel.


"jangan tinggalkan aku" ucap Alex kemudian


"maaf, silahkan duduk"


mereka berdua benar-benar menangis.


Alex menangis karna seseorang yang membuat hati nya tak karuan ,kini ada di depan mata nya. dia kembali bisa merasakan pelukan hangat itu, suara lembut itu dan mata teduh nya.


"maaf mas Alex, maafin aku" ucap nya dengan mendudukkan pandangan ke bawah


"apa alasan kamu meninggalkan aku dan Aira? apa kamu menyesal menikah dengan ku?"


Amel menggelengkan kepala.


"tidak, bukan begitu"


Kemudian Amel menceritakan bagaimana kondisi diri nya saat ia ditinggalkan sang suami setelah pulang dari hotel, di diami nya dan tiba-tiba mendapat kan kabar jika ibu kandung Aira memberikan 2 pilihan sulit untuk Alex tentukan


"apa dengan kamu pergi, aku mempunyai pilihan atas apa yang Chintya katakan?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat pagi, maaf yaa . jika update nya dikit-dikit bangett..


Jangan lupa berikan jejak kalian dan baca cerita lainnya , terimakasih ❤️