
"Gimana Roy dengan hasil pencarian mu selama 2 hari ini?" tanya Alex dengan tatapan intimidasi
"maaf tuan, saya belum bisa menemukan nyonya Amel"
BRAKKK!!
"Kemana saja kamu 2 hari ini, kemana saja tempat yang selama ini kamu cari?!"
"maaf tuan, saya benar-benar sudah mencari di kota B. tapi, saya memang belum menemukan keberadaan nyonya tuan"
"Haaahh! trus gimana dengan temanmu kemarin itu? dia kapan bisa bantu kita lagi?"
"2 hari lagi dia kembali kesini tuan. nanti akan saya telfon untuk kelanjutan pencarian nya"
"lama sekali" keluh Alex dengan menyibakkan rambutnya ke belakang.
Selama Amel pergi meninggalkan rumah. Alex benar-benar tidak fokus dalam bekerja. semua pekerjaan ia lampiaskan ke Roy.
Roy yang bekerja sendiri pun merasa terbebani. dia harus memikirkan pekerjaan kantor dan mengurusi kehilangan Amel.
jika bertanya, selama beberapa hari ini Alex melakukan pekerjaan apa. dia hanya seperti orang hidup yang tak mempunyai tenaga, setiap harinya hanya menganggu orang. menangis dan meratapi nasibnya di kamar.
****
Hari ini semua barang-barang yang Amel dan Bu nia beli dari pasar sudah datang.
semua etalase, freezer dan rak barang sudah mereka tata. untuk produk yang akan ia jual,belum begitu lengkap.
Amel masih perlu ke pasar kembali untuk membeli barang dagangannya.
"Bu Nia, ini di makan dulu. tadi Amel masak ayam goreng dan sambel terasi" ucap Amel mendekati Bu Nia yang sedang menonton tv dirumahnya
"wahh, sepertinya enak ini nak"
"iya Bu, ayo di makan Bu"
Amel dan Bu nia menghabiskan makan dengan banyak bercerita.
Amel sangat bersyukur Bu Nia menerimanya dengan sangat baik dan tulus. Amel seperti menemukan sosok ibu yang selama ini ia cari.
"kita besok ke pasar lagi nak?"
"iya Bu,. besok kita ke pasar lagi ya. kalau ibu capek, ibu dirumah aja tidak papa"
"ah, enggak. ibu mau bantu kamu neng"
"sama-sama neng"
"kita malam ini tidur disini apa di ruko?" lanjutnya
"disini ya Bu, kita belum Adain tasyakuran"
"oh iya, betul neng"
",nanti kalau ruko udah siap, ibu sama aku tinggal disana ya"
"ibu disini aja neng, rumah ibu nanti kosong"
"begini Bu, nanti kita tinggal disana. trus dirumah ibu kita renovasi,gimana? ibu suka nggak?"
"nggak usah neng, nggak perlu repot-repot, biar begini aja"
"tidak repot Bu, kan kita sudah bekerjasama membuka toko di ruko sama-sama"
"hahh, kalau gitu ibu ngikut Eneng aja deh"
"iya , harus.. hehe"
Banyak sekali rencana yang akan Amel jalani di kehidupan nya kali ini.
ia benar-benar ingin membuka usaha dengan jerih payahnya sendiri dan me renovasi kan rumah Bu Nia.
Amel ingin merenovasi rumah Bu Nia bukan Karna kasian atau ingin merendahkan Bu Nia, bukan. dia Melakukan ini semua karna kebaikan yang Bu Nia berikan ke dirinya
Tidak semua orang mampu menerima orang asing tinggal dirumahnya dan memperlakukan nya dengan baik.
"besok ke pasar jam berapa neng?" tanya ibu yang sedang menutupi makanan di meja makan
"pagi ya Bu, jam 8 gimana?" jawab Amel yang sedang mencuci piring bekas Mereka makan.
"iya jam 8 ya neng,. besok ibu mau ke tempat pak RT dulu, buat lapor kalau kamu tinggal disini"
"oh iya Bu, maaf, Lia sampe lupa"
"nggak papa ,nanti ibu yang uruskan"
"sekali lagi terimakasih ya Bu"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...