
2 hari kemudian...
Amel dan bu nia berjalan ke halte terdekat yang tidak jauh dari letak ruko miliknya. Amel dan Bu nia akan berbelanja kebutuhan toko yang akan ia buka dalam waktu dekat ini.
Amel sudah merencanakan semua dengan matang. lantai 1 akan ia pakai untuk berjualan toko kelontong atau minimarket dan yang di lantai 2 akan ia pakai untuk tidur dengan Bu Nia.
rumah Bu Nia, akan ia renovasi secara bertahap. karna memang tanah yang Bu Nia pakai adalah tanah atas nama Bu Nia sendiri ,jadi Amel memutuskan untuk merenovasi saja rumah Bu Nia tersebut.
"itu neng angkot yang akan menuju pasar"
"oiya ayok buk"
jangan tanyakan mengenai uang yang Amel pakai.
ia selalu menabung saat bekerja dulu dan pastinya ia juga mendapatkan uang bulanan dari sang suami yang nominalnya sangat lebih dari cukup.
setelah beberapa menit, sampailah mereka ke pasar.
"kita ke tempat yang jual kasur dan kulkas ya bu. biasanya di jual di satu toko yang sama"
"ayok, disana tempatnya"
Setelah sampai di toko yang Amel maksud, Amel segera mencari dua kasur, kulkas pendingin minuman, freezer box ,rice cooker dan tidak lupa dengan membeli televisi.
setelah berbelanja di toko pertama , mereka berdua berjalan ke toko tempat yang jual rak atau etalase toko.
Amel membeli beberapa rak susun dan etalase, untuk kebutuhan tokonya.
"Bu, kita beli soto disana yuk. seperti nya enak"
"ayok nak"
Amel dan Bu nia terlihat seperti ibu dan anak gadisnya yang sedang berbelanja. tidak luput juga Amel seringkali di goda dengan laki-laki yang ada di tempat itu.
sedikit terganggu, tapi Amel berusaha mengabaikan nya. jika ia membalas godaan nya akan menimbulkan fitnah dan tidak baik juga.
.
.
Siang harinya mereka sampai kembali ke ruko.
"hahh, capeknya nak" keluh Bu Nia dengan duduk bersandar di tembok
"hehe, maafkan Lia ya buk. nanti sore kita panggil tukang pijat. kita pijat berdua"
"haha, sekarang kita apa-apa harus berdua"
"tidak papa. toh aku bahagia"
"iya, ibu juga bahagia mengenal neng Lia"
"Roy, kamu masih belum bisa menemukan Amel?"
"maaf tuan, saya belum bisa menemukan nyonya Amel"
"kenapa lama sekali Roy, mama menanyakan perkembangan pencarian ini dan mama juga tidak akan mungkin menetap di Bali kan?"
"pokoknya saya minta 1 Minggu lagi saya dapat info itu" lanjutnya
"baik tuan, akan saya usahakan"
'kamu dimana sih Mel, nambah-nambahin kerjaan orang aja' batin Roy
Jika kalian lupa, Roy itu adalah teman kantor Amel. jadi tidak ada keanehan jika Roy memanggil Amel hanya dengan sebutan nama saja.
.
.
"neng Lia, itu barang-barang nya sudah pada datang" teriak ibu dari lantai satu
"iya buk, sebentar"
Amel yang sedang mandi di lantai dua pun segera turun dan mengarahkan letak barang-barang yang ia beli tadi.
"itu pendingin nya taruh di sini aja mas"
"dan yang freezer box nya taruh di sampingnya" lanjutnya
"kasur taruh dimana mbak?"
"di atas ya mas"
"rak-rak yang kecil taruh di sini semua aja mas. nanti biar aku tata sendiri"
"rak besar tolong langsung taruh di tembok sebelah sana"
Amel benar-benar sangat lihat mengarahkan semua karyawan toko yang mengantarkan pesanannya. mau bagaimana pun dia mendapatkan ilmu dari tempat nya ia bekerja dulu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai, hai.. mohon maaf jika telat up, beberapa hari kemarin sedang sakit. jadinya nggak bisa fokus utk ngetik,dll nya. jadi mohon di maklumi yaa..
Rekomendasi bacaan ::
• Rahim sewaan tuan muda (end)
• Idol terkenal itu kekasihku (on going)
terimakasih ❤️