
"Tuan, mohon tenanglah. Andi tidak ada niatan untuk mengambil nyonya Amel dari sisi anda" Roy menengahi perseteruan ini
"kamu membela dia Roy?!"
"Tidak tuan, bukan begitu. Andi hanya ingin membuat anda marah tuan, itu saja. jadi anda jangan kepancing emosi nya"
Alex menatap Roy kemudian menatap Andi secara bergantian.
"kalian bersekongkol?"
"Tidak tuan, sungguh"
"Apa yang ingin kamu katakan sama istri saya?!" tanya Alex dengan memeluk pinggang Amel dengan posesif.
"Mau tau banget?" goda Andi dengan nada mengejek
"Benar-benar ya"
"mas Andi tolong jangan pancing emosi mas alex"
"Suami kamu saja yang mudah emosi Lia, kamu masih betah sama dia?"
"Kurang ajar!!""
"Mas stop"
"Nak Alex"
"Tuan berhenti"
Amel, Bu Nia dan Roy berteriak secara bersamaan.
"tidak apa-apa Amel, kejadian ini tolong jadikan pelajaran untuk mu. jika laki-laki yang saat ini bersama mu dia gampang emosi. emmm, mungkin tidak baik untuk ke depan nya"
Alex hanya diam, tidak menggubris ucapan Andi. karna ,dia sudah tau taktik kata-kata Andi memang sepenuh nya hanya untuk memancing amarah nya.
"Sayang ayo kita masuk"
"Bu Nia, saya izin bawa ISTRI saya masuk ke dalam ya, kalau ada apa-apa Bu Nia minta tolong sama Roy saja"
"Roy ini kunci mobil nya ,jika kamu mau cari baju. segera pulang dan bantu Bu Nia di toko"
Setelah mengucapkan itu, Alex pergi dengan menggandeng tangan Amel.
Sesampai nya di atas.
"kamar kamu sebelah mana sayang?"
"Disana mas, disini hanya ada 2 kamar kecil aja"
"Ya tidak papa, aku mau istirahat"
"Ya sudah ayo mas"
.
.
"Kamar mandi nya dimana sayang?"
"Kamar mandi ada di lantai 1 mas"
"Di lantai ini tidak ada?"
"Tidak ada mas, kamar mandi hanya ada di lantai 1 dan di luar"
"Hahh.. ya sudah"
Alex segera melepaskan kemeja dan celana yang ia pakai.
Dia hanya meninggalkan boxer milik nya saja.
"Mau ketemu sama laki-laki itu? ya sudah sana keluar aja" sungut Alex tiba-tiba
"Mas cemburu?" goda Amel
"Menurut mu suami mana yang nggak cemburu kalau Istri nya ad ayang deketin, Hmm?"
"Iya iya, makasih ya. Tapi, aku keluar karna ingin bantu Bu Nia mas. kan ini sudah waktunya toko tutup"
"Biar Roy yang bantu Bu nia ,kamu sini aja ngurusin aku"
"Lah, emang nya mas perlu di puk puk sebelum tidur?"
"Itu salah satu nya, salah dua nya kamu juga harus memberikan asi untuk ku"
"Mesuuumm sekali anda tuan Alex yang terhormat"
"Mesum sama istri sendiri tidak ada salah nya"
"sini"
"aku keluar sebentar ya, kasian Bu Nia mas. serius deh"
"oke, silahkan bantu Bu Nia. tapi, ada syarat nya"
"apa syarat nya?"
"nggak boleh bicara sama laki-laki kurang ajar itu , tidak boleh berhubungan melalui handphone sekalipun dan setelah bantu Bu Nia, berikan aku asi sampai aku tertidur"
"Ha??"
"nggak mau?"
"Yang pertama dan kedua okelah mas, aku akan bicara serius sama mas Andi nanti untuk tidak menghubungi ku. tapi, yang terakhir itu hanya akal-akalan mas aja kan"
"Ya sudah kalau tidak mau, tidak masalah. tidurlah"
"Ya ya, aku mau. aku keluar dulu sebentar"
"oke nyonya Graham. 30 menit harus sudah masuk ke kamar ini lagi, jika lewat satu menit aja. Aku beri hukuman seperti yang di penginapan tadi"
"itu mah enak nya di mas aja" Sungut Amel dengan melangkah kan kaki keluar dari kamar nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haii.. jangan lupa kunjungi cerita author lain nya ya..
• RAHIM SEWAAN TUAN MUDA (end)
• IDOL TERKENAL ITU PACARKU (on going)
• IBU SAMBUNG PUTRI CEO (on going)
• IBU SUSU AMEERA (on going)
Berikan juga dukungan kalian, berupa.
Like..
Comment...
Vote...
Follow...
dan tambahkan ke daftar favorit bacaan kalian.
terimakasih ❤️