
"Entahlah... Aku juga tidak terlalu memahami alasannya..." ucap Cao Yuan menatap tiga Dewa bersamanya.
Swuuuuung! Cahaya keemasan bersinar ditengah mendungnya langit yang disertai petir menggelegar kesana kemari. Cao Lian yang memimpin pasukan seketika melihat pasukan abadi yang telah siap membuat segel teleportasi yang sangat besar menuju alam Dewa.
Cao Zhen Xin yang dikendalikan oleh Iblis jiwa masih bersikap santai, seakan akan semua yang ada didepannya temannya sendiri.
Swuuuuush! Segel gabungan pasukan Langit melesat kedalam gerbang teleportasi membawa Cao Zhen Xin, Cao Yuan, Luo Luo, Niu dan Jao Yang.
Selang beberapa detik mereka telah sampai disebuah tempat yang kosong, tiba tiba Cao Zhen Xin menatap tajam kearah Cao Yuan.
"Hahaha mari kita lanjutkan." ucap Cao Zhen Xin tiba tiba melepaskan seluruh kekuatannya.
Swuuuuuush! Baaaaamss! Cao Yuan terpental, segel yang mengurung mereka hancur, dan Luo Luo, Niu, serta Jaoyang terlempar sangat jauh hingga terluka sangat berat.
Bahkan pasukan Langit yang mengendalikan segel tersebut ikut terluka parah, ada beberapa dari mereka yang meledak menjadi kabut darah.
"Yuaner, sepertinya hanya kita yang bisa menghentikannya..." ucap Cao Lian.
"Benar ayah..." ucap pelan Cao Yuan muncul disamping Cao Lian.
"Pasukan Langit, mundur pulihkan diri kalian." ucap lagi Cao Lian.
Swuuuuung! Ribuan gerbang teleportasi muncul, mereka semua pasukan abadi yang telah bersiap menyerang Cao Zhen Xin, namun tindakan mereka segera dihentikan oleh Cao Yuan.
"Berhenti! Anakku bukan lawan kalian, sekarang kalian buatlah perisai untuk mengurangi daya hancur pertarungan kami.." ucap Cao Yuan menggema.
Sontak para pasukan abadi segera mundur dan melakukan apa perintah Cao Yuan.
Swuuuuush! Cao Yuan, serta Cao Lian muncul didepan Cao Zhen Xin yang memunculkan enam bola elemen dibelakang tubuhnya. Bola matanya pun memiliki perubahan yang cukup membuat tubuh Cao Lian, serta Cao Yuan sedikit gentar menghadapi anak serta cucu mereka sendiri.
"Ini..." ucap Cao Yuan yang tak bisa menatap lama mata Cao Zhen Xin.
"Yuaner jangan lengah! Serang! " ucap Cao Lian melesat kearah Cao Zhen Xin yang masih menatap tajam mereka.
Swuuuush! Baaaamss! Dhuuaaar! Pertemuan tinju keduanya membuat daya kejut yang luar biasa, awal pertempuran saja sudah cukup mengerikan apalagi nanti. Cao Zhen Xin yang dikendalikan iblis jiwa terus menghindari dengan mudah serangan Cao Lian, bahkan ia tak menganggap sama sekali serangan Cao Lian berbahaya baginya.
Swuuuuush! Cao Yuan ikut memasuki pertempuran. Cao Yuan mulai menyerang Cao Zhen Xin dari sebelah kiri, sedangkan Cao Lian dari sisi kanan. Gempuran dua arah yang sangat cepat ternyata tidak mampu membuat Cao Zhen Xin kewalahan ataupun terpojok.
"Dewa kecil yang sungguh naif.." provokasi iblis jiwa.
"Ayah kita tak punya pilihan lain..." ucap Cao Yuan langsung mengerahkan seluruh ko.
Swuuuuush! Aura yang agung keluar dari tubuhnya, mata Cao Zhen Xin terpejam, saat terbuka bola matanya berubah menjadi keemasan, muncul lingkaran kekuatan dibelakang punggungnya, rambutnya juga telah berubah menjadi sedikit keemasan.
Swuuuuush! Cao Lian pun sama ia segera mengerahkan seluruh kekuatan yang ia miliki, sebuah tanda bintang dikeningnya, serta lingkaran emas dibelakang punggungnya muncul, aura yang tak kalah agungnya dengan aura yang dikeluarkan oleh Cao Yuan pun menyebar.
"Aku sungguh tidak menyangka kebangkitan iblis jiwa didalam tubuh anakku mampu menyamai ranah kultivasi kami." ucap Cao Yuan kemudian mengaliri kedua tangannya dengan kedua elemen yang ia kuasai.
Petir disebelah kiri, api ilahi disebelah tangan kanan membuat Cao Yuan kembali memperlihatkan kekuatan seorang Dewa Naga yang berhasil melenyapkan seluruh ras Iblis.
"Hahaha aku juga tak menyangka seorang Dewa Naga yang dipilih oleh tiga Budhha utama menyebabkan masalah yang cukup rumit." balas iblis Jiwa membuat Cao Yuan terdiam.
"Ba-bagaimana dia tahu..." ucap Cao Yuan dalam hati terkejut setengah mati.
"Yuaner! Jangan dengarkan dia, fokus saja terhadap pertempuran..." ucap Cao Lian.
Benar saja, dibarengi teguran Cao Lian, seuliet serangan Qi yang sangat cepat melesat kearah Cao Yuan.
"Ughhh! " ucap Cao Yuan terpental dan langsung menyeimbangkan tubuhnya.
Swuuuuush! Cao Yuan dan Cao Lian langsung kembali melesat dan mulai menyerang Cao Zhen Xin dari kedua sisi yang berbeda. Sedangkan pasukan Langit yang sedang memulihkan diri kini ikut membantu pasukan Abadi yang membuat perisai, agar pertempuran mereka bertiga tidak menyebabkan kerusakan dikota Dewa.
"Gerakan Dua Puluh Naga! " teriak Cao Yuan.
"Langkah Bintang! Kecepatan Bintang! " teriak Cao Lian.
"Hahaha..." Iblis Jiwa hanya tertawa kemudian membuat segel tangan yang cukup rumit.
Swuuuuush! Swuuuush! Cao Zhen Xin menyerang dengan serangan gerakan dua puluh naganya, sedangkan Cao Lian melesat kesana kemari sambil melancarkan serangannya. Namun iblis jiwa ternyata mampu membaca semua serangan mereka dengan mudah.
Disela sela membuat segel tangan Iblis jiwa terus menghindari serangan keduanya, hingga sebuah segel tangan yang dibentuk oleh Cao Zhen Xin berhasil dibuat. Seketika Cao Zhen Xin langsung merenggangkan kedua tangannya.
Swuuuuuush! Cao Lian, serta Cao Yuan terpental sepuluh langkah kebelakang, setelah itu tiba tiba sebuah gelombang angin menyapu tubuh mereka dan membuat mereka berdua kembali terpental lebih jauh lagi.
*****
"Iblis licik! Kembalikan kendali tubuhku! " ucap Cao Zhen Xin didalam lautannya.
"Hahaha sudah kukatakan berapa kali, kau mengataiku sebagai Iblis, jadi apakah kamu sama halnya denganku? Seorang iblis yang berteriak iblis." ejek Iblis Jiwa didalam lautan dantiannya.
"Kau...." ucap Cao Zhen Xin memikirkan cara lain, karena ia tak mungkin hanya diam saja melihat cermin didalam lautan dantian melihat ayahnya serta kakeknya kewalahan mengalahkan iblis jiwa yang mengendalikan tubuhnya.
****
Di Benua terkutuk, Zhu yang ternyata sedang berbincang santai dengan Yang Jian merasakan fenomena aneh tiba tiba tersenyum.
"Zhener kau sungguh ceroboh..." ucap pelan Zhu.
"Hahaha lihatlah dia membangkitkan separuh kekuatan aslinya.. Aku rasa Benua yang ditinggalinya akan hancur dibuatnya." ucap senang Yang Jian.
"Kenapa kau merasa senang? Bukankah ada aku yang dapat ketempatnya? " ejek Zhu.
"...." Yang Jian terdiam seribu bahasa, karena bagaimanapun ranah kultivasi Zhu yang kini sudah ada dibawahnya memang masih dapat mengalahkan iblis jiwa Cao Zhen Xin.
"Hahaha sudahlah kamu disini saja, aku akan mencarikan nyamuk untuk menemanimu mengobrol nanti.." ejek Zhu langsung menghilang begitu saja.
"Zhu kepar*t! " teriak menggema Yang Jian.
***
Cao Zhen Xin mencoba berusaha melawan iblis jiwa didalam lautan dantiannya, namun tiba tiba lautan dantian yang terlihat seperti air berubah menjadi tali emas yang mengikat tubuhnya.
"Diamlah! Aku ingin bersenang senang! " bentak Iblis Jiwa.
"Kau mengatakan aku adalah kamu, kamu adalah aku bukan? " ucap Cao Zhen Xin mencoba melukai tubuhnya sendiri menggunakan air lautan dantian yang ia bentuk menjadi pisau kecil menggores tubuhnya.
"Kau..." ucap Iblis Jiwa yang merasa perutnya tergores.
"Akhirnya berhasil!" ucap dalam hati Cao Zhen Xin senang.
######