
"Arghhhh! Lepaassskaann......."
Dhuaaaaar! Saat itu juga, tubuh Si Dong meledak menjadi kabut darah. Fao Li tersenyum lebar melihat Si Dong telah tewas, namun tidak dengan Cao Zhen Xin yang sedang mengingat dimana ia pernah bertemu pria tersebut.
"Bukankah ia yang waktu itu juga menolongku. " ucap lirih namun dapat didengar oleh Naga hijau, api yang berkobar dari tubuhnya pun menghilang.
Naga hijau membalikan badannya.
"Mungkin ini jodoh bocah, karena itu kita selalu dipertemukan diwaktu yang seperti ini. " ucap Naga Hijau.
"Senior siapa namamu. " ucap Cao Zhen Xin.
"A...."
Dhuaaaaar! Tiba tiba dari gerbang kereta yang tak lain Jilong berada meledak. Terlihat wajah Jilong memerah, aura pembunuhan yang lebih pekat menyebar keseluruh satu kilometer dari pijakan Jilong.
"Sampaah! " teriak Jilong kemudian meremukan batu pemanggil bantuan.
"Sepertinya kita akan kedatangan tamu lagi. " ucap Naga hijau tak melanjutkan mengenalkan dirinya dengan namanya sendiri.
Cao Zhen Xin dan Fao Li menatap kearah Jilong yang wajahnya memerah. Selang beberapa detik tiba tiba muncul pasukan menggunakan jubah hitam bergambar kelelawar.
"Oohh langit ternyata dia Pangeran Jilong anak dari salah satu Mentri Kekaisaran Mize. " ucap Fao Li serius menatap Cao Zhen Xin.
Cao Zhen Xin hanya menatap ratusan pasukan berjubah kelelawar dengan tajam.
"Sekte? " tanya Cao Zhen Xin.
Fao Li mengangguk.
"Mereka Sekte Kelelawar hitam, walaupun kekuatan mereka bukan salah satu sekte terbesar di Benua ini, namun kekuatan mereka...."
"Apa perlu dibicarakan lihatlah mereka mulai membunuh pasukan prajuritmu! Cepat bantu mereka." ucap Naga Hijau memotong.
Dhuaaaar! Dhuaaaar! Ratusan pasukan bantuan sekte kelelawar hitam mulai menyerang para prajurit yang masih dapat berdiri.
"Bocah kau bantu para prajurit, sedangkan pangeran itu akan aku urus. " ucap Naga hijau menghilang dari pandangan.
Swuuuush! Swuuuuush! Swuuuuush! Cao Zhen Xin, Fao Li melesat kearah sekte Kelelawar hitam, sedangkan Naga Hijau menghilang lalu muncul didepan Jilong.
Cao Zhen Xin kembali membunuh pasukan sekte Kelelawar Hitam menggunakan pedang emas yang melayang dan mengelilingi tubuhnya. Namun kali ini berbeda dengan awal pertarungan, karena lawan yang kini ia hadapi murid para sekte yang memiliki keunikan dan pemikiran yang baik dalam pertempuran hidup dan mati.
Slaaaash! Slaaaash! Dhuaaaar! Dhuaaar! Pedang emas memakan korban kembali, tapak ilahi juga sama, namun hanya beberapa yang meledak menjadi kabut darah. Karena lawan yang kini memiliki beberapa ranah dibawah Cao Zhen Xin, selain itu banyak juga yang berada diatas bahkan menyamai ranah Fao Li sendiri.
****
Wangzy yang melihat posisi tidak diuntungkan bagi Cao Zhen Xin segerw turun dari langit dan membantu membunuh murid sekte Kelelawar hitam.
Dhuaaaar! Tapak hitam meledakan puluhaan murid saat itu juga. Cao Zhen Xin yang sedang terfokus mengeluarkan tapak Ilahinya terkejut melihat bantuan orang lain, namun yang membuatnya terkejut wajah pemuda tersebut sangat mirip dengannya.
"Semoga saja dia bukanlah musuh Tuan muda. " gumam Naga Hijau terus menghindari serangan Jilong.
"Arghhh! Tua bangka kenapa hanya menghindar, apakah kamu takut tulang tuamu itu cidera! " teriak murka Jilong yang merasa dipermainkan.
"Ooh mau mencoba tulang tuaku ini? " tanya Naga Hijau.
Baaaaamsss! Dhuaaaaar! Naga hijau menggunakan pukulan dengan ranah aslinya yang ia tekan hingga Dewa Agung tingkat dua seperti ranah Jilong. Jilong terpental dan tentunya terluka cukup parah.
***
Cao Zhen Xin terus membunuh, namun tidak semudah apa yang dilakukan oleh Wangzy. Sehingga ia sedikit iri melihat wajah Wangzy yang masih muda sepertinya memiliki kekuatan diluar nalar.
"Hai teman jangan alihkan pandanganmu! Fokus terhadap lawanmu. " ucap Wangzy terus meledakan tubuh lawan didepannya.
Sontak Cao Zhen Xin kembali fokus dan terus mencoba membunuh lawannya yang berada satu tingkat diatasnya. Walaupun perlu waktu tiga menit untuk membunuhnya, namun ia sadar jika tidak ada pedang emas, ia tak mungkin dapat mengalahkan tiga tingkat lawan diatasnya.
"Aku harus giat berlatih, melihatnya membunuh mereka seperti semut aku sadar kekuatanku masihlah rendah. " ucap Cao Zhen Xin dalam hati menyemangati dirinya sendiri.
Swuuuush! Slaaaaash! Slaaaaash! Pedang emasnya terus bergerak dan membunuh lawan disekitar Cao Zhen Xin. Bantuan yang diberikan oleh Wangzy benar benar merubah nyali lawan menjadi ciut, pasalnya belum ada yang dapat menyentuh tubuh pemuda tersebut, baru saja ada didepannya mereka harus meledak menjadi kabut darah. Karena itu kini sosok pemuda berjubah hitam polos yang tak lain Wangzy menjadi momok menakutkan bagi lawan Cao Zhen Xin.
Banyak dari mereka yang menghindari Wangzy dan lebih memilih mengepung Cao Zhen Xin yang terlihat memiliki ranah kultivasi lebih lemah dari mereka. Namun tanpa diduga, Cao Zhen Xin juga ternyata lawan yang cukup sulit, karena sampai saat ini mereka belum dapat melukainya. Pedang emas yang berputar mengelilingi dan melindungi tubuh Cao Zhen Xin lah penyebabnya. Bahkan pedang tersebut juga terus menebas dan menyabetkan kearah mereka tanpa ada yang mengendalikan pedang tersebut.
"Argghh! Kalian berurusan dengan sekte Kelelawar Hitam, apa kalian cari mati! " teriak Jilong yang melawan Naga Hijau frustasi.
Terlihat banyak luka ditubuhnya, mungkin Naga Hijau dapat meledakan tubuh Jilong seperti apa yang dilakukan oleh Wangzy, namun ia tak ingin menjadi perhatian lebih. Sehingga ia memilih menekan ranah Kultivasinya sama dengan kultivasi Jilong.
Cao Zhen Xin yang telah terkepung puluhan murid sekte kemudian menghentakan kakinya dan melayang diatas langit. Sebuah pola segel ia tunjukan, pedang emas yang berputar putar mengelilingi tubuh Cao Zhen Xin juga kini berada dibelakang tubuhnya.
"Seribu pedang ilahi! "
"Seribu pedang elemen es! "
Swuuuuung! Langit bergetar dan seketika muncul ribuan pedang emas dan juga pedang es yang ada dibelakang Cao Zhen Xin.
"Segel Es! Dunia Es! " teriak sekali lagi Cao Zhen Xin.
Swuuuuush! Mendadak aura yang sangat dingin menyebar dari pijakan Cao Zhen Xin sejauh satu kilometer kearah timur, selatan, barat dan utara.
"Mati! " teriak Cao Zhen Xin melepas ribuan pedangnya.
Para murid sekte Kelelawar hitam yang pergerakannya melambat karena adanya hawa dingin yang memasuki tubuh mereka langsung bersiaga melindungi tubuh mereka dengan energi Qi. Dua tingkat diatas tanah Cao Zhen Xin memang dapat menetralkan hawa dinginnya, namun tidak dengan ranah satu tingkat hingga tingkat Dewa prajurit dan murid yang tersisa.
Swuuuuush! Swuuuuush! Ribuan pedang bergerak kearah ribuan prajurit dan murid yang tersisa disekitar Cao Zhen Xin.
Slaaaaash! Slaaaaaaash! Ribuan pedang langsung menebas tubuh mereka tanpa ampun, memotong dan membuat tubuh mereka terpotong seperti tahu.