
Diatas bukit, tepatnya bukit tersebut berada didekat sekte Cahaya Suci. Mereka berdua terus melanjutkan cerita mereka yang sempat terhenti. Kini tidak ada lagi rahasia pada keduanya. Dan mulai saat itu, Cao Zhen Xin menyatakan perasaannya terhadap She Luan.
"Luaner... A-aku benar benar mencintaimu, aku..." ucap Cao Zhen Xin terhenti setelah She Luan meletakan jari telunjuknya didepan bibir Cao Zhen Xin.
"Gege... Akupun sama namun apakah statusmu pantas bersanding denganku yang sebagai Kultivator biasa ini? " tanya Cao Zhen Xin.
"Luaner sudah kukatakan sebelumnya aku tidak pernah memandang status. Bahkan kedua orang tuaku.... Namun tentunya aku membutuhkan waktu untuk membuktikannya padamu. " ucap Cao Zhen Xin memberikan senyuman hangatnya.
Mereka akhirnya resmi menjadi sepasang kekasih pada malam itu. She Luan akhirnya tertidur dipangkuan Cao Zhen Xin.
Pagi harinya, mentari yang cerah menyinari tubuh keduanya membuat keduanya kini terbangun.
"She Luan... Sepertinya aku harus melanjutkan tugasku." ucap Cao Zhen Xin.
"Gege aku ingin ikut." ucap She Luan singkat menatap Cao Zhen Xin dengan lekat.
"She Luan tugas ini mungkin terlihat mudah... Namun kita tidak tahu bahaya apa yang ada didepan kita. " ucap Cao Zhen Xin.
She Luan yang sadar diri akan ranah Kultivasinya sendiri akhirnya mengerti.
"Baik Gege tapi ingatlah berhaati hati setiap mengambil langkah." ucap She Luan.
"Tentu aku akan mengingat pesanmu ini. " ucap Cao Zhen Xin.
Swuuuush! Keduanya melesat kembali kearah aula sekte. Sesampainya, biksu Wangyan dan Zheng Lian yang ternyata telah memutuskan untuk melibatkan Cao Zhen Xin dalam urusan Dunia Asura kemudian segera membicarakannya.
"Zhener... Apakah kamu bisa menuruti permintaan kami berdua? " tanya Zheng Lian.
"Tentu guru..." ucap Cao Zhen Xin hormat.
Zheng Lian dan Biksu Wangyan mengangguk senang.
"Bagaimana jika kamu ikut membantu kami mengurusi urusan Dunia Asura? Bagaimanapun juga ini melibatkan nyawa para manusia yang tak berdosa." ucap serius Zheng Lian lagi.
"Guru Zhener memang ingin ikut campur urusan ini... Jadi guru tidak perlu mengkhawatirkannya." ucap Cao Zhen Xin.
"Amithaba... Zhener kamu harus berhati hati, karena mereka memiliki darah yang berbeda dengan kita... Jadi mereka pasti dapat menemukan identitasmu jika mereka melihat keberadaanmu." ucap biksu Wangyan memberikan nasehat.
Cao Zhen Xin mengangguk, setelah itu mereka bercerita membahas mengenai informasi Dunia Asura. Tidak bisa dipungkiri, Cao Zhen Xin membutuhkan informasi tersebut agar rencananya berjalan matang.
"Zhener apakah kamu perlu membawa muridku? " tanya Biksu Wangyan.
"Senior itu tidak perlu... Karena lebih banyak orang akan memudahkan mereka dalam mengetahui rencanaku." ucap Cao Zhen Xin.
Setelah pembahasan mengenai Dunia Asura, Cao Zhen Xin memutuskan untuk meminta waktu satu minggu berada di sekte Cahaya Suci untuk belajar sebuah kitab yang pernah diberikan oleh ayahnya. Tentunya biksu Wangyan tidak melarangnya.
Sesampainya di kamar yang disediakan oleh biksu Wangyan. Cao Zhen Xin yang bersama She Luan membuka kitab penyamar tubuh, kitab tersebut sama akan kitab yang dimiliki ayahnya. Namun karena ayahnya tidak ingin mengambil resiko besar mengenai kegagalan yang dapat dilakukan Cao Zhen Xin, ia membuat sendiri kitab tersebut yang dinamakan kitab Seribu wajah suci.
"Luaner aku ingin berlatih... Jadi maafkan aku tidak banyak waktu untukmu." ucap Cao Zhen Xin.
"Gege tenang saja... Jika ada hal yang ingin aku bantu maka panggil saja diriku." ucap She Luan kemudian keluar dari kamar Cao Zhen Xin.
Cao Zhen Xin menatap punggung kepergian She Luan dengan tenang, setelah pintu ruangan tertutup, Cao Zhen Xin kemudian membuat segel tangan melindungi kamarnya agar tidak sembarang orang dapat memasukinya.
Swuuuung! Setelah itu, Cao Zhen Xin membaca kitab tipis berwarna keemasan dengan nama kitab Seribu wajah suci.
"Untungnya ayah memberikan kitab ini... Setidaknya akan memudahkan ku dalam menyelesaikan misi." ucap Cao Zhen Xin dalam hati kemudian membaca kitab tersebut secara seksama.
Selang sepuluh menit membaca, Cao Zhen Xin menutup kitab tersebut dan mulai membuat segel tangan yang ia buat dengan rumit. Segel tersebut bersinar cerah, setelah itu segel tersebut berdengung sambil terus memancarkan sinar keemasan.
"Saatnya mencoba." gumam Cao Zhen Xin menggigit jarinya dan mengoleskan darahnya kearah segel tersebut, lalu ia segera memasuki segel tersebut.
"Kenapa tidak ada perubahan..." gumam Cao Zhen Xin heran.
Tiba tiba ia menepuk jidatnya sendiri.
"Hahaha mungkin aku terlalu bersemangat." ucap Cao Zhen Xin kemudian memanggil She Luan untuk kekamarnya.
Selang beberapa menit...
"Luaner masuklah." ucap Cao Zhen Xin.
She Luan memasuki kamar Cao Zhen Xin setelah itu ia menatap lekat wajah Cao Zhen Xin yang senyum senyum sendiri.
"Gege ada apa? " tanya She Luan.
"Bisakah kamu membantuku? " tanya Cao Zhen Xin.
"Tentu Gege katakanlah." ucap She Luan.
Cao Zhen Xin mengangguk cepat, setelah itu ia membuat pola segel seribu wajah suci dengan cepat. Swuuuuung! Segel berhasil dibuat.
"Luaner aku meminta darahmu sedikit saja... Lalu oleskan kearah segel yang telah aku buat. " ucap Cao Zhen Xin.
She Luan mengangguk dan mengikuti perintah Cao Zhen Xin tanpa merasa curiga.
"Gege sudah." ucap She Luan.
Cao Zhen Xin mengangguk kemudian jantungnya berdebar debar menunggu reaksi yang akan terjadi.
"Terimakasih Luaner... " ucap Cao Zhen Xin kemudian memasuki segel tersebut.
Swuuuung! Tubuhnya bergetar hebat setelah itu segel seribu wajah suci tersebut memasuki tubuh Cao Zhen Xin. Sinar keemasan kini membaluti tubuhnya.
Swuuuuush! Cao Zhen Xin seketika berubah menjadi She Luan. Sontak She Luan terbengong bahkan mulutnya membentuk huruf O.
"Gege itukah ka-kamu..." ucap She Luan.
Cao Zhen Xin hanya diam malah asik melihat tubuh barunya.
"Kukira aku membutuhkan waktu lama untuk mempelajari kitab ini..." ucap Cao Zhen Xin merasa senang.
"Luaner bagaimana apakah aku sudah mirip sepertimu? " tanya Cao Zhen Xin tersenyum lebar sambil bertingkah seperti wanita pada umumnya.
Bahkan suaranya pun sama persis yang membuat She Luan malu sendiri.
"Gege kamu..." ucap She Luan tersipu malu.
"Hehehe baiklah baiklah. " ucap Cao Zhen Xin merapal mantra.
Swuuuuush! Tubuhnya kembali menjadi dirinya lagi. She Luan kembali terbengong dengan perasan heran.
"Gege bagaimana caramu merubah tampilan tubuh? " tanya She Luan.
"Hahaha apakah kau tertarik Luaner? Bisa bisa kau nanti mengerjaiku." ucap Cao Zhen Xin tersenyum kecut.
####
Lanjutan dua episodenya nanti malem ya author lagi mikir alur di Dunia Asura. Jangan lupa like and komen yuhuuu...