
Groaaaarrhhh! Aaaauuuuu! Kyaaaaat! Ribuan suara khas hewan iblis terdengar memekakan telinga.
Dhuaaaar! Dhuaaaar! Hujan serangan Qi dari jarak jauh pun terus terdengar, kini pertempuran bertambah kacau.
Swuuuush! Baaaams! Dhuaaar! Cao Zhen Xin yang ikut membantu menggila menyerang mereka menggunakan telapak Ilahinya, ia terus menerus bergerak zig zag dan melancarkan telapak Ilahinya.
"Zhen cukup mengerikan juga." ucap dalam hati Di Jie memantau pergerakan Cao Zhen Xin yang sangat brutal.
Cao Zhen Xin terus bergerak secara zig zag dan melancarkan telapak Ilahinya berturut turut. Hingga tiba tiba sebuah perisai hitam pekat muncul menutupi seluruh pasukan hewan iblis.
"Terus gempur perisai mereka! " teriak Di Jie menyemangati rekannya.
Baaaamss! Dhuaaaar! Dhuaaaar! Suara benturan perisai buatan para hewan iblis dengan serangan Qi milik para kultivator Benua Bebas terus menggema. Namun perisai yang aktif tersebut sangatlah keras, semua serangan mereka hanya menimbulkan daya kejut saja.
"Terus gempur perisai mereka! " suara Zhu menggema dari segala sisi.
Cao Zhen Xin yang mendengar suara penuh penekanan tersebut bergidik ngeri, dari gelombang suaranya saja mampu membuat telinganya berdengung.
"Apa apaan. " ucap Cao Zhen Xin yang masih memikirkan pemilik suara tersebut.
Tak merasakan aura pemilik suara tersebut, Cao Zhen Xin kembali fokus pada tujuannya.
"Seribu Pedang Ilahi! "
Swuuuuung! Muncul pedang emas berdengung sangat keras, bahkan Di Jie, serta rekannya yang terus menggempur perisai buatan hewan iblis menghentikan aksi mereka.
"Pe-pedang legenda! " ucap terkejut Di Jie.
Bahkan tidak hanya Di Jie yang mengenal pedang tersebut, semua rekannya yang ikut menghadapi hewan iblis juga sama.
Swuuuuushh! Cao Zhen Xin tak menghiraukan wajah keterkejutan mereka, sesaat setelah itu ia melayang lebih tinggi, tangannya membuat pola aneh.
Swuuuuuung! Ribuan pedang yang berada dibelakang punggung Cao Zhen Xin bergetar hebat.
"Hancur! " ucap penuh tekanan Cao Zhen Xin.
Swuuuuush! Jleeeb! Ribuan pedang emas yang dikeluarkan jurus oleh Cao Zhen Xin melesat dan menancap pada perisai buatan hewan iblis tersebut.
Kraaaaaaack! Dhuaaaaar! Dhuaaaaar! Ledakan yang sangat dahsyat terjadi saat perisai tersebut hancur dan kemudian meledak. Daya kejut yang mengerikan menerpa mereka semua, hingga mundur lima langkah dari pijakan mereka.
"Siapa pemuda itu. " ucap salah satunya menunjuk Cao Zhen Xin dengan tatapan kagum.
Di Jie hanya diam tapi ia mencoba mencerna kejadian tersebut, karena sejak Yang Jian tersegel ia sangat tahu pedang emas telah menghilang disaat kemunculan Dewi Kwan In ribuan tahun lalu.
"Senior! Jangan hanya diam mari kita bantai! " teriak Cao Zhen Xin yang telah menggenggam pedang emasnya.
Swuuuush! Cao Zhen Xin melesat dan memasuki rombongan hewan iblis yang masih dapat bertahan dari ledakan tersebut.
Swuuuuuung! Ia mengaliri banyak energi Qi kepedangnya, setelah itu pedangnya berdengung dan melayang mengelilingi tubuh Cao Zhen Xin.
Cao Zhen Xin yang tak takut sama sekali dengan ribuan hewan iblis terus bergerak maju hingga para hewan iblis yang tadinya sangat berani menjadi ciut nyalinya, mereka perlahan mundur dan menghindari serangan Cao Zhen Xin sebisa mereka.
"Jadi dia utusan Dewi Kwan In. " ucap dalam hati Zhu kemudian mengitari pandangannya mencari sosok pemimpin rombongan hewan iblis tersebut.
Slaaaaash! Dhuaaaar! Dhuaaaar! Serangan Cao Zhen Xin yang berasal dari tapak ilahi dan pedang emas yang melayang menembus tubuh para hewan iblis seperti tahu terus terjadi. Bahkan Cao Zhen Xin kini menjadi momok menakutkan bagi hewan iblis tersebut, mereka terlihat ketakutan seakan akan mereka merasakan seperti menjadi hewan potong yang siap dibuat bubur daging serta daging potong yang kapan saja dapat terjadi.
Ditengah tengah kebrutalan serangannya, tiba tiba tanah bergetar, gempa bumi kecil menyusul getaran tersebut hingga sosok naga sebesar lima puluh meter muncul dari bawah tanah.
Dhuaaaaar! Cao Zhen Xin yang terkejut langsung terpental sejauh dua puluh meter kebelakang, darah kental manis keluar dari bibirnya.
"Naga busuk. " ucap provokasi Cao Zhen Xin tak gentar sama sekali setelah menyeimbangkan tubuhnya.
Sosok naga tanah yang tak lain pemimpin rombongan hewan iblis tersebut langsung melayang keatas langit. Setelah itu, sang naga yang telah berada diatas langit tiba tiba mengaum sangat keras.
Groaaaaaarhh!
"Naga busuk! Brisik! " ucap Cao Zhen Xin kemudian mengumpulkan energi Qinya kearah bibirnya.
Perlahan ia menghirup udara yang ada disekitarnya, setelah menghirupnya ia mencoba menahannya dan.
Groaaaaaaaarh! Auman naga yang lebih memekakan telinga terdengar keseluruh penjuru, bahkan Di Jie dan rekannya menutup telinga mereka dengan energi Qi mereka. Zhu hanya tersenyum melihat hal tersebut.
"Hahaha tak perlu ada yang aku khawatirkan lagi, sebaiknya aku kembali ketempatku. " tawa lirih Zhu saat melihat Cao Zhen Xin yang sepertinya mampu melawan pimpinan hewan iblis tersebut.
Cao Zhen Xin kemudian menatap tajam sang naga tersebut. Sebuah ide terlintas dipikirannya.
"Bagaimana jika kamu aku adu dengan Bing Long? Ahh tidak tidak kurasa teman temanku yang lain juga ingin bermain sejenak. " ucap Cao Zhen Xin membuat enam segel aneh menggunakan tangannya.
Swuuuuuung! Segel tersebut bersinar, enam asap berbeda warna keluar dari ubun ubun kepalanya. Tak berselang lama, asap yang keluar dari kepala Cao Zhen Xin berubah menjadi sosok naga berukuran sama panjangnya dengan Naga tanah.
Groaaaaarhh! Enam naga berbaris rapi, tubuhnya memiliki warna berbeda yang melambangkan elemen mereka masing masing.
"A-apa! " Di Jie kembali terkejut melihat enam naga yang ada diatas kepala Cao Zhen Xin.
"Bing Long! Emmm... ahhhh kalian berenam silahkan renggangkan otot kalian! " ucap Cao Zhen Xin yang belum menamai lima naga lainnya kecuali Bing Long.
Groaaaarh! Keenam naga kemudian melesat mengepung Naga tanah dari segala sisi. Naga tanah hanya menatap tajam keenam naga buatan tersebut. Melihat naga miliknya mulai menyerang naga tanah, Cao Zhen Xin melesat dan turun kebawah kembali membantu Di Jie membunuh hewan iblis yang terus berkurang.
"Aahh sepertinya aku menjadi pusat perhatian mereka. " ucap Cao Zhen Xin dalam hati melihat rekan Di Jie banyak yang terluka karena mungkin tak fokus menghadapi lawannya saat ia melakukan tekniknya.
Zhu benar benar telah kembali ketempatnya berada, ia menghela napas panjang. Tak berselang lama, ia menatap jeruji emas kurungan yang dibuat oleh Dewi Kwan In untuk menyegel Yang Jian.
"Walaupun seorang yang akan melenyapkanmu seutuhnya sudah hadir disini, namun aku tidak tahu takdir kedepannya seperti apa, karena itu...." ucap Zhu terpotong setelah mendengar balasan Yang Jian.
"Zhu bocah bodoh, kau kira dengan kekuatannya itu mampu melenyapkanku? Hahaha bahkan ia menahan aura yang sedikit keluar dari kurungan ini saja mungkin akan tewas. " balas cepat Yang Jian.
"Ingatlah walaupun pemuda itu telah berada disini, namun tubuh karma itu tidak ada di Benua ini,hingga saat ini aku merasakan perlahan kebenciannya terus bertambah, dan disaat ia telah melupakan jati dirinya, segel ini... Hahahahahaha! " teriak Yang Jian seperti kesetanan.
###