Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Bertemu dengan rombongan penghuni dunia Asura


"Huh! baiklah baiklah..." ucap pemuda tersebut tak ingin membuat masalah.


Cao Zhen Xin sedikit lega mendengar ucapan ngalah pemuda tersebut, seketika ia kembali menyesap araknya. Arak yang disandingkan dengan daging ayam hutan membuat suasana hatinya sangat menyenangkan, namun semua itu tidak bearti baginya.


Tiba tiba...


Dhuuuuaaar! Ledakan yang sangat dahsyat terdengar diluar restoran, sontak para pelanggan dan tentunya Cao Zhen Xin segera bergegas keluar dari restoran atau kedai tersebut.


Gerombolan pemuda berambut panjang yang terurai, yang menggunakan pakaian sedikit aneh ternyata membuat kerusuhan.


"Siapa mereka..." gumam Cao Zhen Xin karena tak bisa membaca pikiran gerombolan tersebut.


Raut wajah keterkejutan terlihat setelah melihat ranah kultivasi rombongan tersebut.


"Cukup tinggi ranah Kultivasinya... Apakah mereka berasal dari salah satu sekte." gumam Cao Zhen Xin yang masih kebingungan.


Karena ia tak ingin mengikut campuri urusan mereka, Cao Zhen Xin segera kembali memasuki resto dan membayar semua pesanannya.


"Lariii! Mereka penghuni Dunia Asura yang telah lepas dari segel! " teriak salah satu orang terdengar hingga ketelinga Cao Zhen Xin.


Karena itu, ia segera memberikan tiga keping emas, kepada pelayan yang berjaga, dengan segera Cao Zhen Xin langsung keluar dari restoran. Mata salah satu gerombolan tersebut menatap sinis kearah Cao Zhen Xin.


"Hei sampah minggir atau kubunuh kamu! " bentak salah satunya.


Kedua alis Cao Zhen Xin ia naikan, karena para warga dan Kultivator banyak yang kabur, Cao Zhen Xin sudah mengetahui kelompok mana mereka berasal.


"Hehehe sekelompok sampah..." ucap provokasi Cao Zhen Xin.


"Lancang! " ucap pemuda tersebut langsung melancarkan tinjunya kearah Cao Zhen Xin.


Baaaaaams! Dengan mudahnya Cao Zhen Xin memblokir serangan yang diberi sedikit energi Qi oleh lawannya.


"Apa! " ucapnya terkejut, karena ia tak bisa mengetahui ranah kultivasi Cao Zhen Xin.


Kraaaaack! Keterkejutannya pemuda tersebut membuat Cao Zhen Xin mematahkan tulangnya, dengan cara memutar lengannya secara paksa.


"Akkkhhh! " pekikan pemuda tersebut.


Suara pekikan pemuda tersebut membuat rekan mereka yang sedang membuat kerusuhan disetiap tempat segera menuju ketempat Cao Zhen Xin.


"Tunggu apa lagi bunuh dia! " teriak salah satu yang baru tiba.


Swuuuuush! Swuuuush! Dua belas pemuda lainnya yang baru tiba, seketika melesat kearah Cao Zhen Xin. Namun sayangnya, Cao Zhen Xin yang telah membaca pergerakan mereka segera melepas genggaman lengan yang tulangnya ia patahkan. Dan segera menghentakan kakinya melesat keatas langit.


"Dia bukan pemuda sembarangan hati hati! " teriak salah satunya melesat keatas langit.


Swuuuuuung! Saat melihat rombongan tersebut melesat keatas langit, Cao Zhen Xin segera membuat segel formasi pelindung kota.


"Hehehehe kalian sungguh tidak sabaran ya..." ucap dingin Cao Zhen Xin.


"Brisik! " jawab salah satu diantara ketiga belas pemuda yang salah satunya lengannya patah.


Dhuuuuuaaar! Sebelum mereka berhasil mendekati Cao Zhen Xin, tiba tiba sebuah telapak tangan raksasa muncul, yang tak lain teknik Telapak Ilahi yang dilepaskan oleh Cao Zhen Xin meluncur deras kearah rombongan tersebut. Tiga pemuda termasuk lengannya yang dipatahkan oleh Cao Zhen Xin seketika meledak menjadi kabut darah.


"Arrghhh! Kau berani membunuh ras Asura! " teriak salah satunya marah.


Baaaaaamsss! Satu persatu diantara mereka melepaskan ranah kultivasi sesungguhnya ditingkat Kaisar Dewa tingkat tiga.


"Heiii bukannya kalian yang lemah." provokasi Cao Zhen Xin menatap kesepuluh pemuda tersebut dengan tenang.


"Jangan dengarkan pemuda bodoh ini! Cepat kearahkan jurus kita dan segera bunuh dia! " teriak Guan Yu yang ternyata pemimpin pasukan tersebut.


"Gelombang abadi! Asura kehancuran! " teriak salah satu pemuda kemudian melancarkan serangannya.


"Gelombang abadi! Asura kehancuran! " kesembilan lainnya kemudian mengikuti mengeluarkan jurus yang sama.


Swuuuuush! Sebuah sapuan gelombang yang sangat dahsyat tiba tiba melesat kearah Cao Zhen Xin. Namun yang membuat mereka semua terheran heran, tidak ada rasa takut sedikitpun yang diperlihatkan, hanya wajah ketenangan lah yang terlihat.


"Elemen angin! " Swuuuuuush! Cao Zhen Xin mengeluarkan salah satu elemen dari lima elemen lainnya.


Kesepuluh pemuda yang telah melancarkan serangan kompak mereka menatap diam apa yang dilakukan oleh pemuda tampan yang berani memprovokasi mereka.


Swuuuuush! Namun tiba tiba wajah mereka sangat terkejut setelah melihat Cao Zhen Xin yang malah mengendalikan sapuan gelombang angin jurus yang dikeluarkan mereka.


Swuuuuuuush! Mata mereka terbelalak saat melihat sapuan gelombang angin tiba tiba berbalik arah menuju kearah mereka semua.


"Gawat! Segera menghindar! " teriak Guan Yu.


Dhuuuuaaar! Dhuuuuaaar! Jurus yang dikembalikan oleh Cao Zhen Xin berhasil membunuh dua pemuda lainnya. Dan tentunya ia sengaja tak mengincar pemuda yang terus memberikan arahan.


"Cukup main mainnya..." ucap datar Cao Zhen Xin tiba tiba menghilang lalu muncul dibelakang salah satu diantara mereka.


Dhuuuuaar! Cao Zhen Xin yang muncul tiba tiba dan membuat lawannya tak siap karena telah menghindari sapuan gelombang yang kembali kesrah mereka meledak, setelah sebuah hantaman telak yang dialiri Api Ilahi dari telapak tangan Cao Zhen Xin.


"A-apa penguasa dua elemen! " ucap Guan Yu sangat terkejut, begitu juga dengan semua rekannya yang masih tersisa.


"Jangan alihkan perhatian jika kalian masih sayang nyawa..."


Dhuuaaaar! Ucap Cao Zhen Xin meledakan mereka satu persatu hingga menyisakan Guan Yu sendiri. Disela sela meledakan tubuh musuhnya, Cao Zhen Xin tak melupakan cincin ruang yang terjatuh dan langsung memasukannya kedalam Cincin ruangnya.


"Ka-kamu..." ucap Guan Yu sangat terkejut melihat pemuda tersebut sangat mudah membunuh bawahannya.


"Apa? " tanya datar Cao Zhen Xin.


Swuuuuush! Sebuah rantai emas tiba tiba melilit tubuh Guan Yu yang membuatnya tak bisa bergerak sama sekali.


"Le-lepaskan aku... Apakah kamu tidak tahu aku adalah anak keluarga Guan pengendali elemen angin ras Asura! " teriak Guan Yu mencoba melepaskan jeratan tali emas.


"Hahaha sepertinya aku tak salah memilihmu.." ucap Cao Zhen Xin menghilangkan perisai yang melindungi kota.


Swuuuush! Seketika ia mengibaskan tangan kearah Guan Yu dan membuat tubuhnya serta Guan Yu menghilang dari pandangan.


*****


Di kota Sheng Yuan.


"Siapa pemuda itu..." ucap para Prajurit yang melihat pertempuran mengerikan diatas langit.


"Entahlah tapi kita harus berterimakasih padanya... Jika tidak kota ini benar benar akan hancur dibuat oleh rombongan ras.... A-asura. " ucap salah satunya menimpal.


Para Kultivator yang tadinya kabur pun sama membicarakan pertempuran diatas langit kota Sheng Yuan. Tentunya walikota Sheng Yuan yang ternyata telah menyiapkan pasukan untuk melawan rombongan pemuda dari dunia Asura pun sama terherannya.


***


Ditempat yang sepi, Cao Zhen Xin menatap tajam Guan Yu.


"Lepaskan aku... Meskipun kamu dapat mengalahkanku apakah kamu sadar ranah kultivasimu hanyalah semut dihadapan Kaisar Yuan Long dan ayahku." ucap Guan Yu menggertak.


####


"Sekuat apapun orang yang kamu sebutkan... Aku tidak akan pernah melepaskannya jika mereka membuat onar dan kekacauan." balas Cao Zhen Xin.


"Ka-kamu..." ucap Guan Yu.


Swuuuuung! Swuuuuuush! Sebuah segel jiwa ia buat, jika sebelumnya Cao Zhen Xin menggunakan segel Jiwa untuk mengontrol target, kini ia menggunakan segel Jiwa untuk melepas roh Guan Yu dari tubuhnya.


"Akkkkhhh! " pekik Guan Yu perlahan suaranya menghilang setelah rohnya memasuki segel jiwa tersebut.


Cao Zhen Xin segera mengambil pisau kecil dan mengiris kulit tangan Guan Yu menggunakan pisau tersebut. Tiba tiba wajahnya sangay terkejut melihat darah yang keluar dari Guan Yu berwarna kebiruan. Karena ia tak ingin berpikir panjang, ia segera melupakan keheranannya. Dan etelah itu, segel tangan kembali ia buat dengan cepat.


Swuuuuung! Muncul teknik formasi seribu wajah suci mengambang didepannya. Seketika ia mengoleskan darah biru milik Guan Yu.


Swuuuuush! Segel tersebut melesat kearahnya dan menyatu ketubuh Cao Zhen Xin. Seketika wajah, baju dan tentunya dari segi kulit tiba tiba berubah sepenuhnya menjadi Guan Yu.


"Hehehe akhirnya rencana pertamaku berhasil." ucap Cao Zhen Xin sambil mengecek tubuhnya.


Setelah semuanya selesai ia lakukan, Cao Zhen Xin kemudian mengambil cincin penyimpanannya milik Guan Yu.