Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.

Lahirnya Penguasa Yin Dan Yang.
Perubahan rencana.


Perjalanan menuju kota Fao Zi benar benar tidak mengalami hambatan yang berati. Rombongan Cao Zhen Xin terus berkelebat dengan kecepatan yang sama hingga lima jam tak terasa melewati beberapa desa kecil, serta hutan.


"Berhenti." ucap dingin Lai Heng merasakan sekelompok orang mengawasi pergerakan mereka.


Cao Zhen Xin sebenarnya lebih peka dari awal masih tetap bersikap tenang.


"Tuan..." ucap telepati salah satunya kepada Cao Zhen Xin.


"Tenanglah... Aku rasa sekelompok orang ini berasal dari salah satu sekte." ucap Cao Zhen Xin karena merasakan ranah mereka yang cukup tinggi.


Sambil memikirkan tebakannya, Cao Zhen Xin mencari ide untuk mencari sebuah kesempatan membunuh dua tetua Lai Heng dan Xao Hie.


Tetua Lai Heng, dan Xao Hie yang sedang mengedarkan kekuatan jiwa mereka untuk melacak kelompok yang belum dikenal tiba tiba terkejut karena sebuah serangan Qi yang mendadak melesat kearah mereka berdua.


Swuuuush! Dhuaaaar!


"Tetap waspada! " ucap Lai Heng.


"Kep*rat! Tunjukan wajah kalian! " teriak Xao Hie.


Swuuuuuush! Swuuuuush! Lima pria paruh baya dan dua puluhan murid sekte Yang Ling muncul mengepung mereka.


"Sekte Yang Ling? Hahaha sekte kecil saja berani memprovokasi sekte besar seperti kami.." ucap dingin Lai Heng.


"Benar kami berani memprovokasi kalian.. Karena kalian sungguh tidak memiliki rasa kemanusiaan sama sekali, membunuh, membantai warga desa yang tidak bersalah. Maka kedatangan kami kali ini untuk menghakimi sekte Naga Hitam..." balas datar salah satu pria paruh baya yang terlihat seperti seorang tetua.


"Menghakimi? Hahaha apakah pantas." teriak Lai Heng melesat dibarengi oleh Hao Xie menuju kearah lima tetua sekte Yang Ling.


"Kalian bersebelas bunuh murid sekte Yang Ling, biarkan lima sampah ini kami yang mengurusinya. " teriak Hao Xie.


"Jangan dengarkan ucapan kedua tetua busuk itu, lumpuhkan pergerakannya saja... Usahakan jangan membuat mereka terluka." ucap Cao Zhen Xin telepati.


"Baik! " jawab mereka semua.


Swuuuuush! Swuuuuush! Cao Zhen Xin melesat kearah salah satu diantara mereka langsung menotok peredaran syaraf serta darah mereka.


"Jangan memaksa melepaskan totokan ini.. Kita berada dijalan yang sama." ucap telepati Cao Zhen Xin membuat murid tetsebut terdiam.


Cao Zhen Xin terus bergerak dengan kecepatan tak kasat mata menotok syaraf, dan peredaran darah murid sekte Yang Ling. Hingga semuanya telah selesai tanpa merasa kesulitan, Cao Zhen Xin meminta murid utusan Ding Hao untuk melindungi murid Yang Ling yang hanya bisa diam mematung.


"Jaga mereka." ucap Cao Zhen Xin kemudian menatap pertempuran dua versus lima.


Walaupun jumlah mereka menang, namun perbedaan ranah kultivasi satu tingkat membuat kelima tetua tersebut merasa kewalahan.


"Terus gempur! Jangan biarkan iblis ini merajalela. " ucap salah satu tetua sekte Yang Ling yang belum mengetahui para muridnya telah kalah tanpa perlawanan. Mereka terus bertempur diatas langit sambil mengeluarkan teknik andalan mereka.


"Baiklah sudah main mainnya... Xao Hie, mari kita tunjukan kekuatan kita yang sebenarnya." ucap Lai Heng tiba tiba menghilang lalu muncul diatas langit lebih tinggi bersama Hao Xie. Setelah itu, mereka berdua membuat segel dari pedang yang mereka genggam.


"Naga Pengguncang Langit! " teriak keduanya.


"Gawat... Buat perisai! " teriak salah satu tetua.


Swuuuuung! Perisai berwarna kecoklatan membungkus tubuh mereka berlima.


"Mati! " teriak Lai Heng bersama Xao Hie kompak.


Cao Zhen Xin tak tinggal diam, ia menghentakan kakinya melesat kedepan lima tetua sekte Yang Ling. Sesampainya, sebuah segel tangan ia peragakan dengan cepat.


Dhuuaaaaaaar! Lesatan energi pedang mengarah pada perisai yang dibuat Cao Zhen Xin, jurus yang dikeluarkan oleh Lai Heng dan Xao Hie akhirnya bertabrakan, yang membuat daya kejut lumayan mengerikan.


"Hahahaha dasar sam...." ucap Lai Heng terhenti setelah melihat salah satu muridnya yang ternyata memblokir jurus mereka dengan sangat baik.


Begitu juga dengan lima tetua sekte Yang Ling yang ternyata setelah membuat perisai, mereka berlima memejamkan matanya karena tahu perisai yang mereka buat takan sanggup menahan jurus tersebut.


"Lai Heng, Xao Hie..." ucap dingin Cao Zhen Xin.


"Ba-bagaimana bisa..." ucap Xao Hie.


Wajah keheranan Lai Heng dan Xao Hie terlihat, bahkan mereka sesekali menggosok mata mereka. Begitu juga dengan lima tetua yang bingung, mengapa murid sekte Naga Hitam melindungi mereka.


"Tetua sekarang giliran tugasku, kalian lindungilah temanku dan murid kalian.." ucap Cao Zhen Xin telepati kearah lima tetua dibelakangnya.


Mereka saling pandang dan memperlihatkan raut sedikit ragu dari wajahnya. Melihat itu, Cao Zhen Xin hanya menggelengkan kepalanya.


Swuuuuuuung! Cao Zhen Xin membuat segel tangan, setelah itu muncul perisai transparan menutupi tubuhnya dan Lai Heng serta Xao Hie.


"Kamu ingin mengkhianati sekte? " ucap dingin Lai Heng dan disetujui oleh Xao Hie, mereka berdua melupakan bagaimana cara Cao Zhen Xin memblokir serangan mereka dengan mudah karena telah terlalap emosi yang berlebihan.


"Betul..." jawab Cao Zhen Xin dingin.


"Hahahaha baiklah baiklah, tapi sepertinya keinginanmu itu tidak akan pernah terwujud. Hanya kematian saja yang akan terwujud!" teriak Lai Heng melesat kearah Cao Zhen Xin.


Baaaamms! Dhuaaaaar! Cao Zhen Xin mengerahkan seperempat kekuatannya untuk membalas tinjuan Lai Heng. Daya kejut terjadi didalam perisai, namun terlihat Lai Heng terpental hingga membentur perisai transparan buatan Cao Zhen Xin. Sedangkan Cao Zhen Xin tak bergeming sedikitpun dari pijakannya, yang membuat semua murid dan tetua Yang Lin sangat terkejut.


"Lai Heng..." ucap Xao Hie.


"Di-dia..." ucap Lai Heng kemudian memuntahkan darahnya dari bibirnya.


"Di-dia kenapa..." ucap Xao Hie panik.


Baru saja Lai Heng ingin menjawab tiba tiba tubuh Xao Hie tertarik oleh Cao Zhen Xin.


"Biarkan aku yang menjawabnya." ucap dingin Cao Zhen Xin mencengkeram leher Xao Hie.


"Akkhhh! Ka-kamu! " ucap Xao Hie yang mengerti pemuda didepannya bukanlah lawannya.


"Kalian hanya semut dimataku.." jawab Cao Zhen Xin kemudian membanting tubuh Xao Hie dari atas langit meluncur deras kearah tanah.


Dhuaaaar! Xao Hie tak kalah parahnya luka yang dialami olehnya. Saat keduanya ingin memecahkan batu giok pemanggil bantuan, tiba tiba tubuh mereka kembali tertarik oleh kekuatan milik Cao Zhen Xin.


"Ingin memanggil bantuan? " tanya Cao Zhen Xin dingin, tangan kirinya mencengkeram leher Xao Hie, dan tangan kanannya mencengkeram leher Lai Heng.


"Si-siapa sebenarnya kamu..." ucap Lai Heng sambil berusaha melepas cengkeraman tangan Cao Zhen Xin.


"Aku? Aku hanya seseorang yang ingin menegakan keadilan.." ucap Cao Zhen Xin kemudian mengaliri elemen petirnya kearah kedua tangannya.


Traaaackk! Traaaack!


"Akkkhhhh! " pekik keduanya pingsan dicengkeraman tangan Cao Zhen Xin.


###