
" Hehehe bukankah seharusnya itu yang aku lakukan padamu? " tanya balik Cao Zhen Xin kemudian menghentakan kakinya keatas langit.
Pria tersebut yang tak bisa mengukur ranahp kultivasi Cao Zhen Xin masih belum menyadari bahwa bocah didepannya memiliki ranah yang sama dengannya, hanya saja Cao Zhen Xin mampu mengalahkan tiga tingkat diatasnya dan sedikit mampu mengimbangi ranah Alam Dewa tingkat empat.
"Kau..." ucap pria tersebut langsung melancarkan serangan tapak dari kehampaan.
Cao Zhen Xin tak tinggal diam, ia kemudian menghindari serangan tersebut dengan cara bergerak secara Zig Zag, sambil melepaskan tapak Ilahinya.
Swuuuush! Baaaams! Dhuaaaar! Sebuah tangan raksasa yang dibaluti petir muncul dari atas langit meluncur deras menghantam tubuh pria tersebut, hingga kini pria tersebut yang meluncur deras kearah tanah dan membuat lubang yang cukup besar.
"Akkkhh! " pekik pria tersebut berusaha berdiri, darah biru dari bibirnya menetes.
Swuuuuush! Saat akan berdiri, tiba tiba Cao Zhen Xin mencengkeram leher pria tersebut yang membuat pria tersebut merasa tercekik.
"Katakan siapa yang kau katakan manusia naga itu.." ucap datar Cao Zhen Xin.
"Bu-bukan ka-kamu tu-tuan muda..." ucap pria tersebut mencoba memberanikan dirinya.
"Katakan... Bukan itu jawaban yang aku minta..." ucap dingin Cao Zhen Xin sambil melepaskan aura yang cukup menindas pria yan ia cekik.
Pria tersebut yang tidak menduga seorang bocah terlihat sangat muda mampu mengalahkannya dengan satu serangan, membuatnya sungguh pusing tujuh keliling, bagaimanapun hanya anak dari Kaisar Yuan Long saja yang mampu melakukan hal tersebut.
"Ya-yang aku maksud adalah seorang kakek tua yang memiliki aura naga... Dia selalu datang ketempat ini untuk membunuh ras kami." ucap pria tersebut memberanikan diri.
Swuuuuush! Muncul tali emas mengikat tubuh pria tersebut setelah mendengarkan penjelasan pria tersebut.
"Apa yang kakek lakukan..." gumam Cao Zhen Xin heran, dan tentunya ia sedikit tahu kejadian yang ia lihat saat menyentuh kolam darah yang ada didalam goa.
Karena ia tidak mengetahui rencana Shang Long, Cao Zhen Xin kemudian menatap pria tersebut dengan tajam.
"Apakah kau mengerti tujuannya? " ucap Cao Zhen Xin dingin.
Pria tersebut menelan ludah sejenak mendengarkan pertanyaan yang terus dilontarkan oleh Cao Zhen Xin.
"Yang a-aku tahu dia menggunakan darah biru kami untuk memperkuat kekuatan darahnya...." ucap Pria tersebut.
Cao Zhen Xin mengangguk puas mendengarkan penjelasan pria tersebut.
Hanya anggukan kepala yang terlihat oleh Cao Zhen Xin, sontak respon tersebut membuat pria tersebut merasa sangat senang.
Swuuuush! Sekibasan tangan Cao Zhen Xin melepaskan tali yang mengikat pria tersebut.
"Emang aku tidak tahu rencanamu..." ucap dalam hati Cao Zhen Xin terus menatap tenang wajah pria paruh baya yang bermaksud mengundang rekannya.
"Sekarang pergilah.." ucap datar Cao Zhen Xin.
"Ba-baik tuan terimakasih..." ucap pria tersebut hendak melesat pergi.
Swuuuuuush! Jleeeeeb! Namun tanpa diketahui sebuah serangan pedang tiba tiba melesat dan meluncur deras kearah jantungnya dan membuat pria tersebut tergeletak tanpa nyawa.
Swuuuush! Cao Zhen Xin melesat dan mengambil cincin ruang milik pria tersebut, setelah itu tiba tiba ia merasakan tiga puluh aura yang mendekat kearahnya.
Swuuuuush! Tubuhnya menghilang lalu muncul diatas langit sangat tinggi menatap kedatangan tiga puluh aura yang tadi sempat ia rasakan.
"Yao Chen.." panggil salah satu dari tiga puluh orang yang datang tersebut.
"Yao... Teman teman lihatlah.." teriak salah satunya menunjuk tubuh Yao Chen yang telah tewas tanpa nyawa.
Sontak mereka semua segera menghampiri tubuh Yao Chen.
"Ba-bagaimana bisa..." ucap mereka terkejut.
"Cepat cari pembunuhnya! Aku rasa saat ini pembunuhnya belum jauh dari sini! " teriak salah satu marah.
"Baik! "
Swuuuuush! Swuuuush! Dua puluh pria melesat kesana kemari mencari pembunuh Yao Chen. Sedangkan Cao Zhen Xin yang ada diatas langit mengurungkan niatnya saat akan pergi saat merasakan aura yang sama dikeluarkan oleh Guan Yu oleh salah satu dari pria yang tiba ditempat Yao Chen terbunuh.
"Sepertinya langit benar benar mendukung aksiku..." gumam Cao Zhen Xin senang.
####
Satu lagi lur, maaf ya, author usahain nanti tak up lagi.