
Waktu pun terus berjalan pemberitaan mengenai Kanaya sangat santer tidak hanya di majalah,surat kabar, TV, bahkan social media. Dan benar saja yang dikatakan oleh Kanaya. Rumor mengenai pewaris tunggal Kusuma Group sangat santer terdengar, seperti halnya pemberitaan Kanaya.
"Mereka sudah mulai menampakkan dirinya, benar yang dikatakan oleh Kanaya,"ucap Edward pada Papi dan Maminya, yang saat itu sedang duduk menonton berita tentang keluarga mereka di sebuah siaran TV di ruang keluarga mansion mereka.
"Ya, Calon menantu ku itu benar-benar memiliki otak yang cerdas,"ucap Papi Edward tersenyum bangga.
"Mami tidak menyangka Kanaya bisa berpikir seperti itu,"ucapnya seraya tersenyum menatap Edward.
"Ya benar Mi, Pi dan juga sangat pintar membuat kita dikejar-kejar oleh wartawan dan para reporter,"ucap Edward kesal.
"Dan membuat mu tidak bisa menemuinya kan?" tanya Papi Edward seraya menggoda Edward.
Mami Edward terkekeh melihat wajah anaknya yang cemberut dan mengingat bagaimana selama tiga hari ini, Edward mondar mandir tak karuan.
"Tapi pemberitaan mereka sangat sadis menciptakan rumor jika perusahaan kita bangkrut dan tak bisa bangkit lagi, kerena ulah keluarga Bimantara, dan surat kabar ini juga mengatakan bahwa kedua keluarga konglomerat di negara ini berseteru dan saling menghujat, lalu saling menjatuhkan karena mengetahui masa lalu para pewaris kerajaan bisnis mereka,"ucap Edward geram.
"Bimantara Group menghancurkan Bisnis Kusuma Group karena kesalahan putrinya yang mabok dan merayu Edward Kusuma, berita yang tidak masuk akal, bagaimana wanita yang tidur tidak sadarkan diri merayu Ku, dasar para pecundang gila,"Ucap Edward lagi geram.
"Biarkan saja mereka, besok kita akan tahu apa yang akan terjadi dan bagaimana mereka bisa menghadapi kita,"ucap Papi Edward seraya tersenyum licik.
"Mami penasaran siapa mereka sebenarnya dan ada dendam apa mereka pada kita,"ucap Mami Edward.
"Besok Mami akan mengetahuinya,"Ucap Papi Edward. kemudian mereka pun terdiam dengan pikiran masing-masing, menantikan hari esok yang akan membuat seseorang terpuruk.
...****************...
sementara itu Di mansion Bimantara Kanaya dan keluarganya duduk di ruang kerja Daddynya.
"Kita akan melakukan Jumpa pers besok Dad,"ucap Kanaya lalu meletakkan Handphonenya di atas meja setelah dia mengirim pesan whatsApp pada seseorang.
"Daddy akan menyiapkan segalanya,"ucap Daddy Ded.
"Tidak perlu Dad, Cintya sudah melakukannya dan besok semuanya telah siap di salah satu hotel Bimantara,"ucap Kanaya.
"Aku ingin melihat setiap permainan yang telah ku mulai akan berkahir seperti apa? dan juga menikmati permainan ini, mereka yang memulai dan akan berakhir oleh mereka,"ucap Kanaya lagi.
"Sepertinya Daddy ini sudah tidak berguna lagi buat mu Nak,"ucap Daddy menatap Kanaya dengan wajah cemberut.
"Jika Daddy seperti itu membuat ku ingin tertawa,"ucap Kanaya lalu bangkit berdiri menghampiri Daddy nya dan memeluknya erat.
"Aku sudah dewasa Dad, aku telah memiliki seorang anak, jika aku selalu bergantung pada Daddy, bagaimana aku bisa melindungi anak ku,"Ucap Kanaya, Lalu berkata lagi.
"Masa lalu telah mengajarkan ku, untuk menjadi wanita kuat dan berdiri di atas kaki ku sendiri, aku tidak ingin lemah, karena aku menyadari di luar sana, kehidupan itu sangat keras dan aku tidak ingin kalah dengan kekerasan hidup, setidaknya dengan aku seperti ini, aku bisa mempertahankan diri ku, dan menjaga diri ku dan juga anak ku,"
"Masa lalu mu yang pahit telah mengubah mu nak,"ucap Daddy Ded, seraya menghela nafas panjang, lalu menoleh pada Kanaya dan menatap wajahnya.
"Lakukanlah apa yang kau inginkan Daddy akan mendukung mu,"ucap Daddy Ded, seraya tersenyum pada Kanaya.
"Terima kasih karena Daddy tidak seperti orang tua lainnya,"Ucap Kanaya.
"Mommy, kakak pun sama, Kanaya mengucapkan banyak terima kasih pada kalian karena kalian tidak malu memiliki seorang anak perempuan yang telah membawa aib pada kalian,"ucap Kanaya.
"Stop mengatakan itu Nay,"ucap Daddy Ded, Mommy Lingga dan Richard serentak mengatakannya seolah-olah di komando untuk berbicara.
"Sekali lagi kamu mengatakan itu, Mommy akan memasukkan mu kembali pada perut mommy,"ucap Mommy Lingga.
"Hah, bagaimana bisa Mom, aku sudah sebesar ini dan Mommy akan memasukkan ku kedalam perut Mommy,"ucap Kanaya seraya tersenyum menggoda pada Mommy nya.
"Bisa, Mommy pinjem kantong ajaib Dora Emon,"ucap Mommy Lingga.
"Emang Dora Emon punya alat yang jat masukin bayi tua seperti Kanaya ke dalam perut Mommy?" tanya Richard.
"Di bisain aja,"ucap Mommy Lingga seraya terkekeh.
"Aku gak bisa bayangin anak perempuan Mommy yang sebesar ini ada di dalam perut Mommy,"ucap Richard, lalu mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di dagunya seolah-olah berpikir.
Kemudian mereka berempat pun tertawa bersamaan.
...****************...
Sementara itu di sebuah rumah mewah dua orang pria dan dua orang wanita duduk di sofa ruang tamu.
"Bagaimana apakah semua sudah di persiapkan?"tanya seorang pria.
"Semua sudah beres tuan,"jawab salah seorang pria lagi yang duduk di sebrang sofa tuannya, Pria itu adalah asistennya yang bernama Jaka.
"Dan kau apakah kau sudah siap?"tanya Pria itu.
"Aku juga sudah siap om,"ucap salah seorang wanita.
"Dan Kau?"tanya pria itu.
"Seperti yang terlihat aku sudah sangat siap,"ucapnya.
"Baguslah, lakukan sesuai rencana dan kali ini aku tidak ingin gagal lagi, ingat itu,"ucap pria yang dipanggil tuan oleh Jaka.
Lalu Pria itu tertawa menggelegar, memenuhi ruangan tamu itu, tawa yang penuh kegembiraan dan kemenangan.
"Hahahahahaaa, ternyata mereka sangat bodoh,"Ucap Pria yang dipanggil Tuan oleh Jaka, lalu pria itu berkata lagi.
"Mereka akan melakukan Jumpa pers dan mereka mengundang seluruh stasiun TV untuk menutupi aib yang disebabkan oleh putri mereka dan satu hal lagi, sangat mudah membuat mereka hancur secara bersamaan, Bimantara Group dan Kusuma Group akan rata,"ucapnya lagi, seraya tertawa lepas.
"Sepertinya kita harus merayakannya om,"ucap Seorang wanita.
"Kau benar kita kan merayakannya malam ini,"ucap pria itu.
"Baiklah bersiaplah kita berpesta,"serunya lagi.
Lalu mereka pun keluar dari rumah mewah tersebut, menuju mobil BMW keluaran terbaru yang terparkir di halaman rumah mewah tersebut, kemudian membuka pintu mobil itu dan orang yang bernama Jaka pun melajukan mobil tersebut menuju sebuah club' mewah.
Sesampainya di club' tersebut, setelah memarkirkan mobilnya mereka pun keluar dari mobil BMW tersebut dan melangkahkan kaki mereka menuju club' sesampainya di dalam club' terdengarlah hingar bingar musik, memekakkan telinga, seorang wanita berpakaian seksi berjalan seraya berlenggak lenggok menghampiri mereka, kemudian bergelayut manja pada tangan pria yang dipanggil tuan oleh Jaka.
"Kalian bersenang-senanglah, aku ingin bersama wanita cantik ini,"ucap Tuan itu, lalu dia pun memeluk wanita yang berpakaian seksi itu dan meremas bo***ngnya dan berlalu dari mereka. sementara itu Jaka dan ke dua wanita yang bersamanya berjalan memisahkan diri.