Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 12. Pembicaraan Unfaedah


"Apa yang terjadi Nay, chard?" tanya Dady Ded seraya memperhatikan Richard dan Kanaya, serta Cintya.


"Nanti aja ceritanya Dad, Nay keatas dulu," ucap Kanaya seraya menaiki anak tangga menuju kamarnya diikuti oleh Cintya. sementara itu Daddy Ded memperhatikan punggung putrinya seraya mengeryitkan keningnya dengan penuh tanda tanya.


"Apa yang terjadi pada adik mu? dan siapa wanita yang bersama adik mu?" tanya Daddy Ded.


"Dan Kusuma Group menghubungi Daddy dan katanya kau memutuskan semua kerjasama kita, dan juga kau menarik saham kita dari perusahaan, sekarang mereka merasa keberatan, dan akan menuntut kita," ucap Daddy Ded.


"Mereka pantas mendapatkannya Dad, bahkan aku akan lebih lagi melakukan sesuatu pada Putranya yang brengsek itu." ucap Richard.


kemudian menghempaskan tubuhnya di kursi sofa ruang tamu.


"What's wrong?" tanya Daddy Ded.


"Karena anaknya yang brengsek itulah penyebab princess ku seperti ini," Ucap Richard.


"What..!! Are you sure?" ( apa...!! Apakah kau yakin?" ) tanya Daddy Ded.


"Yes..!" ucap Richard dingin.


"Lalu siapa yang kau hancurkan itu?" tanya Daddy Ded.


"Pria itulah yang memasukkan obat tidur pada princess sehingga terjadi seperti ini, dan bodohnya aku, aku mengira dia jugalah yang menodai adik ku. sehingga yang menodainya berkeliaran diatas penderitaan adik ku," ucap Richard geram.


"Dan satu hal lagi, Daddy belum pernah melihat princess Daddy mengamuk bukan?" tanya Richard. kemudian menyerahkan handphonye pada Daddy Ded dan memperlihatkan saat Kanaya menghajar pria brengsek yang menggodanya.


"Astaga apakah ini putri ku?" ucap Daddy Richard terkejut dengan mata melongo melihat rekaman yang ada di handphone putranya.


"Apakah kau sudah membereskan masalah ini?" tanya Daddy Ded.


"Asistennya yang baru saja sampai dari Perancis telah menyelesaikan semuanya, bahkan tidak akan ada jejak rekaman apapun di handphone pengunjung atau rekaman cctv pemilik restaurant itu," ucap Richard.


"Cintya?" tanya Daddy Ded seraya mengeryitkan keningnya.


"Apakah wanita yang tadi itu bernama Cintya?" Tanya Daddy Dad.


"Ya," ucap Richard. seraya mengambil handphonenya dari tangan Daddy nya dan menghubungi seseorang.


"Hallo tuan," ucap penerima telpon.


"Apakah kau sudah melakukan tugas mu?" tanya Richard.


"Sudah tuan," ucap Penerima telpon.


"Bagus," ucap Richard seraya mematikan telponnya.


"Apalagi yang kau lakukan?" tanya Daddy Ded.


"Menghancurkan yang menggoda adik kesayangan ku," ucap Richard seraya bangkit berdiri dan berjalan keluar,


Kemudian Daddy Ded, menaiki anak tangga menuju kamar putrinya.


"Apakah Daddy boleh masuk?" tanya Daddy Ded, di depan pintu kamar Kanaya yang terbuka.


"Masuk aja Dad," ucap Kanaya kemudian Daddy Ded masuk kedalam kamar Kanaya dan duduk disamping putrinya.


"Kenalin dia Cintya Dad, teman yang aku ceritakan," ucap Kanaya.


Cintya mengulurkan tangannya serta mengangguk hormat, Daddu Ded pun menyambut uluran tangan Cintya.


"Terima kasih kau sudah menjaga putri dan cucu ku," ucap Daddy Ded, seraya menatap Cintya.


"Sama-sama tuan, tidak perlu berterima kasih karena kami saling menjaga," ucap Cintya.


"Apakah kau mau menjadi menantu ku?" tanya Daddy Ded, seraya menatap Cintya.


"Hah.., apakah aku tidak salah dengar?" tanya Cintya.


"Dad, jangan menggodanya." ucap Kanaya.


"Daddy tidak bercanda dan kau jangan memanggil ku tuan," ucap Daddy Ded.


"Baiklah kau pikirkan dulu," ucap Daddy Ded dengan entengnya, kemudian menatap Kanaya dengan penuh selidik.


"Apakah ada yang belum kau ceritakan pada Daddy?" tanya Daddy Ded.


"Apalagi yang belum kuceritakan Dad?" jawab Kanaya.


"Dari mana kau belajar menghajar pria seperti itu?" tanya Daddy Ded.


"Tidak, selain itu Daddy juga ingin melamar teman mu itu untuk kakak mu," Ucap Daddy Ded.


"Stop Ded, jangan bercanda lagi," ucap Kanaya.


"Apakah kau baik-baik saja nak?" tanya Daddy Ded.


"I'm ok Dad," ucap Kanaya seraya menatap Daddy nya dengan senyuman di wajahnya.


"Yakin?" tanya Daddy Ded.


"Yakin," ucap Kanaya.


"Lalu bagaimana kerjasama perusahaan Daddy?" tanya Kanaya.


"Daddy tidak perduli, Daddy tidak akan jatuh miskin hanya memutuskan kerjasama dengan mereka, dan perusahaan merekalah yang akan jatuh miskin karena kakak mu sudah menarik saham perusahaan dari perusahaan mereka," ucap Daddy Ded.


"Setau ku perusahaan mereka perusahaan yang cukup kuat," ucap Kanaya.


"Benar tapi tidak sekuat perusahaan kita," ucap Daddy Ded sombong.


Cintya yang mendengar pembicaraan anak dan Daddy nya hanya menggelengkan kepalanya.


"Dan kau,, kapan kau jawab pertanyaan ku?" tanya Dady Ded pada Cintya.


"Pertanyaan apa tuan?" tanya Cintya.


"Astaga apakah kau sudah pikun? kamu masih muda dan cantik dan sepertinya kau cocok dengan putra ku," ucap Daddy Ded.


"Hah.., ucap Cintya seraya melongo menatap Daddy Ded. Sedangkan Kanaya yang mendengar perkataan Daddy nya hanya tersenyum simpul, matanya pun menatap Cintya sahabat sekaligus asistennya itu yang melongo dengan perkataan Daddy nya itu.


"Wajah mu melongo seperti itu, tampak tidak lucu karena kau seperti orang bloon," ucap Daddy Ded dengan santai.


"Astaga apakah keluarga konglomerat semua seperti ini ya?" ucap Cintya dalam hatinya seraya menatap Daddy Ded.


"Ya sudah aku akan menunggu jawaban mu, dan oh ya kau jangan pulang kau tinggal disini saja," ucap Daddy Ded seraya bangkit berdiri dan ngeloyor keluar begitu saja dari kamar Kanaya.


"Nay, apa Daddy mu itu seperti itu?" tanya Cintya.


"Dia seperti itu pada orang yang dia sukai," ucap Kanaya tak acuh.


"Astaga kenapa kau sama menyebalkannya dengan Daddy mu itu," ucap Cintya melihat gaya Kanaya yang seolah mengejeknya.


"Siapa yang menyebalkan," tanya sebuah suara dari arah pintu kamar Kanaya.


"Dia," ucap Cintya pada Richard.


"Why?" tanya Richard seraya menatap wajah cantik Cintya.


"Tanya saja pada adik mu itu," ucap Cintya.


"Daddy, menjodohkannya dengan mu," ucap Kanaya santai seraya memperhatikan kukunya.


"Hahahaha," tawa Richard kemudian menatap Cintya dan menghentikan tawanya, seraya berkata.


"Kebetulan aku menyukai mu, apakah kau menerima tawaran Daddy ku," ucap Richard seraya menatap Cintya dengan tatapan menggoda.


"Astaga, apakah keluarga sultan seperti kalian selalu seperti in?" tanya Cintya wajahnya memerah karena malu oleh tatapan Richard.


"Wajah mu memerah, berarti kau menyukai ku bukan?" tanya Richard dengan nada menggoda kemudian mencondongkan wajahnya kepada wajah Cintya.


"Ayo ngaku aja, kamu menyukai ku kan? secara aku ganteng dan juga kaya, mana ada yang berani menolak ku," ucap Richard dengan pede nya.


"Astaga apakah kau sepede ini?" tanya Cintya seraya mendorong wajah Richard agar menjauh dari wajahnya, kemudian bangkit berdiri dari sofa yang di dudukinya.


"Lebih baik aku menemui keponakan ku daripada meladeni kalian yang gila ini," ucap Cintya kemudian berlalu dari Cintya dan Richard.


"Kau menyukainya kak?" tanya Kanaya dengan dingin.


Richard menaikkan sebelah alisnya dan menatap Kanaya.


"Apakah sekarang kau sedingin ini Nay?" tanya Richard.


Kanaya menghela nafasnya dan bangkit berdiri dari sofanya kemudian berkata.


"Jika kau menyukai teman ku, jangan permainkan dia," ucap Kanaya tegas seraya menatap wajah kakaknya dengan tajam dan berlalu meninggalkan kakaknya sendiri didalam kamarnya yang termenung memperhatikan punggung adiknya sampai menghilang dari penglihatannya, kemudian dia pun bangkit berdiri dari sofa yang didudukinya dan berlalu meninggalkan kamar adiknya itu.