Kesalahan Masa Lalu

Kesalahan Masa Lalu
Bab 58. Permainan Di Mulai 2


"Apa selanjutnya rencana mu Nay?"tanya Mommy Lingga.


"Aku akan membuat mereka menang terlebih dahulu mom,"ucap Kanaya.


"Dan setelah mereka berada di awang-awang mereka akan mendapatkan sesuatu yang membuat hidup mereka menangis dan meratapinya,"ucap Kanaya tatapan tajam, dan matanya nyalang menyiratkan sesuatu yang sulit di tebak.


Edward dan Mommy Lingga hanya menatap Kanaya, lalu menggelengkan kepalanya.


"Ini sudah sepantasnya mereka dapatkan karena dia berani mengusik ku dan juga putra ku,"ucap Kanaya. Lalu mengambil handphonenya dan membuka sebuah pesan WhatsApp, seulas senyum licik menghias bibirnya.


"Sial para wartawan itu membuat ku gila,"sungut Richard lalu duduk di sofa sebelah Mommy Lingga.


"Maaf kak, membuat kalian tidak nyaman,"ucap Kanaya seraya menatap Wajah Richard.


"Sebetulnya apa yang kau rencanakan Nay?"tanya Richard.


"Kakak akan lihat nanti,"ucap Kanaya.


"Kau bermain rahasia dengan kakak mu ini,"ucap Richard.


"Apakah Kakak tidak seperti itu?"tanya Kanaya seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Maksud mu?"tanya Richard.


"Kau apakan yang menabrak ku?"tanya Kanaya.


"Mereka pantas mendapatkannya,"ucap Richard seraya menatap Kanaya.


"Tetapi anaknya tidak bersalah,"ucap Kanaya.


"Kau benar,"ucap Richard seraya mengusap wajahnya.


"Lepaskan Dia kak,"ucap Kanaya.


"What..!"seru Richard seraya menatap Kanaya tajam.


"Kau akan mengampuni pria yang menabrak mu semudah itu?"tanya Richard.


"Tidak semudah itu,"ucap Kanaya.


"Berikan saja pelajaran padanya lalu lepaskan,"ucap Kanaya lagi.


"Tapi,"ucap Richard.


"Aku tidak tega pada anaknya,"ucap Kanaya, seraya menghela nafas panjang.


"Terkadang kita tidak ingin berbuat kesalahan tetapi kita terpaksa melakukannya, karena suatu sebab,"ucap Kanaya seraya menatap kakaknya.


"Lalu apa yang akan kau lakukan?"tanya Richard.


"Aku akan berbicara padanya dan jangan melakukan sesuatu lagi pada orang itu,"ucap Kanaya menatap tajam.


"Biarkan dia di markas mu dan suruh anak buah mu untuk tidak menyiksanya, aku ingin bertemu dengannya,"ucap Kanaya lagi.


"Ok, as you wis princes,"ucap Richard.


Tak lama kemudian Daddy Ded berjalan memasuki mansion, menghampiri mereka, lalu duduk di sebelah Mommy Lingga, dengan wajah merah padam karena amarah.


"Aku berani bertaruh Daddy murka pada wartawan dan juga reporter itu bukan?"tanya Richard.


"Aku geram pada mereka karena mereka bertanya tentang putri ku dan juga cucu ku. seolah-olah, putri dan cucu ku menjijikkan,"ucap Daddy Ded.


"Aku ingin sekali membungkam mulut mereka jika saja kamu tidak meminta kami untuk tidak melakukan sesuatu,"ucap Daddy Ded, seraya menatap Kanaya.


"Apakah Daddy boleh melakukan itu nak?"tanya Daddy Ded seraya mengedipkan matanya pada Kanaya.


"Aishh Daddy, apakah Daddy akan membuat kerja keras ku hancur, dan kita akan terus meratakan semua orang yang menyangkut masa lalu ku, tanpa tahu kebenaran di balik semua yang mereka buat pada ku,"ucap Kanaya.


"Jika seperti ini mereka akan merasa menang dan berada di awang-awang,"ucap Daddy Ded.


"Dua hari lagi kalian akan tahu alasan ku melakukan ini karena apa,"ucap Kanaya. seraya menghela nafas panjang menatap Daddy nya lalu berkata lagi.


"Masa Lalu ku sangat kelam dan semuanya bersangkut paut, aku curiga di balik semua jebakan ini dan juga jebakan Edward ada suatu hal yang membuat mereka melakukan ini, dan inilah yang luput dari penyelidikan kalian,"ucap Kanaya.


"Bagaimana bisa ada sangkut pautnya mengenai kau yang dijebak dan aku yang dijebak, karena saat itu aku dijebak oleh anak dari kolega bisnis ku,"ucap Edward seraya menatap mata Kanaya dengan penuh tanda tanya.


"Itulah yang sedang aku selidiki,"ucap Kanaya


"Apakah kamu pernah berpikir bagaimana bisa kamu bertemu dengan kolega bisnis mu itu di hotel?" tanya Kanaya.


"Tidak aku tidak pernah berpikir, awalnya kami janji bertemu di sebuah restaurant mewah tempat biasa aku resevasi untuk menjamu para kolega bisnis,"ucap Edward.


"Saat kau menjelaskan pada ku tentang malam itu, aku mulai menyelidikinya,"ucap Kanaya. Seraya tersenyum menatap Edward.


"Aku memang membenci mu, dan dendam pada mu, tetapi saat itu apa yang kau katakan aku cerna dengan baik dan aku memikirnya, lalu aku meminta seseorang mencari informasi tentang wanita itu, dan juga pelayan yang membawakan minuman itu,"ucap. Kanaya.


"Dan untuk mencari informasi itu sangat mudah karena kakak ku yang ganteng ini telah membeli hotel itu, dan pelayan itu masih bekerja di hotel tersebut."ucap Kanaya lagi.


"Kau,"ucap Richard.


"Kakak benar,"ucap Kanaya seraya menatap Richard.


"Maaf,"ucap Kanaya lagi.


"Aku sengaja melakukannya,"ucap Kanaya.


"Bagaimana kau melakukannya Nay?"tanya Richard.


Kanaya tersenyum dan menatap Kakaknya lalu berkata.


"Adik mu ini tidak bodoh Kak,"ucap Kanaya.


"Aku tahu adik ku tidak bodoh, itulah sebabnya karena adik ku ini terlalu pintar sehingga kami kehilangan jejak dalam mencarinya, dan dia juga bodoh karena menganggap apa yang menimpanya adalah aib buat kami, dasar bodoh,"ucap Richard seraya menatap Kanaya sebal.


"Maaf Kak,"ucap Kanaya seraya tersenyum pada kakaknya, lalu berkata.


"Aku tidak ingin melarikan diri lagi dari masalah ku,"Ucap Kanaya.


"Dan saat semua sudah terungkap, terserah kalian apa yang ingin kalian lakukan,"ucap Kanaya.


"Bagaimana kau menutupi ini, sedangkan Kakak selalu mengawasi wanita itu?"tanya Richard.


"Aku mengerjakan bagian ku kak, dan apa yang kakak lakukan pada wanita itu, aku tidak ikut campur, aku hanya mencari tahu saja dan semua yang berhubungan dengan masa lalu ku,"ucap Kanaya.


"Seperti yang kita ketahui Kusuma Group salah satu perusahaan yang memiliki Pamor di dunia bisnis, dan mereka mencari celah agar bisa menjatuhkan Kusuma Group, dan kebetulan saat itu aku berada di pesta itu, dan bodohnya mereka salah sasaran mereka berpikir aku adalah Kanaya, hanya Kanaya tanpa embel-embel Bimantara."Ucap Kanaya, seraya menatap Edward yang mengeryitkan keningnya dan menatap wajah Kanaya dengan penuh tanda tanya. Kanaya hanya tersenyum pada Edward dan berkata lagi.


"Dan saat setelah kejadian itu, Daddy dan Kakak langsung bertindak cepat dan membuat pelaku penjebak ku itu hancur, dan menghukum mereka, walau Daddy dan Kakak salah sasaran karena mengira penjebak ku itu adalah pelakunya, tetapi pembuat ulah itu ketakutan sehingga mereka menyembunyikan diri, dan akhirnya mereka muncul begitu mengetahui Aku telah kembali, dan membuat berita itu, dan berusaha mengadu domba Kusuma dan Bimantara, karena mereka tahu pelaku sesungguhnya adalah Edward Kusuma, aku yakin besok atau lusa berita ini akan tercetak di majalah, surat kabar dan juga siaran TV,"ucap Kanaya.


"Astaga bagaimana kamu bisa berpikir sampai kearah situ Nay?"tanya Mommy Lingga.


"Aku Bimantara Mom, setidaknya separuh otak ku memiliki gen Daddy,"ucap Kanaya seraya mengedipkan.matanya pada Daddy Ded. Lalu berkata lagi.


"Kita akan lihat pelaku yang sesungguhnya siapa dan apa tujuan mereka, karena sangat jelas majalah dan surat kabar itu mengatakan bahwa Kanaya Bimantara telah kembali dan membawa anak haramnya hasil dari kisah satu malam bersama seorang pria di sebuah hotel, tempat club' malam itu berada dimana Kanaya Bimantara mabok bersama pria itu,"


"Dan Berita yang Mommy Lihat di TV tadi mengatakan bahwa Kanaya Bimantara di sembunyikan di suatu negara untuk menyembunyikan kebenaran kehamilannya dan kini Kanaya Bimantara telah kembali bersama anaknya itu, Sehingga Bimantara saat ini menanggung malu, dan kemungkinan bisa saja membuat nilai saham perusahaan mereka ambruk,"


"Dan aku yakin besok atau lusa akan ada pemberitaan tentang Kusuma Group,"ucap Richard.


"Kita lihat Kak, dan bersiaplah bisa saja saham kakak dan Daddy melonjak turun kebawah,"ucap Kanaya.


"Itu tidak akan terjadi Nay, Daddy sudah menempatkan sesorang untuk mengawasi saham kita, dan melihat pergerakannya, dan jika mengenai perusahaan, Daddy tidak perduli aku mendirikan perusahaan itu murni uang ku sendiri, jika mereka yang bekerjasama dengan perusahaan ku ingin membatalkan kerjasamanya, Daddy persilahkan dengan senang hati, bukan mereka yang memiliki uang, bukan mereka yang investor, tetapi Daddy lah yang memiliki uang dan juga Daddy lah yang menjadi investor di perusahaan mereka dan jika mereka membatalkan kerjasama dengan perusahaan kita, maka mereka lah yang bangkrut bukan perusahaan kita,"ucap Daddy Ded tegas.


"Yeyyy, sombong amat sih Dad,"ucap Kanaya.


"Kenyataannya memang seperti itu kan,"ucap Daddy Ded.


Sementara itu tanpa mereka sadari Gerald yang telah selesai homeschooling mendengarkan percakapan mereka, lalu bangkit berdiri dan kembali kedalam ruang belajarnya.