IMAM UNTUK TSABINNA

IMAM UNTUK TSABINNA
part 30


Sekarang mereka semua sudah berada di ruang inap Abizar. Mereka tidak bisa menyembunyikan kesedihannya di depan Abizar.


"Kalian kenapa?" tanya Abizar bingung.


"Gapapa kok." elak Mawar.


"Tsabinna sama Aldeon kemana?" tanya Abizar mencari keberadaan istrinya dan juga anaknya.


"Mereka ada di rumah," timpal Arafah.


"Aku mau pulang, mau ketemu sama mereka berdua." ucap Abizar antusias.


"Kamu, kan belum sembuh total." sahut Rorenzo


"Tapi kan, Yah." balas Abizar lesu.


"Nanti aja pulang nya pas kamu sembuh oke". jawab Leonardo


Abizar hanya mengangguk lesu, padahal diri nya sudah merindukan kedua mahluk yang Abizar sayangi itu.


                                   🌻🌻🌻🌻


Aldeon masih menangis di gundukan tanah, ia belum bisa mengikhlaskan kepergian sang bunda. Aldeon menangis tersedu sedu, Maid nya merasa kasihan melihat anak majikannya yang begitu menyedihkan.


"Bun hiks Al kangen," ucap Aldeon sambil terisak kecil.


"Ayo pulang bun, aku udah nungguin satu jam lebih, kenapa bunda gak pulang juga hiks." tangis Aldeon


Maid langsung memeluk tubuh mungil Aldeon. Ia mengerti bagaimana rasanya di tinggalkan seseorang.


"Aden, harus bisa ikhlasin bunda, ya." ucap Maid sambil mengelus rambut Aldeon.


Aldeon hanya menangis tersedu sedu. "Aku hiks gak tega sama bunda, gimana kalau bunda pengen makan." cicit Aldeon.


"Bunda udah ketemu sama Allah." balas Maid.


Aldeon menggeleng. "Bunda jahat, bunda ninggalin Al sendirian, bunda udah janji bakal temenin Al sampe sukses tapi ini apa. Bunda malah pulang ke sisi Allah." tangis Aldeon begitu pilu.


Maid hanya bisa memeluk tubuh Aldeon, hujan pun turun dengan begitu deras. Aldeon segera mengeluarkan payung dari dalam tas sekolahnya.


Ia membuka payung tersebut, lalu melindungi gundukan tanah itu.


"Bunda gak boleh kehujanan". balas Aldeon sambil cengengesan.


"Aden, ayo pulang." ajak Maid.


Aldeon menggeleng keras. "Duluan aja," balas Aldeon


"Al masih mau temenin bunda, siapa tau nanti bunda ikut pulang ke Mansion." lirih Aldeon.


Maid tersebut lagi lagi menangis mendengar perkataan dari anak majikannya itu. Aldeon terus mengelus batu nisan sang bunda.


"Nama bunda bagus, ya."


"Nanti kalau aku udah besar, aku gak mau berurusan sama cewek, aku trauma kehilangan seseorang," lirih Aldeon.


Aldeon menangis lagi dan lagi, ia sudah berusaha mengajak ngobrol gundukan tanah itu, berharap sang bunda menjawab, tapi ternyata dirinya salah.


"Bun, aku pulang dulu, ya." pamit Aldeon.


Cup


Aldeon mengecup batu nisan itu dengan sangat lama sambil bercucuran air mata. Ia pun mulai berjalan bersama Maid menjauh dari makam sang bunda.


Sesampainya di mansion, Aldeon langsung berlari menuju kamar sang bunda. Ia mendaratkan bokongnya di kasur empuk.


"Bun, Al ngantuk." rengek Aldeon.


"Mau di bacain dongeng sama bunda." sambung Aldeon.


"Aku mau di elusin rambutnya, mau di peyuk biar bobo nya nyenyak,"


"Bundaaaaaaaa kangennnnnnnn hiks." tangis Aldeon kembali pecah.


"Bunda gak kangen sama aku hiks?" tanya Aldeon.


"Kamar ini wangi bunda hiks."


"Bunda pulang sini di dalem tanah gelap."


"Bundaaaaaaaaaaaa,"


"Al kangennn."


Lalu Aldeon tertidur sambil memeluk bantal yang sering Tsabinna pakai. Betapa rapuhnya bocah kecil seperti Aldeon, yang harus menjalankan semua ini.


Malam nya Abizar sudah pulang ke Mansion, kedua orang tua nya sudah pulang dan kedua mertuanya memilih menginap di mansion mereka.


Ceklek


Abizar mengerutkan keningnya bingung. "Tsabinna dimana, ya?" tanya Abizar.


Aldeon membuka kedua matanya. "Ayah," panggil Aldeon lalu memeluk tubuh tegap Abizar.


Abizar langsung membalas pelukan dari sang anak. "Bunda kemana sayang?" tanya Abizar.


"Bunda udah hiks." ucap Aldeon kembali menangis.


"Al, kenapa sayang?" tanya Abizar tambah bingung.


"Al, gak boleh bercanda." peringat Abizar.


Aldeon menggeleng. "Aku gak bercanda, Yah," lirih Aldeon sambil memandang wajah tampan milik sang Ayah.


"Maksud kamu bunda meninggal?" balas Abizar sendu.


Aldeon mengangguk. "Iya, bunda juga yang udah donorin hati nya buat ayah." cicit Aldeon.


Deg


"Segitu sayang nya kamu ke aku Tsa, sampe donorin hati kamu buat aku." batin Abizar


"Hiks, bunda beneran udah gak ada ya?" tanya Abizar sambil terisak.


"Iya, Yah." lirih Aldeon.


Abizar segera membawa Aldeon kedalam pelukannya. Ia menangis tersedu sedu saat mengetahui kebenarannya. Ia menyesal karna pernah sia sia kan perempuan tulus seperti Tsabinna, kesalahan Abizar sudah terlalu besar sehingga Allah mengambil Tsabinna dari dirinya.


Aldeon tertidur di pelukan Abizar, Abizar pun segera membawa Aldeon tidur di atas kasur king size nya. Ia berjalan ke tempat belajar Tsabinna, Ia menemukan buku Diary milik sang istri, Ia membaca diary itu, hati nya benar benar teriris kala membacanya.


      Untuk Abizar Al Ghifari:)❤️


Maafkan aku yang belum bisa menjadi istri yang baik untuk mu:) aku sangat sangat berterimakasih kepada Allah yang sudah mempersatukan kita kembali. Rumah tangga kita akhirnya seperti dulu lagi... Kini kita sudah memperbaiki hubungan ini selama satu bulan lebih. Terimakasih sudah menjadi imam yang baik untuk ku:)


Aku, Tsabinna Arabella Queenza Mahardika siap mendonorkan hati ku untuk mu:) anggap saja sebagai permintaan maaf ku kepada mu... Aku tau kalau kamu masih ingin hidup lebih lama lagi.


Tolong terima hati ku ini, semoga dengan ada nya hati ku di dalam tubuh mu akan membuat mu menghargai seseorang:) Abi, aku titip Aldeon pada mu... Aku mempercayaimu, tolong jaga Aldeon, jangan sampai dia kekurangan kasih sayang.


Bahagia selalu Abizar, karna sebentar lagi kamu akan mendapatkan donor hati:)


See you orang baik❤️


Terimakasih sudah menjadi imam yang baik untuk ku:)


Aku mencintaimu selamanya:)


Selamat tinggal Abizar


Selamat tinggal Aldeon


Selamat tinggal mama Arafah


Selamat tinggal papa Leonardo


Selamat tinggal mama Mawar


Selamat tinggal papa Rorenzo


Dan selamat tinggal teman teman ku:)


     SALAM MANIS


_Tsabinna Arabella Queenza Mahardika_


Abizar menangis membaca surat itu, ia benar benar merasa bersalah, karna penyakit sialannya itu, Tsabinna harus pergi meninggalnya.


Abizar langsung memeluk tubuh Aldeon yang sudah tertidur pulas. Ia pun mulai menarik badcover.


Pagi hari nya Aldeon terbangun lebih dulu dari pada Abizar, ia menatap buku yang sangat bagus, ia pun mulai mendaratkan bokongnya di tempat belajar bunda nya.


  Teruntuk Aldeon jagoannya bunda>❤️


Maaf kalau nanti bunda gak bisa liat kamu tumbuh dewasa, mungkin bunda hanya akan menemanimu sampai masuk sekolah dasar atau bahkan TK?


Aldeon asal kamu tau ya, bunda bersyukur banget bisa mempunyai anak se-pengertian kamu, se-pinter kamu. Semoga nanti kamu bisa menghargai seorang wanita.


Bunda gak pernah loh ajarin kamu buat kasar sama cewek, paham kan sayang:) nanti kamu harus bisa ikhlasin bunda ya, kamu harus bisa terima takdir, harus bisa hidup bahagia sama ayah.


Inget gak sih, waktu Aldeon masih berumur tiga tahun lucu banget. makasih banyak Aldeon yang selalu ada untuk Bunda. Bunda sayang sama Aldeon.


SELAMAT TINGGAL ALDEON GHIFARI MAHARDIKA, JAGOANNYA BUNDA><


Bunda izin bobo ya:)


See you anak ganteng!❤️


Aldeon menangis tersedu sedu setelah membaca buku itu, ia benar benar merindukan bunda nya yang selalu menghibur nya di saat bangun tidur. Sekarang sudah tidak ada lagi, sekarang ia harus belajar menjadi anak yang mandiri.


Dulu ia selalu bahagia bersama dengan bundanya, tapi kenapa di saat kedua orang tua nya mulai hidup bahagia, tapi takdir berkata lain. Allah lebih menyayangi Tsabinna.


Tsabinna, gadis yang dulu nya benar benar nakal. Sekarang sudah pulang ke sisi Allah.


Sudah tidak ada lagi wanita berparas cantik seperti Barbie, sekarang sudah tidak ada lagi wanita yang hobi nya teriak teriak setiap pagi:)


Sudah tidak ada lagi Tsabinna yang ceria, sudah tidak ada lagi Tsabinna yang membuat onar. Semua nya sudah selesai.


Semua orang merindukan kehadiran gadis cantik yang bernama Tsabinna Arabella Queenza Mahardika:)


Gadis yang benar benar tulus mencintai Abizar, tapi ia malah mendapatkan kekecewaan yang amat dalam.


Sekarang Tsabinna sudah tertidur pulas di sisi Allah.


Selamat jalan gadis baik, kepergian mu memberikan luka yang amat dalam untuk keluarga kecil mu:)


Semoga tenang di alam sana Tsabinna Arabella


Terimakasih atas suka dan duka nya Tsabinna Arabella.