IMAM UNTUK TSABINNA

IMAM UNTUK TSABINNA
part 16


Saat ini Tsabinna sedang duduk di teras rumah bu Mita, ia menikmati angin sejuk di pedesaan. Tsabinna tidak membawa ponsel karna ponselnya kan ia lempar ke sofa waktu itu.


"Abi, apa kabar ya?" gumam Tsabinna sambil memandang langit biru.


Puk


"Elo kenapa?" tanya Bara lalu mendaratkan bokong nya di sebelah Tsabinna.


Tsabinna menggeleng lalu berkata. "Gue kangen sama suami gue" lirih Tsabinna.


Bara terkejut mendengar jawaban Tsabinna. "Hah, lo udah nikah?!" tanya Bara ngegas.


Tsabinna dengan polos nya ia mengangguk lalu berkata. "Emang kenapa?" sahut Tsabinna.


Bara menggeleng. "Lo berapa tahun?" tanya Bara.


Tsabinna mengerutkan kening nya. "Apa nya?" tanya Tsabinna bingung.


Bara menepuk jidat nya. "Lupain aja." balas Bara.


"Aneh banget lo." pekik Tsabinna.


"Gue pulang sekarang, gimana setuju gak?" tanya Tsabinna.


"Lo yakin pulang sekarang?" balas Bara.


"Kenapa gak yakin?" tanya balik Tsabinna.


"Lo emang tau jalan arah balik ke rumah lo?" tanya Bara.


Tsabinna menggeleng lesu. "Gue bener bener gak tau." lirih Tsabinna.


"Ayo gue anterin." tawar Bara.


"Serius lo?" tanya Tsabinna.


"Emang keliatan muka gue kalau lagi becanda?" tanya Bara.


Tsabinna terkekeh. "Nggak sih." jawab Tsabinna.


"Yaudah ayo, mau balik gak?" ajak Bara.


"Ayoo!" sahut Tsabinna antusias.


                                ~oOo~


Suasana di dalam mobil penuh dengan ke canggungan, Tsabinna mau pun Bara hanya diam dengan pikiran masing masing. Tsabinna hanya menatap ke arah luar melalui jendela mobil nya itu.


"Eh iya gue belum tau nama lo." ucap Bara memecahkan keheningan.


Tsabinna mendongak menatap Bara cukup lekat. Ganteng juga nih si Bara, manis banget ah anjir. pikir Tsabinna.


"Woy!" teriak Bara membuyarkan lamunan Tsabinna.


Tsabinna menggeleng keras lalu memasang wajah datarnya. "Nama gue Tsabinna Arabella Queenza Mahardika." jawab Tsabinna.


Bara tertawa berbahak bahak lalu ia berkata. "Serius nama lo itu?" tanya Bara tidak percaya.


"Ngapain gue boong, nih ambil kartu nama gue." jawab Tsabinna sambil memberikan kartu nya itu.


Bara membulatkan mata nya ia benar benar sedang mengantarkan anak sultan bukan?


"Lo beneran sultan ya?" tanya Bara.


"Berapa kali sih gue bilang!" gerutu Tsabinna.


"Gue kira lo cuma halu doang." balas Bara. sambil cengengesan.


"Serah lo aja deh." pasrah Tsabinna.


"Btw, lo bener ya anak dari keluarga Mahardika?", tanya Bara.


"Diem deh lo banyak bacot!." sarkas Tsabinna.


"Buset dah lo goodlooking, tapi bahasa nya mantap banget." sahut Bara.


"Bodo amat gak peduli." balas Tsabinna datar.


Setelah menghabiskan waktu selama dua jam, akhirnya mereka sampai di tempat yang Tsabinna tuju.


"Bentar gue buka dulu gerbang nya." ucap Tsabinna lalu keluar dari mobil sport nya.


Bara mulai memasuki mobil Tsabinna ke dalam garasi, ia mengerjapkan mata nya tidak percaya. Dengan rumah yang benar benar royal ini.


"Keluar lo dari mobil gue!" suruh Tsabinna ngegas.


Bara pun keluar dari mobil BMW milik Tsabinna, ia berjalan menuju Tsabinna. Lalu berkata. "Ini rumah lo?" tanya Bara.


"Iya, lo mau mampir dulu gak?" tanya Tsabinna.


Bara hanya mengangguk lalu mengikuti langkah kaki Tsabinna. Sesampainya di ruang tamu, Bara benar benar di manjakan dengan rumah ini yang benar benar royal.


"Lo duduk dulu di sofa itu." suruh Tsabinna.


Bara hanya mengangguk lalu mulai mendaratkan bokongnya, ia mengerutkan kening nya bingung.


Kolam renang di dalem rumah? Mana ada dua kolam renang lagi, buset bener bener sultan nih bocah. batin Bara.


"Nih minum." pinta Tsabinna.


"Gak usah sok ganteng lo!" ketus Tsabinna.


Bara hanya mengangkat bahu nya acuh, lalu ia mulai meminum minuman yang di buat kan oleh Tsabinna.


Cklek


"Sayang", panggil Abizar yang baru saja masuk ke dalam rumah nya.


Tsabinna mendongak menatap Abizar. "Apa hm?" tanya Tsabinna lembut.


Abizar langsung memeluk Tsabinna, ia merindukan gadis nya. Ia menumpahkan air mata di pelukan istri kecilnya itu.


"Kamu kemana aja." tanya Abizar sambil terisak.


Tsabinna melepaskan pelukannya, lalu ia mulai menghapus air mata Abizar menggunakan ibu jari nya. "Aku waktu itu tersesat di desa." balas Tsabinna.


"Aku hiks, udah tau hiks kamu pasti marah ke aku karna Clara kan?" sahut Abizar.


"Aku gak marah kok, cuma badmood aja." jawab Tsabinna.


"Sama aja maemunah!"batin Bara.


"Udah ya jangan nangis lagi." ucap Tsabinna sambil terus mengelus punggung Abizar yang bergetar.


Abizar mengangguk patuh ia mulai mendaratkan bokongnya di sebelah Tsabinna. Mata Abizar menyipit kala melihat lelaki yang tak ia kenal.


"Lo siapa?" tanya Abizar ketus.


"Gue manusia lah." balas Bara santai.


"Gue serius anjing!" murka Abizar.


"Sut udah ah gak usah berantem, dia Bara." lerai Tsabinna.


"Kok kamu kenal, Yang?" tanya Abizar bingung.


"Jadi waktu aku tersesat di desa itu, aku di bawa ke rumah bu Mita, bu Mita itu ibu nya Bara." sahut Tsabinna.


"Jadi kamu waktu itu bobo bareng sama dia?!" tuding Abizar.


"Aku belum selesai ngomong, Zar." ucap Tsabinna berusaha agar tetap sabar.


"Yaudah lanjutin aja." titah Abizar.


"Waktu aku di bawa ke rumah bu Mita, si Bara tuh kerja jadi aku ketemu sama dia pas pagi nya aja, terus dia juga yang udah anterin aku pulang. Karena aku gak tau jalan pulang, gitu yang". ucap Tsabinna panjang lebar.


Abizar mengangguk mengerti. "Pulang sana lo!" usir Abizar.


"Gak mau bilang makasih sama gue?" tanya Bara.


"Buang buang waktu!" ketus Abizar.


"Dih gak tau terimakasih banget." gerutu Bara.


"Mulut lo bawel ya kayak cewek aja!" sarkas Abizar.


"Daripada mulut lo ngegas mulu." balas Bara santai.


"Ih anjing ya, mening lo balik sana ke desa!" usir Abizar.


"Lo itu orang desa, udah dekil, norak, jelek, nyebelin lagi. Udah paket komplit ya!" maki Abizar.


Bara mengepalkan tangan nya sehingga urat urat nya kelihatan, Bara tidak terima jika harus di maki seperti ini oleh Abizar.


Bara berdiri dari duduk nya. "GUE EMANG ORANG DESA, TAPI BISA GAK SIH MULUT LO GAK USAH MAKI GUE! GUE HIDUP DI DESA PUN BISA BERBICARA YANG BAIK KALAU LAWAN BICARA NYA BAIK KAYAK TSABINNA, BUKAN KAYAK LO! INGET YA GUE GAK PERNAH MAKI ORANG CUMA KARNA HAL SEPELE!" teriak Bara.


"LO BERANI BANGET YA TERIAK DI RUMAH ORANG, GAK PUNYA MALU LO HAH?!" ucap Abizar dengan nada meninggi.


Tsabinna hanya menyaksikan adu omong dari dua lelaki itu, Tsabinna hanya memijit pangkal hidung nya pusing.


"SEENGGAK NYA MULUT GUE GAK PERNAH MAKI ORANG MISKIN KAYAK LO?" balas Bara ngegas.


"IYA LAH LO KAN ORANG MISKIN, MANA MUNGKIN BISA MAKI ORANG KAYA RAYA KAYAK GUE!" balas Abizar.


"Cih dasar, harta juga gak bakal bisa di bawa mati!", sahut Bara lalu mulai berjalan keluar rumah.


"Abi, seharus nya kamu gak boleh gitu." peringat Tsabinna.


"Kenapa kamu belain dia sih?" sinis Abizar.


"Aku di sini gak bela siapa siapa." elak Tsabinna.


"Kamu suka ya sama orang desa itu?" tuduh Abizar.


"Apaan sih ngaco kamu!" balas Tsabinna.


"Aaaaa kamu gak boleh suka sama cowok desa kayak dia!" rengek Abizar sambil menggoyangkan lengan Tsabinna.


"Mana mungkin aku suka sama Bara." balas Tsabinna sambil mengelus rambut Abizar.


"Aku udah punya kamu." sambung Tsabinna.


Abizar tersipu malu, ia memalingkan wajah nya, Abizar benar benar di buat salting oleh Tsabinna.


"Udah ah yuk makan." ajak Tsabinna.


Abizar hanya mengangguk, ia benar benar bersyukur memiliki Tsabinna yang setia nya Masyaallah.