
Sore ini Tsabinna sedang duduk di teras mansion nya, Bara sedang di dalam mansion bersama Aldeon.
"Gue bener bener gak nyangka sama Abizar." lirih Tsabinna.
"Padahal gue udah sayang sama dia, tapi ya mau gimana lagi."
"Tsabinna, lo cewek baik." ucap Bara lalu mendaratkan bokongnya di samping Tsabinna.
"Gue gak bisa lupain Abizar." ujar Tsabinna sambil menunduk.
"Gue gak bisaaaaa, Bar." lirih Tsabinna.
"Gue bantuin lo, biar bisa lupain Abizar." sahut Bara.
"Lo serius?" tanya Tsabinna.
Bara mengangguk. "Iya, lo mau kan." balas Bara.
Tsabinna tersenyum getir. "Iya gue mau kok." final Tsabinna.
"Yaudah gue balik ya, Aldeon tidur tuh" pamit Bara.
Tsabinna hanya mengangguk lalu ia menatap mobil Bara yang sudah meninggalkan pekarangan mansionnya.
🦋🦋🦋🦋
Sedangkan di tempat lain, yaitu di rumah Abizar dan juga Keyla.
"Abi, kamu kenapa sih?" tanya Keyla.
"Aku sakit, Key." lirih Abizar.
Keyla menaikan satu alisnya. "Sakit apa?" tanya Keyla.
"Aku udah di vonis Kanker hati." balas Abizar sendu.
Keyla membatin. "Najis banget gue punya suami penyakitan kayak Abizar, ah malesin!"
"Terus kamu bisa sembuhkan, Bi." tanya Keyla pura pura khawatir.
"Aku gak tau, kalau ada orang yang donorin hati nya buat aku sih aku bakal sembuh, gapapa kan uang tabungan aku di pake buat pengobatan aku." sahut Abizar
Keyla menggeleng. "Gak bisa gitu dong, terus gimana aku sama anak kamu yang ada di perut?" tanya Keyla.
"Please, demi aku." mohon Abizar.
"Kamu cari uang sendiri aja." acuh Keyla.
"Key, aku mohon." ucap Abizar.
Keyla meninggalkan Abizar di ruang keluarga. Lalu masuk ke dalam kamarnya, ia sekarang akan nelpon Bara.
"Bar, rencana gue berhasil."
"Oh ya, gue juga berhasil nih."
"Wah sama sama berhasil dong, bego banget Abizar mau aja gue boongin."
"Ceritain dong gimana bisa si Abizar nikahin lo."
"Jadi waktu itu gue suruh Abizar dateng ke rumah gue, terus gue kasih dia minuman terlarang. nah abis itu gue tunjukin testpack yang punya temen gue, kebetulan hasilnya positif. Eh dia gitu aja langsung percaya."
"Haha bego ya si Abizar."
"Iya bego banget, gue kan cuma mau balas dendam."
"Iya deh, gue matiin ya."
Tutt
Abizar mendengar semua kebenaran Keyla dan juga Bara. Ia mengepalkan tangannya, bisa bisa nya Abizar tertipu oleh permainan Keyla.
Brak
"Lo tega ya sama gue!" bentak Abizar.
Keyla terkejut melihat Abizar. "Kamu ngomong apa sih?" tanya Keyla gelagapan.
"GUE UDAH DENGER SEMUA NYA!" murka Abizar.
Keyla hanya diam menatap Abizar yang benar benar mengerikan.
"LO UDAH BIKIN GUE HANCUR, ORANG TUA GUE MERTUA GUE ISTRI GUE BAHKAN ANAK GUE SEMUA NYA KECEWA SAMA GUE CUMA KARNA KEBODOHAN GUE YANG PERCAYA GITU AJA SAMA LO!"
"PERGI DARI RUMAH GUE SEKARANG!" usir Abizar.
"Oke gue bakal pergi, nih surat perceraian kita." ucap Keyla.
"Gue bakal ambil harta yang lo punya, oke!" sambung nya sambil berlari keluar rumah.
Abizar terduduk lemas. "Argh.. ****, bego banget sih gue!" ucap Abizar frustasi.
🦋🦋🦋🦋
Hari ini adalah hari ulang tahun Aldeon. Tsabinna sibuk mendekor mansion nya, ia sudah membuat kue ulang tahun untuk Aldeon.
"Aldeon, sini sayang." titah Tsabinna.
"Apa bun?" tanya Aldeon.
"Kamu hari ini mau ketemu sama siapa?" tanya Tsabinna.
Tsabinna menganga mendengar ucapan dari sang anak. "Yang lain aja ya, Al" pinta Tsabinna.
Aldeon menggeleng kuat. "Mau nya ayah." kekeuh Aldeon.
"Oke kalau itu mau kamu." final Tsabinna.
"Hallo Zar, bisa ke mansion sekarang."
"Mau apa?"
"Sekarang kan ultah nya Aldeon."
"Yaudah aku ke sana sekarang."
Tutt
"Udah bunda telpon ya." ucap Tsabinna.
Aldeon tersenyum manis. "Makasih bunda." pekik Aldeon antusias.
Beberapa menit kemudian, pesta ulang tahun Aldeon sudah mulai. Banyak teman teman Aldeon datang ke mansion nya.
"Happy birthday to you, happy birthday happy birthday, happy birthday to you, tiup lilin nya tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga." nyanyi teman teman Aldeon serempak.
Tsabinna datang dengan membawa kue ulang tahun untuk putranya. "Happy birthday jagoannya bunda, selamat bertambah usia mu. Semoga makin pinter ya, nurut sama bunda, sekarang kamu berdoa dulu terus tiup lilinnya oke sayang." ucap Tsabinna panjang lebar.
Aldeon mengangguk, ia mulai berdoa lalu ia mulai meniup lilin tersebut.
"Horeee." teriak tamu yang datang.
"Sekarang potong kue nya." titah Tsabinna.
Aldeon memotong kue nya di bantu oleh Maid. "Kue pertama aku kasih ke bunda." ucap Aldeon antusias.
Aldeon menyuapi potongan kecil kue tersebut kepada Tsabinna. Tsabinna dengan senang hati menerima suapan dari sang anak.
"Makasih ganteng." ucap Tsabinna.
Aldeon tersenyum. "Sama sama bunda."
"Kue kedua buat ayah!" imbuh Aldeon.
Abizar segera berjalan ke depan. "Selamat ulang tahun anak ayah, wish you all the best sayang", ucap Abizar.
Aldeon hanya tersenyum manis, lalu ia mulai menyuapi potongan kue tersebut.
Sekarang sudah pukul dua belas siang, pesta ulang tahun Aldeon sudah selesai sepuluh menit yang lalu. Sekarang Aldeon sedang membuka hadiah yang di berikan teman temannya.
"Jadi gimana bisa lo cerai sama Keyla?" tanya Tsabinna memecahkan keheningan.
"Ya gitu lah, aku di boongin sama dia." balas Abizar.
Tsabinna hanya mengangguk karna ia sudah tau tentang Abizar dan Keyla. Ia turut bersedih mendengar Abizar yang seperti itu, harta nya di ambil oleh Keyla belum juga Abizar di bohongi oleh Keyla.
"Sabar aja ya, Zar." sahut Tsabinna menepuk punggung tegap Abizar.
Abizar mengangguk lesu. "Boleh peluk?" pinta Abizar menatap Tsabinna sendu.
Tsabinna tersenyum manis. "Sini." titah Tsabinna agar makin dekat.
Abizar memeluk Tsabinna dengan erat, ia menangis tersedu sedu. "Maafin." tangis Abizar.
Tsabinna mengelus punggung Abizar. "Gapapa kok." ucap Tsabinna lembut.
"Kamu boleh kok tinggal sama aku and Aldeon, kita kan belum cerai iya, 'kan?" tanya Tsabinna.
Abizar melepaskan pelukan hangat itu. "Serius boleh?" tanya Abizar.
Tsabinna mengangguk. "Iya boleh, yuk masuk kita sholat." sahut Tsabinna.
Mereka berdua memasuki Mansion, Tsabinna menatap Aldeon yang antusias membuka hadiah.
"Al, sholat dulu yuk." ajak Tsabinna.
Aldeon mendongak. "Ayo, ayah jadi imam nya oke." sahut Aldeon.
Abizar tersenyum lalu mengangguk. Ia bersyukur masih bisa di terima baik oleh istri kecilnya maupun oleh anaknya.
Mereka sudah menunaikan ibadah sholat dzuhur berjamaah. Aldeon tidur selepas sholat dzuhur, Tsabinna menepuk bokong sang anak.
"Abi, gak mau tidur siang?" tanya Tsabinna
Abizar menatap Tsabinna sendu. "Maafin aku ya, kalau nanti aku gak bisa sama kalian lagi, maafin aku please." lirih Abizar.
Tsabinna mengubah posisinya menjadi duduk, ia menatap Abizar intens. "Abi, lagi ada masalah apa?" tanya Tsabinna lembut.
"Maafin aku, aku udah banyak bikin kamu kecewa udah bikin kamu sakit hati." ucap Abizar menunduk.
Tsabinna menatap Abizar. "Aku udah maafin kok, kan kejadiannya udah lama banget, Allah aja maha pemaaf masa kita sebagai hamba nya suka dendam sih." ujar Tsabinna.
Abizar mendengar jawaban dari Tsabinna dengan takjub. "Makasih banyak udah nerima cowok brengsek ini." cicit Abizar.
"It's okay, kamu itu suami sah aku." balas Tsabinna.
"Bantuin aku bujuk orang tua aku dan juga orang tua kamu." pinta Abizar.
"Iya aku bantu kok."
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk tidur siang. Siang ini sangat panas jadi cocok untuk tidur, Tsabinna sudah memaafkan Abizar dengan tulus. Ia sudah melupakan kejadian kelam yang membuat hati nya sakit.