
Tsabinna bangun terlebih dahulu, ia mulai berjalan gontai menuju kamar mandi setelah itu, ia pun langsung pergi ke Minimarket. Untuk belanja bulanan, tadinya sih pergi nya mau sama Abizar, tapi kasian Abizar tidurnya pulas banget.
Setelah menempuh waktu selama beberapa menit, sekarang ia sudah sampai di mini market.
Ia pun mulai mendorong troli itu, tangannya dengan cepat memasukan sayuran mau pun buah buahan yang akan ia beli. Setelah itu ia mulai memasukan makanan ringan ke troli nya.
Tsabinna sedang berada di kasir mini market tersebut. Ia menatap seorang wanita, yap wanita itu Keyla.
Tsabinna menatap nya dengan jijik. "Murahan. Sanna sini nempel." batin Tsabinna
🦋🦋🦋🦋
Aldeon sudah bangun, ia membangunkan Abizar yang sedang tertidur pulas.
"Ayah, bangun." titah Aldeon sambil menepuk pipi Abizar.
"Eungh, apa sih Deon." jawab Abizar yang masih setia menutup kedua matanya.
"Bunda ilang, Yah." cicit Aldeon.
Sontak Abizar langsung mengubah posisinya menjadi duduk, Abizar celingak-celinguk mencari keberadaan istri kecilnya itu.
"Al, tau gak bunda kemana?" tanya Abizar panik.
Aldeon menggeleng lesu. "Al baru bangun sama kayak ayah." sahut Aldeon.
"Ya ampun kemana sih pergi nya bunda." panik Abizar.
"Ayo cari bunda." ajak Aldeon.
Abizar mengangguk menanggapi. Ia dan Aldeon sedang mencari Tsabinna di mansion tersebut. Sudah mereka mencari nya sampai ke depan mansion, tapi nihil Tsabinna belum juga di temukan.
Abizar menatap garasi itu kosong hanya ada motor nya dan juga mobil Lamborgini. Abizar berpikir sejenak, dimana mobil kesayangan istri kecilnya? Ya mobil abu abu.
"Gak mungkin Tsabinna kabur." gumam Abizar.
"Ayah, ketemu gak?" tanya Aldeon membuyarkan lamunan Abizar.
Abizar menggeleng. "Al, masuk ya biar ayah yang cari bunda oke." titah Abizar.
Aldeon hanya mengangguk, lalu Aldeon segera memasuki mansion tersebut. Abizar berjalan ke gerbang mansion.
Abizar menghela nafas panjang, ia benar benar kecapean hanya karena jalan dari mansion sampai ke gerbang mansion, ingat ya jarak dari gerbang sampai mansion cukup jauh. Mungkin kalau di jadiin perumahan sudah ada dua atau tiga perumahan.
"Pak, liat Tsabinna gak?" tanya Abizar.
"Nyonya tadi keluar tuan." ucap pak satpam.
"Yaudah makasih ya pa." balas Abizar.
Abizar langsung memasuki mansion tersebut. Ia menelpon kedua orang tua nya.
"Mau ngapain nelpon."
"Maafin aku Ma, pa."
"Basi tau gak."
"Aku udah cerai sama Keyla, sekarang aku di mansion nya Tsabinna."
"Gak tau malu banget jadi anak."
"Tsabinna kan udah kamu kecewain, masih aja berani ke mansionnya."
"Maafin aku Ma, Pa."
"Oke kita maafin, besok malem kita ke cafe buat ketemuan sama mertua kamu."
"Iya."
Tutt
Tsabinna sudah sampai di depan mansion nya, ia pun mulai membawa kantong yang berisi sayuran, buah buahan dan juga cemilan.
Cklek
"Bunda." teriak Aldeon.
Tsabinna tersenyum. "Udah bangun ganteng nya bunda hm." balas Tsabinna.
"Udah dong, tadi ayah nyariin bunda tau." adu Aldeon.
"Masa sih?" tanya Tsabinna.
"Iya beneran bun." jawab Aldeon.
"Al, bisa bantuin bawa kantong belanjaan gak?" tanya Tsabinna.
Aldeon mengangguk. "Bisa lah bun, Al kan udah gede." balas Aldeon sambil mengambil kantong yang berisi cemilan.
"Hore bunda beliin aku banyak cemilan!" ucap Aldeon antusias.
Tsabinna hanya menggeleng, ia pun mulai berjalan ke dapur untuk menyimpan kantong yang berisi sayuran dan buah buahan.
Tsabinna melihat Abizar yang menunduk di sisi kolam. "Abi, kenapa?" tanya Tsabinna.
"Eh kamu." kaget Abizar.
"Kok ngelamun aja, kenapa sih?" tanya Tsabinna penasaran.
"Kalau nanti aku pergi jauh gimana, Yang?" tanya Abizar.
Tsabinna tersenyum lalu menggenggam tangan Abizar. "Aku bakal kejar kemana pun kamu pergi." jawab Tsabinna.
"Aku kejar pake pesawat pribadi punya Ayah." celetuk Tsabinna.
Abizar tertawa. "Nanti malem kita ke cafe ya." ajak Abizar.
Tsabinna mengerutkan kening nya bingung. "Mau ngapain ke cafe?" tanya Tsabinna.
"Mau boker! Ya mau makan lah." kesal Abizar.
"Yah padahal aku tadi udah beli sayuran di mini market." jawab Tsabinna lesu.
"Udah gapapa, yang penting malem ini kita pergi ke cafe oke." pekik Abizar.
Tsabinna hanya menjawab dengan dehaman singkat. "Aldeon di ajak kan?" tanya Tsabinna.
"Iya lah ihh." kesal Abizar.
"Oke aku sih mau aja, asal di bayarin sama kamu." sahut Tsabinna antusias.
Abizar terkekeh gemas. "Iya aku bayarin deh." pasrah Abizar.
Tsabinna yang mendengar itu pun langsung memeluk tubuh tegap milik suaminya itu, sudah lama diri nya tidak ada yang bayarkan ketika makan di luar.
****
Malam ini keluarga kecil Abizar akan pergi ke cafe, Aldeon sudah bosan menunggu orang tua nya yang belum juga menunjukan batang hidung mereka.
"Bunda ayah, lama banget sih!" teriak Aldeon.
Tsabinna yang mendengar teriakan itu pun langsung mengajak Abizar keluar dari kamar mereka berdua.
"Maafin kita, kamu nunggu lama ya?" tanya Tsabinna.
"Pake nanya lagi!" cetus Aldeon.
Abizar hanya terkekeh. "Ayo kita berangkat." ajak Abizar.
Selama di perjalanan Aldeon tidak ada henti-hentinya mengoceh.
"Hore besok aku masuk sekolah." ucap Aldeon antusias.
"Bunda sama ayah, harus anterin aku sekolah." titah Aldeon.
"Iya, kalau bunda gak sibuk ya." ujar Tsabinna.
"Ih bunda kok sok sibuk banget sih." gerutu Aldeon.
"Bunda kan emang sibuk." sombong Tsabinna.
"Alah paling sibuk juga cuma mau ngecek gramedia." ejek Aldeon.
"Ye biarin aja, sirik terus hidup mu." balas Tsabinna.
"Udah udah, gak usah ribut." lerai Abizar.
Mereka berdua langsung diam. Setibanya di cafe, Aldeon segera berlari memasuki cafe yang lumayan mewah tersebut.
Mereka bertiga duduk di bangku yang sudah di booking oleh keluarga Abizar.
"Papa apa kabar?" tanya Tsabinna.
"Baik dong." balas Rorenzo.
"Mama gak di tanya nih?" sindir Mawar.
"Hehe, mama juga baik iyakan?" tanya Tsabinna.
Mawar hanya mengangguk. "Al, kamu udah berapa tahun hm?" tanya Mawar.
"Udah lima tahun Nek, besok aku masuk sekolah." oceh Aldeon antusias.
Mereka hanya terkekeh gemas dengan Aldeon. Menurut mereka Aldeon benar benar menggemaskan, parasnya yang begitu tampan, memiliki pipi gembul dan juga mata yang kebiruan, kulit putih dan jangan lupakan alis tebalnya. menambah pesona si kecil Aldeon.
"Maaf ya kita telat." ucap seseorang.
Sontak ke lima orang itu langsung mendongak menatap kehadiran mereka berdua.
"Mama." lirih Tsabinna memeluk tubuh Arafah.
"Mama, kangen sama kamu." sahut Arafah.
"Aku juga kangen sama mama." balas Tsabinna.
"Sudah sudah, mari duduk." titah Rorenzo.
"Abi, silahkan pertanggung jawab kan perbuatan kamu." ucap Rorenzo tegas.
"Sebelum nya aku minta maaf sama Bunda dan juga Ayah, karna aku udah bikin anak kalian kecewa, udah bikin kalian berdua marah dan gak percaya lagi sama Abizar. Abizar cuma mau bilang izinin Abizar sama-sama lagi sama keluarga kecil Abizar, Abizar janji gak akan kecewain kalian lagi, abi bener bener nyesel." lirih Abizar sambil menunduk.
Leonardo menepuk punggung Abizar. "Ayah sama bunda udah maafin kamu, asal jangan di ulangi ya. Ayah gak suka putri satu satu nya di sakitin sama kamu, Paham." tegas Leonardo.
"Iya pa, makasih banyak udah kasih kesempatan kedua buat aku memperbaiki semuanya." sahut Abizar.
Arafah mau pun Leonardo hanya mengangguk Lalu mereka mulai memesan makanan.
"Selamat ulang tahun cucu nenek sama kakek." ucap mereka berempat.
"Makasih banyak." jawab Aldeon sambil tersenyum manis.
"Sekarang kamu boleh makan yang enak, kita bayarin kok." sahut Arafah dan juga Mawar.
Aldeon mengangguk antusias. Mereka pun makan dengan lahap, setelah makan mereka berbincang bincang sambil bercanda ria.