HUMAN 2075

HUMAN 2075
Liar dan Jinak


"Bagaimana kau akan menurunkan Tipe Gen yang dimiliki Jupiter?" tanya Juju pada Dokter Daniel.


"Prosesnya sangat rahasia, Tuan Juju! Hanya ilmuwan di laboratorium Gen Akis yang boleh mengetahui proses itu, Tuan!" ujar Dokter Daniel.


Wajah penyabar Juju segera berubah mengeras, Ia benar-benar tidak menyangka, jika ada orang yang mau merahasiakan sesuatu tentang Jupiter darinya, tetapi Juju juga tidak punya cara lain lagi.


"Hal itu, sama sekali tidak akan membahayakan nyawa Nyonya Jupiter, Tuan! Tetapi, mungkin bayi yang ada didalam kandungan Nyonya Jupiter, yang akan dalam bahaya!" kata Dokter Daniel.


"Lakukanlah!" ucap Juju tanpa keraguan sedikit pun.


"Kau gila?!" Seva berteriak ke arah Juju. "Kau mau mengorbankan Bayimu?" Seva tak habis pikir, Juju bisa dengan mudahnya merelakan putranya yang masih berada di kandungan Jupiter.


"Aku bisa punya bayi lagi, jika Jupiter sembuh nanti!" kata Juju.


Seva terdiam dengan perkataan Juju barusan. Biasanya seorang lelaki tidak akan peduli pada keselamatan wanitanya, mereka hanya peduli tentang bagaimana mendapatkan keturunan yang sempurna.


Tetapi Juju masih bisa berpikir, untuk mendapatkan bayi dari Jupiter. Meski wanita itu nantinya akan mengalami penurunan Level Tipe Gennya.


Rasanya tidak ada manusia yang memiliki toleransi seperti Juju lagi di zaman ini, sehingga Seva merasa sangat terpesona dengan sifat Juju yang begitu luar biasa pengertian.


Keturunan yang sempurna dengan Level Tipe Gen diatas lima, adalah dambaan setiap manusia yang ada di bumi ini. Karena jika keturunan mereka berada di bawah Level Lima Tipe Gen, maka keturunan mereka hanya akan menjadi manusia buangan yang tidak akan dianggap oleh Gen mereka.


Banyak anak-anak yang terlahir di bawah Level Lima Tipe Gen mereka, dibuang oleh orang tuanya. Terpaksa para anak-anak buangan itu menggunakan identitas mandiri untuk bertahan hidup di Lingkat Olio. Menjadi buruh atau bekerja di level terendah masyarakat Olio, mempunyai kehidupan yang selalu dikejar oleh uang.


Meskipun mereka mempunyai Tipe Gen tapi, mereka membutuhkan cukup banyak vaksinasi yang sangat mahal untuk bertahan hidup. Biaya vaksinasi mereka tidak ditanggung oleh orang tua mereka, jika mereka telah dibuang oleh keluarga mereka.


Meskipun memiliki Tipe Gen, tapi masih banyak rasa susah yang menyelimuti mereka orang-orang yang terbuang.


Sebagai satu-satunya Gen Horo dengan Tipe Gen paling tinggi, Juju sama sekali tidak khawatir jika keturunannya memiliki kecacatan Gen nantinya. Mungkin saja jika akhirnya Jupiter melahirkan seorang bayi tanpa Gen, Juju pasti tidak akan tega membuang anaknya.


"Cepat lakukan! Kita harus cepat--kan?!" perintah Juju pada Dokter Daniel, Juju sepertinya sudah tidak sabar, untuk melihat kesembuhan Jupiter di kemudian hari.


Dokter Daniel yang mengusulkan untuk menurunkan Tipe Gen Jupiter, malah merasa ragu. Bagaimana tidak ragu, jika Jupiter Mengalami penurunan Tipe Gen. Maka Jupiter hanya akan menjadi rakyat biasa, yang mungkin hidupnya akan disingkirkan oleh Gen Akis.


Bagaimanapun Jupiter telah menjadi pemimpin laboratorium Gen Akis selama beberapa waktu. Bisa dipastikan bahwa Jupiter sudah menggenggam semua rahasia laboratorium Gen Akis. Jika sampai Jupiter mengalami penurunan gen secara tiba-tiba, bisa-bisa nyawa Jupiter tidak akan bertahan lama. Karena Gen Akis tidak akan membiarkannya hidup dengan rahasia yang amat besar.


"Apa yang kau tunggu Dokter Daniel?" tanya Juju yang sudah tidak sabaran lagi.


"Tuan, bagaimana jika nati Nyonya Jupiter dijadikan musuh oleh Gen Akis?!" Dokter Daniel mengatakan kekhawatirannya tentang Jupiter kepada Juju.


"Kau benar Dokter Daniel! Jupiter mungkin akan dalam bahaya, jika dia mengalami penurunan Tipe Gen secara tiba-tiba!" Seva menyela pembicaraan mereka. "Pasti ada cara lain yang lebih aman!".


"Lalu apa aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri?!" tanya Juju pada Seva dengan nada tinggi yang bercampur frustasi.


Seva hanya bisa memandang ke arah Juju dengan tatapan yang bingung kenapa lelaki di depannya yang sangat bertoleransi kepada Jupiter ini, bisa membentaknya hanya karena dia tidak ingin nantinya Jupiter celaka, karena keputusan mereka yang tidak tepat.


Wajah tampannya terlihat sangat kacau, lelaki itu tengah berharap pada hal yang semu. Siapa yang bisa sembuh dari Virus Zombie.


Satu tahun sudah Virus Zombie menjangkit bumi ini, tetapi tak ada satupun manusia yang bisa sembuh setelah terkontaminasi Virus Zombie. Satu-satunya jalan bagi manusia yang sudah terkontaminasi Virus Zombie hanyalah kematian.


Karena SYPUS tak akan pernah membiarkan manusia yang telah terkontaminasi Virus Zombie hidup di dunia ini.


"Aku tahu kau sangat khawatir kepada Jupiter! Tetapi pikirkan juga dampaknya. Jangan biarkan egomu memyakiti orang-orang yang kau sayangi!" nasehat Seva untuk Juju.


"Aku hanya tidak ingin Jupiter mati begitu saja! Dia gadis yang hebat!" ujar Juju. "Seva apa kau percaya padaku?!" Juju bertanya pada Seva.


"Aku percaya padamu, karena itulah aku berada di sini!" ujar Seva.


"Apa kau bisa percaya padaku sampai akhir?" kini manik mata Juju yang tegas tetapi lembab karena kesedihannya itu, menatap tajam ke arah manik mata Seva yang bulat.


Seva membeku, dia tak bisa mengatakan apa pun selain kata 'Iya', siapa yang bisa bertahan jika ditatap begitu bermakna oleh lelaki yang dicintai. Bahkan jika Juju berkata 'Bolehkah kuambil nyawamu', Seva juga tak akan menolak.


Cinta adalah perasaan yang sangat misterius, hal yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Perasaan yang datang secara tiba-tiba, menyita seluruh indra, menghapus seluruh akal sehat.


Apakah cinta yang datang ini akan membawa kebaikan atau keburukan, hanya mereka yang tau.


"Jika kau percaya padaku, tolong percaya padaku sampai akhir! Aku berjanji padamu, aku tak akan mengecewakanmu!" kata Juju.


Perkataan tambahan yang terlalu indah untuk diterima oleh pendengaran Seva si gadis robot. Baru saja, seorang lelaki yang ia cintai meminta permintaan padanya.


"Aku tak ingin mengecewakan bumi ini!" Juju masih saja merayu Seva yang membeku karena ulahnya.


"Jupiter...," Seva masih ingin menyangkal perkataan Juju, tapi ia tak punya alasan lagi untuk meragukan Juju.


Seva yakin jikalau nantinya Jupiter mengalami penurunan level Tipe Gennya, Juju pasti masih akan melindungi Jupiter dengan sepenuh hati.


"Kuharap Jupiter baik-baik saja, setelah dia menjalani prosedur penurunan Tipe Gen!" akhirnya Seva menyetujui usul Dokter Daniel.


Juju dan Seva segera mengarahkan pandangannya kepada Dokter Daniel yang tengah duduk dihadapan mereka.


"Kalian yakin akan melakukan hal itu?" tanya Dokter Daniel yang masih stay dengan wajah bodohnya yang lempeng.


Seva dan Juju tidak perlu mengatakan dengan kata-kata lagi, pandangan mereka sudah penuh dengan tekad. Api semangat dan kepercayaan yang membara di kedua bola mata orang itu membuat Dokter Daniel pasrah.


Bagi Dokter Daniel nyawa Jupiter juga sangat berharga, bagaimanapun Jupiter yang telah membimbingnya sampai ia berada di tahap ini. Tetapi Dokter Daniel juga tidak bisa memikirkan cara lain selain menurunkan Tipe Gen atasannya.


Karena hanya itulah perbedaan yang dimiliki oleh Nyonya Jupiter dengan Tuan Raves. Perbedaan seseorang yang telah menjadi Manusia setengah Zombie yang liar dan yang jinak.