
Berubah sifat
Tok Tok Tok Tok
Juju segera menyembunyikan botol berisi darah Makhluk Mars ke dalam saku jasnya kembali. Pandangannya sangat waspada, ia tidak mau ketahuan oleh siapapun, jika dia sedang merencanakan sesuatu secara pribadi.
Seseorang muncul dari balik pintu, dia adalah Luca lelaki berambut pirang dan bermata biru cerah yang indah.
Wajahnya tak sekaku biasanya, meski senyum indah juga tidak disungging di wajah kakak iparnya itu.
"Apa kau sibuk?" tanya Luca.
Juju berdiri dari tempat duduknya untuk menyambut Luca, satu-satunya sekutu yang dia punya saat ini.
"Kelihatannya hari ini, aku akan sibuk di sini! Jadi aku tidak bisa menjaga Jupiter!" ujar Juju.
Luca masih berdiri, meski banyak sofa empuk yang bisa dia duduki di ruang kerja Juju. Lagi itu berencana tidak berlama-lama di ruangan Juju. Ia hanya akan menyapa sebentar, karena adik iparnya sudah mendapatkan jabatan baru.
"Apa kau yakin, bisa mencarikan obat untuk Jupiter?" tanya Luca.
Ekspresi lelaki itu cukup sendu dan melukiskan harapan, ternyata dia lebih khawatir terhadap Jupiter daripada istrinya sendiri.
"Aku pasti akan mencari obatnya! Tidak peduli apa pun yang terjadi, aku pasti akan mengobati Jupiter!" ucap Juju tanpa rasa keraguan sedikitpun.
Meski di hatinya, dia sangat ragu. Dia sama sekali tidak mempunyai keahlian di bidang pembuatan virus ataupun antivirus. Tetapi dia masih bisa berharap kepada orang-orang yang mendukung kesembuhan Jupiter.
"Jika kau butuh bantuanku, katakan saja! Aku pasti akan membantumu!" ucap Luca.
Juju tidak pernah menyangka, jika dia akan mendapatkan ucapan semacam itu dari orang bernama Luca. Luca adalah orang yang terkenal tidak suka bekerja sama dengan orang lain, karena dia memang memiliki kemampuan dan kepintaran di atas rata-rata.
"Bolehkah aku meminta bantuan Kakak, sekarang?!" kata Juju.
Mereka masih berdiri berhadapan, memandang dengan tatapan saling menyakinkan.
"Tentu saja, apa yang bisa kubantu?" tanya Luca.
Juju menelisik kearah pintu dan memasang pendengarannga, dia menebak Dhan pasti tahu jika ada seseorang yang berada di dalam kantornya. Jadi pengawal pribadi kedua Juju itu, tidak akan berani memasuki ruangan ini, sebelum tamu yang berada di dalam ruangan Juju pergi.
"Ini adalah darah makhluk dari Mars!" Juju mengeluarkan kembali botol kecil yang dia simpan di saku jasnya.
Luca memandang botol di atas tangan Juju sekilas, lalu meneruskan pandangannya ke arah wajah Juju. Luca tidak menyangka, jika Juju akan melakukan hal senekat ini.
"Kau...?" Luca sampai tidak bisa meneruskan kata-katanya.
"Aku sudah janji akan mengobati Jupiter, dan aku akan melakukan apa pun untuk menyembuhkan istriku!" kata Juju membuat Luca yang selalu kaku, terharu.
"Bagaimana kau bisa mendapatkan darah makhluk dari Mars?" tanya Luca.
Luca pernah mendengar tentang Tuan Gayo yang menjalankan sebuah proyek rahasia di Mars, tapi dia tidak menyangka bahwa ada makhluk Mars yang dibawa oleh Tuan Gayo ke bumi.
"Itu tidak penting, saat ini!" ujar Juju. "Selama perjalanan Jupiter di Benua Aust, dia meneliti darah zombie yang menyerang benua itu.
"Dia menemukan ada partikel darah hijau, di beberapa darah zombie yang muncul akhir-akhir ini!
"Kurasa partikel darah hijau yang bercampur dengan darah zombie itu, berasal dari darah Makhluk Mars ini!" jelas Juju.
Luca masih berpikir, Tetapi dia tetap menerima sampel darah hijau yang di diulurkan oleh Juju.
"Tolong berikan ini ke staf laboratorium Gen Akis yang kakak percayai!" lanjut Juju.
Dia tidak memikirkan banyak hal lagi, yang terpenting kali ini adalah kesembuhan Jupiter.
"Ada sesuatu yang penting yang ingin aku bicarakan denganmu! Jika kau sudah selesai bekerja, hubungi aku! Aku akan menemuimu," kata Luca.
Luca segera menyimpan darah makhluk Mars itu di saku jasnya juga, karena sementara ini dia cuti dari pekerjaan tetapnya sebagai pengawal utama Pemimpin SYPUS. Agar dia bisa fokus mengurus kekacauan di Lingkar Olio Gen Akis. Dia tidak bisa tinggal terlalu lama di di Lingkar Olio Pusat SYPUS, dia harus cepat kembali ke Lingkar Olio Gen Akis.
Karena Melihat kesungguhan Juju untuk melindungi Jupiter, Luca jadi ingin bercerita tentang anak buahnya yang juga berubah menjadi zombie karena gigitan Nyonya Wenda.
"Mungkin beberapa hari ini, aku tidak bisa pergi ke Lingkar Olio Gen Akis! Dan kita, tidak mungkin bisa bertemu seperti ini terus. Jika tidak ingin dicurigai!" ujar Juju.
Keduanya sama khawatirnya, bagaimanapun saat ini mereka sedang melawan perusahaan paling besar dan yang paling berkuasa dunia. Jika mereka tidak berhasil sampai akhir, taruhannya bukan hanya nyawa mereka tetapi juga nyawa seluruh Gen mereka.
Namun Luca sama sekali tidak gentar. Dari dulu dia mempunyai niat untuk memberontak kepada pemimpin SYPUS saat ini, yang dianggap kurang kompeten.
"Lalu menurutmu siapa, yang bisa menjadi perantara diantara kita?" tanya Luca, sedikit bingung.
Lelaki berambut pirang itu sama sekali tidak bisa memikirkan satu orang pun, yang dapat dia percaya untuk misi rahasia ini. Tanpa dicurigai oleh Tuan Gayo dan para antek-anteknya.
"Seva!" ujar Juju yakin.
Luca setengah terkejut. Nama yang disebutkan Juju itu, membuat lelaki bermata biru indah tersebut semakin bingung.
Seva adalah orang yang sangat setia pada Tuan Gayo, dan sangat membenci Jupiter setelah kematian Vie kakaknya.
"Kau yakin?" tanya Luca. "Seva itu adalah orang kepercayaan Tuan Gayo! Dia tak mungkin membantu kita!" Luca membeberkan fakta tentang Seva kepada Juju.
"Dia bisa dipercaya, bukankah dulu kalian berteman?"
"Teman??? Kau pikir ikatan seperti itu, bisa bertahan sampai kapan?!" Luca hampir tertawa saat mengatakan kalimat ini.
Juju memandang tajam ke arah mata Luca, dan mencoba meyakinkan kakak iparnya itu. Bahwa mereka bisa memanfaatkan hati nurani seorang Seva.
"Tapi jika kau memang ingin memanfaatkannya, sebaiknya kau menikah dengannya! Agar dikemudian hari dia tak balik menggigit kita!" usul Luca.
Juju terbengong, menikah dengan Seva? Yang sudah dianggap seperti saudara perempuannya sendiri. Usul kakak iparnya itu sangat gila baginya, tapi juga masuk akal.
Namun Juju tidak ingin melibatkan Seva sampai sejauh itu. Karena Juju sangat yakin Seva, tidak akan pernah menghianati kepercayaan orang-orang yang mempercayainya.
"Seva bisa kita percaya, dia tak seambisi itu!
"Mempunyai anak dariku, kurasa kakak terlalu berlebihan!" ujar Juju.
"Seva adalah gadis yang sangat baik, Tetapi semenjak kematian Vie...
"Dia menjadi berubah dan sangat ambisius. Jangan tertipu dengan senyum manis, yang dia punya!" jelas Luca. "Namun jika kau tetap ingin menggunakannya, aku tak keberatan untuk saat ini. Karena hanya dia satu-satunya orang, yang bisa menghubungkan kita tanpa dicurigai oleh Tuan Gayo!".
Luca sudah bersiap untuk melangkah pergi dari hadapan Juju, orang ini memang tidak pernah menyukai sesuatu hal yang berbau basa-basi. Dia selalu to the point ketika membicarakan tentang apa pun.
"Tolong jaga Jupiter untukku!" pesan terakhir dari Juju.
"Kau tak perlu khawatir, dia adalah saudaraku! Aku akan menjaganya, melebihi kau menjaga dia!" ujar Luca.
Sifat Arogan seseorang memang tidak bisa berubah dalam waktu yang cepat, meski tindakan Juju sudah membuat sedikit pergerakan di hati Luca. Namun tampaknya Luca tidak bisa percaya kepada Juju secara penuh.
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤