HUMAN 2075

HUMAN 2075
Serangan baru


Seorang anak lelaki duduk santai di pinggir lapangan. Salah satu anak dari Gen Akis itu tengah menunggu giliran untuknya. Karena setatusnya adalah pemain cadangan di tim sepak bola sekolahnya.


Usianya sekitar tujuh tahun, tapi kelincahannya saat berlari pemanasan sangatlah hebat. Baru saja pelatih menyuruh bocah kecil itu melakukan pemanasan di pinggir lapangan.


Baru juga bocah kecil selesai pemanasan dan sang pelatih mengajukan pengantian pemain liga antar sekolah dasar itu. Tapi sebuah pergerakan aneh muncul membuat tanah lapangan itu sedikit bergetar.


Semua orang di dalam lapangan seketika menghentikan aktifitasnya, saat berhasil merasakan getaran aneh itu. Getaran yang makin lama makin kencang itu akhirnya membuat tanah di tengah lapangan retak.


Anak-anak yang sedang bermain sepak bola segera berlari menuju pinggir lapangan. Getaran itu makin intens dan menimbulkan sebuah lubang besar di tengah lapangan sepak bola itu.


Semua orang sudah berlarian untuk pergi dari sana, tapi si anak pemanin cadangan masih berdiri tegak di tempatnya. Entah apa yang dipikirkan oleh bocah kecil itu, apa karena dia gugup dan tak bisa mengerakkan kakinya. Yang pasti bocah kecil berambut coklat itu tak punya kekuatan istimewa.


Manik mata coklat sembabnya terus melihat ke arah lubang aneh itu. Beberapa detik kemudian, tubuh bocah kecil itu tersentak karena kaget. Sebuah tangan dengan cakar panjang bergerak merangkak naik.


Lingkar Olio Gen Akis telah diserang Zombi.


Ini adalah pertama kalinya bagi bocah itu melihat mayat manusia yang bagkit dari kuburnya. Wajah bocah ingusan itu tampak ketakutan sekali, tapi tubuh kecilnya tak dapat ia gerakkan.


Namun sebuah pelukan telah menyelamatkannya. Seorang anggota keamanan SYPUS dari Gen Akis membawa lari anak kecil itu.


Beberapa temannya yang baru saja mendarat melalui tali helikopter segera menembakkan senjata api mereka ke arah lubang menggangga lebar itu.


Ternyata tak hanya dilapangan itu, Zombi sudah bermunculan hampir di setiap titik bagian lingkar Akis. Dan yang paling membahayakan diluar lingkar Akis terdapat retakan tanah yang kini mengeluarkan Zombi-Zombi besar.


Pangkalan Militer Gen Akis yang berada di luar lingkaran Olio Gen Akis, segera membagi pasukan menjadi dua.


Pertama untuk menyelamatkan lingkaran Olio Gen Akis, dan yang kedua untuk memusnahkan Zombi-Zombi besar di luar Lingkar Olio. Karena jika Zombi itu sampai masuk ke dalam Lingkar Olio Gen Akis, maka evakuasi pada warga tak akan bisa dilakukan.


Tuan Gayo yang mendengar berita itu masih terlihat sangat santai, sementara Luca sudah keluar dari Lingkar Utama Olio SYPUS. menuju Lingkar Olio Gen Akis, seambisius apa pun Luca dia tak akan membiarkan Gennya punah begitu saja.


Pria berambut pirang dengan manik mata biru tua itu, bahkan mengemudi mobil pesawatnya sendiri tanpa supir atau pengawal lain.


Pengawal pertama Calon Pemimpin SYPUS itu sangat khawatir, hingga meninggalkan pekerjaan utamanya di SYPUS. Istrinya dalam bahaya, apa lagi yang dapat menghentikannya untuk maju ke depan.


Memang Luca tak terlalu mencintai istrinya, namun entah kenapa hati nuraninya langsung membuat lelaki berambut pirang itu berlari ke daerah bahaya begitu.


Saat Luca sampai di pesawat induk yang melayang di atas Lingkaran Olio Gen Akis. Lelaki bertubuh tegap itu lamgsung menuju ruang monitoring di dalam pesawat itu. Hanya dari ruangan itu dia dapat melihat keadaan kotanya saat ini, dengan keakuratan 100%.


Luca sudah berada di dalam ruangan penuh monitor yang menayangkan beberapa keadaan kota yang berhasil di tangkap oleh kamera drone Tim Monitoring.


Semua sudah kacau, Zombi muncul di setiap titik di Lingkaran Olio Gen Akis. Bahkan pasukan tempur Gen Akis tampak kualahan di bawah sana.


"Kirim permintaan bantuan pada Pangkalan Militer sebelah barat milik Gen Uras!" perintah Luca pada salah satu Monitoring di sana.


Segera orang itu meminta permintaan bantuan itu. Hingga sinyal permintaan bantuan itu juga ditangkap oleh Tim Monitoring Juju yang berada di Benua Aust.


"Lingkar Olio Gen Akis diserang oleh Zombi?!" Leon tampak tak percaya.


Area itu telah dinyatakan bersih saat Lingkar Olio itu dibangun untuk Gen Akis. Kenapa setelah sekian lama Zombi-Zombi di sana baru bangun.


Masalah Zombi di Benua Aust ini juga belum sepenuhnya selesai, dan kelihatannya bencana Zombi di Lingkar Olio Gen Akis bukan masalah yang bisa disepelekan.


Siap yang tau tentang Gen Akis, Gen yang bisa memanipulasi virus di tubuh mereka. Virus Zombi pasti akan mengubah Gen Akis menjadi Zombi yang berbeda. Tak ada yang bisa menebak Zombi seperti apa yang bisa muncul setelah bencana di Lingkar Olio Gen Akis nanti.


Luca terus menatap di layar minitor, bagaimana kacaunya pergerakan di setiap Lingkar Olio Gen Akis. Hampir 50 persen Gen Akis yang berada di Lingaran Olio sudah terinfeksi dan akan berubah menjadi Zombi juga.


Area tengah, tampaknya masih baik-baik saja. Tapi kondisi itu pasti tak akan lama, karena seberapa kuat keamanan mereka di lingkar paling dalam itu. Para Zombi yang haus darah itu pasti akan dapat menghancurkan sistem itu nantinya.


"Bagaimana? Apa yang dikatakan oleh Gen Uras di pangkalan Militer sebelah Barat?" tanya Luca pada Monitoring yang dia suruh mengirimkan sinyal permintaan pertolongan tadi.


"Mereka akan sampai sekitar dua jam lagi!" ujar Monitoring itu.


"Dua jam?" Luca mulai frustasi.


Apa sistem keamanan lingkar paling dalam Olio Gen Akis itu bisa bertahan sampai saat itu.


Dikamarnya, kedua suami-istri Juju dan Jupiter masih saling berdiri berhadapan. Juju yang sudah terpojok di ujung ruangan kamar mewahnya masih berusaha di tekan oleh Jupiter.


"Apa yang Tuan Gayo lakukan padamu?" tanya Jupiter pada suaminya yang masih bertelanjang dada.


"Mana aku tau?" Juju menjawab pertanyaan Jupiter dengan sangat jujur.


Namun Jupiter tampak tak percaya pada jawaban suaminya. Jupiter yakin ada yang disembunyikan suaminya itu darimya.


Kini jemari tangan kanan Jupiter sudah meraih dan mencengkeram ujung handuk yang dikenakan Juju.


"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Juju.


"Jika kau tak jujur, akan kutarik handuk ini!" ancam Jupiter.


"Aku sudah menjawab pertanyaanmu dengan sangat jujur!" ujar Juju.


Tok...Tok...Tokkkk


JEGREKKKKKKKKKKK


Kedua suami istri itu segera menoleh ke arah pintu, tanpa merubah posisi mereka yang sedikit absrud itu.


"Apa yang kalian lakukan ?" tanya suara maskulin Anthony.


Lelaki bermanik mata merah itu memandang lurus ke arah Jupiter dan Juju.


"Kenapa kau masuk begitu saja?" Jupiter membentak sahabat lamanya itu dengan nada yang cukup kasar.


"Aku sengaja mengganggu kalian!" ujar Anthony.


Mau tak mau Jupiter melepaskan Juju dari cengkeramannya. Seperti biberi angin segar, Juju segera masuk ke dalam ruang ganti di sebelahnya dan menutup pintu ruangan itu.


"Ada apa?" tanya Jupiter pada Anthony yang masuk ke dalam kamar pengantin baru itu tanpa ijin.


Lelaki berwajah licik itu melangkah santai ke arah Jupiter yang masih berdiri di dekat ranjang tidurnya yang sudah berantakan.


"Lingkar Olio Gen Akis, sedang di serang oleh Zombi!" ujar Anthony.


Seketika manik mata hitam legam milik Jupiter membesar, dia kaget dengan berita yang dibawa oleh Anthony.


"Pasukan terbaik SYPUS ada di sini, apa mereka bisa menghentikan bencana itu tanpa kami?" Anthony malah memanas-manasi Jupiter.


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤