
Suami dan Ayah
"Tentu saja aku tahu! Timku yang memindahkan makhluk itu.
"Dari pangkalan luar angkasa ke Mansion pribadi Tuan Gayo!" jelas Seva.
"Mansion pribadi Tuan Gayo?" Juju masih setengah kaget.
"Apakah ada kemungkinan bahwa, ada makhluk lain yang mempunyai darah berwarna hijau selain mahluk dari Mars itu?" tanya Juju.
"Kurasa tidak, aku sangat mencintai hewan!
"Kurasa aku tidak pernah menemukan makhluk seperti itu sebelumnya!" ujar Seva.
Makhluk hijau di Mension Tuan Gayo, Juju juga pernah melihat makhluk itu. Tapi apakah makhluk itu dapat membuat seseorang menjadi zombie.
Lalu kenapa darah makhluk itu bisa ada di dalam tubuhnya. Apakah benar Tuan Gayo menyuntikkan darah makhluk itu ke dalam tubuh Juju, untuk sebuah riset rahasia.
"Bisakah kau menjaga Jupiter sebentar. Aku harus pergi ke suatu tempat!" kata Juju.
"Baiklah!" kata Seva.
Tanpa banyak bicara lagi, Juju segera meninggalkan Seva di ruang kerja Jupiter. Sementara Seva merasa sedikit bingung dengan ulah Juju barusan.
Sava sedikit kesal, karena Juju meninggalkan sampel darah zombie yang sudah capek-capek Seva ambil dari TKP.
"Bocah itu sangat ceroboh!" kata Seva kesal.
Seva segera memungut botol kecil, berisi sampel darah Zombie yang tergeletak di atas meja. Lalu meninggalkan kantor Jupiter.
Seva memutuskan untuk mengecek dan mengidentifikasi, sempel darah yang dia pegang sendiri saja. Karena tampaknya Juju punya urusan yang lebih penting.
.
.
.
.
Juju ingin pergi ke Mention Pribadi Tuan Gayo, namun dia harus kembali ke rumahnya dahulu. Untuk membersihkan diri dan berganti baju. Jika tidak, Tuan Gayo pasti curiga padanya.
Jadi Juju langsung menuju rumahnya, setelah dari laboratorium Gen Akis. Lelaki itu begitu tergesa saat menyusuri halaman rumahnya. Tanpa ia menyadari ada seorang wanita yang memperhatikannya dari jauh.
Wanita yang yang memperhatikan Juju dari dalam rumah Tuan Gayo adalah Amana. Senyum licik wanita itu segera tersungging di wajah cantiknya.
Setelah dua hari, satu malam dia menanti kedatangan Juju. Akhirnya seorang yang sangat dia nanti, datang juga. Amana Tentu saja tidak mau, menyia-nyiakan kesempatan ini.
Gadis cantik itu bertekad, hari ini juga Juju harus mau bersetubuh dengannya. Menanam benih bayi di rahimnya, agar ambisi gadis itu terlaksana. Menjadi satu-satunya wanita yang bisa mengandung anak Juju. Manusia satu-satunya yang mempunyai darah Gen Horo.
Tanpa memperhatikan banyak hal lain, Juju segera berjalan ke kamarnya dan melepas pakaiannya satu persatu. Dia tak mengira akan ada seseorang yang mengganggu acara mandi siangnya.
Setelah melepas semua pakaian yang ia kenakan, Juju segera melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Ia sama sekali tak menikmati air bersih segar yang membasahi tubuhnya.
Pikiran dan perasaan lelaki itu sedang tak disini. Dia sedang memikirkan mahluk Mars yang ada di Mention Pribadi Tuan Gayo. Perasaannya khawatir pada Jupiter yang masih istirahat di ruang isolasi.
Juju mandi tidak lama, seperti biasanya. Ia merampungkan acara mandinya dengan cepat.
"Kenapa kau di sini?!" tanya Juju pada Amana, yang ternyata sudah menunggu Juju di ruang ganti.
"Kenapa kau baru pulang?" tanya Amana pada suaminya, yang tak mengakui dia istrinya.
"Bukan urusanmu!
"Keluar, aku harus ganti baju!" kata Juju dengan nada bicara yang sangat kasar.
Sepertinya Juju adalah tipe orang yang marah-marah kepada semua orang, ketika dia sedang tidak di kondisi mood yang bagus.
Akhirya Juju memandang ke arah Amana. Gadis cantik yang seksi itu mengenakan dres merah yang amat pendek. Dan hanya seutas tali yang mengelayut di bahu indahnya, penopang yang terlihat rapuh. Karena tak sesuai dengan yang di topang, karena Amana mempunyai dada yang lumayan Over Size.
Juju mendekati Amana dan memandang manik mata gadis yang tingginya hanya sebatas lehernya itu, dengan amat tajam.
"Keluar sekarang! Apa aku harus memaksamu?!" bentak Juju.
Amana tentu saja sangat kaget, dengan reaksi Juju yang amat tak dia perhitungkan.
Kenapa ada lelaki yang sanggup menolak kemolekan tubuh Amana. Apa Juju tak menyukai wanita, tapi Jupiter bisa menaklukkan Juju dengan mudah. Kenapa dia tidak bisa, apa Amana kurang cantik.
Karena melihat Amana yang tak kunjung menuruti perintahnya. Juju segera mencengkeram kedua bahu Amana yang hampir telanjang. Lalu mendorong gadis itu keluar dari ruang gantinya.
Juju benar-benar tidak punya kesabaran lagi, lelaki itu ingin cepat bersiap dan segera pergi, ke Mansion pribadi Tuan Gayo. Jadi Juju tidak ingin, melayani tingkah absurd Amana yang sedang di puncak hasratnya.
Setelah Juju selesai berganti baju dengan pakaian yang lebih rapi. Calon pemimpin SYPUS itu mengenakan setelan jas berwarna abu-abu, yang sangat cocok dengan warna kulit dan juga postur badannya.
Juju terlihat lebih gagah dengan setelan jas itu. Hingga membuat Amana yang menunggu suaminya di ruang tamu kembali bereaksi.
"Malam ini, kau akan tidur di rumah--kan?" tanya Amana.
Juju sangat risih dengan tipe wanita seperti Amana, wanita yang tidak tahu sopan santun. Mereka berdua mungkin memang suami istri, tapi mereka baru bertemu sekali. Apakah wajar Amana, menggunakan bahasa yang sangat santai saat menyapa Juju.
"Pekerjaanku cukup banyak, jadi aku tidak bisa tidur di rumah!" kata Juju dengan santai pula.
Karena tak ingin berlama-lama di rumah itu, yang telah dikuasai oleh Amana. Juju segera melangkahkan kakinya, untuk menyeberangi halaman rumahnya menuju garasi.
Juju tidak punya banyak waktu, jika ingin menyelamatkan Jupiter dan juga anak yang dikandung oleh istri pertamanya. Juju harus segera mendapatkan anti-virus untuk Virus Zombie yang baru. Sebelum Jupiter semakin parah.
Selama di perjalanan menuju Mansion pribadi Tuan Gayo, Juju menelpon ayah angkatnya itu.
"Di mana Ayah berada?" tanya Juju.
"Aku berada di Mansionku!" kata Tuan Gayo.
"Boleh aku ke sana?" tanya Juju, padahal Juju sudah ada di perjalanan menuju ke tempat itu.
Awalnya Juju ingin pergi ke Mansion pribadi Tuan Gayo secara diam-diam. Lelaki itu ingin melihat, apa yang tidak pernah diperlihatkan Tuan Gayo kepadanya.
Namun tampaknya Juju harus mengulur waktu karena Tuan Gayo berada di sana saat ini.
"Apa kau sudah sangat merindukan Gisel?" tanya Tuan Gayo.
Juju Hampir lupa, kalau dia punya adik bayi sekarang. Tampaknya ia akan lebih mudah, untuk mencari alasan. Agar bisa bebas mengunjungi Mansion pribadi Tuan Gayo.
"Rasanya sudah lama sekali, aku benar-benar sangat merindukan Gisel!" kata Juju bohong.
Meski memang ada kerinduan di hati Juju untuk Gisel. Namun tujuan awal Juju untuk datang ke Mansion pribadi Tuan Gayo, bukanlah tentang kerinduan seorang kakak kepada adik bayinya.
Melainkan seorang suami dan ayah, yang ingin menyelamatkan nyawa keluarganya.
Meskipun benih bayi yang ada di dalam kandungan Jupiter, masih berusia di bawah satu minggu. Namun Juju sudah merasa menjadi seorang ayah.
Lelaki itu bisa merasakan rasa kehilangan yang amat sangat, saat memikirkan tentang janin di perut Jupiter.
"Kurasa Gisel juga sangat merindukanmu.
"Dia tertawa sangat bahagia saat ini, mungkin karena dia bisa merasa.
"Kau akan datang ke sini, untuk bermain dengannya!" kata Tuan Gayo.
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤