HUMAN 2075

HUMAN 2075
Kebencian Luca


"Apa ada manusia di dalamnya?" tanya Seva.


Pertanyaan wanita setengah robot tersebut, membuat Juju tersentak kaget. Pasalnya Juju sedang fokus memandang ke arah dalam mobil ringsek di depannya.


Juju khawatir, jika Jupiter yang ada di dalam mobil yang hampir hancur itu.


"Astaga, kau mengagetkanku!" ujar Juju. Lelaki gagah itu menekan dadanya dan tak jadi melihat ke arah dalam mobil.


"Lemah sekali jantungmu, begitu saja kaget!" ejek Seva.


Juju tak mau menimpali perkataan Seva lagi, karena dadanya masih bergetar tak karuan karena kaget.


"Bukankah itu Nyonya Wenda?! Istrinya Luca?!" tanya Seva dengan nada terkejut.


Juju segera mengikuti arah pandangan Seva. Kedua orang itu itu melihat ke arah dalam mobil. Mereka sama-sama melihat Nyonya Wenda, yang sedang mengatur nafasnya. Di salah satu kursi penumpang di dalam mobil yang hampir remuk itu.


Juju segera membuka salah satu pintu mobil, lalu bertanya kepada Nyonya Wenda. "Apa yang terjadi?"


"Akuuuuuu...Akkkuu...Aku melukai Jupiter!" kata Nyonya Wenda.


Manik mata pria itu membesar, remasan tangannya pada pintu mobil juga mengencang. Pernyataan Nyonya Wenda barusan, membuatnya benar-benar bingung dan tak tahu harus berbuat apa.


"Di mana Jupiter sekarang?" tanya Seva.


"Aku tidak tau!" ujar Nyonya Wenda. Nada bicaranya masih bergetar, dia pasti belum lama kembali normal.


"Kita harus mencari Jupiter mungkin dia...!" Seva menghentikan perkataannya, karena melihat ekspresi Juju yang sangat aneh.


"Kamu nggak papa?" tanya Seva pada Juju.


Tidak ada kata apa pun yang bisa diucapkan, dari mulut Juju. Lelaki itu seolah telah kehilangan kemampuan lisannya.


"Juju!" Seva menguncang tubuh Juju yang masih membeku di tempatnya.


Namun hanya air mata yang bisa keluar dari mata Juju. Reaksi yang Juju berikan membuat Seva semakin bingung.


"Astaga, ini bukan waktunya untuk menangis! Kita harus secepatnya menemukan Jupiter, siapa tahu dia terluka!" bentak Seva.


Kedua tangan Juju mengelap air mata yang membasahi pipinya. Dia tahu, dia harus tegar dan mencari cara untuk menolong Jupiter. Bukannya menjadi lemah seperti ini.


"Aku baik-baik saja!" kata sebuah suara yang entah muncul dari mana. Namun Juju sangat mengenali suara itu, suara perempuan yang sangat ia khawatirkan saat ini. Yaitu suara Jupiter.


Juju segera mengedarkan pandangannya dan mencari asal suara yang paling ia rindukan itu. Manik matanya pun menangkap, sosok cantik istrinya yang berdiri di tengah jalan tidak jauh dari dirinya.


"Kamu nggak papa?" tanya Juju dari tempatnya berdiri.


"Jangan dekati Nyonya Wenda, dia terjangkit Virus Zombie!" kata Juju kepada Seva. Sebelum laki-laki itu berlari ke arah istrinya.


"Jangan mendekat lagi!" pinta Jupiter kepada Juju.


Juju berhenti berlari sekitar lima langkah, dari tempat berdirinya Jupiter. Di otaknya Juju sudah menebak sebuah kemungkinan, yang terjadi pada Jupiter.


"Apa kamu terluka?" tanya Juju dengan nada yang sengau.


Lelaki gagah itu tidak bisa menyembunyikan rasa sedih di hatinya. Istri yang paling ia cintai, mungkin saja akan meninggalkannya.


Jupiter tidak mengatakan apa pun, dia hanya memperlihatkan lengannya yang terluka di balik jaketnya.


Lengan mungil yang putih mulus itu, terkoyak cukup dalam dengan luka yang hampir sembuh.


Wajah Juju mengeras, ia tahu apa yang terjadi kepada Jupiter. Wanita yang ia cintai itu, telah berubah menjadi manusia setengah Zombie, seperti halnya Nyonya Wenda.


Namun Juju tidak bisa memungkiri bahwa ia sangat mencintai Jupiter. Rasa cintanya yang amat dalam itu, membuat Juju tanpa rasa takut melangkah ke arah Jupiter.


"Jangan dekati aku! Kumohon jangan!" teriak Jupiter sambil menangis.


Juju tidak menghiraukan permintaan Jupiter, ia terus melangkah ke arah Jupiter dan memeluk istrinya itu.


"Juju lepaskan aku!


"Aku bisa berubah menjadi Zombie waktu-waktu. Aku bisa melukaimu!" ujar Jupiter.


"Kau jangan takut, aku akan selalu disisimu!" kata Juju.


Tetapi Jupiter tetap berusaha mendorong tubuh Juju. sepertinya gadis cantik itu, merasakan perubahan pada dirinya. Jadi dia menjauhkan dirinya dari suaminya, agar tidak melukai orang yang paling ia cintai itu.


Kekuatan Jupiter meningkat dan bisa melepas pelukan Juju. Jupiter segera berbalik untuk pergi dari tempat itu. Namun Juju menangkapnya kembali.


Kini pria gagah itu memeluk istrinya dari belakang.


"Aku akan berubah menjadi Zombie! Tolong lepaskan aku!" pinta Jupiter yang masih bisa menguasai dirinya.


"Kau tidak boleh pergi kemana-mana! Kau harus disampingku, agar tetap aman!" kata Juju.


Berbarengan dengan itu, dua pesawat yang dipimpin oleh Luca sampai di tempat kejadian kecelakaan mobil Jupiter.


Lelaki berambut pirang itu segera turun dari pesawat, dengan beberapa anggota timnya. Tentu saja lelaki bermata biru cerah itu, sangat kaget dengan keadaan yang ia temukan saat ini.


Dengan mata kepalanya sendiri, Luca menyaksikan perubahan Jupiter menjadi Zombi.


Adiknya yang dipeluk oleh Juju, itu mulai mendesis dan mengeram. Tangannya mulai berubah menghitam, dan wajah cantiknya mendongak. Manik mata hitam Jupiter musnah, berganti warna putih seutuhnya.


Mulutnya yang munggil melebar dan gigi-gigi tajam keluar dari dalam mulutnya. Kakak mana yang akan tega melihat adiknya dengan kondisi mengenaskan seperti itu.


Gubrakkkkk


Gubrakkkkk


Gubrakkkkk


Kehadiran manusia di tempat itu, tampaknya juga dideteksi oleh Nyonya Wenda yang berada di dalam mobil. Wanita bangsawan itu kembali berubah menjadi Zombie lagi.


Semua orang segera sigap dengan kondisi yang ada, termasuk Seva.


Jupiter masih menggeram dan mencoba melukai lengan Juju dengan cakarnya. Jiwa Jupiter setelah dikuasai oleh Zombie sepenuhnya. Wanita cantik itu hanya memikirkan tentang, melepas dahaganya dengan meminum darah manusia.


Jeduarrrrrrrrrr


Siatttttttttttt


Gubrakkkkkkkkk


Salah satu pintu mobil yang didalamnya terdapat Nyonya Wenda, telah melayang ke udara. Kekuatan manusia zombie setelah meminum banyak darah manusia, sepertinya menjadi semakin meningkat.


Kemarin-kemarin Zombie Nyonya Wenda memang berubah menjadi kuat, tapi tidak sekuat sekarang.


Kaki pucat menghitam dengan kulit-kulit yang mengelupas berdarah. Jaringan otot di tubuh Nyonya Wenda makin besar ketika berubah menjadi Zombie. Maka kulit manusianya ikut terkelupas ketika wanita bangsawan itu berubah menjadi Zombie.


Sosok yang anggun dan berkelas, sudah terhapus dari diri Nyonya Wenda yang telah berubah menjadi Zombie.


Tampaknya, darah manusia yang diminum oleh Nyonya Wenda. Membuat zombie setengah manusia sepertinya, mengalami peningkatan kekuatan yang cukup signifikan.


Tubuh wanita yang semula ramping dan seksi itu. Kini berubah menjadi kekar, seperti seorang binaragawan lelaki.


Semua manusia yang memandang ke arah Zombie Nyonya Wenda tampak ketakutan, termasuk Juju.


Juju tidak bisa membayangkan, bagaimana jika Jupiter berubah menjadi seperti Nyonya Wenda yang saat ini.


Tanpa keraguan apa pun, Luca segera mengarahkan senjata laras panjangnya. Ke arah istrinya yang telah berubah menjadi Zombie.


Lelaki berambut pirang itu, sama sekali tidak memasang ekspresi sedih ataupun kasian. Peluru dari dalam senjata apinya terlontar tanpa berhenti, ke arah tubuh besar istrinya.


Luca menembakkan senjata apinya dengan pikiran-pikiran yang ia pendam selama ini.


Ia menumpahkan kekesalannya karena diinjak-injak oleh mertuanya. Tuan Benjamin, Ayah Nyonya Wenda tidak pernah sekalipun menyukai Luca.


Alasannya sangatlah sepele, yaitu karena Luca terlahir dari cara kloning. Sehingga siapa orang tua kandung Luca dan Jupiter, tidak pernah diketahui.


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤