HUMAN 2075

HUMAN 2075
Pangkalan Militer Gen Akis


Menantu dan ayah mertua itu sama sekali tidak merasa canggung. Mereka berdua dengan santainya berciuman di meja makan.


"Kita lanjutkan di dalam saja!" kata Amana.


Dengan mata yang berbinar, penuh dengan hasrat birahi terlarang.


.


.


.


.


Juju bisa melihat gemerlap lampu sebuah kota, yang melingkar sempurna di bawah sana.


Melalui jendela pesawat pribadi yang ia tumpangi. Juju seolah bisa mencium bau rumahnya.


Juju benar-benar membutuhkan pelukan dari Jupiter, untuk menenangkan hatinya. Yang sedang terluka karena kehilangan Lisa.


Juju berencana akan bersama dengan Jupiter saja, melewati malam ini tanpa terpejam. Juju ingin melampiaskan hasrat kelelakiannya, yang sudah beberapa hari dia tahan.


Tidak mungkin, sebagai seorang lelaki yang amat sangat normal seperti Juju. Bisa menahan hasrat semacam itu, untuk jangka waktu yang lama.


Apa lagi Juju mempunyai usia yang masih sangat muda dan tubuh yang sangat sehat. Bercinta adalah salah satu bentuk emosi, yang harus ia lampiaskan secara teratur. Kalau bisa sih, sesering mungkin.


Pesawat mewah yang ditumpangi oleh Juju, mulai mendekat ke arah Lingkar Olio Gen Akis. Pesawat yang ditumpangi oleh lelaki itu, berencana akan mendarat di pusat keamanan Gen Akis.


Karena pesawat yang ditumpangi oleh Juju memiliki ukuran yang cukup besar, sehingga membutuhkan bandara untuk mendarat.


"Aku akan mengantarmu ke tempat Jupiter! Aku juga ingin menyapanya sebentar, kalau kau tidak keberatan!"  Sava masih menggunakan nada menggoda kepada Juju.


Tampaknya Seva benar-benar mempunyai hobi baru sekarang, yaitu mengoda Juju tentang Jupiter.


"Jika hanya sebentar, aku tidak keberatan!" Juju tampaknya juga sudah mulai menikmati hubungan intimnya dengan Jupiter.


"Tidak akan lama kok! Mungkin hanya sekitar 10, atau 15 menit saja!" Seva berkata dengan senyum menjengkelkan ke arah Juju.


"Jika kau mau! Kau bisa ngobrol panjang dengannya, tapi tidak malam ini!" jawab Juju dengan senyum yang tersipu-sipu.


"Astaga!!! Aku tidak percaya, ternyata kau pria yang sangat mesum!" ledek Seva.


Wanita setengah robot itu mencoba untuk tidak menunjukkan wajah cemburunya, dihadapan Juju. Karena Seva tidak ingin merusak suasana bahagia, yang telah Jupiter torehkan di hati Juju.


Seva yakin, jikalau Jupiter tidak memberikan kebahagiaan kepada Juju. Lelaki tangguh itu, pasti akan menangis sesegukan setelah kehilangan Lisa di danau itu.


'Cinta akan menguatkan segalanya'


Vie pernah mengatakan hal itu kepada Seva. Awalnya gadis gagah berani itu tidak percaya tentang adanya cinta, namun setelah bertemu dengan Juju. Seva baru sadar, bahwa cinta memang menguatkan segalanya. Menguatkan dirinya, yang telah rapuh karena kehilangan segala-galanya.


Seva bisa merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dan menghangat ketika melihat senyum Juju. Hanya itu, Seva cukup hanya melihat senyum di wajah Juju. Baginya, hal itu lebih dari sekedar karunia yang tak ternilai.


.


.


Saat pesawat yang ditumpangi oleh Juju, menyentuh landasan pacu untuk mendarat. Seva menangkap pergerakan beberapa pesawat keamanan milik Gen Akis.


"Sepertinya terjadi masalah di sini!" Kata Seva kepada Juju.


Karena mata Seva melihat beberapa pesawat berukuran medium milik Gen Akis. Meninggalkan Landasan Pacu secara serentak.


Sebagai kepala militer Malio bagian Selatan, Seva sangat tau manuver seperti itu. Hanya akan dilakukan saat kondisi sedang darurat.


Lelaki itu bingung, karena dia tahu masalah terbesar yang terjadi di Lingkaran Olio Gen Akis ini.


Masalah tentang Nyonya Wenda yang yang terjangkit Virus Zombie baru. Mungkinkah, masalah yang terjadi di sini malam ini adalah karena hal itu. Pikiran Juju mulai kalang-kabut, dia sangat khawatir dengan kondisi Jupiter.


Setahu Juju, Jupiter adalah penanggung jawab hal tersebut. Jika sampai masalah yang jadi malam ini, di Lingkar Olio Gen Akis. Karena ditimbulkan oleh Zombie Nyonya Wenda, maka Jupiter adalah orang pertama yang akan terluka karena masalah ini.


"Beberapa tim keamanan Gen Akis bergerak secara serentak!


"Pasti ada masalah yang cukup besar yang terjadi di sini!" jelas Seva.


Ekspresi wajah Seva tak kalah bingung dari Juju. Karena setahu Seva, lingkar Olio Gen Akis adalah lingkar Olio paling aman di dunia.


Setelah pesawat yang mereka tumpangi benar-benar sudah berhenti. Seva dan Juju segera keluar dari dalam besi terbang itu. Tanpa menunggu aba-aba dari kru pesawat. Seva sudah membuka pintu utama pesawat, yang ia tumpangi dengan paksa.


Memang hal itu sangat berbahaya, namun Seva bukanlah rakyat biasa yang tidak terlatih. Hal semacam membuka paksa pintu pesawat, saat pesawat sudah melandas. Bukanlah bahaya yang besar, bagi kedua insan yang telah dilanda kekhawatiran ini.


Seva dan Juju segera berlari ke arah beberapa petugas bandara, pangkalan keamanan Lingkar Olio Gen Akis itu.


Setelah mendengarkan beberapa penjelasan dari petugas bandara, Juju dan Seva bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi di Lingkar Olio Gen Akis ini.


"Siapkan kami satu pesawat medium! Kami akan membantu tim untuk masalah Zombie ini!" perintah Seva pada staf bandara di depannya.


"Baik Ketua Seva!" ujar petugas itu.


Beberapa dari mereka segera pergi, untuk menyiapkan apa yang di diperintahkan oleh Seva.


"Serangan Zombie itu terjadi di tengah kota! Kurasa Jupiter baik-baik saja!" kata Seva.


Juju mengangguk pelan dan menyapukan kedua telapak tangannya ke wajahnya. Raut kekhawatiran masih ada di wajah Juju, namun tidak sebesar tadi.


"Untunglah!" kata Juju lega.


Mempersiapkan sebuah pesawat, di zaman ini. Bukanlah sesuatu yang memakan waktu lama. Hampir seperti memanaskan mobil, di garasi rumah kalian masing-masing. Secepat itu.


Juju dan Seva sudah mendapatkan, pesawat yang mereka inginkan. Keduanya segera Lepas Landas untuk menuju pusat kota Olio Gen Akis.


Keduanya tak banyak bicara, Seva yang fokus menyetir dan Juju sibuk memeriksa peta tentang Lingkar Olio Gen Akis.


"Ada kecelakaan di dekat sini!" kata Juju saat memperhatikan layar monitor di genggaman tangannya.


"Kecelakaan itu pasti diakibatkan oleh Zombie, kita harus kesana!" ujar Seva.


Seva segera mengarahkan setir pesawatnya ke tempat yang ditunjuk oleh Juju. Benar sekali, mereka adalah orang pertama yang yang datang di lokasi kecelakaan itu.


Juju sudah siap dengan senjata laras panjang di dadanya. Dia sudah akan turun dari pesawat menggunakan tali. Sementara Seva menggunakan mode melayang untuk pesawat yang ia kendarai. Gadis setengah robot itu juga akan bersiap untuk turun bersama Juju.


Juju tiba di bawah terlebih dahulu. Dengan kewaspadaan tinggi, Calon Pemimpin SYPUS itu mengacungkan senjata ke arah depan.


Perlahan Juju mendekati mobil yang sudah penyok sana-sini. Mobil dengan bagian belakang yang menjorok kedalam sebuah bangunan toko roti.


Masih dengan kewaspadaan yang tinggi, Juju mendekati dan memeriksa mobil yang hampir hancur itu.


Saat melihat secara dekat, mobil yang mengalami kecelakaan itu. Ekspresi wajahnya segera menegang, Juju mengenali mobil itu. Salah satu mobil terbang milik keluarga Ferdinan, ayah angkat Jupiter.


Juju segera memeriksa ke depan mobil. Tampak pintu semua tertutup, dan Juju mendekatkan wajahnya ke arah kaca jendela pintu mobil.


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤