
Ikan laut dalam adalah istilah kolektif untuk ikan yang hidup dalam kegelapan di bawah permukaan perairan yang disinari matahari, yaitu di bawah epipelagik atau zona fotik di lautan. Sejauh ini ikan lentera adalah ikan laut dalam yang paling banyak. Ikan laut lainnya termasuk ikan senter, hiu pemotong, bristlemouth, anglerfish, viperfish, dan beberapa spesies dari eelpout.
Sebagian dari kalian mungkin tak asing dengan nama-nama ikan tersebut--kan.
Namun ada hal yang harus kalian ingat, saat daratan tercemar akan wabah. Tentu saja habitat di laut juga akan menanggung akibatnya bukan.
Sebagian besar penghuni laut di permukaan sudah musnah di dunia ini, bahkan untuk bertemu terumbu karang saja. Kalian harus pergi ke tempat-tempat terpencil.
Semua hancur karena kerusakan alam yang secara berkala dilakukan oleh SYPUS. Perusahaan yang sudah menjadi penguasa dunia itu, dengan sembarangan mengelola sumber daya dan limbah mereka.
Peraturan pemerintah bukan lagi sebuah himbauan dengan kekuatan, karena SYPUS lebih kuat dari pada pemerintah. itulah keadaan dunia saat ini.
Semua mahluk hidup yang diam di dasar laut, mereka tampaknya selamat dari berbagai macam bencana yang menimpa bumi ini.
Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
Hewan-hewan di dasar laut ini telah mengalami evolusi berkala, pada setiap populasi. Kondisi alam menjadi pemicunya, sehingga mengakibatkan mutasi Gen pada mahluk hidup. Hewan juga dapat mengalami mutasi Gen bukan hanya manusia saja.
Kini di dasar laut banyak hewan yang mengalami evolusi, terjangkit Virus Zombie yang disebar oleh suruhan Tuan Gayo di laut untuk mengeksplorasi Benua Aust.
.
.
Setelah makan malam Juju dan Lisa kembali menikmati pemandangan di luar bangunan.
Sayangnya tidak ada yang bisa dilihat oleh mereka, Juju dan Lisa hanya bisa menyaksikan betapa gelapnya alam semesta tanpa sinar lampu-lampu listrik.
"Kenapa tak ada bintang yang bisa dilihat?" gadis manis itu sangat kecewa.
Padahal dia sudah membayangkan banyak hal romantis dengan Juju. Salah satunya adalah berciuman di bawah sinar rembulan dan bintang.
"Pasti, langit sedang tertutup kabut. Karena pasukan SYPUS, masih melakukan pembersihan di benua ini!" jelas Juju.
Lisa memandang Juju yang sekarang berdiri di dekatnya, tinggi badan mereka memang tidak sama, Hal itu membuat Lisa sedikit mendongak saat melihat ke arah wajah suaminya itu.
Lagi-lagi gadis manis itu terpesona dengan ketampanan Juju, yang makin menonjol di saat malam hari. Sinar lampu yang tidak terlalu terang seperti sinar matahari di siang hari itu, membuat garis wajah Juju yang tegas terlihat lebih dramatis.
"Begitu, ya!" ujar Lisa.
Kekaguman gadis itu semakin menjadi saat melihat Juju menelan saliva di mulutnya. Buah zakun di leher pria itu bergerak naik turun, ternyata hal sederhana itu sudah bisa membuat Lisa membayangkan banyak adegan tabu di kepalanya.
"Apa yang kau lihat?" tanya Juju, pertanyaan Juju itu memecah lamunan gadis cantik di sampingnya.
"Tidak, aku hanya melihat wajah Anda. Tampan sekali!" akui Lisa.
Pipi lelaki gagah itu seketika memerah, pujian Lisa membuatnya melayang di udara malam yang amat dingin ini.
"Sebaiknya kita kedalam saja. Angin malam ini, akan sedikit kencang!" kata Juju.
Lelaki itu ingin menghindari Lisa, namun dengan mengajak gadis manis itu kedalam rumah. Ternyata bukan sebuah keputusan yang tepat, karena kemana pun Juju pergi Lisa selalu mengikutinya.
"Aku mau mandi, apa kau juga mau mandi?" tanya Juju.
Saat ini mereka berdua sedang berada di depan pintu kamar mandi yang berada di lantai bawah.
Pemandangan dasar danau di malam hari ini, tampak hanya kegelapan. Karena tidak ada sinar yang membantu penglihatan, meski sebagian besar dinding di lantai bawah rumah terapung ini dibuat dari kaca.
Namun kamar yang ditempati oleh Juju dan juga Lisa bersinar terang, karena semua lampu di ruangan itu dinyalakan.
Lisa menggaruk kepalanya, Dia sedang memikirkan ajakan Juju untuk mandi bersama.
"Apa kita boleh mandi bersama?" tanya Lisa kepada Juju.
Juju yang awalnya ingin menggoda Lisa, malah jadi salah tingkah karena kepolosan gadis itu.
"Boleh saja, tapi kurasa tidak sekarang!" ucap Juju.
Lisa mengangguk pelan tanda mengerti, namun gadis polos itu tidak beranjak pergi dari samping Juju.
"Apa kau bisa menjauh dariku, aku harus mandi," Juju mencoba mengusir Lisa.
"Di kamar mandi--kan ada dua ruangan! Bolehkah aku ikut ke dalam?" tanya Lisa dengan wajah polosnya.
"Apa?" Juju sama sekali tidak percaya dengan permintaan Lisa barusan.
Ternyata Juju sudah salah mengartikan, permintaan dari Lisa barusan.
"Kalau begitu aku tidak perlu mandi, malam ini!" kata Juju.
Lelaki gagah itu masih punya rasa malu, dia tidak mungkin mandi sambil dilihat oleh wanita.
Duakkkkkkkkk
Duakkkkkkkkk
Duakkkkkkkkk
Suara benda tumpul menghantam kaca.
"Suara apa itu?" tanya Lisa.
"Ada sesuatu yang memukul dinding kaca!" kata Juju.
Duakkkkkkkk
Duakkkkkkkk
Duakkkkkkkk
Suara hantaman ringan itu masih saja terdengar dari tadi. Juju memasang telinganya untuk memprediksi di mana hantaman itu, tepatnya.
"Jauhi dinding!" perintah Juju pada Lisa.
Gadis manis itu segera pergi ke tengah-tengah kamar mewah itu sementara Juju berjalan perlahan, ke arah ketukan pelan yang masih nyaring terdengar.
Suara itu semakin nyata dan Juju mulai berfirasat buruk, karena suara hantaman itu itu ternyata tak sesederhana yang dia pikirkan.
Juju bertepuk tangan dua kali dan seketika ruangan kamar gelap gulita. Dia mengeluarkan ponselnya dan menyalakan senter di ponsel pintarnya.
Dengan hati-hati Juju menempelkan benda pipih itu ke arah kaca yang masih berdentum nyaring. Juju menempelkan ponsel dengan sinar senter yang mengarah keluar, sehingga dia bisa melihat Apa yang menyebabkan suara dentuman itu.
Manik mata Juju seketika membesar ketika melihat penampakan di depannya.
"Apa ini?" tanya Juju bingung.
"Itu ikan lentera dari laut! Hewan itu sangat bahaya, sebaiknya kita pergi dari sini!" ujar Lisa, dari tempatnya berdiri.
Gadis manis itu sudah memegang ponselnya dan berusaha menghubungi keamanan SYPUS.
"Kenapa hewan laut ini bisa sampai disini?" tanya Juju keheranan.
Hewan itu masih saja mendorongkan moncongnya yang bergigi sangat panjang dan menakutkan ke arah dinding kaca.
"Tuan Juju kita harus pergi dari sini!" ujar Lisa.
Duakkkkkkkk
Duakkkkkkkk
Duakkkkkkkk
Suara itu itu kembali terdengar namun di tempat yang berbeda.
"Kita sudah dikepung!" kata Juju.
Juju Segara berlari kearah Lisa dan menarik gadis itu untuk menaik ke lantai dua.
"Apakah kau sudah berhasil menghubungi pihak keamanan SYPUS?" tanya Juju pada Lisa yang sudah gemetar ketakutan.
"Belum!" jawab gadis itu, tangan Lisa yang digenggam Juju terlihat begitu gemetar.
Juju segera menekan layar datar ponselnnya untuk menghubungi Seva dan pasukannya yang bertugas untuk menjaganya di pinggir danau.
Namun tanpa mereka sadari, ikan lentera yang sudah berkumpul di bawah air. Mulai dapat meretakkan dinding-dinding kaca di ruangan bawah rumah terapung itu.
___________BERSAMBUNG_____________
JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤