HUMAN 2075

HUMAN 2075
Robot Mesum


Tubuh Wenda sudah berbaring di atas ranjang penelitian, di laboratorium Gen Akis. Yang terletak di lingkar dalam Olio Gen Akis.


Di wajah Wenda dipasang Facelift tebal yang transparan Dan seluruh tubuhnya diikat agar tidak bergerak. Ujung tangan dan kakinya, juga dipasangi sarung kecil namun lebar. Berbahan kain yang dilapisi besi agar tidak dapat melukai siapa pun.


Terlihat tubuh Wenda sudah dibersihkan, pakaiannya juga sudah diganti dengan pakaian pasien. Di saat seperti itu, dia benar-benar terlihat seperti manusia biasa yang tidak terkontaminasi Virus Zombie.


Tidak ada yang mengalami kasus semacam ini sebelumnya, jika ada manusia Gen Akis yang terkontaminasi Virus Zombie. Biasanya mereka akan mati, namun Wenda malah menjadi manusia setengah Zombie.


Seluruh kalangan Gen Akis, sangat khawatir. Jadi mereka menyembunyikan fakta ini dari publik. Mereka tak mau jika kasus ini mencuat dan Tuan Gayo sampai tahu. Karena jika publik sampai tau, maka Gen Akis akan semakin dibenci oleh masyarakat.


Karena kekawatiran itu Luca, tidak dapat menemui istrinya. Dia tidak diperbolehkan masuk dalam laboratorium, di mana istrinya dirawat. Karena statusnya sebagai pengawal utama Calon Pemimpin SYPUS


Luca tahu benar bagaimana sifat dan perangi Gen Akis. Mereka sangat tertutup dan entah kenapa selalu punya rahasia yang ingin mereka sembunyikan dari publik.


Di sebuah ruangan pertemuan Gen Akis, sekarang duduk beberapa petinggi yang di dominasi oleh para orang dewasa yang terlihat sangat tegas. Ruangan dengan nuansa silver yang amat luas itu, hanya terdapat meja bundar di tengahnya dan kursi-kursi tertata rapi di sepanjang pinggirannya.


Para petinggi Gen Akis yang sedang duduk di sana tampak sangat tegang. Mereka baru saja membicarakan tentang Wenda yang terkena Virus Zombi.


"Lalu apa yang harus kita lakukan, pada gadis itu?" tanya seorang petinggi Gen Akis yang mengenakan jas dokter.


"Kalian harus ingat baik-baik! Jika Wenda adalah putriku!


"Bagaimana pun, dia tetap putriku!" kata seorang petinggi Gen Akis yang terlihat paling menonjol dan dihormati.


"Bagaimana jika keadaan yang di alami Nyonya Winda? Membahayakan Gen kita?" tanya anggota yang lain.


Ayah Wenda selaku Pemimpin tertinggi Gen Akis, hanya bisa terdiam. Dia tidak bisa mengambil keputusan apapun, menyangkut putrinya. Benjamin adalah seorang ayah yang sangat mencintai putri semata wayangnya. Dia tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti putri tercintanya.


"Kita tidak bisa memusnahkan Nyonya Wenda begitu saja!


"Kita harus meneliti Apa yang terjadi. Kita harus membuat kemalangan ini menjadi keuntungan untuk Gen kita!" ujar sebuah suara wanita.


Suara indah yang seksi itu menggema di seluruh ruangan. Para petinggi Gen Akis saling berpandangan, mereka tampak mengangguk-angguk. Namun tak ada satu orang pun yang berani menyetujuinya.


"Nyonya Winda hanya punya dua pilihan! Dimusnahkan sekarang juga atau diteliti! "Anda sebagai ayahnya bisa membantunya untuk memilih, pilihan itu! Karena Nyonya Wenda sedang dalam kondisi yang tidak stabil!" pungkas suara seksi itu.


Raut wajahnya mengeras, menahan emosi dan rasa gelisah, serta sakit. Benjamin menatap tajam ke arah pemilik suara seksi, yang tak lain dan tak bukan adalah Jupiter.


Gadis cantik nan seksi itu, selain menjadi Istri Calon Pemimpin. Dia juga menjabat sebagai kepala penelitian Virus Baru di Gen Akis.


"Kurasa apa yang dikatakan Nyonya Jupiter, ada benarnya!


"Anda harus memilih secepatnya Tuan Benjamin, sebelum semuanya terlambat!" akhirnya salah satu pemimpin Gen Akis ada yang berani angkat bicara.


"Apa sekarang kau mulai sombong, karena berhasil duduk di posisi itu?


"Kau menjadi Istri Calon Pemimpin karena kami! Tanpa kami, kau hanya anak yatim piatu yang tidak mempunyai dukungan apapun!" teriak Benjamin.


"Jaga bicaramu Benjamin! Kau pikir Jupiter senang dengan keputusanmu itu???


"Putriku sama sekali tidak peduli dengan jabatannya sekarang!


"Harusnya kau malu! Karena kau telah mengorbankan putri orang lain. Untuk kebahagiaan putrimu!" tak disangka sama sekali, Ayah Jupiter ikut angkat bicara dan membela putri angkatnya itu.


"Saya mengatakan semua ini, sebagai anggota Gen Akis dan Pemimpin Penelitian Virus Baru. Tak lebih!" ujar Jupiter.


Dari dulu Jupiter memang dikenal sebagai sosok yang tegas dan juga sangat bertanggung--jawab dengan pekerjaannya.


.


.


Namun ketika Juju melihat betapa berantakan, kondisi tubuh dan juga ruangan kamarnya. Juju sadar bahwa apa yang dia lakukan dengan Jupiter adalah kenyataan. Mereka benar-benar bercinta secara nyata.


Namun wajah tampan Juju langsung berubah bego, dia seperti ingin tersenyum namun ia tahan. Otaknya sedang memutar semua adegan mesum yang ia lakukan dengan Jupiter.


Juju ingin tersenyum namun dia sangat malu, apa yang ia lakukan dengan Jupiter adalah sebuah pengalaman pertama. Apa dia melakukan dengan baik atau dia mengecewakan Jupiter. Itu yang ia pikirkan sekarang.


Namun ada hal yang membuat Juju lebih bingung, yaitu letak celananya.


"Dimana aku melepasnya tadi," guman Juju kesal.


Pandangannya kembali mengitari seluruh sudut kamarnya, Namun helaian kain berwarna hitam itu tak dapat dilihatnya.


Akhirnya sebuah keputusan terpaksa Juju ambil. Dia tidak mungkin terus berada di atas ranjang sampai Jupiter datang. Juju pergi ke arah kamar mandi dengan berjalan cepat, tubuhnya masih dalam kondisi telanjang bulat.


Belum juga ia sampai ke kamar mandi, pintu kamar Juju dibuka oleh seseorang. Membuat Juju kembali melompat ke arah kasur lagi.


"Apa kau tak bisa mengetuk pintu?" kata Juju.


"Maaf Tuan, saya belum terbiasa melihat manusia di rumah ini!" Kata suara wanita yang baru saja masuk ke dalam kamar Juju.


Yang masuk ke dalam kamar Juju adalah robot yang yang ditugaskan merawat rumah ini.


"Keluarlah! Aku harus membersihkan diri dulu!" kata Juju.


"Apa anda tak butuh bantuan saya, untuk membersihkan diri?" tanya robot cantik itu.


"Tidak! Aku bisa sendiri!


"Sekarang keluarlah sekarang juga!" bentak Juju.


Ingin rasanya pria itu mengumpat dan menghajar robot cantik itu, siapa yang mendidik robot dirumah ini. Kenapa dia menawarkan bantuan pada manusia, saat manusia ingin membersihkan diri. Kan--aneh.


Robot itu pun pergi meninggalkan Juju di kamarnya. Dia juga menutup pintu kamar, ternyata robot itu tidak seaneh pemikiran Juju. Atau pikiran Juju yang sudah mulai eror.


Karena melakukan hal yang mesum sekali, memicu otak manusia untuk ingin melakukannya lagi.


Setelah membersihkan diri dan memakai setelan jas nya, Juju keluar dari dalam rumahnya. Dia harus pergi ke Lingkar Pusat SYPUS untuk menemui Tuan Gayo.


Di halaman luasnya sudah terdapat mobil terbang yang siap dikemudikan oleh seseorang.


"Silakan Tuan!" kata pria yang berada di samping mobil terbang Juju.


Pria itu sudah membukakan pintu mobil terbang itu untuk Juju. Juju masuk ke dalam mobil itu, dia memperhatikan interior mobil yang sangat mewah.


Semenjak dia menjadi Calon Pemimpin SYPUS, dia sudah menaiki beberapa mobil terbang dengan berbagai tipe. Namun desain luar ataupun dalam mobil ini sangat mewah. Bahkan udara yang dihirup Juju di dalam mobil itu, sama segarnya dengan udara diluar.


"Mobil yang sangat nyaman!" ujar Juju.


"Mobil ini didesain khusus untuk anda Tuan!" kata sopir yang sudah mulai mengemudikan mobil terbang Juju.


___________BERSAMBUNG_____________


JANGAN LUPA VOTE, KOMEN, DAN LIKE ❤❤❤