
Stelah melihat lagi dengan jeli bayu sudah bisa mencatat nomor plat kendaraan yang dipakai randi.
" Paah tolong cari tau siapa pemilik mobil ini. Ini mobil yang randi bawa untuk membawa amel pergi. " bayu menyerahkan slemar kertas pada bambang. Stelah mendapatkan itu bambang langsung pergi dari ruangan itu dan menghubungi seseorang.
Sementara fatimah masih duduk lemas disofa ruang rahasia bayu.
" Kenapa semua ini terjadi bayu, apa selama ini mama sudah salah dalam mendidik randi. Mengapa dia jadi seorang kriminal! Hiks hiks, sadarlah randi mama tak mau kamu semakin jauh tersesat dalam lembah dosa. " melihat ibunya terpuruk bayu menghela nafas dan menghampiri ibunya.
" Mama tenang, jangan salahkan diri mama atas apa yang terjadi. Semua ini bukan salah mama atau siapapu. Memang dasar randi yang gak punya otak, dia sudah diperbudak cinta. Dia hanya tidak bisa menerima jika Amel sudah bisa melupakanya. " bayu mengusap airmata ibunya dengan lembut.
Ditempat lain jesica sedang merasa kesal lantaran dia diusir keluar dari dalam apartmenya oleh randi. Saat jesica sedang berjalan tanpa sengaja jesica berpapasan dengan seseorang yang sangat tak asing untuknya. Jesica begitu terkejut melihat jika laki-laki yang ada didepanya bastian.
" Haaai sayang, apa kabarmu? Bagaimana kabar kamu, kenapa kamu tak menjengukku stelah hari itu? " Tanya bastina sembari terus berjalan perlahan mendekati jeje.
" Ba-bastian, gimana bisa kamu ada disni? Bukankah kamu dipenjara? " Jeje nampak gelagapan melihat bastian didepanya. Namun untuk mengurangi kegugupanya jesica pura-pura marah karna merasa sudah dibohongi bastian tentang oca.
" Jagat kamu bas, tega kamu bohong sama aku. Kamu bilang oca itu spupu kamu, padahal dia pacar kamu! Aku sudah tau semuanya bas, kamu jahat,jahat! " jesica memukul pelan dada bastian.
" Jadi kamu sudah tau yang sebenarnya? " Bastian syok karna ternyata kebohonganya sudah diketahui oleh jesica.
" Ran apa kamu tidak sayang dengan keponakan kamu? " Amel mencoba merayu randi lagi, berharap randi kali ini bisa luluh.
" Sayang, aku sangat sayang mskipun dia bukan anakku. Aku akan menganggap dan memprlakukan dia sperti anaku sendri. Kita akan merawat dan membesarkanya bersama-sama. " ucap randi semakin ngawur dan membuat amel semakin kesal.
" Randii! Kamu jahat ran, lepasin aku. Kamu jangan gila ran, aku ini istri kaka kamu. Aku kaka ipar kamu dan sedang mengandung anak-anak kakamu! Sadar randi sadar! " Amel mulai frustasi, satu sisi dia mulai merindukan suaminya bayu. Dalam kondisinya amel cendrung lebih manja dari biasanya. Apa lagi bayu selalu memeprlakukanya dengan baik dan lembut. Itu yang membuat amel tak bisa berlama-lama jauh dari suaminya.
" Stop bilang dia suami kamu, kamu kaka iparku, aku adik ipar kamu aku muak amel muak! Kamu yang sudah membuatku gila, kamu yang sudah membuatku tidak waras, semua ini gara-gara kamu Amel! " sentak randi tanpa sadar randi sudah membuat amel ketakutan.
Entah sejak kapan randi brsikap kasar pada perempuan. Apa lagi amel yang notabenya adalah wanita yang dia cintai.
" Hiks hiks, mas bayu aku ingin pulang tolong aku mas! " rintihan amel trdengar begitu memilukan.
Deg, bayu merasakan hatinya berdenyut tiba-tiba.
"Maah, aku denger suara amel panggil aku sambil nangis mah, amel pasti dalam bahaya mah! Aku gak bisa berdiam diri disni sementara anak dan istriku dalam bahaya. "