
Cklek
Mata Randi berbinar kala melihat sosok yang ia rindukaan berada didepan mata.
" Ameeel. "
Sapa randi saat amel masuk kedalam ruang rawat randi.
" Ekheeem "
Suara deheman Bayu membuat senyum diwajah randi meredup.
" Mas bayu, kamu juga datang mas? "
Sapa randi dengan wajah datar, terkesan enggan menerima besukan dari kakanya.
Bayu menaikan salah satu alisnya keatas. " Menurut kamu?" Bayu malah balik bertanya, bukanya menjawab prtanyaan adiknya.
Sepersekian detik berikutnya bayu tertawa dengan kencang.
" Ck kamu pikir aku membiarkan istriku pergi seorang diri? Apa lagi menemuimu. Hahaha yang benar saja. Randii randii. "
Bayu berjalan menghampiri Randi yang terbaring dengan wajah yang masih ssngat pucat.
" Istri hasil merebut. " gumam Randi lirih namun masih bisa didengar oleh semua orang.
" Sudah-sudah! Randii, Bayu, tidakah kalian memikirkan perasaan Amel! Liat wajahnya sudah sangat tertekan dengan sikap kalian. " Fatimah merengkuh bahu menantunya yang kini sedang berhetar hebat.
" Kamuu Randi, bayu sama sekali tak merebut Amel. Bayu menyelamatkan kami dari rasa malu. Yang paling terluka disni adalah Amel. Dan kamu Bayu, seharusnya sebagai seseorang yang sudah dewasa tidak sepantasnya kamu meladeni sikap randi yang kekanakan. " Fatimah kini benar-benar marah kepada dua putranya yang terlihat abai dengan perasaan Amel.
" Tapi mah Randi yang...
" Cukup Bayu sudah stop! " belum selesai bayu menyelesaikan ucapanya, sudah dipotong terlebih dahulu oleh bambang.
" Huuu makanya gak usah sok, istri hasil ngrebut aja dibanggain! " randi masih berusaha menyerang bayu dengan kata-katanya.
" Kamu juga stop Randi! Kamu lagi sakit bukanya istirahat malah justru membuat onar. Tau begni papah dan mamah tak mau menjenguk kamu disni. Biar tau rasa kamu! " Sentak bambang karna rupanya mereka masih berusaha sling serang.
" Silahkan dilanjutkan perdebatan kalian jika kalian ingin mamah, papah dan Amel pergi saat ini juga! " Ancaman fatimah sukses membuat mereka bungkam.
Mata bungkam namun mata terlihat saling tatap dan bahkan melotot.
" Matanya dikondisikan kalau tidak mau mamah colok pake garpu. " Fatimah seakan sudah faham dengan perangai putra-putranya. Meskipun tak melihat, karna saat ini tengah membelakangi mereka namun fatimah begitu hafal soal bagaimana mereka saat bertengkar.
" Sayaaang, kamu tidak apa-apa kan? Maafin mas ya sayang! " Mulut bayu memang mengucapkan itu pada istrinya namun matanya melirik kearah randi.
Tangan randi mengepal saat melihat bagaimana tatapan mata Amel saat ditanya demikian oleh suaminya.
" Ck, sialan. Apa mereka sengaja membuatku cemburu. Awas aja kamu ya mas! " gumam randi dengan seringai licik diwajahnya.
" Meeel, dulu saat aku sakit kamu selalu menyuapiku makan buah. Apa saat ini tidak bisakah kamu melakukanya lagi? " mata randi melirik kearah Bayu dan bibirnya tersenyum tipis. Nyaris tak terlihat.
Melihat mata bayu melotot randi buru-buru melancarkan dramanya.
" Emm setidaknya kamu saat ini menyuapiku sebagai adik ipar. Aku dari dulu sangat ingin punya kaka perempuan mel dan Tuhan sudah mewujudkanya. " Wajah randi seketika dibuat mengiba.
Bayu geram dengan tingkah konyol adiknya, bayu tau jika itu hanya balas dendan Randi yang tak suka melihat kedekatan Amel dengan Bayu.
Amel mlihat kearah mertuanya meminta persetujuan pada mereka. Fatimah dan bambang menghela nafas, kemudian melihat kearah randi dan Amel secara bergantian. " Izin suamimu mel, kalau mamau sii boleh-boleh aja. Randi benar, anggap saja kamu tengah mengurus adikmu sendiri. "
Bayu kini bimbang dengan apa yang fatimah ucapkan. Saat amel melihat kearahnya bayu makin dibuat dilema. " duuh gimana nih, aku mau bilang boleh nanti si kupret randi gede kepala. Kalau aku bilang jangan, nanti dikira aku cemburu dan gak ngrtiin keadaan randi lagi. Ck, sialan si randi. Dia pasti sengaja nih." gumam bayu dalam hati
" Gimana mas, kamu ko malah bengong sii. Tolong lah mas, izinkn mbak Amel menyuapiku mas bayu kakaku tersayang. " ucapan randi terasa menggelikan ditelinga mereka semua.
Amel menahan kekehanya melihat suaminya nampak mengerucutkan bibirnya. Sebenarnya Amelpun enggan melakukan itu, namun Amel merasa tidak enak dengan mertuanya.
******
" Jelaskan pada kami, apa motif saudari melakukan semua ini pada sodara Amel dan Bayu?! " Tanya salah satu petugas yang sedang mengintrogasi jesica.
" Tidak ada hanya iseng. " jesica terus menunduk saat dintrogasi oleh petugas kepolisian.
" Iseng, saudara sudah dewasa. Ini bukan tentang kenakalan anak-anak sd. Jadi tolong jelaskan dengan baik jangan bertele-tele! " tegsa petugas itu yang geram lantaran jesica sellalu menghindari pertanyaan.
" Lapor ndan, jenazah sudah dibawa kerumah skit untuk diautopsi. Didekat tempat kejadian ada baju korban dan ponsel dalam tasnya. Disitu tertera banyak panggilan keluar pada kontak yang tertera nama Bastian. " tiba-tiba salah satu petugas datang melaporkan tentang kejadian yang mengenai oca.
Deeeg deeeg
Jantung jesica seakan berhenti berdetak saat mendengar nama Bastian disebut.
" Maaf pak apa yang meninggal seorang laki-laki? " jesica memastikan, dia berfikir jika jenazah yang ditemukan kemungkinan laki-laki dan salah satu anggota bastian atau patnernya.
" Bukan bu, dia seorang perempuan. " Ucap petugas itu kemudian menyebutkan ciri-ciri oca. Namun jesica sama sekali tak mengenali seseorang dengan ciri-ciri tersebut.
Sementara didalam sel, Bastia masih merasa syok dengan berita kematian oca. Salah satu sahabanya membesuk bastian dan membritahukan jika oca menghilang itu semkin menguatkan keyakinan Bastian jika, jenazah yang ditemukan itu benar-benar jenazah oca.
" Brengsek, siapa yang sudah dengan berani melakukan ini pada kamu ca! Aku bersumpah, aku akan membunuh mereka semua, akan aku patahkan tangan mereka yang sudah menyakitimu sekeji ini! " Bayangan-bayangan wajah oca dan kebersamaan mereka seprti slide yang bermunculan hadir didepan Batsian.
" Aaaaaarrrrrghh Ocaaaa! "
Teriak bastian yang tanpa disadari membangunkan napi senior yang tengah tertidur.
" Woooy, diem A***g! Ngapain lo teriak-teriak ganggu tidur gue aja loo! " Napi itu bangkit, wajahnya yang terdapat luka bekas sayatan membuatnya terlihat sangat menyeramkan. Badanya besar berotot, namun bastian yang biasanya takut justru melawan karna hatinya saat ini sedang berkecamuk dan diliputi amarah.
Mendapat perlakuan demikian Bastian bangkit dan memukul wajah napi itu dengan pukulan bertubi-tubi. Dan sikap bastian membuatnya murka, badanya yang tinggi dan kekar mampu mengangkat bastian hanya dengan sekali hentakan bastian dibanting dengan sangat keras hingga membentur tembok.
Kejadian itu sektika membuat sel terasa gaduh dan terlihat seprti ring tinju. Karna saat ini bastian dan napi itu saling pukul tak terhindarkan.
******
" Makasih ya mel, kamu masih inget aja kalau aku suka apel dan mangga. Emm kalau begini terus aku si bisa cepet sehat. " Randi tersenyum mengejek kearah bayu, Bayu yang merasa panas langsung menarik tangan Amel dan membawanya pergi dari ruangan rawat randi tanpa menghiraukan panggilan fatimah dan bambang.
" Maas, kamu kekanakan sekali. " Ucap Amel saat mreka sudah berada diluar ruangan.
" Aku tidak suka dia menatapmu seprti itu, aku tidak suka membuatmu harus teringat akan kebersamaan kalian dulu.
Akuu....
Greeeep Bayu memeluk Amel dengan erat
Dari balik pintu fatimah tersenyum memprhatian itu, ia urung memanggil amel dan bayu. Sementara didalam sana randi terlihat sangat murung dan bibirnya sudah mengerucut hingga lima cm.