Dinikahi Calon Kaka Iparku

Dinikahi Calon Kaka Iparku
Bab 37


" Siapa yang menyuruhmu menyelundup masuk kerumahku dan menjebak istriku?" Sentak Bayu ketika berhasil meringkus Bastian yang dibantu Bambang.


" Ciiih, siapa bilang aku disuruh. Itu atas kemauanku sendiri. Istrimu memang murahan mau diajak tidur oleh laki-laki manapun. " Bastian meludah kesamping, dia berbicara dengan senyum tersungging dibibirnya.


Itu membuat Bayu semakin geram


" Brengsek!" Bag bug bag bug Bayu memukul wajah Bastian dengan membabibuta.


" Tahan bay, tahan jangan brtindak gegabah. Kita bawa saja dia langsung kekantor polisi." ucap bambang yang hawatir Bayu kalap karna tersulut emosi.


" Gak pah, aku gakan mengampuninya. Dia sudah mengusiku dan berani berkata buruk tentang Amel! " Ucap Bayu dengan tatapan tajam kearah Bastian. Tanganya hendak mengayunkan pukulan lagi kearah Bastian jika saja suara sirine polisi tak terdengar ditelinganya.


Rupanya Amel dan Fatimah memutuskan untuk melapor pihak berwajib dan menunda dulu untuk menjenguk Randi.


" Bawa dia pak, dia sudah menyelundup masuk kerumah saya dan menjebak istri saya. Saya sudah mengantongi buktinya, nanti akan saya berikan ke bapak. " ucap Bayu saat polisi sudah berada diTkp.


" Siap pak, biar kami usut nanti sampai tuntas. Serahkan tugas ini pada kami. Kalau begitu silahkan ikut kami kekantor untuk membuat laporan. " ucap salah satu petugas kepolisian yang membntu meringkus Bastian.


Dua orang lagi tampak membawa Bastian dengan paksa, Bastian sempat membrontak namun pihak kepolisian berhasil meringkusnya.


" Lepasin, lepasin saya. Saya tidak bersalah pak! Dia itu laki-laki bodoh. Istrinya berselingkuh malah nyalahin orang. Hahahaa gila lu gilaa! " Bastian meracau seperti orang gila.


" Loe yang gila brengsek, siap-siap membusuk dipenjara! " Berang Bayu saat melihat Bastian yang seolah merasa tak bersalah.


" Sebenarnya ada masalah apa nak, kenapa kamu sampai terlibat hal seprti ini dengan orang itu? Dia seprtinya bukan dari kalangn pembisnis, dia lebih mirip preman kampung! " Tanya bambang pada Bayu saat polisi sudah membawa Bastian pergi dari tempat tersebut.


" Ck, ada orang yang ingin bermain-main denganku pah!" kemudian Bayu menceritakan smua yang terjadi diantara dia dan Amel hingga membuat Amel kabur dari rumah.


" Astaga! Rupanya itu yang terjadi, kalian diadu domba dengan fitnah itu? Lantas kamu sudah tau siapa dalang dibalik semua ini? " Bambang terkejut dengan masalah yang menimpa rumah tangga putranya yang baru seumur jagung.


Bayu nampak menghela nafas sbelum menjawab prtanyaan Bambang.


" Itu dia pah, aku sama sekali belum tau siapa orangnya. " ucap bayu dengan wajah lesu.


" Sudah-sudah, serahkan tugas ini pada pihak yang berwajib! " bambang berusha menengkan Bayu yang tampak frustasi dengan masalah ini.


" Jangan-jangan jesica pelakunya, siapa lagi memangnya yang punya dendam dengan Bayu selain dia. Mungkin dia sakit hati dengan pernikahan Bayu dan Amel. " Gumam Bambang dalam hati, ia masih belum berani mengutarakan itu pada Bayu sebelum ia menemukan bukti bahwa jesica pelakunya.


" Ya sudah kita kelapas sekarang Amel dan mamah pasti hawatir menunggu kita. " Ajak bambang pada putranya yang kini terlihat frustasi.


" Ya Tuhan, aku sampai lupa aku pergi dengan Amel pah, aku tadi langsung lari begitu saja saat melihat bedebah itu didepan lapas. " terang Bayu dengan wajah yang terlihat semakin murung.


Mereka berdua gegas menuju dimana mobil Bambang terparkir.


" Ko papah bisa ada disni? " tanya bayu yang merasa heran dengan keberadaan Bambang yang tiba-tiba datang membantunya.


Bambang nampak menghmbuskan nafas kasar, kemudian dia menceritakan bagaimana dia bisa berada ditempat itu dan tentang kehawatiran Fatimah pada Amel.


Bayu menunduk " Mamah pasti sangat hawatir, maafkan aku pah! " ucap bayu dengan wajah penyesalan.


" Sudahlah nak, semua sudah terjadi. Yang penting kalian baik-baik saja dan hubunganmu dengan Amel selamat dari fitnah itu. " Bambang berkata dengan bijak, dia bisa memahami situasi dan kondisi yang tengah dihadapi putra dan menantunya.


Dari jauh Bayu dapat melihat raut kegelisahan yang terlihat diwajah istri dan ibunya. Sesaat pandangan mereka bertemu dan wajah fatimah nampak berbinar melihat Bayu dan Bambang datang dalam keadaan baik-baik saja.


Bahkam Amel langsung bangkit dan berlari kearah suaminya.


" Hiiks, mas kamu baik-baik saja. Kenapa kamu pergi dan lari ninggalin aku! " Amel terisak dalam dekapan dada bidang suaminya. Bahkan Amel bisa mendengar dengan jelas degup jantung suaminya yang terasa begitu kencang. Begitupun Bayu dia bisa merasakan tubuh Amel yang bergetar.


" Heeei sayang, sudah sudah jangan menangis lagi. Maafkan mas, mas baik-baik saja. " Bayu mengusap lembut air mata Amel yang membanjiri wajahnya.


Dibelakang nampak Fatimah berjalan dengan cepat


" Papah Bayu! Kalian baik-baik saja? Mana orang itu, kamu ada maslah apa nak, kenapa sampai mambahayakan nyawamu dengan berlarian diajaln hum? " Fatimah terlihat begitu hawatir bahkan matanya berkaca-kaca.


Bambang dengan sigap merengkuh istrinya


" Tenanglah mah, semua sudah baik-baik saja. Orang itu sudah diringkus pihak yang berwajib. Mamah gak usah hawtir, papah dan bayu baik-baik saja. " bambang mengusap kepala fatimah dengan kasih sayang. Menenangkan istrinya dalam dekapanya.


" Ayo kita kedalam, sebentar lagi jam besuk habis. " ucap Fatimah yang sudah jauh lebih tenang saat ini.


" Astaga sampai lupa kesni mau jenguk Randi. " ucap Amel sambil menepuk keningnya. Tanpa Amel sadari wajah Bayu nampak murung. Ia masih saja merasa cemburu ketika istrinya menyebut nama Randi bahkan terkesan jika Amel sangat ingin bertemu Randi.


Bambang, Fatimah dan Amel berjalan beriringan masuk kedalam, sementara Bayu masih berdiri mematung. Dia menatap punggung istrinya dengan wajah sendu.


" Mas kamu nanti... "


Amel menggantung ucapanya kala ia tak menemukan keberadaan Bayu disampingnya.


Saat Amel menengok kebelakang Amel terkejut mendapati Bayu masih mematung dengan bibir mengerucut.


" Ya ampun mas, kenapa masih disitu ayo jalan! " titah Amel namun Bayu masih diam tak bergeming.


" Iish" Amel gemas melihat ekspresi yang ditunjukan suaminya, dengan sedikit berlari Amel menghampiri Bayu.


" Kenapa hem? " tanya Amel sambil menaikturunkan alisnya. Amel sudah tau gelagat suaminya yang tengaj cemburu.


" Tidak, tidak apa-apa." jawab Bayu masih dengan wajah datarnya.


" Yakin tidak ada apa-apa? " goda Amel semakin gemas karna Bayu semakin terlihat menggemaskan dimata Amel dengan bibir yang mengerucut.


" Huuuuft! Kamu ini tidak peka sekali mel?" Bayu menghembuskan nafas kasar. " Sudahlah, bukankah kamu sangat tidak sabar bertemu dengan mantan kekasihmu? " ucap bayu dengan mata menggerling.


Pffftttttt


Amel membekap mulutnya, Bayu dengan terang-terangan mengutarakan kecemburuanya pada Randi adiknya.


" Jadi kamu masih cemburu mas? " gemas Amel


Cup cup tanpa aba-aba Amel mencium pipi kanan dan kiri Bayu dengan singkat stelah memastikan bahwa disekliling mereka tak ada orang yang memperhatikan.