Dinikahi Calon Kaka Iparku

Dinikahi Calon Kaka Iparku
Bab 54


Sampai pagi bayu dan tim dari kepolisian sama sekali tak menemukan keberadaan randi. Namun diperbatasan mereka menemukan jejak mobil yang baru saja melintasi medan terjal tersebut.


" Sebaiknya kita kembali dan istirahat saja dulu. Pencarian kita lanjutkan besok! " Bayu terduduk dengan lesu dibawah pohon besar dibatas hutan.


Mereka semua pulang dalam keadaan kecewa, pencarian mereka sama sekali tak membuahkan hasil. Seseorang yang menyelamtakan randi sama sekali tak terlacak keberadaanya. Namun dapat dipastikan mereka berjumlah banyak.


Stelah melewati perjalanan panjang Bayu mampir terlebih dahulu kekantor untuk mandi dan berganti pakaian. Dia tidak mau istrinya tau jika dia baru saja keluar dari hutan bukan pulang dari luar kota.


Bayu sempat mengecek pekrjaanya beberapa saat, stelah semua urusan dikantornya slesai bayu memutuskan untuk pulang.


Sesampainya dirumah bayu disambut dengan penuh haru oleh istrinya.


Greeeepp


" Mas ahirnya kamu pulang juga, entah kenapa aku sangat menghawatirkan kamu mas? Kamu baik-baik saja kan hem? Amel membolak balik tubuh suaminya melihatnya dari atas kebawah dan begitu pula sbaliknya.


Sikap Amel membuat bayu tersentuh, tanpa mengucap satu katapun bayu memluk istrinya dengan penuh kerinduan.


" Jangan hawatir, aku sudah kembali dan aku baik-baik saja. " bisik bayu ditelinga Amel dan kemesraan mereka disaksikan oleh bambang dan fatimah yang berada di belakang Amel.


Mereka sama sekali tak menyadari jika orangtuanya ada diantara mereka.


" Ekheem. " Suara bambang membuat Amel melepaskan pelulanya.


" Hem, mah pah mas bayu baru saja sampai. " ujar amel untuk nenutupi rasa gugupnya.


" iya sayang kami melihatnya dari tadi, iya kan pah? " Fatimah memperhatikan wajah amel yang sudah semerah tomat.


Bambang menatap Bayu dan berusha bertanya melalui isyarat. Karna masih ada Amel disitu bayu hanya menjawabnya dengan kedipan mata.


" Bagaimana keadaan anak-anak dady? " bayu mensejajarkan dirinya agar sejajar dengan perut istrinya.


Bayu mengusap lembut perut Amel yang masih rata, fatimah begitu terharu melihat bagaimana putranya memprlakukan istrinya dengan baik.


Sementara ditempat lain kini randi baru saja tiba disalah satu gedung kosong yang ada diperbatasan kota. Letak gedung tersebut sangat terpencil. Dahulu kala gedung itu digadang-gadang akan dijadikan Kantor pemasaran sebuah hunian. Namun saat pembangunan baru saja dimulai banyak korban jiwa berjatuhan karena sarana dan prasarana yang tak memadai hingga ahirnya pembangunan itu diberhentikan dan tempat itu jadi terbengkalai.


" Jeje, trimakasih sudah bersedia membantuku. " Randi mendekat jesica membalikan badan dan mengisyaratkan anak buahnya untuk meninggalkan mereka berdua.


" Jangan bertrimakasih dulu ran, semua ini tidak gratis! " Ucap jesica dengan seringai yang menyeramkan.


" Apa yang harus aku lakunan je? " merasa berhutang budi randi bertekat akan membantu jesica dalam hal appun saat jesica membutuhkanya.


Jesica mendekat dan membisikan sesuatu ditelinga Randi. " Apa itu tidak terlalu beresiko je? " randi sedikit meragukan usulan jesica yang menurutnya sangat extrim.


" Jika kamu ingin mendapatkanya lagi kamu harus siap melakukan ini randi! " suara jesica mulai meninggi dan stelah berfikir cukup keras ahirnya randi mengikuti apa yang disaarnkan oleh jesica.


Dilain tempat Laily dan aswatama baru saja melihat berita, mereka cukup terkejut dengan kabar kaburnya randi dari tahanan.


Bahkan aswatama sampai menelfon kestasiun tv yang menyiarkan berita tersebut untuk menanyakan apakah berita itu benar atau hanya berita bohong.


" Papa gimana pa, apa benar berita mengenai randi pa? " Bahkan laily merasa begitu panik hingga membuat dadanya terasa sesak. Dari pertemuan terahirnya dengan randi, mereka sedikit merasa trauma.


Mereka tau bagaimana perangai randi, aswatama juga menghawatirkan keslamatan putrinya. Mereka takut jika kburnya randi itu ada hubunganya dengan Amel putrinya.


" Benar ma, gimana ini? Apa kita perlu bawa amel keluar kota atau bahkan keluar negri? " Asawtama sudah membayangkan hal yang tidak-tidak. Laily mencoba menenangkan suaminya.


" Paah, jangan begitu. Amep punya suami dan keluarga juga. Kita tidak bisa seenaknya membawa dia pergi. Mama yakin jeng fatimah dan pak bambang akan menjaga putri kita dengan baik. " ujar Laily.


" Jangan lupa ma, randi juga putra mereka. "'Aswatama berdiri dan berjalan kearah jendela. Matanya lurus memandang hamparan taman bunganya yang berwarna warni.


" Pah, meskipun randi putra mereka tapi amel juga istri dari putra mereka yang lain. Ada bayu pa, papa jangan melupakan dia. Dia pasty akan melindungi putri kita mama yakin itu. " Ucapan laily terdengar begitu menenangkan, Aswatama menghela nafas kasar.


Matanya menerawang jauh, teringat bagaimana sikap Bayu dan randi yang sangat bertolak belakang.


" Kita kerumah Amel ma? Papa ingin bertemu dan memastikan sendri jika dia baik-baik saja.


Stelah memutuskan pergi mereka bersiap dan langsung menuju kerumah putrinya.