
Saat itu juga Bayu memutuskan untuk mendatangi keberadaan Amel. Tak btuh waktu lama untuk Bayu sampai ketempat itu. Tepat jam 3 pagi Bayu sampai ke penginapan Amel.
Dengan tergesa-gesa Bayu menuju tempat itu, Bayu bertanya pada petugas yang berjaga disitu tentang keberadaan Amel. Awalnya mereka menolak memberitahukan dikamar mana Amel berada namun stelah Bayu mengatakan semuanya dan dengan sedikit trik yang Bayu lakukan kini dia diizinkan masuk dan bahkan Bayu mendapatkan kunci cadangan kamar Amel.
" Yeees, aku udah dapat kuncinya. Amel pasti terkejut saat membuka mata nanti aku udah ada disampingnya." Gumam Bayu sembari berjalan menuju kekamar Amel.
Stelah sampai didepan pintu Bayu melihat kuncinya lagi dan memastikan nomor kamarnya. " Nomor 213,ya benar ini nomornya. Semoga Amel sedang tertidur pulas jadi dia gak akan sadar pas aku masuk." gumam Bayu dengan seringai diwajahnya.
Bayu perlahan membuka masukan konci itu dan membukanya dengan perlahan.
Klek klek
Cklek
Bayu membuka pintu dan masuk kedalam kamar itu dan menguncinya lagi dengan pelan agar tak menimbulkan suara.
" Ko gelap, ini gimana caranya aku mastiin ini kamar Amel apa bukan. Aku takut salah, kalau ini ternyata bukan Amel gimana dong. Aku bisa digebukin nih! " Bayu cekikikan sendri, dia merasa konyol dengan apa yang dia lakukan.
" Ahaaa, aku ada ide! " gumam Bayu sembari mengambil ponsel dan menyalakan sentenya.
Bayu mendekat kearah Amel, wanita itu tidur dengan posisi membelakangi pintu. Bayu berputar arah melihat wajah istrinya dalam cahaya remang dari ponselnya.
Bayu tersenyum bahagia saat melihat wajah istrinya, namun senyum Bayu mendadak redup saat melihat Banyak tisu berserakan didalam kamar itu. Itu menandakan jika Amel menangis terus sbelum ahirnya dia tertidur.
Tanpa menunggu waktu lama Bayu perlahan mendekat kearah Amel, kemudian naik dengan sangat hati-hati keranjang itu.
Greep, Bayu memeluk Amel dari belakang, Bayu memeluk erat istrinya. Amel sama sekai tak menyadarinya. Bayu terus saja memeluk Amel bahkan ia tak tidur hingga waktu subuh datang.
Tiba-tiba Bayu merasakan jika Amel terbangun.
" Aku terlalu merindukan kamu mas, terbiasa tidur disamping kamu bahkan saat jauhpun aku merasakan pelukanmu." gumam Amel masih dengan mata terpejam
" I Love U, " Bisik Bayu ditelinga Amel.
" Ya Tuhan, bahkan aku sperti mendengar suaramu disni mas! Ini sperti nyata aku merasakan hangatnya hembusan nafasmu." Hiks hiks tubuh Amel bergetar dan Amel menangis namun matanya masih terpejam. Ia merasa jika ia hanya bermimpi.
Bayu makin mengeratkan pelukanya, mengecup tengkuk leher Amel dari belakang
" Maaf, sudah jangan nangis lagi, Mas disini sayang." Bisik Bayu lagi ditelinga Amel
Mas Bayu, Amel baru tersadar saat melihat kebawah ada tangan yang melingkar diperutnya dan dia merasakan hembusan nafas Bayu dibelakangya. Aroma maskulin has suaminya itu tercium dihidung Amel. Amel perlahan membalikan badanya, menghadap suaminya hingga kini posisi mereka berhadapan dan wajah mereka juga berhadapan. Bahkan hidung mereka menempel saking dekatnya.
Sepersekian detik berikutnya Amel melonjak mundur dan memukul dada bidang Bayu bertubi-tubi.
" Untuk apa kamu datang mas, kamu sudah menyakitiku. Pergi saja kamu mas pergi dengan wanita itu saja, pergi! " berang Amel sambil terisak dan tanganya terus memukuli Bayu.
Bayu hanya diam dan membiarkan Amel meluapkan semua amarahnya. Stelah itu Bayu menangkap tanyan Amel, memegangnya dengan erat. Amel berontak namun Bayu sama sekali tak melepaskan itu.
" Lepasin aku mas, lepasin! Bukankah kamu tidak mencintaiku mas, kamu selingkuh. Kamu lebih memilih wanita itu!" Hiks hiks Amel histeris dan terus saja meracau.
Bayu menarik Amel dan mendekapnya dengan erat.
" Kamu jahat mas, jahat! Ucap Amel namun suaraya sudah melemah.
" Menangislah sayang, menangislah! Luapkan semuanya disni. Luapkan semua kemarahanmu, kesedihanmu dan rasa kecewamu." ucap Bayu dengan lembut
Amel meraung, meluapkan semua tangis yang berusha ia tahan. Bahkan Amel menggigit dada Bayu dengan keras.
" Heei sayang kamu mengigitku, kamu marah atau lapar hum? " ucap Bayu sembari mendongakan wajah amel agar menghadpnya.
Amel tak bisa mngatakan apa-apa lagi, kemudian amel berhambur kepelukan suaminya lagi.
" Kenapa kamu kesni mas? Bukankah kamu mencintai wanita itu?" hiks hiks Amel terisak lagi, namun tak seperti tadi. Kali ini jauh lebih terlihat tenang.
" Mas menyusul istri mas yang kabur dari rumah, mas tau istri mas takan bisa tidur tanpa pelukan dari mas. " ucap Bayu sambil menahan kekehanya saat melihat ekspresi Amel yang nampak menggemaskan itu.
" Iissh nyebelin banget sih! " ucap Amel sembari mendorong dada bidang suaminya.
" Heei, mas kan belum menyelesaikan ucapan mas. Siapa bilang mas tidak mencintai kamu dan siapa bilang mas mencintai wanita itu? Asal kamu tau mas hanya mencintai satu wanita Amelia Fransisca. " ucap Bayu dan kemudian mendekap Amel lagi dengan erat.
" Maafkan mas ya sayang, semua itu hanya salah faham. Mas sudah menyelidiki semuanya dan ternyata ada yang sengaja menabuh genderang perang pada mas. Kamu tidak perlu hawatir lagi ya sayang. I LOVE U. " ucap Bayu
" Kamu yakin mas? Terus tentang fitnah foto-fotoku? " tanya Amel dengn serius.
" Itu juga sayang, ada orang yang sengaja masuk kerumah kita dan melakukam itu." Jleas Bayu yang melihat kebingungan diwajah Amel.
" Apaaaa! Jadi ada orang yang sengaja menjebakku? Siapa mas siapa? " Amel nampak terkejut dan dia mengguncang bahu suaminya untuk memastikan itu.
" Suahlah sayang, biar itu jadi urusan mas. Yang penting sekarang mas udah disni, mas percaya kalau istrimas itu setia dan hanya mencintai mas. " ucap bayu dan mengedipkan salah satu matanya
" Isssh, siapa bilang aju mencintai kamu mas!" Ucap Amel dengan mata menggerling.
" Berati kamu tidak mencintai mas hem, katakan, ayo katakan!" Ucap Bayu sambil menarik wajah Amel dan kini Bayu mendekatkan bibirnya ke bibir Amel. ******* bibir ranum istrinya dan mencecapnya.
Amel membalas pagutan itu bahkan kini kamar itu tampak hening dan hanya terdengar decapan decapan yang dihasilkan dari dua insan yang tengah berpagut melpaskan kerinduan.
Haaaahh haaah haah
Nafas keduanya tersengal saat mereka sudah melepaskan pagutannya itu.
" Ini yang kamu bilang tidak mencintaiku sayang?" ucap bayu sambil mengusap bibir Amel dengan ibu jarinya.
Amel tersenyum dan menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah tomat itu diatas bantal.
Adzan subuh berkumandang, Amel dan Bayu bergegas membrsihkan diri dan menjeda kegiatan mereka. Mereka berdua melaksanakan kewajiban sebagai umat.
*****
Sementara Fatimah selepas subuh langsung bersiap untuk langsung kerumah Amel dan Bayu.
" Mah, mamah yakin mau kesana sekarang? " tanya Bambang saat melihat istrinya bersiap.
" Iya pah, semalaman mamah gak bisa tidur dan mamah hawatir dengan keadaan Amel pah. Dari pada mamah terus-terusan gelisah mending mamah kesana aja sekarang. " ucap Fatimah dengan wajah yang memperlihatkan kehawatiranya.
Bambang menggelengkan kepalanya dan tersenyum kearah sang istri. Fatimah menyengritkan keningnya, merasa heran dengan ekspresi suaminya.
" Kenapa pah, ada yang lucu? Tanya fatimah pada suaminya.
" Iya mah, Amel itu bersama suaminya loh. Mamah hawatir sekali. Amel juga bilang dia udah minum obat. Mamah posesif sekali sama anak perempuan mamah. Perasaan kalau Randi atau Bayu yang sakit mamah gak gitu amat." goda Bambang
Mata fatimah membulat sempurna mendengar ucapan suaminya.
" Heeeei, jangam bilang papah cemburu karna mamah begitu mengistimewakan menantu kita? " ucap fatimah dengan ekspresi yang menggemaskan menurut Bambang.
" Biarin, Amel emang kesayangn mamah sekarang. Jadi kalau papah gak mau anter gapapa, mamah bisa pergi sendiri." kini fatimah berjalan cepat meninggalkan kamarnya. Sementaa Bambang tertawa keras melihat istrinya yang panik mendengar Menantunya sakit, bahkan semalaman Fatimah tak bisa memejamkan matanya.