Dinikahi Calon Kaka Iparku

Dinikahi Calon Kaka Iparku
Bab 43


Setelah memutar vidio itu berulang kali dan memastikan kebenaranya Bayu semakin jelas jika wanita itu Jesica.


Spintas Bayu baru tringat bahwa sudah cukup lama mereka tak betinteraksi.


" Bagaimana sodara Bayu dan Amel, apa kalian mengenali salah satu diantara mereka? " Tanya petugas kepolisian sambil menyiapkan pena dan kertas jika mungkin ada sesuatu yang bisa ia catat saat menggali informasi dari bayu dan amel.


Bayu menetap Amel sejenak, Amel mengangguk seakan faham jika suaminya meminta persetujuan darinya.


" Saya mengenali dia pak, dia mantan kekasih saya. Emmm.. Apa boleh jika saya bertemu denganya dulu. Saya ingin menanyakan ini secara langsung. Jika nanti terbukti dia terlibat atau bahkan dia dalangnya silahkan bawa dia kesel. " ada raut kekecewaan dalam diri Bayu.


Amel menatap suaminya dengan tatapan yang sulit diartikan. " Kenapa mesti menemuinya sendri mas, sudah bisa ditebak dia dalang dari semua ini. Apa kamu masih mencintainya mas? " Kini hati dan fikiran Amel diliputi berbagai pertanyaan.


" Jika memang itu diperlukan silahkan, tapi jika dia dinyatakan bersalah tolong jangan halangi kami untuk membawanya kesel. " Ucap petugas itu.


Amel masih saja terdiam hingga ia tak mendengar saat suaminya mengajaknya pulang.


" Meeel! suara Bayu terdengar sedikit keras, karna bayu sedikit meninggikan volumenya.


" I-iya mas kenapa? " dengan gugup Amel menoleh kearah suaminya yang ternyata sudah berdiri dari tempat duduknya.


" Kita pulang sayang, mamah kirim pesan Randi dirumah sakit. " Bayu menarik tangan Amel dan berjalan cepat meninggalkan kantor polisi.


Entah kenapa sejak melihat jesica dalam vidio itu Bayu terlihat gelisah.


" I-iya mas, em apa kita perlu beli sesuatu untuk dibawa kerumah sakit? Untuk papah mamah mungkin, atau untuk... " Amel menggantung ucapanya, kemudian melihat kearah suaminya. Melihat ekspresi suaminya.


Bayu terlihat cuek, bahkan ia tau Amel menatapnya begiu lama. Namun bayu sama sekali tak merespon. Sebenarnya pikiran bayu tengah berkelana entah kemana. Dia masih menerka-nerka, tentang tindakan yang jesica lakukan.


" Apa benar jesica dalang dibalik semua ini? Tapi bukankah dia bisa menerima pernikahanku, aku bahkan sudah lama tak bertukar kabar atapun bertemu denganya. " Hingga sampai didepan mobil pun bayu tetap melamun hingga ia tak melihat jika didepanya ada seseorang yang kebetulan juga sedang tak fokus dengan jalanya.


Braaak


Awaaah


"Maaf maaf, maaf gak sengaja! Mba gak papa?" ucap bayu sambil mengambil paper bag milik orang tersebut yang terjatuh. Saat wajahnya mendongak bayu dan orang tersebut sama-sama terkejut.


Bayu..


Jeje..


Jesica hendak menghindar namun Bayu mencekalnya dengan menarik tanganya.


" Tunggu aku je, aku perlu bicara. " Ucap Bayu sambil tanganya menarik jesica agar posisinya berhadapn denganya.


" Aku buru-buru lain kali saja! " jesica berusha melepaskan tanganya dari bayu, namun bayu memegangnya dengan kencang hingga Jesica tak bisa sama sekali menarik tanganya untuk menjauh.


" Sakiit bay! " teriak jesica.


" Kalau tidak mau sakit tolong diam! " ucap bayu denyan kasar. Sesaat bayu lupa jika ada Amel berada dibelakangya. Amel diam mematung melihat jesica dan bayu didpanya. Saat jesica melihat kearah amel jesica tersenyum licik kearah Amel.


" Dasar perempuan ular, kamu fikir aku tidak tau akal bulus kamu. " Amel berjalan mendekat kearah suaminya.


Sayang


Panggil Amel saat sudah berada disamping Bayu.


Naas, nasib baik memang sedang berpihak pada Amel dan bayu. Amel yang melihat gelagat Jesica yang hendak kabur langsung menjulurkan kakinya hingga saat jesica hendak berlari justru tersandung kaki Amel dan terjatuh.


Aaaawh, Jesica mengaduh saat lututnya harus membentur lantai parkir, itu membuatnya sedikit memar.


" Uuups sakiit yaa, maaf tapi memang sengaja. Hiihiii " Amel terlihat menggoda dan mengejek Jesica, dan itu sukses membuat jesica semakin berang dan hendak melayangkan pukulan pada Amel dengan tasnya.


Bayu dengan sigap mencekal tangan jesica dan tanpa ba bi bu bayu langsung menyeret paksa jesica masuk kedalam kantor polisi.


" Lepasiiin bay, lepasin. Kamu ini ap-apaan sii. Ini dikantor polisi loh! Aku bisa laporin kamu dengan tuduhan penganiayaan!" Ancam jesica yang membuat bayu menoleh dan menatapnya dengan tatapan nyalang.


" Tadinya aku berniat ingin bicara baik-baik denganmu dan ingin membuat kesepakatan dengan kamu. Tapi melihat sikap kamu yang seprti ini, aku menyesal sudah berniat mencabut laporanku! " Ucapan bayu sukses membuat wajah Jesica memerah karna panik dan syok mendengar perkataan jesica.


" Maksud kamu apa bay? " tanya jesica dengan suara bergetar.


" Maksud suamiku silahkan persiakan diri kamu untuk menginap dihotel bintang lima ini! " tegas Amel semkin membuat jesica panik.


" Diam kamu wanita bodoh! " teriak jesica membuat bayu semakin geram.


" Siaaal, niatku kesni mau jenguk bastian malah justru jadi mengantarkan diri sendri masuk bui. Ini bayu beneran udah tau kalau aku dalanynya? Brengsek! Jangan-jangan bastian buka mulut, dasar ember gak bisa diandelin. Awas aja dia! " jesica terus bergumam dalam hatinya. Namun otaknya yang licik sedang berfikir dengan keraas bagaimana caranya membela diri agar tak masuk penjara. Mau membenask


" Pak polisi, ini saya sudah membawa sendiri penjahatnya kesni! " teriak bayu saat sudah berhasil masuk lagi kekantor polisi.


" Bayu, tunggu sayang kamu salah faham. Ini jelasin dulu kenapa kamu bawa aku kesni. " jesica berusha membuat agar bayu melepaskanya.


******


" Randi, bangun nak ini mamah sama papah udah disni. " fatimah mengusap puncak kepala randi dengan lembut. Sementara salh satu tanganya terus menggenggam tangan putranya.


Bambang duduk merenung disofa yang ada diruangan itu. Kendati randi seorang tahanan, namun fatimah dan bambang meminta pihak rumah sakit menyediakan ruangan VVIP untuk putranya dan atas izin dari pihak kepolisian namun tetap dengan dampingan dan penjagaan ketat dari kepolisian.


" Ma-maah " Ucap randi terbata saat membuka mata dan melihat wajah wanita yang sudah melahirkanya susah berlinang air mata.


" Paah, randi bngun paah! " fatimah nampak berbinar saat mlihat putranya sudah membuka mata.


" Randiii! " bambang mendekat dan tersenyum kearah putranya. " Kenapa jagoan bisa tumbang dan masuk rumah sakit hum? " ucap bambang sambil menepuk-nepuk wajah putranya.


" Jagoan juga manusia pah! " ucap randi dengan senyum dibibirnya.


" Apa kamu tak makan dengan baik selama disana, Kenapa tubumu tinggal tulang saja. " keluh fataimah disela ucapanya.


" Disel gak ada Spageti mah. " Rendra tertawa tanpa humor.


" Mana ada disel makanan enak. Kamu itu ada-ada saja! " fatimah jadi tertawa dengan mendengar ucapan Randi.


" Maaah apa aku boleh minta satu permintaan? " ucap randi. Tatapan matanya penuh dengan pengharapan pada kedua orangtuanya.


" Asal jangan Aneh-aneh pasti mamah kabulin. Iya kan pah? " fatimah melihat kearah suaminya.


" Iya nak, memangnya apa?" Perasaan bambang mendakak tidak enak.


" Emm Akuuu ingin......