Dinikahi Calon Kaka Iparku

Dinikahi Calon Kaka Iparku
Bab 14


Serangkaian acara tlah selesai smua anggota keluara memutuskan untuk pulang trkecuali pasangan pengantin baru itu. Mereka trpaksa harus memakai fasilitas yang sudah dprsiapak pihak hotel.


Dikamar persident suite itu trpat ranjang dengan ukuran king zise dengan taburan bunga mawar merah yang sangat indah dibentuk menjadi love ditengahnya.


Bahkan saat memasuki kamar itu Amel bisa mencium lilin aroma terapi yang sangat menenangkan. Andai kata mereka adalah pasangan yang saling mencintai sudah pasti kamar ini akan menjadi kamar pengantin yang sangat indah.


Apa lagi pemandangan yang ada dibawah sana. Taman kecil dengan bunga-bunga yang bermekaran sungguh sangat memanjakan bagi siapa saja yang memandangnya.


Sayangnya mereka menikah karna paksaan sehingga kamar seindah itupun tak membuatnya trlihat menarik.


"Mas bayu ma'afkan aku."


Ucap amel tanpa melihat kearah bayu. Tatapanya nampak lurus kedepan sana entah apa yang ia lihat dibawah ssna.


" Untuk apa minta maf amel, bahkan kamu juga sama trlukanya. Untuk itu bersediakah kamu membuat kesepakatan dalam hubungan ini brsamaku?" ucap bayu


Amel sedikit menoleh, melihat keseriusan dari lawan bicaranya, seperskian detik berikutnya Amel kembali menatap kebawah sana.


" Kesepakatan apa?"


" Jika dalam 3 bulan aku belum bisa menerimamu atau sebaliknya bisakah kita brpisah?"


Amel menyengritkan dahinya, kmudian trsenyum tanpa humor. "Bahkan jika kamu mau memintaku brpisah 1 bulan stelah ini akupun brsedia mas."


Aku tau kamu punya kekasih,, wanita itu bahkan datang tadi siang kan?" Ucap amel pada ahirnya


" Ameeel! Kamu tau hal itu?" Bayu nampak terkejut.


" Iya mas aku tau, tanpa kamu jelaskan tatapan kalian sudah membuatku mengrti." terang Amel pada Bayu


" Lalu?" tanya Bayu kemudian.


"Apa lagi mas, kamu bebas melakukan appun jangan merasa trikat dengan prnikahan ini. Aku tau kalian saling mncintai dan aku tak mau membuat wanita itu trluka." Ucap Amel dengan wajah tertunduk


" Huuuft! Aku memang mncintainya mel, aku dan dia sudah menjalani hubungan kami selama satu tahun." Bayu terlihat menghela nafas sebelum melanjutkan ucapanya.


"Tapi aku sudah memutuskan untuk tak lagi bersamanya mel.. Meskipun aku tak mencintai kamu namun aku tak mau memberikan noda dalam ikatan suci pernikahan. Pernikahan kita memang atas dasar paksaan, Namun.. " Bayu kini menatap Amel dengan serius


"Apa mas?" Amel nampak penasaran


" Ikatan kita suci dimata Tuhan mel." Bayu bahkan kini duduk didekat amel, ikut serta melihat pemandangan dibawah sana.


" Aku akan melakukan semua tugas dan tanggungjawabku sebagai seorang suami tapi untuk hal yang lain aku tidak bisa. Kamu pun demikian aku rasa."


Bayu menolehe menatap wajah amel dengan tatapan yang entahlah,susah untuk diartikan.


"Hal lain? "Amel brtanya, ia bahkan tak faham akan maksud dari ucapan bayu.


" apa kamu tidak faham mel?" tanya Bayu lagi


Amel hanya menjawab dengan gelengan kepala saja.


Amel mendongak,menghela nafas kmudian kembali menatap kebawah san. " Aku juga tak mengharapkan itu mas."


" Heeem baiklah. Akupu akan melakukan hal yang sama, memnuhi kewjiban dan tanggungjawabku sbagai seorang istri. Stidaknya saat kita memutuskan untuk brpisah ada sesuatu hal yang bisa kita kenang dalam prnikahan kita." Terang amel pada Bayu


" okee deal!" Bayu mengajak Amel berjabat tangan


"Deal! " Ucap Amel kemudian


Mereka berjabat tangan, bahkan kini Bayu nampak trsenyum kearah Amel, Amelpun membalas senyuman itu dengan manis.


" Ya sudah, mandilah ganti pakaianmu nanti kita turun buat makan malam." titah Bayu pada gadis yang beberapa saat lalu menjadi istrinya


" Emm. " ucap Amel,


Amel hendak menuju kamar mandi, saat ia membuka pintu bayu memanggilnya lagi.


Ameel


" Iya mas" Amel menengok dan melihat kearah pria yang kini telah menjadi suaminya.


"Berdamailah dengan kenyataan, akupun sedang berusha untuk itu." Ucap Bayu tanpa menoleh kearah Amel


Tanpa menjawab Amel masuk kekamar mandi dengan senyum hangatnya.


Sementara Amel membrsihakan diri bayu brusha menghubungi Jesica, Bayu membuka blokiran pada nomor Jesica.


Bayu tak berniat menelfon karna ia masih belum siap untuk mendengar suara wanita yang ia cintai itu.


" Temui aku besok jam satu siang dikafe dekat rumah "


Selang beberapa menit jesica yang tengah online rupanya langsung membalas.


" Okee sayang." Balas Jesica


Stelah membaca pesan dari Jesica Bayu mematikan lagi ponselnya dan meletakan itu dinakas samping tempat tidur.


Didalam kamar mandi Amel smpat termenung, ia tringat akan ucapan yang Bayu sampaikan padanya beberapa saat lalu.


" Mas Bayu benar, meskipun aku menikah karna terpaksa tapi pernikahan ini sah dan suci dimata Tuhan. Aku tak mau memprmainkan prnikahan. Smoga aku bisa menerima ini smua dengan ihlas."


Kalau memang dalam 3 bulan baik aku atapun mas bayu sama-sama tak bisa membuka hati maka kami akan langsung brpisah. Stidaknya ada hal baik yang bisa aku kenang denganya. " Amel bergumam seorang diri didalam kamar mandi.


Stelah selesai mandi dan berpakaian Amel lantas keluar dan kini bergantian Bayu yang mandi. Duapuluh menit bayu berada dalam kamar mandi.


Stelahnya mereka memutuskan turun untuk makan malam yang sudah disediakan oleh pihak hotel.


Ditempat lain kini Jesica tengah menyusun rencana agar bisa membuat Bayu tetap berada dalam jeratnya