Dinikahi Calon Kaka Iparku

Dinikahi Calon Kaka Iparku
Bab 12


Segala persiapan prnikahan sudah selesai, kendati acara prnikahan digedung namun baik dirumah keluarga Bambang dan Aswatama kini ramai dikunjungi kerabat mereka yang datang dari luar kota.


Rumah Aswatama bahkan didekor sedemikian rupa guna menyambut kedatangan sanak saudaranya, Catering juga sudah dipesan untuk menjamu para tamunya.


Dikamarnya Amel masih mengurung diri ia enggan keluar karna ia tak sebahagia calon pengantin pada umumnya.


Amel bahkan tak brsemangat karna prnikahan ini bukan lagi prnikahan yang dia dambakan brsama kekasihnya, pernikahan ini kini menjadi pernikahan yang dilakukan atas dasar keterpaksaan demi reputasi keluarga dari kedua belah pihak.


Demi menutup muka didepan para rekan bisnis, kolega, keluarga dan para tetangga maupun sodara.


Sodra Amel memang tak mendapat undangan mereka hanya diberitahu lewat sambungan telfon jika Amel akan menikah, namun mereka tak tau dengan siapa dan seprti apa wajah serta nama dari calon suami Amel.


Laily merasa tidak enak lantaran para sepupu dan kluarga yang lain menanyakan amel.


Tok tok tok


"Amel sayang Boleh mama masuk nak?"


Ckleek


Amel membuka pintu tanpa menoleh kearah sang ibu dan tanpa sepatah katapun, ia kembali meringkuk dalam ranjangnya.


Kamar itu tak nampak seperti kamar pengantin, berantakan bahkan slimutpun berserakan dilantai, meja rias yang nampak kacau serta tisu bertaburan dimana-mana.


Laily paham akan kekacauan ini, ia tak menanyakan appun pada putrinya.


Laily hanya mengela nafas serta mengurut dadanya.Ia pun merasa sesak dengan apa yang putrinya alami, namun laily brusha brsikap biasa saja ia menutupi smua duka yang ia rasakan. Itu agar ia tak trlihat rapuh didepan sang suami dan putrinya.


"Sayang ayo mandi, bersiap pake pakean yang bagus dandan yang cantiik." Laily brbicara seraya mendekat dan mengusap kepala sang anak.


" Emmmh bau acem!" Ucapan laily dibuat selembut mungkin. Bahkan ia sambil trsenyum dan brsikap hangat pada sang putri, ia tak mau putrinya merasa smakin buruk moodnya.


"Males maah, aku mau dikamar saja." Amel malah kini brsembunyi dibalik selimut.


" Anak gadis gak boleh jorok iih amel! Apa mau mama mandiin lagi kaya dulu? Hem hem" Laily ikut masuk kedalam selimut dan menggelitik perut amel.


Sktika tawa diwajah amel langsung terlihat.


" Mamaaaaa!! "


Rengek amel dengan suara khas manjanya.


" Heeem " Laily malah semakin erat memeluk Amel, tanpa Amel tau wanita yang sudah melahirkanya itu meneteskan airmata dibalik punggung Amel karna saat ini Amel meringkuk membelakangi Laily.


" Buruaaan mandi ayooo!" Tangan Laily dengan jahil menggltiik pusar Amel yang terbuka.


"Iya iyaa ini mau mandiii. Udahan glitiknya maa geliii ah." Amel brucap seraya bangun dan keluar dari balik slimutnya, ia berjalan dengan gontai menuju kamar mandi.


Laily hanya mentap punggung putrinya, mengusap airmatanyaa. Kemudian merapihkan kamar itu.


" Ameeel sayang. Mama bantu siapkan pakean kamu ya naak?" Triak laily dari luar.


"Iya maaaa.. Cariiin baju yang simpel aja ya maaah." Sahut amel dari dalam kamar mandi.


Tak sengaja laily menemukan ponsel Amel yang menyala, wallpepernya masih fotonya bersama Randi.


Semoga kamu bisa melupakan Randi nak. Bayu anak yang baik kamu pasty takan menyesal menikah dengan dia.