
Stelah makan malam mereka memutuskan untuk kembali kekamar. Karna memang tak ada yang special bagi mereka dan rasa lelah yang sangat terasa hingga mereka lebih memilih untuk istirahat.
Ckeleek
Amel yang lebih dulu membuka pintu..
Disusul Bayu dibelakangnya.
" Tidurlah dikasur mel, biar aku yang disofa." Bayu berjalan mengambil slimut dan bantal.
"Mas, " panggil Amel pada suaminua
" Yaaa mel, " jawab Bayu sembari melihat kearah Amel
" Tidur disini saja, nanti badan mas sakit-sakit itu sofanya tak sepanjang tubuh mas." Ucap Amel seraya menunjuk arah sofa disampingnya.
" em apa kamu tidak keberatan?" tanya Bayu
Amel hanya menggeleng saja
" ya sudah,, ini guling pembatas ya mel. Kalau tengah malam kamu merasa tidak nyaman ada aku disni jangan dipaksakn ya.! Bangunkan aku dengan cepat." titah Bayu
" Emm, " Jawab Amel tanpa menoleh kearah suaminya.
Amel menarik slimut dan brusha memejamkan mata.
Bayu perlahan mendekat dan tidur disamping Amel dengan bantal sebagai pembatas ditengah-tengah mereka.
Keduanya begitu gugup bahkan detakan jantung mereka sangat kencang seakan terdengar ditelinga masing-masing.
" Aduuh ko jadi panas dingin gini siih? Gimana yaa? Huuuft padahal takan trjadi sesuatu diantara aku sma mas Bayu tapi rasanya ko gugup gini.Amel nampak gelisah. Namun ia tak bisa berbuat banyak.
Gimana nanti kalau aku tidurnya ngorok? Gimana nanty kalau aku ngiler atau bahkan mengigau. Iuuuuh malu banget pasti!
Huuh tenang amel, tenang kamu adep kiri aja biar mas bayu gak liat wajah kamu, eeeh tapi kalau aku kentut gimana dooong!! "
Amel nampak gelisah dia berbicara sendri didalam hati.
Tak jauh berbeda dengan Bayu yang juga merasa gugup. Bahkan pria bertubuh atletis itu nampak berkeringat, ia lantas menaikan suhu ac dikamar itu.
" huuuh mendadak ko kringetan gini siii.. Padhal kan kamar ini full ac. Masa iya harus buka baju malu dong sama amel. Meskipun aku tidak mencintainya tapi. Masa ia aku telanjang dada didepan dia. Nanti amel bakal mkir apa. Siaal mana bisa aku tidur kalau gini.
Keduanya pun sama-sama berbalik dan tanpa disengaja tatapan mereka brtemu.. Amel buru-buru menarik slimut hingga menutupi semua badannya.
"Ekheeem, Meel Aku tau kamu belum tidur.Aku juga sama ko belum tidur. " ucap Bayu karna tadi sempat melihat Amel yang belum terpejam.
Amel membuka slimutnya sampai batas leher, melihat kearah suaminya sejenak.
" Kenapa mas?" heran Amel
" Gak papa mel. " Bayu bingung harus menjawab apa.
Karna keduanya sama-sama tak bisa tidur ahirnya mereka memutuskan untuk mengobrol.walapun tidak saling mencintai mereka memutuskan untuk berteman dan brusha menerima satu sama lain.
Meskipun kedepanya mereka tak pernah tau akan sprti apa stidaknya mereka brusha menerima smua ini untuk smentara, toh tidak ada salahnya berteman dengan pasangan kita.
Hingga jam tiga pagi mereka baru merasa mengantuk dan sama-sama trtidur namun mereka lupa akan pembatas yang sudah mereka buat.
****
Pagi-pagi sekali mereka memutuskan untuk sgera pulang dan Amel langsung diboyong kerumah Bayu karna Bayu memang sudah tinggal dirumahnya sendri.
tepat jam satu siang Bayu memutuskan untuk pergi, ia menepati janjinya pada Jesica.
" Meel aku pergi dulu, ma'af harus meninggalkanmu sendri, aku cuma sbentar mungkin 1-2 jam aku baru kembali. Kalau butuh sesuatu jangan sungkan untuk kasih tau aku ya." Pamit Bayu pada istrinya
" I-ya mas hati-hati amel mencium tangan bayu dengan singkat.
Bayu trsenyum tipis nyaris tak trlihat, mendapati perlakuan Amel demikian.
" trimakasih mel.
Meskipun kamu tidak mencintaiku tapi kamu menghargai aku sebagai suamimu, akupun akan melakukan hal yang sama. Menghargai dan menghormatimu sebagai istriku aku akan brusha untuk tidak menyakitimu."
Gumam bayu dalam hati seraya melangkah meningglkan istrinya itu seorang diri.
" heem
Rumah sebesar ini mas bayu tinggal sorang diri. Bahkan ia tak punya asisten rumah tangga?
Apa mas bayu selama ini makan diluar terus yaa? " monolog Amel
Amel yang bingung lantas menju dapur berharap menemukan sesuatu yang bisa ia olah, stelah menemukan letak dapur Amel lantas mebuka kulkas didepanya.
Sesuai dengan harapan, kulkasi itu full bahan-bahan makanan dan juga buah-buahan.
"Waaw kulkasnya penuh. Apa mas Bayu menyuruh sesorang untuk mengisinya pagi tadi, tapi masa iya si satpam yang belanja gak mungkin kan? Au ah mau siapa yang belanja , dari pada bingung aku mau masak buat makan malam aja kalu gitu."
Eeem, Tapi. Masak apa ya enaknya? Aduuuh nanty kalau mas Bayu gak suka gimana dong! Amel malah dibuat pusing dengan menu yang akan ia buat untuk ia makan dan suaminya malam nanti.
Stelah cukup lama trmenung Amel memutuskan untuk masak rendang ayam dan membuat beberapa tumis serta puding mangga sebagai dessertnya.
****
Sementara Bayu kini sudah berada dikafe dekat komplek rumahnya, ia sedang menunggu jesica disana.
Sbenarnya Jesica sudah sampai namun dia bersembunyi dulu, jesica ingin memastikan kalau bayu datang seorang diri.
Stelah memastikannya kemudian Jesica muncul namun sblum dia muncul dia sempatkan untuk merapihkan dulu makeupnya, stelah dirasa cukup ia keluar dari persmbunyianya..
" hai mas, Lama nunggunya? Maf tadi macet dijalan." Sapa Jesica saat menghampiri Bayu dimejanya.
"Belum trlalu lama ko, silahkan duduk.. Pesan apa saja yang kamu mau!!" Bayu memprsilahkan Jesica duduk didepanya.
" aku udah makan mas kbtulan, aku mau pesan jus saja." ucap Jesica basa -basi
" Terserah kamu". Bayu terlihat dingin
" okee!
Jawab Jesica tak mau kalah.
"Jeje.. Aku gak bisa lama-lama disni, tapi ada hal yang perlu aku sampaikan sama Kamu.
Sebelumya aku minta maf je, mungkin aku begitu menyakitimu. Aku terpaksa menikahi amel karna randi tersangdung kasus dan membuatnya harus mendekam dibalik jeruji besi,
Aku trpaksa menrima prmintaan dari orangtuaku untuk menyelamatkan reputasi mereka dan orangtua Amel. Jelas Bayu pada Jesica, ia berharap Jesica bisa memahami keadaanya.
Jesica nampak mendengarkan tanpa menyela, namun dia sudah menyiapkan kata-kata yang akan ia sampaikan pada Bayu.
"Jee, Aku sangat mencintaimu tapi aku tak bisa melanjutkan hubungan kita,
Bayu menjeda ucapanya, ia menatap wajah Jesica menunggu reaksi dari Jesica atas apa yang baru saja ia ucapkan."
" Mas apa tidak bisa kita tetap sprti ini? Apa kamu menerima dia brusha belajar mencintainya dan menjadi suami yang setia huum? Tidakah kamu pikirkan bagaimana perasaanku mas?"
Hiks hiks.
Jesica memprlihatkan raut wajah kesedihanya bahkan ia sampai menangis, sbenarnya itu hanya untuk meyakinkan Bayu saja.
"Jeje akuu.
Huuuft sudahlah jangan menangis."
Bayu mengusap lembut air mata palsu dari jesica.
" Mas, aku sangat mencintai kamu. Ini semua tidak adil untukku mas!" Berang jesica.
"Aku tau je, akupun sama terlukanya. Tapi aku tak mau memprmainkan ikatan suci pernikahan je. Aku akan selalu mncintaimu je, aku memang brusha menrima prnikahanku, tapi tidak untuk mencintainya jesica!
Pahamilah aku tolong! Bayu trlihat memohon pada jesica. Jeaica trsenyum tipis tanpa bayu ketahui.
" Hheeeem ya sudahlah kalau itu memang kputusanmu. Tapi mas, Bisakah kita tetap dekat, berteman setidaknya?":
Saat ini jesica brusha pura-pura menerima. Stidaknya ia sudah bisa membuat bayu merasa tak berdaya.
" Baiklah je, kapan saja kamu butuh jangan sungkan untuk menghubungiku dan yaa. Aku akan tetap membiayai orangtuamu sprti biasa."
Trimakasih je karna kamu sudah bisa menerima keputusanku. Kamu memang wanita yang baik, Bayu nampak merasa sangat bersalah pada Jesica.