Dinikahi Calon Kaka Iparku

Dinikahi Calon Kaka Iparku
Bab 47


Amel buru-buru masuk kedalam kamar mandi saat dia sudah membeli test pack.


" Duuh ko jadi deg-degan gini ya. Untung mas bayu belum pulang. " Amel menunggu alat itu bekerja, menunggu kurang dari lima menit saja rasanya seprti menunggu berbulan-bulan.


Saat Amel berada dikamar mandi bayu pulang dan mendapati rumah sepi. " Mungkin Amel belum pulang. " bayu dengan cepat menyiapakan rujak yang dibuat oleh Laily kedalam piring. Laily memang membuatkan agak banyak, itu agar bayu tak susah-susah lagi mencari saat amel menginginkanya lagi.


Sebagian bayu tuang kedalam piring dan sebagian dimasukan dalam kulkas.


" Meeel, sayang. Tebak apa yang mas bawa buat kamu! " teriak bayu kala menaiki anak tangga menuju kamarnya dilante dua.


Ckleek


Berbarengan dengan bayu masuk kamar amel juga keluar dari kamar mandi dengan wajah yang aneh.


" Eh mas udah pulang? Dapate rujaknya? " tanya amel, suaranya tergagap. Dia belum sempat membritaukan kabar bahagia itu pada suaminya.


" nih. " bayu menunjukan piring yang ia bawa. Dari aromanya saja sudah membuat mata amel berbinar.


Buruan bawa sini mas, tanpa sengaja Amel meletakan test pack dimeja dekat pintu kamar mandi.


Bayu memprhatikan itu, namun dia belum menanyakan itu pada Amel. Melihat wajah Amel yang tampak berbinar bayu merasa bahagia. Ahirnya usahanya mendapatkan rujak membuahkan hasil, kendati itu semua tak lepas dari bantuan mertuanya.


" dapat dari mana mas, ini enak banget loh mas. Sger buahnya fresh, pedesnya dapet sambel kacangnya gurih. Kamu beli cuman satu atau ada lagi mas? " Amel memakan rujak itu dengan lahap padahal isinya kebanyakn buah-buahan asam.


" Mas dapat dari mama, mama bikin banyak?"


" uhuk uhuk uhuk." Amel terbatuk batuk saat mndengar jika rujaknya ia dapat dari sang mama.


" Pelan-pelan sayang, makanya kalau mulut isi itu diem. Sudah habiskan dulu rujaknya stelah itu kamu boleh menanyakan apapun yang kamu mau. " ucap bayu sembari membrikan segelas air untuk istrinya.


Bayu berjalan kearah kamar mandi, dia melihat benda yang nampak asing baginya. Namun dia tau apa kegunaan dari benda tersebut. Saat bayu melihat jika terdapat dua garis dialat tes kehamilan itu matanya sektika meneteskan airmata. Bukan airmata kesedihan melainkan airmata kebahagiaan.


" Kamu ngapain mas?" tanya amel sambil menoleh kearah suaminya. Melihat bayu, amel meletakan lagi piring rujaknya. Dia mendekat kearah suaminya dengan kepala tertunduk.


" Mel kamu? " saking bahagianya bayu sampai tak bisa berkata-kata lagi.


" Iya mas, aku... "


" Sssssttt! " bayu meletakan jari telunjukna dibibir Amel.


Tanpa aba-aba bayu mengangkat tubuh Amel, bayu menggendong Amel dan berputar-putar dalam kamar sambil tertawa bahagia.


Amel terkejut dengan ekspresi yang ditunjukan suaminya, amel berfikir bayu belum siap menerima kehamilan Amel.


" Hahahaha haaa aku bakalan jadi dady, trimakasih sayang. Trimakasiiih. Cup cup cup


Bayu mencium wajah Amel bertubi-tubi.


*****


Dirumahnya Laily tampak tak sbar menunggu kabar dari bayu. Sebelum pulang bayu mengatakan jika dia akan mengabari laily apapun hasil yang amel dapatkan nantinya.


" paa, mama ko gak sabar gini ya. Kita langsung kerumah Amel saja kalau begitu. " Ujar Laily yang terus melihat ponselnya.


" Sabar mah mungkin mreka belum cek urin. " Aswatama duduk dengan santai dikursi kebsarannya sembari menikmati secangkir teh.


Saat Laily sedang bersiap tiba-tiba ponselnya berdering. Panggilan masuk dari besanya Fatimah.


" Siapa mah? " tanya aswatama pensaran karna sudah lebih dari dua kali ponsel laily berdering.


" Jeng fatimah pa. " laily kemudian menggeser layar diponselnya.


" Hallo jeng! " Sapa fatimah dari sbrang telfon.


" Hallo iya jeng, tumben nih nelfon. Pasti ada yang penting, iya kan? " tebakan laily sangat tepat karna jika fatimah sudah menghubunginya itu berarti penting.


" Hahaha, tepat sekali jeng. Tapi sbenarnya dibilang penting banget ya gak juga. Tapi dibilang gak penting ya pnting. " jawaban fatimah membuat Laily sedikit bingung.


" Ini gimana maksudnya jeng! " laily menyalakan lodspeker pada ponselnya karna aswatama juga ingin mendengar apa yang besanya sampaikan. Sudah jelas pembahasan mereka tak jauh-jauh seputar anak-anak mereka.


" begini jeng, jeng sama suami ada waktu tidak. Rencananya aku mau kerumah bayu. Aku rindu sama Amel. Kalau kita bisa datang bersama pasti putri kita akan senang. " ucap fatimah yang langsung ditanggapi dengan antusias oleh Laily dan juga Aswatama.


" Bilang oke ma. " Aswatama berbicara tanpa suara, dia tidak enak jika besanya tau kalau dirinya ikut mendengar pembicaraan sesama perempuan.


Laily hanya mengangguk patuh dengan apa yang suaminya pernitahkan.


" Sebetulnya aku memang berniat mau kesana jeng. Seprtinya kita akan dapat kabaar baik dari anak-anak. " Laily membrikan sedikit bocoran pada besanya.


" Ooh ya, benarkah? ya sudah kita bersiap dan bertemu dipersimpangan jalan sebelum masuk komplek ya jeng. " tanpa menunggu jawaban dari laily fatimah langsung mematikan sambungan telfonya.


******


Jesica sudah berhasil lolos dari penjara dengan membayar uang jaminan, namun tidak dengan bastian. Jesica masih terus mengupayakan kebebasan bastian. Saat jesica menemui bastian dilapas bastian kemudian mencritakan semua kejadian yang menimpa oca. Namun bastian tak mengatakan jika oca merupakan selingkuhanya. Bastian hanya mengatakan jika oca sepupunya.


" Jadi apa yang harus aku lakukan bas? " tanya jeje saat bastian sudah slesai menceritakan semuanya.


" Tolong bantu aku cari siapa orang-orang yang sudah menyebabkan oca berahir hidupnya dengan mengenaskan. " Mata bastian kembali mengembun, ia tringa krbersamaannya bersama oca. Bastian teringat kali terahir mereka bertemu oca seprti sangat keberatan saat bastian hendak pergi.


" Woooy, ko kamu malah nangis si. Cengeng banget jadi cowo! " sentak jeje


" Maf jes, aku sangat kehilangan dia. Aku sudah berkorban sejauh ini untuk kamu, dan sekarang aku minta balas budi kamu. " bastian stengah memohon pada jesica. " pastikan mereka membusuk dipenjara jes! " ucap bastian sebelum jesica pergi karna jam besuk sudah habis.


Jesica pergi dari lapas dalam keadaan bahagia. Bagaimana tidak, beberapa hari didalam tahanan membuatnya sters, wajahnya bahkan sampai berjerawat karna tak melakukan perawwtan apapun selama didalam sel.


****


" jaga dia untuku ya sayang. Pokonya kamu harus sehat trus, gak boleh cape. Kalau pengin makan apa kamu bilang sama mas. Jangan sampai anak mas ileran nanti. " Bayu sektika menjadi over protektif.


" Maas, kamu ini. Aku belum pasti beneran hamil loh ini baru hasil test pack aku belum cek dokter. " Amel kemudian berjalan menuju lantai bawah karna dia sangat ingin makan rujak sambil duduk diteras.


" pelan-pelan sayang. " bayu sampai memapah Amel dengan ssngat perlahan.


" Astaga mas, kamu berlebihan sekali. Aku jadi susah jalanya. " Keluh Amel karna bayu merengkuhnya dan memapah Amel dengan ssngat hati-hati.


" Wanita hamil kan gak boleh cape mel, harus hati-hati jalanya. " ucap bayu saat mereka sudah sampai diteras. Bersamaan dengaj itu iringan mobil laily dan fatimah sampai dihalaman luas rumah bayu.


" Waah waaah, liat sayang. Para oma dan oppa datang bersamaan. Mereka mau menemani kamu dan si baby makan rujak. " celetuk bayu tanpa sadar.


" Apa? Omaa? Opaaa? Seru mereka bersamaan.


" Apa ini artinya Amel...??