
Dirumah Bayu mereka tengah makan malam sembari berbincang hangat. Sesekali nampak Bayu mencuri-curi pandang kearah Amel.
Baik Laily dan Fatimah memprhatikan gelagat dari putranya itu.
Triing
Notif diponsel Laily berbunyi, ia melihat posnelnya dan terkejut meliahat siapa yang mengirim pesan.
Laily melihat kearah besanya dan bertanya melalui alisnya.
Fatimah mengkode agar Laily membaca pesanya.
"Jeng rupanya anak-anak kita sudah trlihat dekat. Bahkan aku melihat cinta dimata keduanya. Jadi kita gak usah nginep y jeng. Biarkan anak-anak menikmati pernikahanya. "
Laily senyum-senyum sendri kala membaca pesang yang dikirim besanya. Padahal mereka duduk berhadapan. Kemudian Laily membalas pesan dari fatimah.
" Betul jeng, bahkan aku melihat tanda kemepilikan dileher amel berati mereka sudah begituan jeng. Kita lengaah sampai tak mengtahui perkembangan hubungan anak-anak kita. Tapi aku brsyukur jeng smoga lekas punya cucu! Heeeee. "
Send..
" Maaah kenapa senyum-senyum sendri si? mama lagi chat sama siapa?"
Bayu curiga melihat ibunya senyum-senyum saat membaca pesan diponselnya.
" Eeeh, anu cucu mamah lagi ngtawain cucu." Ucap Fatimah keceplosan
Uups!
Pluk!
Laily menepuk jidatnya.
" hadeeeh ini jeng fat, kenapa kecposan sii. Anak-anak bisa curiga nih." Laily membantin
"Bentar-bentar ini mamah sama bu Laily ko mendadak pada aneh siih." Bambang merasa heran melihat dua wanita paruhbaya itu mesam-mesem dan trlihat salah tingkah.
" Waah waaah, jngan-jangan ada yang gak beres nih antara mama sama bu fat! Hayooo looh lagi ngrencanain apa?" Kini Aswatama trpancing untuk ikut brkomentar.
******
Sementara didalam lapas Randi tengah membaca surat. Ia mendapatakn surat dari Jesica yang ia titipkan ke Sipir dilapas tempat randi berada. Bahkan dalam amplop itu trselip 2 foto.
Satu foto milik Amel yang diambil saat Amel trtidur, yang seolah ia sedang dipeluk seseorang dari belakang. Satu foto mlilik Bayu yang terlihat tengah memeluk seorang wanita diresto.
" Tunggu kejutan dariku Kakaku Tersayang!"
Ucap Randi saat melihat foto Bayu. Dan ia beralih kefoto Amel.
" Ma'afkan aku Sayang. Aku trpaksa melakukan ini. Aku tak rela kamu jatuh kepelukan laki-laki lain. Terlebih dia Bayu Kakaku sendri. Dengan bgini, kalian tidak akan pernah bagahia. Aku brsyukur karna Jesica mau membntuku."
Rupanya ide gila itu Randi sendri yang mengsulkan pada Jeje alisan si Jesica mantan kekasih Bayu.
****
Setelah acara makan Laily Asawtama beserta Bambang dan Fatimah memberikan kado-kado yang sudah mereka siapkan.
" Selamat ulangtahun nak, ini kado dari mamah dan papah. " ucap Bambang dan Fatimah. Namun alih-alih memberikan kado itu pada putranya namun justru Itu mereka berikan pada Amel.
" Looh ini yang ulangtahun aku ko yang dikasih kado Amel si? " heran Bayu
" Udah laah sama aja ko, Amel yang pake kamu yang nikmatin. " ucap Bambang yang justru membuat Amel dan Bayu kebingungan.
" Ini dari Mama dan Papa. Selamat ulangtahun Bayu semoga kalian bahagia selalu. Semoga kamu bisa menjadi suami yang siaga dan bisa melindungi serta membahagiakan istri kamu setiap waktu." Laily dan Aswatama memanjatkn doa untuk menantunya dan tak lupa memberikan kado juga.
" Waaah, waah. Mas Bayu ulangtahun rupanya." Amel tak enak hati lantaran ia tak tau jika suaminya ulangtahun dan dia tidak menyiapkan kado apapun.
" Maaf mas, aku gak tau jadi gak kasih kado buat kamu. " kini wajah Amel terlihat mendung.
" Kadomu sudah aku dapatkan tadi sayang. " ucap Bayu sambil mengedipkan salah satu alisnya keatas.
Bluuush
Wajah Amel langsung blushing, Amel menunduk daj tersenyum mengingat kejadian yang terjadi ditangga tadi.
" Heeem sudah-sudah, kita mau pamit pulang aja, silahkan nikmati waktu kalian. Amel jangn lupa kadonya dibuka ya." Ucap Fatimah pada menantunya.
Stelahnya mereka berempat pamit pulang.
******
" Mas pergi dulu ya sayang," cuup cup cuuup Bayu mencium wajah Amel bertubi-tubi seolah ia tak pernah mencium wanitanya selama berbulan-bulan
" Hati-hati kamu mas, jangan lupa bekelnya dimakan!" ucap Amel mengingatkan suaminya
Bayu memang tak sempat sarapan, jadilah Amel membuatkan bekal agar suaminya tak melewatkan sarapanya.
" Trimakasih istriku."
Bayu hendak mencium Amel lagi namun Amel dengam gesit mundur.
" Sudah mas! Kalau begini trus kamu pasti terlambat. Aku paham kamu mas!"
Amel menghindar, ia mulai memahami suaminya. Jika sudah dekat-dekat denganya pasty sang Ular bangun dan memaksa keluar dari sarang untuk memuntahkan bisanya.
Bukannya tidak mau melayani suaminya, namun Amel takut suminya trlambat. Klien dari luar negri itu pasti sangat penting buat perusahaan suaminya.
Jadila ia menolak suaminya, brusha menghindar meminimalisir agar sang ular tak menggeliat.
Bayu dengan berat hati meninggalkan istrinya, namun ia memaksa mencium kening sang istri, dengan memasang wajah sememelas mungkin agar istrinya luluh.
Amel pun luluh, stelahnya ia mundur beberapa langkah lagi.
Bayu meninggalkan Qmel dengan wajah sendu, seakan ia akan meninggalkan istrinya bertahun-tahun lamanya.
Amel berlari dan berdiri didepan suaminya
" Apa?
Mau mencegahku pergi?
Ayolah meel, aku sudah sangat terlambat." Bayu pura-pura protes, padahl ia sangat ingin Amel mencegahnya. Bahkan ia akan brniat mengundur pertemuanya dengan Klien dari Luar negrinya demi Utuk Amelia Fransisca.
Cuup
Tanpa brbicara apa-apa Amel mencium bibir suaminya, stelahnya ia lari dengan cepat ke atas.
" Semangat kerja suamiku!!!"
ucap Amel sambil tersenyum manis pada suaminya dari atas sana.
Bayu mematung sejenak, kmudian ia berbalik.
" Trimakasih istriku, ciuman itu membuatku lebih semngat buat kerja. Aku janji akan pulang cepat."
Bah mendapatkan kekuatan, Bayu kini berjalan dengan sangat gagah dan nampak wajahnya berseri.
Satpampun sampai dibuat heran dengan wajah sang majikan yang secerah suasana tanggal muda.
"Wajah sibos cerah banget kaya uang seratus ribuan baru." Gumam satpam sambil membuka gerbang.
" Trimakasi! bulan ini kamu dapat bonus!" Ucap Bayu kala melewati satpam itu. Mobil Bayu melesat dengan cepat meninggalkan kompleks perumahan elit itu.
" Gak salah denger kan?"
Satpam Bayu sampai mengorek, telinganya dengan jari, ia syok stengah bahagia mendengar akan mendapatkan bonus.
" Sering-sering aja sibos bahagia. " Ucapnya seraya menutup kemabli gerbang.
" Permisi!! "
Tiba-tiba datang wanita, ia menggunakan kerudug dan masker diwajahnya.
Ia takut satpam itu mengenali wajahnya.
"Ia, ada yang bisa saya bantu?" tanya satpam itu pada wanita asing didepanya
"Ooh iya ini nitip buat ibu Amel, bilang saja dari temanya. Trimaksaih!"
Wanita yang rupanya Jesica membrikan ampop coklat pada satpam itu. Stelahya ia pergi lagi dengan menaiki taxi online yang sengaja menunggunya.
Satpam itu nampak bingung namun stelahnya ia masuk menuju rumah, ia akan membrikan amplop itu ke nyonyahnya.
Sementara didalam taxi online, Jesica melepaskan maksernya dan menyingrai.