CEO Kejam Cinta Sejati

CEO Kejam Cinta Sejati
032. kunjungan keluarga besar jackson


"sampai tenggorokanmu kering ,mereka tak akan mendengarkannya.kau lupa.kamar ini seperti kamarmu yang kedap akan suara .apalagi ini kamar yang pintunya berada didalam kamar .hahaha." sembari berjalan menuju tempat ganti baju.dan selesai berpakaian.setelah itu dia berjalan menuju pintu yang disana ada livia.lalu menyodorkan buku kecil dan pena.


"tanda tangan disini.atau kejadian semalam akan terulang." ucap Andreas dan dibumbui ancaman.


"apa itu,"tanya Livia kepada Andreas dengan tanya karna dia belum tau akta nikah yang berada dinegara ini.


"ini hanya buku kontrak.kau akan bebas setelah menandatanganinya.


'kau bukan hanya bebas.tapi kau akan tetap disini sampai kapanpun.'batin Andreas dengan meneruskan ucapannya dengan batin.


setelah mendengar itu tanpa pikir panjang Livia menandatangani buku mini itu.sedangkan Andreas tersenyum simpul.


melihat coretan tanda tangan dibawah nama lengkap livia.membuat Andreas tersenyum dan memangil nama kecil Livia.


"thnks ,Lena " ucap Andreas dan pergi meninggalkan Livia yang hanya bengong dilewati begitu saja oleh Andreas dengan mudahnya membuka pintu itu.


setelah kepergian Andreas pintu itu tertutup otomatis dan terkunci kembali sedangkan dia menemukan kertas dengan tulisan dibawah nya.


*tunggu nanti malam ,lena.pintu hanya bisa dibuka dengan sidik jariku *


setelah membaca kertas itu Livia menjadi geram " dasar brengsek..." .


dianak tangga Andreas melihat ponakan dibawah masih berdebat dengan mamanya yang menanyakan dimana paman.


"aku ada disini,Lucas." ucap Andreas berjalan menuju ke ruangan itu dan ikut duduk disalah satu sofa mewah disana.


"paman,dimana Tante via." tanya Lucas langsung kepada Andreas.


"emm,dimana ya istriku.tiga hari ini tak pulang apa dikurung papa mertua." kata Andreas yang tak menjawab pertanyaan Lucas malah berbicara sendiri.


"paman ,jangan bercanda kapan kau menikah dengan siapa" tanya Lucas beruntun.


"kau itu yang sopan dengan pamanmu ,Lucas." ucap mama nila kepada cucu nya.


"Lucas,pamanmu memang sudah menikah.kau lihat disana ada foto Tante dan pamanmu." ucap Merry yang semalam diam diam memotret Livia dan Andreas berhadapan karena membantu Livia yang akan jatuh karna hak tingginya.dan tadi pagi foto itu telah jadi dan dipajang diruang keluarga berjejeran dengan foto tuan Karlos serta nyonya nila.


dengan cepat Lucas berdiri dan berlari keruang keluarga dan disana terpampang jelas foto Andreas dan wanita yang keluarga Jackson dan Anderson cari semalaman.


melihat itu Lucas kembali keruang tamu dan menatap pamannya dengan tatapan rumit.


"paman kau,.." ucap Lucas terpotong karena lemparan di buku akta nikah segara ini.


melihat sesuatu dilempar ke atas meja ,Lucas bergegas mengambil dan membaca isinya.


"what,paman kau dengannya sudah menikah.tapi kapan.? " tanya Lucas dengan syok.


"tadi pagi." ucap Andreas dan berdiri sembari mengambil kembali akta nikahnya dan meninggalkan mereka .


"mam,aku akan kekantor menyuruh agus.menghendel urusanku." ucap Andreas berlalu pergi meninggalkan keponakannya dengan sejuta tanya.


"nek,dimana Tante via." rengek Lucas kepada neneknya.


"nenek ,tak tau lucas.nenek sudah tua.uhk uhkk.,Merry antar aku ke kamar." ucap mama nila dengan wajah tak berdayanya aslinya kejam cuy.


"baik ,ma..Lucas,Tante mohon kau pulang atau menginap ." ucap Merry kepada keponakannya.


"kami berdua pulang saja Tante merry.terimakasih atas jamuannya." jawab zubai kepada Tante merry.dan dibalas dengan senyuman Merry.


karena masih syok Lucas hanya diam.


"ayo,kita pulang dan kita mampir dulu ke vila keluargaku." ucap zubai kepada lucas.dan diangguki dengan cepat oleh Lucas.


karna ia akan berbicara langsung dengan kakek Patrick apa yang iya lihat barusan.


diluar villa,mereka berdua langsung bergegas masuk kemobil menuju villa keluarga jackson secepatnya .


ditengah perjalanan zubai memberanikan diri membuka obrolan.


"emmm,Lucas.terima kasih."ucap zubai dengan menundukkan kepalanya.


"tak usah berterima kasih.ini sudah kewajibanku ,honey." jawab Lucas yang masih fokus dalam menyetir mobilnya.


"maaf,aku selalu berprasangka buruk denganmu." kata zubai dengan memandang luar jendela mobil.


"jangan meminta maaf,ini semua aku lakukan karna aku slalu mencintaimu." ucap Lucas sembari memandang sekilas zubai.


'tapi ,aku tak bisa mencintaimu luc." batin zubai sembari merasa sedih karna dia harus hidup dengan orang yang tak pernah ia cintai.


setelah obrolan itu,mereka berdua diam dan fokus dengan tujuannya.


selang beberapa menit menempuh kiloan meter perjalanan.


sampai mobil tersebut dihalaman luas villa keluarga jackson yang disana banyak bodyguard dari keluarga Anderson dan keluarga Jackson.


melihat disemua anggota keluarganya dihalaman yang akan mencari Livia kembali.


tanpa pikir panjang,setelah mobil berhenti terparkir.zubai keluar dan berlari menghampiri keluarganya tak lupa sang suami yang mengekorinya.


"kakek,Zia menemukan Tante via." ucap zubai sambil berjalan menghampiri mereka semua.


mendengar itu Stella bergegas bertanya kepada keponakannya.


"Zia,sayang.dimana kau melihat via." tanya Stella dengan cepat serta sedikit serak karna menangis dari semalaman.


"biar ,Zia .menceritakannya." ucap Brayen menenangkan sang istri yang semalaman tak tidur .karna mengkhawatirkan adiknya.


"biar ,saya yang menceritakannya." ucap Lucas berdiri disamping zubai.


"semua masuk." ucap patrick dan disana sudah ada ibu Aisyah dan Daniel yang sudah datang pagi tadi tapi hanya 2hari disini.


"ceritakan ,nak Lucas." ucap patrick dan dengan diam nya.


"baik sepertinya,keberadaan Tante via ada hubungannya dengan keluargaku ,kek..


kalau bukan nenek saya,paman saya yang tahu dimana Tante berada saat ini . karna tadi paman memberikan kami lihat akta nikah negara ini,disitu ada foto ,nama lengkap Tante,serta sudah ada tanda tangan Tante dibuku akta itu. dan kami bergegas pulang dan Langsung kemari." ucap lucas dengan tenang karna dia sudah menjadi menantu disini .jadi tak takut dipukul atau apa karna kedua mertuanya disini.


mendengar itu Patrick naik pitam


"nila,ini pasti ulah wanita kejam itu." geram Patrick serta mengepalkan tangannya.


"ya,pasti itu ulah nenek saya . karna setahuku nenek tinggal diparis bersama Tante marry.tapi kami kesana disambut nenek serta Tante merry.nenek kejam itu slalu seenaknya ." ucap Lucas membenarkan ucapan kakek mertuanya.


"tapi itu nenek kakak ipar.." sanggah Adam kepada kakak iparnya dan tersenyum meremehkan ,karna dari awal Adam tak suka dengan Lucas.


"sudah,kita semua datang kesana.aku juga ingin bertemu Merry." ucap Marta menengahi mereka sebelum berdepatan mulai panjang.


"Stella,kau dirumah dengan suamimu.kasihan Elisa sendiri." ucap Marta dan tak ada yang bisa membantah kembali.


semua pun keluar dan menuju mobil mobil mereka yang sudah tersedia.


dan melaju keluar dari villa diikuti 6 mobil para bodyguard mereka.


dengan keluarnya mobil mobil mewah melaju membelah keramaian jalan .membuat para pejalan kaki,maupun orang orang pengendara mobil,sepedah,dan motor hanya memandang dengan takjub mobil mobil yang melaju cepat berbaris seperti ada sesuatu yang penting.


setelah menempuh perjalanan ,semua sudah sampai divilla besar itu yang besarnya 3x villa mewah lainnya.


para bodyguard villa itu menghentikan mobil mobil yang akan memasuki kawasan yang dijaga mereka.


setelah melihat pewaris kerajaan bisnis keluarga Karlos,yang tak lain keponakan tuannya mereka semua mengizinkan mobil mobil itu masuk dikawasan tersebut .


sesampai dihalaman Patrick mengerutkan keningnya.


"hehh,gelar putra mahkota Gordon jatuh ke putra bungsunya,"gumam Patrick setelah melihat bangunan villa yang begitu besar seperti istanah.


"semuanya ,ayo masuk ." ucap Lucas sembari mengajak semuanya masuk tapi sebelum masuk mereka dikejutkan wanita tua yang membawa tongkat dan disampingnya ada wanita parubaya yang masih cantik memapahnya.


"Lucas ,kau tak ada kekuasaan ditempat pamanmu.jaga batasanmu." ucap wanita tua itu.


melihat siapa yang berbicara membuat Lucas diam ,memang ini bukan kekuasaannya maupun kekuasaan ayahnya.


"nyonya vanila Gordon,saya kemari ingin membawa putriku pulang " ucap patrick kepada wanita tua itu.


"heh,dia menantuku tak akan pergi dari sini." ucap wanita tua itu yang tak lain ialah nila.


"nenek,tolong kembalikan Tante via kepada keluarganya ." ucap Lucas yang meminta neneknya mengembalikan Livia keluarganya.


sebelum nila menjawab datang lah mobil pemilik kevilla besar itu.siapa klau bukan Andreas.


"ada apa,semua hanya diluar tak ada yang masuk." ucap Andreas dengan sopan kepada orang orang yang ada disana.


"putraku,kau sudah pulang nak." tanya nila kepada Andreas .


"Lucas,ajak semua masuk.jangan kau dengarkan kata nenekmu." ucap Andreas sembari masuk terlebih dulu mengandeng sang mama serta duduk disalah satu sofa ruang tamu itu.


setelah dapat izin masuk,Lucas dan semua masuk sembari ikut duduk dipersilahkan oleh Merry.


"maaf semua,mama memang seperti ini." ucap Merry sembari mempersilahkan mereka pelayan menyajikan teh kepada tamu mereka.


"tak apa Merry,bagaimana kabarmu." ucap Marta kepada Merry .


"saya baik baik saja kak Marta." ucap Merry sembari tersenyum sedih.


"maaf,tuan Andreas." ucap patrick kepada Andreas tapi dipotong perkataannya.


"panggila saja Andre/Mark, ayah mertua."ucap andreas kepada Patrick yang sekarang menjadi ayah mertuanya.


"kau,benar telah menikah dengan putriku." ucap patrick dengan menahan geramnya.


"ya,atas bantuan mama." jawab Andreas dan tersenyum kepada mamanya.


melihat itu Patrick telah menyakinkan bahwa itu semua ulah vanila Gordon.


"sekarang dimana putriku," tanya kembali Patrick kepada Andreas yang menjadi menantu tanpa dia ketahui.


"mungkin,Lena sedang lelah,ayah mertua." jawab Andreas dengan tersenyum.


mendengar nama kecil Livia diucap oleh pria didepannya membuat mereka syok karna nama panjang putrinya telah disembunyikan dari lahir karna putri mereka terlalu unik.dengan warna rambut serta mata yang sangat langka.


melihat besannya yang syok membuat nila menjadi sangat senang.


"bagaimana Rick,kecerdasan putraku ini harus diacungi jempol." ucap nila dengan menaruh dagunya ditongkatnya.


"apalagi ratu Gordon,wanita yang seperti porselen dimana mana ada bodyguard dan putri kesayangan tuan jackson.ohh bukan raja Patrick Jackson." ucap nila dan yang mendengar perkataan nila mereka menoleh menatap Patrick dengan penasaran.


"jaga ucapanmu ,vanila.omong kosong apa kau ini." teriak Patrick yang tak ingin jati dirinya diketahu keluarganya .


mendengar kemarahan Patrick vanila melihat Aisyah menantu keluarga Jackson kembali dan tersenyum.


"dan sedang apa putri sulung bangsawan Abyd disini." tanya nila kepada Aisyah ,yang ditanya sangat syok.tanpa menjawab.


"kau tau,dimana adikmu darmiar abyd sekarang nona Aisyah Abyd.,aku akan membantumu menemukannya asal kau mau bekerja sama dengan kami.membujuk mertuamu merestui putraku sebagai menantunya." ucap nila panjang lebar.


"aku....


*siapa yang menjawab.?


dan bagaimana kelanjutannya.