
setelah kepergian Lucas .zubai melamun dan bergumam "semoga saja Tante via tak pernah bertemu dengan pria itu. Andreas itu namanya" gumam zubai tanpa disadari Lucas ada didepan pintu karna mengingat zubai belum makan apapun.membuat dia kembali ingin menanyakan mau makan apa istrinya.
"Andreas,mungkin bukan paman." gumam Lucas dan kembali untuk memanggil kepala pelayan.
sesampai ditengah tangga Lucas memanggil pak Ron dan menyuruh bi Saminah membuatkan makanan untuk nya dan sang istri.serta menyuruh pak Ron menunggu dokter keluarga nya datang.
mendengar akan ada dokter membuat pak Ron bertanya kepada tuan muda nya.
"tuan apa ada sesuatu dengan nyonya." tanya pak Ron dengan kawatir.
"bukan,istriku sedang dalam depresi karna kehamilannya membuatnya begitu sensitif dengan hal hal yang kasar." jawab Lucas dan kembali ke kamarnya.
selang beberapa menit dokter datang dan memeriksa zubai.
dokter pun menyarankan "tuan agar nyonya tidak ketakutan akan keselamatan Tante nya.mohon agar kasus itu segera terselesaikan.karna bisa mempengaruhi kesehatan nyonya tuan" ucap dokter tersebut dan memberikan obat dan vitamin buat pasiennya.
"ya,"ucap Lucas menyuruh dokter kembali.
dan dia kembali menemani istrinya.
"honey,makan dulu.nanti kau sakit." ucap Lucas dengan nada lembut.
"bawah aku kembali ke villa keluargaku."ucap zubai tanpa melihat Lucas sang suami didepannya.
"kau masih sakit,kau istriku dan akan tetap disampingku."jawab Lucas sembari ingin menyuapi istrinya tapi selalu ditolak dan berakhir mangkuh bubur itu pecah berserakan dilantai kamar mereka.
"honey,"sebelum Lucas melanjutkan ucapannya dipotong oleh zubai.
"saya tak pernah mencintai anda tuan Lucas karlos.dan asal kau tau saya baru ingat pria itu paman anda bukan"ucap zubai dan diteruskan kembali perkataannya mengucapkan nama sakral itu "Andreas karlos,itu nama pria yang disebut Tante cia sebelum dia pingsan digedung tua itu.kau,pamanmu sama sama pria brengsek.dan jauhi saya.karna sampai kapanpun tak akan menerimamu." ucap zubai memalingkan wajahnya
"meskipun suatu saat kau mencintaiku ,honey" ucap Lucas dengan nada lemas nya.
"ya,karna pamanmu dia meninggalkanku." ucap zubai kembali menitipkan air matanya.
melihat itu Karlos kembali berkata
"honey,asal kau ada disisiku,dan menerima kehadiranku.aku akan melindungi mu serta Tante via." ucap Lucas bersungguh sungguh.karena jalan satu satunya hanya itu.
"benarkah" ucao zubai kepada Lucas dengan melihat wajah keseriusan Lucas.
"ya,tapi aku harus mendapatkan bukti bukti kalau Tante cia tidak bersalah.dan apa kau tau siapa yang memiliki bukti itu." tanya Lucas kepada istrinya lagi.
"Tante via.dia ada bukti kejadian 12thn lalu. dan disimpan dengan rapi oleh Tante tapi dimana saya tak pernah tau." ucap zubai sembari menerka neraka ingatannya 12thn lalu dia masih kecil.
"kita harus bekerja sama.kita berpura pura mengirim teror dan ancaman kepada nya.dengan membohonginya bahwa kau diculik.dan aku akan membuat kehebohan."ucap Lucas sembari tersenyum ke zubai.
"terserah kau." ucap zubai kembali berbaring ke ranjang dan menutup matanya karna dia kurang istirahat karna selama kehamilannya dia merasa mual dan muntah tiap hari.
tapi entah kenapa sehari ini dengan Lucas dia tak merasakan itu semua.
setelah membahan rencana mereka.
mereka berdua pun tidur dengan damai dan nyenyak karna keadaan mereka berdua yang sangat lelah.
hari ini dipagi hari rencana mereka dimulai.
*villa keluarga jackson
pagi ini semua penghuni villa dihebohkan dengan kotak misterius didepan pintu gerbang villa karna kotak itu berukuran besar.
melihat kotak itu pengawal berbaju hitam pun membawahnya didepan halaman dan akan dibuka setelah nyonya nya sampai di halaman itu.
"ada apa ini,ribut sekali." ucap via sembari menekan pangkal hidung diantara matanya bertanda tidurnya terganggu.
"ini nyonya ada kotak hadiah dari siapa kita tidak tau ." ucap pengawal satunya yang pagi tadi menenukan kotak misterius.
melihat kotak itu membuat Livia penasaran dan bergegas membuka pita kotak itu dan terpampang jelas boneka Teddy bear yang begitu menyeramkan dengan penuh bau amis .
melihat hadiah itu Livia pun hanya menatap datar dan berkata.
"buang kota itu dan bakar,jangan sampai tersisa sedikitpun." tegasnya lalu pergi dari halaman tersebut.
meskipun Livia takut akan teror kardus itu tapi ketakutannya hanya dipendam.
disebrang jalan seorang pria melihat wanita yang diteror nya berjalan kehalamqn dengan pemandangan yang masih menggunakan piyama tidurnya.
setelah selang berapa menit wanita itu membuka kirimannya .
pria itu tersenyum menunggu teriakan histeris wanita itu.
tapi ternyata penantiannya hanya penantian karna melihat wanita itu hanya memandang kirimannya dengan dingin dan tanpa expresi.
"menarik,felivia ternyata kau begitu hebat .karna tak terkejut dengan sebuah hadiah penyambutan ku." batin pria itu dan pergi dari sana.
setelah sampai kamarnya Livia bergetar menahan ketakutannya.
tapi setelah itu getaran telfon kembali ber getar.
"hallo,Lucas." ucap Livia kepada suami keponakannya.
"apa,mereka mengancam kalian." tanya Livia dengan bergetar.
"baiklah,datang kevilla ini.karna bukti itu aku simpan disini." ucap Livia dan diputuskan sambungan telfon dari sana.
"kau terlalu kejam.siapa kekasihmu liana.aku tak tau.yang ku tau hanya kejahatan kejahatan Tiara dan viola" ucap Livia sembari meringkkuk karna ternyata ancaman itu ditujukan kepada keponakannya juga.
*kantor Andreas karlos
setelah pergi dari villa itu .
Andreas Langsung ke kantornya dan membuat mood tambah geram karna informasi asistennya Agus.
"maaf tuan andreas.saya mendapat info bahwa nona Livia akan memberikan bukti bukti itu ke tuan Lucas dan langsung akan diberikan kepada pihak kepolisian." ucap Agus dengan memberikan informasi itu.
kalau sampai bukti itu sampai ke tangan kepolisian maka kasus penculikan zubai dan licia 4tahun lalu akan terungkap.
melihat itu Andreas pun bergegas memberi tugas bawahannya .
"kau rebut bukti bukti itu dari livia.masuk rumahnya sebelum Lucas kesana.biar saya saja yang memberinya keadilan kepada wanita ****** itu viola dan Tiara." ucap Andreas dan diangguki oleh yang lain.
"dan misi untukmu ,aku yang akan memimpinnya,kapan Lucas kesana." ucap Andreas dengan dingin .
"besok setelah istri tuan Lucas sembuh." ucap Agus dan diangguki oleh Andreas
"bagus,nanti malam kita kesana .sebelum itu aku akan telfon Lucas ." ucapnya dan menekan panggilan Lucas .
setelah sambungan dijawab.
"kau pura pura tak tau,bahwa bukti sudah saya bawa.bilang ke istrimu tak perlu kawatir dengan Tantenya." ucap Andreas dan mematikan telfon secara sepihak seperti biasanya .
*dasar paman lacnat membuat keponakannya tak jadi pahlawan didepan istrinya