
"dasar bodoh ,pikun.gua ini siapa lu kalau menyombongkan didepan orang lain jangan didepan pewaris utama keluarga Harles disini.anak bodoh." ucap Harry lalu menjitak kepala Ronny dengan kerasnya.
"auu.sakit bos." ucap Ronny sembari merintis kesakitan karna Kitakan sang kakak tirinya .
*di negara lain.
setelah melihat informasi kelakuan keponakan serta suami keponakan nya dari tuan Daren rekan bisnisnya.membuat Andreas geleng geleng kepala.
"heh,dasar bocah bocah tengik." gumamnya sembari masih sibuk dikantor karena malam ini ia akan bertamu kevilla Livia dimalam hari.
setelah melihatnya membuat Andreas kembali memandang bingkai foto 3wanita yang sedang berpelukan dilaci kantornya.
"apa benar,kalian hanya korban kejahatan orang lain."ucap nya dengan memandang 3 gadis berpakaian SMP yang terdapat coretan coretan diseragam putih mereka.terlihat senyum indah ketiga gadis itu dengan bahagianya.
"andaikan itu semua benar,aku tak bisa memaafkan diriku sendiri karna tak bisa menjaga mu dan salah satu sahabatmu Liana." ucap Andreas sembari mengelus wajah gadis ditengah dua gadis kembar.
setelah melamun cukup lama dan mengenang masa masa indahnya bersama Liana Andreas pun tak merasakan klau malam sudah tiba.kalau tak dikagetkan oleh Agus asistennya.
"maaf tuan,saya mengganggu .ini sudah luar jam kerja.bagaimana apa kita jadi kevilla nona Livia malam ini." tanya Agus kepada bosnya
"ya ,bersiaplah karna malam ini kita akan kesana.jangan lupa bius asap buat para pengawal disana terlalu ketat." ucap Andreas lalu memakai jas nya serta topeng menghiasi separuh wajah tampan Andreas.
dengan langkah tegap Andreas memimpin orangnya yang berjumlah 3 bodyguardnya.keluar dari kantor menuju parkiran mobil ,mereka semua masuk ke mobil masing masing lalu membelah jalan dengan kecepatan tinggi setelah sampai mereka berhenti didepan gerbang villa dan keluar menggunakan masker anti udara masuk dan menyemprotkan gas bius ke seluruh penjaga gerbang.halaman depan.halaman belakang dan pembantu serta tukang kebun divilla itu.setelah selesai dan mereka sudah pingsan Andreas pun menyuruh para bawahannya diluar untuk berjaga jaga
"kalian bertiga jaga disini.jangan sampai ada tetangga maupun siapapun masuk." ucap Andreas langsung masuk villa itu dengan santai seperti tempatnya sendiri.
melihat segala ruangan itu membuat Andreas merasa kagum karna diluar terlihat gersang didalam penuh dengan tanaman hias serta kolam ikan kecil di sudut kiri dan sudut kanan terdapat air mancur serta bambu bambu mini yang sudah tak bisa tumbuh.dan jangan lupakan kotak kaca yang berada ditengah tengah ruang makan berisi sepasang ular kobra albino.dan disamping nya terdapat bunglon yang sedang tertidur ,setelah selesai mengamati ruangan makan keanak tangga yang tak jauh dari sana terdapat anak kucing oren.oh bukan seekor anak harimau tertidur didalam kerangkeng besinya.dengan disampingnya akuarium besar yang dipenuhi ikan hias .melihat itu semua membuat Andreas bergumam "ini villa manusia apa kebun binatang" gumam Andreas berjalan kembali mencari kamar Livia yang disana ada 15 kamar utama dilantai atas dan 1 kamar tamu dilantai bawah.
satu persatu tiap kamar Andreas buka.kamar yang pertama dibuka milik tuan besar patriak dan sang istri karna disana terpampang jelas foto mereka.kamar kedua kamar tuan daniel dan sang istri karna sama ada foto mereka.kamar ketiga yang membuat Andreas tercengan ialah kamar yang cantik dan rapi disana ada foto besar seorang gadis berambut ungu dengan pupil mata ungu dan yang membuat dia terkejut ialah didalam brangkas setelah berhasil membuka passwordnya dia menemukan fotonya disaat masih menjadi senior SMP dulu.dan diblakangnya ada tulisan.
*aku sangat mencintaimu kak Andreas karlos.* isi tulisan dibalik foto tersebut dan disana ada buku diary dengan nama pemiliknya Felicia Jackson.membuat Andreas berdetak kencang karna membaca tulisan itu.
setelahnya perlahan Andreas membuka diary Felicia yang disana hanya tertulis tentang rasa sakit penyakitnya diawal sampai terakhir dia meninggal .disana ada tulisan * aku sangat bahagia, kalau Liana menjadi kekasih kak Andre .biarkan perasaan cinta yang tak terbalas ini ku bawa sampai maut menjemput ku.* baca Andreas dan tak terasa air mata menetes tanpa pemberitahuan membasahi kertas diary itu.
dan meneruskan membacanya lagi.
*tapi naas Liana yang begitu percaya dengan sepupunya Tiara ,tanpa dia tau membuat Liana terpuruk dan putus asa lalu mengakhiri hidupnya diatap gedung sekolahan kita.karena kejahatan Tiara....* tulisan itu pun terputus disana setelah ada beberapa sobekan sobekan kertas yang telah hilang dan yang lain hanya curhatan curhatan isi hariannya .
setelah membaca diary Felicia ,Andreas pun kembali menaruh buku diary itu serta fotonya kembali kebrangkas itu.karna tujuannya mencari bukti kejahatan Tiara dan viona.karna sekarang dia yakin bukti itu ada dan hanya Livia kunci dimana bukti itu disimpan.
setelah melihat kembali kamar licia ,Andreas pun berjalan keluar kamar dan mencari dimana kamar Livia berada.
disamping kamar licia ia kira kamar Livia ternyata itu kamar yang tak terpakai.karna bersih tak ada apa apa disana.sedangkan disisi kamar itu dibuka dan terpampang jelas kamar seorang bocah laki laki karna banyak poster poster game disana. tapi kok ada foto istri keponakannya. dan dilanjut kamar satunya juga banyak poster poster game dan disana ada foto bocah laki laki Adam Jackson.
setelah 14 kamar utama dia tak menemukan kamar livia.dan hanya kamar paling ujung yang belum dilihatnya.
tinggal kamar itu membuat Andreas berjalan cepat dan tepat didepan pintu kamar itu Andreas pun ingin membuka pintu tapi telah dikunci dari dalam membuat Andreas membuka nya dengan obeng listrik mini nya.dan pintu pun berhasil dibuka.
merasa aman Andreas bergegas membuka laci rias,bawah kasur,kolong meja,kolong tempat tidur serta ruangan pakaian Livia yang disana tak menemukan apa apa.dan disana juga ada sebuah kotak kaca yang berisi iguana .melihat itu Andreas pun duduk sembari menunggu Livia keluar dari kamar mandi.
keluar kamar mandi Livia yang tak menyadari ada seorang pria duduk ditepi ranjangnya hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya saja.
sedangkan pria itu hanya memandang dan membuat jangkung lehernya naik turun karna melihat pemandangan yang sangat eksotis didepannya dengan rambut yang basah karna terkena air.
setelah kesadarannya kembali Andreas berkata " kau sangat cantik nona Livia,apalagi malam ini kau sangat mengairahkan." ucap Andreas dan membuat Livia yang tadi sibuk mengeringkan rambutnya kaget dan syok atas kedatangan pria yang tak dikenalnya.
"siapa kau.penjaga ,penjaga ada penyusup datang kemari." teriak Livia berlari ke balkon luar kamarnya.dan hanya keheningan yang Livia dapat.serta bergumam "kemana penjaga dan pengawal ku" gumam Livia sembari melihat kanan kiri .dia sibuk mencari penjaganya tanpa disadari ada tangan kekar melingkar diperut rampingnya.dan berbisik ditelinga Livia "aku menginginkanmu livia.kau sangat harum." bisik pria itu mengeratkan pelukannya.
"dasar pria gila,siapa kau,mau apa kau." teriak Livia sembari mencengkram handuknya supaya tak lepas dari badannya yang masih polos hanya tertutup selembar handuk putih .
"siapa aku tak penting nona felivia Jackson.yang paling penting aku kesini ingin bukti bukti 12thn yang lalu." kata Andreas dengan menyentuh dagu Livia tapi ditepis dengan kasar oleh Livia.
"jangan menyentuhku sembarangan kau,saya tak tau dimana bukti itu jadi percuma sekarang kau keluar dari villa ku." ucap Livia dengan amarahnya.
"oh ,baiklah karena cara halus tak bisa maka dengan cara ku saja." ucap Andreas berjalan diaamping Livia yang sudah tersudut dipinggir balkon kamarnya .Andreas pun membisikan sesuatu dengan seksual " apa aku harus memp*rk***mu dulu lalu mencari sendiri bukti itu." bisik Andreas dan tanpa aba aba mengendong Livia dengan tangan kekarnya dan membawahnya masuk kekamar tersebut menghembuskan tubuh Livia keranjangnya..
"jangan kau lakukan itu."teriak Livia dan bergegas menuju pintu kamarnya tapi terkunci dan mencari kuncinya itu.
"apa kau cari ini." ucap Andreas sembari memperlihatkan kunci didepan Livia.
karena niat Andreas ingin mengerjai Livia jadi dia mengulur waktu.setelah melihat Livia keluar kamar mandi ide jail Andreas kembali .
melihat Livia bergetar ketakutan bertanda Livia selama ini masih perawan.
melihat tingkah lucu wanita dewasa membuat Andreas tambah ingin melanjutkan kejahilannya dan mendekati Livia yang mundur sampai didinding .
tanpa aba aba Andreas mencium bibir Livia setelah berhasil mengigit bibir Livia bibir Andreas bisa masuk lebih dalam lagi.setelah selesai ******* habis bibir livia sampai turun keleher karena tangan Livia yang dicekal keatas oleh Andreas membuat handuk yang dikenakan melonggar dan jatuh kelantai.melihat tubuh polos Livia membuat Andreas sudah tak lagi fokus sampai tujuan dan langsung membopong tubuh livia.keranjang meskipun Livia meronta dan berteriak tapi tenaganya sudah tak sebanding dengan tenaga Andreas yang seorang pria.
dengan nafsunya Andreas tak lagi peduli dengan teriakan serta cakaran Livia ditangannya karna mencumbu habis seluruh tubuh Livia tanpa.ada tersisa dan diapun sudah tak bisa menahannya dan dan terjadilah adegan warning 21+.
.dan berkata disela sela kegiatannya " teriaklah namaku Andre dengan merdu sayang." ucap Andreas dengan nada beratnya dan langsung meneruskan kegiatannya kembali.
dengan mencakar dan menjerit serta air mata keluar membasahi wajahnya.karna kesuciannya direnggut paksa oleh orang yang tak dikenalnya.
"kau masih perawan Livia." ucap Andreas dengan bangganya melanjutkan aktifitasnya dan berkali kali melakukan pelepasan dengan berbagai gaya meskipun sang wanita tak menikmatinya.
setelah puas Andreas mengenakan pakaiannya kembali dan meninggalkan Livia yang menangis dibawah selimut dengan sesegukan.sedangkan Andreas membongkar tembok bawah kotak kaca iguana itu dan menemukan brangkas didalam sana.membuka password lalu menemukan amplop coklat dan mendapatkan semua bukti disana .
Andreas pun tersenyum karna dia sudah mendapatkan bukti sendiri dengan bonus .
setelah mendapatkan bukti itu Andreas pun pergi dari kamar itu dan bergegas menyuruh anak buahnya kembali kemobil sedangkan Andreas kembli kevilla nya
setelah kepergian pria itu Livia menangis dan berteriak keras sampai tertidur karna terlalu capek dan sakit seluruh tubuhnya.