CEO Kejam Cinta Sejati

CEO Kejam Cinta Sejati
031.TERULANG KEMBALI.


setelah kepergian Livia .


wajah dan watak Andreas berubah menjadi iblis kembali dan nembuat para pekerja kembali merinding dan was was.


mereka semua ingin perempuan tadi tetap diruangan majikannya saja.klau bisa mereka akan bergotong royong mengumpulkan uang para pekerja untuk membeli sangkar emas untuk wanita itu.


'kau tak akan ku biarkan siapapun merebutmu dariku Livia" geram Andreas dan melempar pen kemeja.dan disitu ada kartu nama Livia.


yang tertulis nama: Selena felivia Jackson.


dan disana ada alamat serta no hp nya.


"ohh selene felivia jackson.aku baru tau nama panjangnya haru ini.


Andreas mengambil kartu nama itu dan kembali meng otak Atik laptopnya dan berhasil membobol sistem keamanan keluarga jackson yang bekerja sama dengan seseorang menyembunyikan identitas identitas keluarga mereka.


setelah mendapatkan apa yang dia mau.


Andreas bergegas menyalin dan mencetak kartu keluarga asli beserta akta kelahiran asli Selena felivia jackson.danbtak lupa fotocopy buku nikah pasangan Patrick Will Jackson dengan Marta Margaretha.


setelah mendapatkan dan mencetaknya Andreas tersenyum kembali dan menyuruh asistennya membawah berkas itu ke catatan sipil negara ini.


"Gus," ucap Andreas memanggil asistennya.


"iya,saya masih disini tuan ." jawab Agus sembari berdiri maju kedepan meja bos nya.


"bawah berkas ini kepencatan sipil besok.jangan lupa daftarkan untuk pembuatan akta nikah.urusan tanda tangan pihak perempuannya serta fotonya nanti malam akan aku kirimkan." ucap Andreas setelah melempar map hijau yang didalamnya ada berkas berkas dirinya serta Livia disana.


"baik tuan, saya Pamit undur diri." ucap Agus lalu pergi meninggalkan ruangan bosnya setelah tak ada jawaban dari Andreas.


"besok kau telah menjadi istri Andreas Mark Karlos,sekaligus nyonya Mark .tak ada yang akan mendekatimu lagi Livia setelah semua tau kau menjadi istriku." ucap Andreas dengan tersenyum menyeramkan.


membuat dua orang yang berada dipintu ruangan tak berani masuk karena takut terkena amarah sang CEO nya yang nanti berujung rumah sakit atau pemecatan.


dua orang didepan ialah manajer keuangan Dion dan sekertaris Hana yang berumur 46thn.


"mas,ini gimana.apa kita urungkan saja niat kita untuk menikah besok." ucap Hana janda anak dua kepada calon suaminya duda tak beranak.


"jangan,han.kita harus minta izin cuti 3hari.apapun itu,kita sudah persiapan 1thn yang lalu ,masak gagal kembali." ucap Dion kepada Hana.


"ya udah,kamu masuk duluan sana.kau yang bicara." ucap hana kepada Dion,


"bismillah,moga ada malaikat datang dan membatuku untuk meminta cuti.aammin. ayo Han." dion berdoa dan mengajak Hana masuk keruangan tertinggi diperusahaan megah itu.


mereka berdua pun mengetuk pintu ruangan sang CEO dan hanya mendengar jawaban.


"masuk "ucap Andreas tanpa melihat siapa yang masuk.dan berdiri di depan mejanya sembari bergetar.


"tuan,kami berdua ingin meminta izin cuti selama tiga hari kedepan." ucap Dion dengan menunduk dan bergetar takut melihat atasannya.


setelah mendengar kata yang didepannya .Andreas menghentikan pekerjaannya serta memandang sekertaris serta menejer keuangannya .


"alasan" tanya Andreas dengan dingin.


"kami ,berdua ingin melangsungkan pernikahan tuan," ucap Hana sang sekertaris yang menjawab.


mendengar kata pernikahan membuat Andreas tersenyum simpul dan sekilas.karna besok dia juga akan kepencatan sipil dengan Livia dengan sejuta kebohongan yang akan dia sandiwarakan nanti supaya Livia mau diajak kepencatan sipil.karena berarti besok adalah hari baik.


"ya,saya izinkan." ucap Andreas dan membuka brangkasnya mengambil sejumlah uang sebesar 40jt langsung dimasukan amplop coklat didepan mereka berdua.


serta melempar uang itu tepat diatas meja didepan mereka berdua.


membuat Dion dan Hana bergetar lebih hebat dan takut mereka dipecat karna pekerjaan disini memang punya bos galak tapi gajinya lumayan.


"ambil ." ucap Andreas dan kembali menyelesaikan pekerjaannya karna malam nanti dia harus sudah divilla.


"tuan,kami berdua tak jadi cuti.tapi jangan pecat kami berdua."ucap Hana sembari gemetar ketakutan karna seharian ini bos mereka menjadi lebih kejam .


mendengar kata sekretarisnya membuat Andreas kembali menjawab tanpa melihat mereka dan fokus pekerjaannya.


"siapa yang memecat kalian.ambil dan keluar,sebelum saya pecat karna mengganggu pekerjaan saya. " ucap Andreas dinginnya tanpa melihat bawahannya.


mereka berdua pun lari menuju pintu dan sebelum membuka pintu terdengar atasannya berkata kembali.


"itu,bonus buat kalian berdua.cukup." kata Andreas yang sambil menandatangani berkasnya.


"terimakasih tuan,ini lebih dari cukup." ucap mereka berdua dan senang karna tak dipecat karna meminta cuti tapi malah dapat uang bonus dari CEO nya langsung .


setelah keluar Hana dan Dion senyum senyum membuat para karyawan menjadi binggung dan bertanya .


"bagaimana,kalian berdua dapat izin cuti." ucap pegawai satu.


"kita dapat cuti dong iya kan yank.malah kita disuruh pulang lebih awal ." ucap Hana dengan tersenyum pedenya sembari membawah amplop coklat yang begitu tebal.


mereka yang melihat amplop itu pun berfikir bahwa Hana dipecat.


"jangan sombong dulu kau ******,dapat cuti tapi dipecat,hahahahahaha" ucap karyawan wanita yang tak suka sama Hana.


"jaga bicaramu,kau yang ******.kamibtak dipecat." bela Dion.


"itu apa kalau tak dipecat." ucap kembali karyawan itu sambil menunjuk amplop merah yang tebal.


"hahahahahaa,ini itu uang 40jt banyak kan dari bos langsung .karna bos sendiri yang mengisi amplop ini dan memberikannya pada kami.kata bos ini ampao buat kami." ucap Dion dengan sombongnya.membuat semua orang melonggo dan merasa iri pada Dion dan hana.uang 40jt bagi mereka yang bekerja sebagai karyawan tetap dikantor ini.uang yang begitu banyak dan hasil dari mereka bekerja selama 8bln.dan melihat Hana dan Dion yang mendapatkan uang 40jt secara percuma dari sang CEO Langsung membuat iri.apalagi udah dapat cuti dan tak dipecat pula siapa yang tak iri.


ditengah lobi mereka dikejutkan oleh asisten CEO mereka.


"Hana ,Dion tunggu." teriak Agus dan berjalan menuju mereka berdua.lalu berkata.


"tuan tidak memberikan cuti 3.tapi anda diberi cuti 1 mgg bulan madu.dan uang yang diberikan tuan untuk kalian gunakan kebutuhan kalian .dan ini tiket bulan madu kalian di Bali dari tuan sebagai ..." ucap Agus terpotong dan berbisik kepada Hana dan Dion "sebagai hadiah dari tuan,karena kalian menikahnya dihari yang sama dengan besok tuan yang juga melangsungkan pernikahan." bisik Agus dan dengan cepat dia pergi melangkah menuju ruang parkiran karna sang CEO telah sampai dilobi .


melihat sang CEO berjalan membuat Hana dan Dion menundukkan kepala merasa berterima kasih dan hormat.


semua pun melonggo karna Hana dan Dion tak hanya mendapatkan uang 40jt secara percuma,dan tambahan cuti mereka juga iri karna Hana dan Dion dapat tiket pesawat pulang pergi ke Bali.


setelah Andreas masuk mobil Agus pun duduk disamping sopir dan bertanya pada bosnya karna penasaran.


"tak,karna Dion teman sekolahku waktu SMP" ucap Andreas sembari mengotak Atik layar hp nya.


"tapi kenapa ,pak Dion tak mengenali tuan." ucap Agus dengan penasarannya.


"karna ,dia orangnya ...sudahlah jangan banyak tanya." ucap Andreas sembari tersenyum mengingat Dion dulu pernah membelanya didepan para guru,kalau Andreas difitnah menghamili viola.dengan Dion yang menjadi jaminannya.setelah terbukti tak bersalah Andreas tetap mengingat kebaikan Dion dan setelah Dion lulus dan melamar pekerjaan dikantornya.dion langsung menjadi menejer keuangan tanpa Dion sadari ada campur tangan CEO nya .karna Dion hanya lulusan SMA.dengan kecerdasannya Dion tak melanjutkan kuliahnya karna faktor ekonomi keluarga yang sederhana.


"langsung kevilla.kau sudah bilang kepembantu untuk masak yang paling enak." tanya Andreas kepada Agus.


"sudah , tuan." ucap Agus.


emm tuan "nyonya besar ada divilla,setelah pulang dari Paris.nyonya kekediaman tuan derick dan sekarang nyonya sudah ada divilla tuan,satu jam yang lalu." ucap Agus setelah menerima pesan dari kepala pelayan disana .


"hmm,lalu mama bilang apa."tanya kembali Andreas dengan masih sibuk dengan hpnya.


"kata pelayan,nyonya bilang tuan harus secepatnya menikah tuan "ucap Agus sembari takut kena semprot tuannya.


"kenapa tak bilang aku akan menikah." ucap Andreas dan melihat wajah Agus.


"saya tak berani tuan.saya terlalu takut nyonya." ucap Agus yang pernah dimarahi oleh mama tuan derick dan Andreas.


setelah menempuh perjalanan ,mereka sampai divilla besar milik Andreas dan Agus langsung pulang setelah mengantar tuannya.


baru saja memasuki pintu utama Andreas disambut sang mama berdiri dengan tongkatnya dan dipapah oleh sang kakak yang telah menjanda setelah kematian suami serta anak semata wayangnya dan sang kakak memokuskan untuk merawat sang mama.


"anak kurang ajar,kapan kau bawa calonmu kemari." ucap mama nila kepada sang anak.


"andre kasian mama.kau anak bungsu yang harusnya membahagiakan mama.dengan kau menikah .lupakan Liana gadis miskin itu." ucap Merry yang dari dulu tak menyukai Liana karna dia hanya menyukai salah satu gadis kembar sahabat Liana yang memiliki tahi lalat di belakang telinga nya.


"heh,kau memang dari dulu tak menyukai Liana,alasannya kenapa.dia miskin.?." ucap Andreas sambil melihat sang kakak yang berdiri dihadapannya.


"aku tak menyukai Liana karna ayahnya seorang penjudi."ucap Merry dengan memapah sang mama kekursi duduknya.


"terserah kau,jangan teruskan perdebatan ini.karna bentar lagi ada tamu datang kemari." ucap Andreas dan pergi meninggalkan mereka berdua duduk diruang tamu.


"lihat adikmu,dia selalu saja begitu." ucap nila sembari sedih.


"mama jangan sedih,itu tak kan terulang kembali." ucap Merry menenangkan mamanya yang takut sesuatu akan terulang kembali.


selang beberapa menit pintu utama diketok seseorang .


"siapa ya ma,tamu Andre itu.sampai dibawa ke villa nya." ucap Merry penasaran dan berdiri berjalan serta membuka pintu utama itu dan dilihatnya seorang wanita dengan balutan dress berwarna kalem serta rambut ungu yang disanggul dan membuat penasaran iyalah tahi lalat dibelakang telinga gadis itu.


setelah gadis itu menoleh dan menatap Merry mata ungu nya kembali membuat Merry jadi syok.


ya syok lah.karena wanita didepannya iyalah nona kedua Jackson.


lamunan Merry buyar setelah seorang gadis itu berbicara.


"maaf,kak apa ini bener rumahnya tuan Andreas." tanya gadis itu yang tak lain ialah Livia.


"ya,ini benar rumahnya andreas.silahkan masuk." ucap Merry mempersilahkan masuk Livia.


"siapa mer," tanya mama nila.


"ini mah, tamu Andreas."ucap Merry kepada sang mama setelah sampai ditempat duduk .


Merry pun mempersilahkan duduk tamunya.


"wahh,kamu cantik sekali ya." ucap mama nila sembari berjalan menuju tempat duduk yang diduduki Livia dan duduk disampingnya.


"siapa namamu nak." tanya mama nila yang dari awal melihat Livia masuk sudah suka dari pandangan pertama.


"felivia,Tante." jawab Livia dengan nada lembutnya.


melihat itu Merry tersenyum dan senang sekali karena dia akan lebih dekat dengan seseorang yang pernah ada didalam hatinya sebelum dia dijodohkan alhm papanya dengan alm suaminya.


Merry pun akan bertanya tapi tak jadi karna seseorang yang datang dari atas menuju keruangan tamu.


"kau sudah datang." tanya Andreas kepada Livia.


"ya,aku sudah datang tuan andreas. "ucap Livia sembari tersenyum simpul.


"maaf,lama menunggu."kata Andreas dan duduk didepan Livia sembari menyilang kan kedua kakinya.dan melihat Livia yang terlalu cantik malam ini.


melihat sang mama dan kakaknya yang sangat menyukai kehadiran Livia membuat Andreas tersenyum simpul dan memberi isarat kepada sang kakak.


untuk mengikutinya berdiri keluar ruangan.


"maaf,saya tinggal kembali." ucap Andreas dan diangguki oleh livia ,yang masih sibuk bercanda dengan mama nila.


setelah kepergian Merry dan Andreas .mama nila pun menjadi peribadi yang berbeda dan berkata kepada Livia dengan nada mengancam.


"nak Livia,jawab dengan jujur kau ada hubungan apa dengan Andreas." tanya mama nila dengan menatap tajam.


"saya hanya teman bisnis , Tante." ucap Livia dengan rada takut karna perubahan mendadak itu.


"ohh,jadi hanya rekan bisnis.tapi saya minta kauuu..." ucap mama nila sembari berdiri dengan menunjuk Livia dengan tajam dan diteruskan ucapannya "MENJADI MENANTUKU HARI INI JUGA."


"mmm,tapi maaf Tante ,via gak bisa." ucap Livia menolak cara Tante itu melamar dengan memerintah..


"TAK ADA KATA PENOLAKAN.PENGAWAL" teriak mama nila dan pengawal pun berkerumun diruangan tamu itu dan dengan nada gemetar Livia menjadi takut sangat takut.


"Tante mau apa." tanya Livia sambil berdiri menenteng tasnya dan akan keluar dari rumah Andreas masalah pamit nanti waktu dikantor saja.


"BAWAH DIA KE KAMAR ANDREAS ,DAN KUNCI." ucap mama nila lalu para pengawal pun membawah Livia dengan cara tarik menarik karna Livia memberontak.kalau hanya satu dua dia bisa melahap ini lima bodyguard gays.


"Tidak Tante,tolong Andreas tolong minta mamamu lepaskan aku." ucap Livia setelah melihat Andreas dan Merry baru saja membahas tentang bagaimana membawa Livia kekamarnya tanpa diketahui sang mama.


"ma,mau dibawah kemana dia." tanya Andreas kepada mamanya yang berdiri dengan satu tingkat ditangannya.


"tuan Andreas tolong aku,aku tak mau dibeginikan.papaku akan datang kalau kau tak menolongku." ucap Livia kepada Andreas.


"DIAM"