CEO Kejam Cinta Sejati

CEO Kejam Cinta Sejati
026.empat tahun yang lalu


"sudahlah,via ku tak secengeng ini." kata Stella kepada via.


setelah acara berpelukan Stella dan Livia berjalan beriringan..


dan didepan kedua orang tuanya Stella memeluknya.lalu memeluk zubai.


disaat memeluk zubai Stella berbisik ditelinga zubai "Zia,ini tante via sayang " bisiknya dan teesenyum didepan zubai dan mendapat anggukan dari zubai.


Martapun mengajak menantu dan putrinya masuk kedalam rumah tak lupa dengan menggendong cucu perempuan kecilnya .


"Stella,ini Lucas Karlos suami zia.sayang"ucap Marta setelah mereka duduk semua diruang keluarga.


"saya Stella,ini suamiku Brayen Anderson,dan ini putriku Elissa brycia anderson.senang bertemu denganmu";ucap Stella yang tak lain Felicia.


"Brayen";ucap suami Stella.


"Lucas" .


setelah mereka berbincang bincang.danbeda dengan dua orang yang ada dikamar Livia.


sedangkan Lucas dan zubai berpamitan akan kembali saja.karena ada urusan penting yang akan dia bahas dengan Lucas.


Dikamar Livia


Setelah diruang tamu mereka berdua bergegas kekamar Livia karna ada sesuatu yang harus mereka bicarakan berdua.


melihat kotak kaca iguana kesayangan adiknya membuat licia kembali bertanya.


"Livia,siapa yang melakukan semua ini." tanya nya kepada sang adik.


"aku tak tau kak.pria itu memakai topeng,dia juga mencari bukti kejahatan Tiara dan viola 12thn lalu.sedangkan aku menyembunyikan itu karna demi pesan Liana dulu." ucap Livia sembari mengingat perkataan terakhir Liana sahabatnya.


"aku tau itu,via.tapi apa , Liana disana hanya diam melihat kita berdua dipermalukan seperti ini karena salah paham.kau tetap masih ingin menepati janjimu kepada Liana." kata Stella kepada sang adik dengan geramnya.


"aku tak tau kak.toh bukti itu sudah diambil pria itu." ucap Livia pasrah dengan keadaan.


"tak tau aku dengan pemikirannu yang konyol itu via,kau sudah tak seperti viaku yang dulu selalu mementingkan kebahagianmu,setelah Liana mengucapkan permintaan terakhirnya.dan apa setelah insiden penculikan 4thn lalu,membuat Zia trauma sampai sekarang.dan apa yang kau perbuat via.kau hanya diam dan tetap kekeh menepati janjimu pada liana.tapi apa sekarang kau sendiri menjadi korban.pelecehan laki laki brengsek itu." ucap Stella dengan marahnya sedangkan dipintu terdapat Brayen yang berniat untuk mengajak istrinya istirahat diurungkan karna sang istri sedang menasehati adik iparnya.


"tapi,kak semua sudah terlambat,pria itu sudah mengambil sesuatu yang berharga dariku." jawab Livia dengan menangis melihat kemarahan saudara kembarnya.


melihat adik kembarnya menangis Stella pun tak kuasa dan memeluk Livia sembari ikut menangis sesegukan .


"aku sangat kecewa denganmu via,setelah kau pura pura serangan jantung agar kau tak melanggar janjimu kepada Liana.tapi apa yang bisa aku lakukan.aku sangat menyayangimu.kau adikku,sekarang aku akan melakukan apapun untukmu supaya pria brengsek itu bertekuk lutut di hadapanmu." ucap Stella dengan wajah marahnya memendam dendam karna Stella sekarang bukan lagi licia yang dulu.


"apa ,kakak tak mencintai dia lagi," tanya Livia setelah berhenti menangis.


sedangkan seseorang yang dipintu mengurungkan niatnya untuk pergi setelah mendengar pertanyaan adik iparnya.


"hahahahahahahahahahhaha," tawa Stella dengan keras bukan menjawab malah tertawa keras.


melihat sang kakak malah tetawa membuat Livia binggung dan mengerutkan dahinya.


setelah berhenti tertawa Stella pun menjawab perkataan adiknya.


"kau tau via,dia hanya cinta monyet.cinta semata disaat SMP.sekarang dan seterusnya aku hanya mencintai kakak iparmu , Brayen Anderson dan kau lihat putri kami Elisa dia buah hati kita.aku sudah bahagia menemukan seseorang yang menemaniku diwaktu senang maupun susah sayang.untuk apa aku masih memiliki perasaan dengan dia yang tak pernah melirikku." jawab Stella dengan tersenyum tulus dan membuat yang berada didepan pintu menghampiri mereka berdua dan memeluk pinggang Stella yang berdiri berkacak pinggang karna pertanyaan adiknya.


"terima kasih sayang, "ucap nya dan mencium bibir Stella sekilas.


membuat yang didepan mereka memutar bola matanya dengan jengah.


"ya ya ya,aku percaya itu kakak.tapi apa kalian tak mengasihani aku ini yang jomblo.kalian memamerkan kemesraan kalian didepanku.huhh.." ucap Livia sembari bersedekap dan memanyunkan bibirnya.


"sekarang ,kalian keluar lanjutkan dikamar kalian saja jangan dikamarku." ucap Livia dan mendorong kakak iparnya untuk membawah pergi sang kakak secepatnya.


"baiklah ,kami keluar tapi ingat klau ada apa apa.kau bisa meminta bantuanku."ucap Brayen sembari merangkul istrinya yang tersenyum bahagia.


"okey,kakak ipar." ucap Livia dan menutup pintu kamarnya.


dan kembali dengan tersenyum melihat keluarga kecil kakak kembarnya yang bahagia.


"kapan,aku mendapatkan pria sepertimu kakak." gumamnya dan berlalu pergi kekamar mandi.


sedangkan ditempat lain ada seseorang yang mengawasi villa keluarga jackson tepatnya kamar Livia melalu tropong.


"Felicia, ternyata dia masih hidup. sudah menikah dengan tuan Brayen Anderson,tuan Patrick Jakson membuat berita kebohongan atas kematian salah satu putrinya,menarik.." gumamnya dan tetap meneruskan pemantauannya.


melihat Livia tersenyum membuat seseorang itu menyunggingkan senyumannya.


"kalian memang berubah,serta tak pernah ada yang menandingi kecantikan kalian dari dulu,tapi sekarang dilihat dengan jelas meskipun sama sama cantik.lebih cantik dan sexy dan membuatku menginginkan kejadian semalam terjadi lagi dan lagi livia." batin kembali seseorang yang berada di bangunan sebrang .


"tuan Andreas ,kami telah menghancurkan bisnis orang tua nona Tiara serta nona viola.sampai akarnya tuan." ucap Agus sang asisten seseorang itu.


setelah Andreas membawah zubai dan licia kerumah sakit.


Andreas pun bergegas menuju kediaman keluarga jackson mencari felivia disana.


tapi apa disana hanya ada para pembantu.dikarenakan semua pemilik rumah berada dirumah sakit karna nona Livia yang tiba tiba terkena serangan jantung.


tepat dirumah sakit Livia tak kenapa Napa membuat semua bernafas lega.dan tepat disaat semua bernafas lega membuat semua kembali khawatir karna didalam kata seorang dokter ada pasien kritis yang bernama Felicia Jackson sedangkan zubai hanya pingsan saja.


setelah pemeriksaan para keluarga kembali wae was setelah mengetahui bahwa Felicia Jackson terkena serangan jantung dan harus secepatnya mendapatkan donor yang tepat .


mendengar itu Patrick mengeluh prustasi.


" aku harus bagaimana," ucap patrick Jakson dengan prustasi.


sedangkan tamu yang dari tadi ikut serta kerumah sakit pun menepuk pundak sahabatnya.


" Rick,kau yang sabar teman.cia pasti akan segera mendapatkan pendonor yang tepat." ucap Haikal Anderson sahabat Patrick.


"aku akan melakukan apapun supaya calon menantuku selamat,rick." ucap Haikal dan pergi dari sana menuju lorong yang sepi.


' klau terjadi sesuatu dengan licia, Brayen bisa gila.'batin Haikal sembari berjalan dan menelfon anaknya.


setelah panggilan tersambung Haikal pun berkata.


" Ray,kau cepat cari pendonor jantung secepatnya.inintentang keselamatan cinta masa kecilmu." ucap Haikal setelah bercakap cakap Haikal pun mematikan telfon dan kembali ke tempat tunggu.


disana sudah ada Patrick,Marta,dan keluarga.


"Rick,aku mau bicara dengan kamu.disini .aku akan mencarikan pendonor secepatnya dengan syarat Felicia menikah dengan Brayen setelah keluar dari rumah sakit." ucap Haikal dan memandang dengan seksama.


Patrick pun melihat semua anggota keluarganya .mereka pun memiliki harapan yang kuat untuk Felicia tetap hidup.


"baiklah,aku menyetujuinya.dan kami akan mengganti nama Felicia dengan nama Stella Margaretha nama dia waktu kecil." ucap patrick dengan tegas.


membuat Haikal tersenyum .


setelah mereka bercakapan dan jantung pun telah sampai dan sekarang sedang melakukan oprasi .melihat itu Livia pun menjadi sangat khawatir dan sedih .


"maafkan via kak." gumam Livia sembari bersedih dan Brayen pun menghampiri Livia dan menepuk pundak Livia.


"kau ,tak usah sedih adik.cia pasti bisa melewati operasi ini." ucap brayen menghibur Livia yang lagi sedih.karna dari dulu via telah dianggap Brayen sebagai adiknya.


"kau besok ikut kakak ke pencatatan sipil.karna akta kelahiran kalian akan diubah tahun kelahirannya.umur kalian akan dipercepat 7thn." ucap Brayen dan diangguki oleh Livia .


"baik kak Ray." ucap Livia dan kembali bersedih.


setelah semua kembali kedepan pintu karna operasi telah selesai.


dan keluar dari ruang operasi


"bagaimana,keadaan putri ku.dok." tanya patrick.


"baik tuan jackson operasi berjalan lancar dan saatnya nona licia dibawah langsung ke rumah sakit Anderson saja.agar mendapat penanganan yang paling bagus.disini tak lengkap tuan." ucap dokter dan diangguki yang lain.


selang 3 hari setelah operasi .Felicia diberangkatkan ke negara lain setelah mengurus perubahan akte kelahiran mereka berdua .


disana Felicia mendapatkan pengobatan yang begitu sempurna dan mendapatkan perhatian khusus dari Brayen .membuat hati licia sedikit demi sedikit luluh.


tepat disaat akan keluar dari rumah sakit .dan disana para keluarga dari dua belah pihak disana ,Brayen pun melamar Felicia dengan didepan para keluarga.


"Stella Felicia Jackson,maukah kau menjadi istriku." ucap lantang Brayen kepada Felicia didepan para keluarga.


membuat Felicia malu dan menganggukkan kepalanya.


"aku mau." ucap licia sembari menyembunyikan wajahnya dibelakang Marta.


setelah acara lamaran itu selang beberapa bulan Felicia pun menikah dengan Brayen .dan para keluarga kembali ke negara mereka tinggal.


berbeda dengan Andreas yang hanya tau Felicia meninggal karna diruangan Felicia sudah ditempati seseorang perempuan yang meninggal karna kehilangan jantungnya.


dan dia hanya mencari nama Felicia Jackson ke internet dan disana terpampang jelas makam dan tepat dihari yang sama Felicia yang dia kenal..karna Andreas tak tau nama panjang Felicia maupun kembarannya itu.


*masa sekarang....


setelah mendengar hasil kerja asistenya Andreas kembali tersenyum dan cepat pergi dari sana.untuk memberi pelajaran kepada dua wanita ****** itu.


# ada misteri yang disembunyikan Liana dan Livia dimasa SMP itu.