CEO Kejam Cinta Sejati

CEO Kejam Cinta Sejati
019.kembali terluka


setelah mengenang licia .


bibi Ani, kembali dengan pekerjaannya serta Livia pun kembali kekamar dan tak lupa mengabari sang kakak ipar bahwa Lucas telah menemukan zubai.


* villa pinggir kota.


"ya,belikan camilan apa saja yang ada di supermarket." jawab Lucas lalu berjalan kembali menaiki tangga menuju kamarnya.


dipertengahan anak tangga


"kau ,suruh semua pelayan sebagian kembali ke rumah utama.kau dan 1 pelayan tetap disini." ucapnya berjalan meninggalkan mereka.


sesampai dikamarnya Lucas pun bergegas kembali menghampiri sang istri dan duduk dipinggir ranjang.


melihat sang istri dengan seksama baru Lucas menyadari zubai telah sadar dan hanya pura pura tidur saja.


melihat kelopak mata sang istri bergetar membuat Lucas tersenyum simpul.


"honey,kalau kau tak mau bangun .Mariah pura pura pingsan .aku akan mencium mu." ucap Lucas sembari memajukan wajahnya ke wajah zubai.


karna merasa dalam bahaya.


zubai terbangun dan mendorong Lucas dari hadapannya.


"pergi kau,jangan pernah mendekatiku." kata zubai dengan nada gemetar karna luka lama kembali menganga lagi setelah melihat wajah Lucas dihadapannya.


"honey,kau kenapa .aku suami dan tak kan pernah pergi meninggalkanmu." ucap Lucas yang masih setia duduk ditepi ranjang depan zubai yang bersandar di kepala ranjang tersebut.


"ku mohon menjauhkan dariku,hik hik " ucap zubai sembari menangis sesegukan.


melihat sang istri membuat Lucas berinisiatif menghapus air mata dipipi tapi apa yang diterima penolakan keras istrinya tersebut


"tolong jangan sakiti aku.ayahku akan memberikanmu uang." ucap zubai yang masih ketakutan karna dia mengingat kembali masa lalu yang sangat mengenaskan 4thn yang lalu yang telah merenggut nyawa salah satu Tante nya.


*masa lalu.


seorang gadis cantik dengan rambut pendeknya berjalan diantara para teman sekolahnya ,mereka akan melakukan pesta kelulusan yang diselenggarakan disekolahkan tersebut.


gadis itu pun tersenyum setelah melihat mobil yang menjemputnya datang dan berada di gerbang sekolahannya.


dia zubai remaja yang masih masa masa mengenang hal hal yang indah .


melihat siapa yang keluar dari pintu mobil pun zubai tersenyum dengan gembira karna yang menjemputnya bukan Tante Livia melainkan Tante licia.


melihat wanita yang berdiri bersandar di mobil berwarna merah zubai berlari kencang dan memeluk sang Tante yang baru saja pulang dari luar negeri setelah menjalankan pengobatannya.


"Tante cia, sudah pulang." tanya zubai kepada wanita cantik itu.


"ya, Tante sudah pulang sayang." ucap wanita itu yang tak lain kakak kembar Livia.


"tapi apa Tante akan tinggal disini ,menemani kami." tanya zubai setelah memasuki mobil dan berjalan membelah keramaian jalan raya.


"ya,Tante sudah sehat sayang.karna kangen zia.tante cepat sembuh." jawab licia yang sudah dinyatakan sembuh oleh dokter nya.


"Tante via ,juga 2bln dirumah sakit karna gagal jantung nya kambuh ."ucap zubai sedih membahas kedua Tante nya.


"Tante cia,kapan Tante akan menikah.zia ingin sekali memiliki keponakan seperti teman teman." tanya zubai dengan antusias dan dibalas hanya senyuman oleh licia.


"kau tau Zia,Tante tak akan pernah menikah karna pria yang selama ini Tante cintai hanya menginginkan kematian Tante bukan membalas cinta Tante ini.kau akan merasakannya kelak.cinta itu apa." ucap licia sembari mengerem mobil nya secara paksa dan mendadak karna terhadang oleh mobil yang menghadang di tengah perbatasan kota.


setelah pemilik salah satu mobil turun dan menyemprotkan obat bius keseluruh badan mobil.asap itu masuk dalam mobil melewati celah celah mobil tersebut dan membuat penumpang pingsan tapi beda dengan sopir yang ternyata telah berkhianat itu.


"tuan,mereka sudah pingsan." ucap sopir itu kepada seseorang yang masih setia didalam mobil itu.


"bawah dia kegedung tua " ucap nya lalu pergi dengan berjalannya mobil yang ditumpanginya .


setelah sampai di gedung tua itu.


zubai dan licia terikat dikursi dengan tangan yang terikat dibelakang.


melihat sang tawanan belum kembali sadar pria itu menyiram wajah Lucia dengan air.


karna siraman air itu licia sadar dan menerjapkan netra nya dan melihat samar samar sosok yang membungkuk didepanya wajahnya.


setelah pengelihatannya jelas licia mengenali pria itu.


"kau," ucap licia sembari ketakutan setelah melihat ponakannya pun berada disana.


"ya,aku kekasih wanita yang kau bunuh itu."jawab pria itu dengan dingin.


"Liana ,jatuh bukan karna aku.dia ingin bunuh diri .aku dan adikku hanya ingin menolongnya" ucap licia yang tak mau kesalah pahaman ini sampai selamanya tak ada titik terangnya serta malah menyeret keponakannya ikut dalam masalah ini.


"Felicia Jackson, kau tau itu bukan kesalah pahaman itu kenyataan karna Tiara yang memberi video itu padaku" ucap pria itu dengan mencengkram rahang licia dengan keras.


"Andreas,asal kau tau itu tuduhan palsu Tiara,Tiara lah yang telah membuat hidup Liana hancur dan berakhir bunuh diri.kau harus tau itu."jawab licia karna dia tak kan mungkin membunuh sahabatnya itu.


"saya hanya percaya bukti bukan bualan" teriak pria itu yang tak lain Andreas karlos bersaman dengan tamparan keras yang mengakibatkan Luka disudut bibirnya.


mendengar teriakan dan tamparan itu zubai sadar dari pingsannya lalu berteriak.


"jangan sakiti Tante licia.kau pria jahat."ucap zubai sembari berteriak dan meronta ronta.


"kau tau,tantemu seorang pembunuh." ucap Andreas mencengkram zubai dengan keras dan menghempaskan secara kasar.


"Andreas jangan sentuh zia.dia tak tau apa apa..kau butuh bukti baik ,bukti semua kejahatan Tiara kepada Liana ada di adikku livia.kau bisa memintanya dia."ucap licia sembari memegang kepalanya karna penyakitnya mulai menyerang otaknya kembali dan kembali pingsan dengan wajah pucatnya menahan sakit.


melihat sang Tante diujung maut.membuat zubai teriak dengan histeris.


"jangan sakiti aku,kumohon lepaskan kami.ayahku akan memberi uang kepadamu.tapi tolong jangan sakiti kami." teriak histeris zubai dengan derai air mata bercucuran.


"tuan,tolong selamatkan Tante cia,dia menderita kanker otak selam ini.tolong bawah kerumah sakit secepatnya." ucap zubai dengan masih menangis sesegukan karna terlalu menangis dan takut membuat zubai pingsan kembali.


melihat 2perempuan beda umur itu.pingsan membuat Andreas tak lagi meneruskan rencananya dan membawa mereka berdua ke rumah sakit umum.


serta tahu bahwa licia benar mengidap kanker otak stadium akhir.


karna merasa penasaran dia akan menemui Livia dan meminta bukti bukti kejahatan Tiara kepada kekasihnya .


tapi apa ternyata Tuhan tak mengizinkan Andreas bertemu Livia karna disaat bersamaan Livia pun masuk rumah sakit.


dan Andreas mendapat tugas sang kakak untuk pergi ke luar negeri kembali.


setelah insiden itu membuat zubai trauma apalagi insiden itu telah menjemput Tante licia meninggalkan dia untuk selalamanya dan hanya menyisakan detak jantung yang berada didalam satu tubuh tante via nya.


selama berada disisi Tante Livia nya zubai merasa Tante licia pun berada dekat dengannya.


insiden itu hanya zubai yang tau dan karna waktu hampir 4thn membuat zubai melupakan wajah pria itu.


*sekarang


Lucas masih bingung dengan keadaan istrinya.


serta berusaha memeluknya tapi ketakutan zubai membuat Lucas mengurungkan niatnya.


"jangan mendekat,tolong selamatkan Tante licia,dia tak bersalah kata Tante cia.bukti itu ada ditangan Tante via.kau bisa memintanya"kata zubai masih bergetar ketakutan.


mendengar kata kata zubai membuat Lucas sendiri binggung "Tante cia.bukankah dia kakak kembar Tante via " gumam Lucas dan diangguki oleh zubai sembari terdiam.


"dia pria itu,salah paham dengan Tante cia,karna keegoisannya dia membuat Tante meninggal." ucap zubai kembali menangis sesegukan.


"dia seperti kau memiliki tahi lalat di ekor matanya" ucap zubai yang sudah tenang karna didepannya ialah Lucas bukan pria yang dilihatnya dari kegelapan.


"honey,tenanglah.aku akan memanggil dokter kesini.kau harus jaga kesehatanmu serta anak kita." ucap Lucas sembari mengelus rambut zubai kembali.


setelah kepergian Lucas .zubai melamun dan bergumam "semoga saja Tante via tak pernah bertemu dengan pria itu. Andreas itu namanya" gumam zubai tanpa disadari Lucas ada didepan pintu karna mengingat zubai belum makan apapun.membuat dia kembali ingin menanyakan mau makan apa istrinya.


"Andreas,mungkin bukan paman." gumam Lucas dan kembali untuk memanggil kepala pelayan.


*