
setelah mendapat informasi itu Andreas menelfon keponakannya .
dan yang disebrang menjawab.
"Lucas,cepat kesini.kau akan mendapatkan apa yang kau mau." ucap Andreas kepada ponakannya lalu mematikan panggilan tersebut sebelum yang disebrang telfon menjawab maupun bertanya.
"wanita bar bar itu ternyata masih sama.meskipun sekarang lebih cantik dan membuat ku tak mengenalnya.kukira saudara kembarnya yang licik itu masih hidup.ternyata sudah meninggal bagus lah." gumam Andreas lalu kembali ke berkas yang belum ditandatangani.
*Lucas Karlos
setelah selesai makan malam ,Lucas langsung menuju kamarnya untuk tidur karna besok dia berangkat sepagi mungkin.
setelah membaringkan tubuhnya di ranjang ,Lucas mendengar panggilan masuk dari hp nya.
dan melihat siapa yang tlfn malam malam.
"paman.?" gumamnya lalu menggeser tombol hijau di layar .
sebelum mengucap hallo maupun berbicara,orang yang ada disebrang sana sudah bicara dan memutuskan panggilannya saja.
"cihh, apa yang aku mau." gumam Lucas sembari menatap langit langit kamar.
"yang ku mau ,menemukan nya dan menghukumnya beraninya dia kabur dariku." geramnya lalu tersenyum membayangkan hukuman apa untuk wanita tak patuh itu.
karna memikirkan zubai semalaman Lucas tak istirahat dengan nyenyak dan pagi pagi buta asistennya sudah datang memberikan laporan laporan yang perlu ditanda tangani sebelum keberangkatannya ke negara pamannya tinggal.
diruang kerja Lucas,sibuk menanda tangani 10 berkas kerjasama dan laporan pemasukan.
"apa semua sudah,hanya ini" ucap Lucas sembari menyerahkan 10 map ke asistennya.
"sudah tuan,tuan apa anda sudah mendengar informasinya jadi tuan langsung pergi ke sana" tanya asisten tersebut.
"informasi apa" tanya balik dengan dinginnya.
"menjawab tuan,saya sudah mendapat informasi bahwa pesawat yang dengan penumpang bernama via dan Zia ternyata bibi nyonya dan nyonya sendiri mendarat ke negara tuan Andreas karlos." jawab asisten itu memberikan informasi tersebut.
mendengar informasi dari sang asisten yang membuat dia menjadi bangga dan bahagia .
"bagus kerjamu,bulan ini bonusmu 3x lipat.urus penerbanganku secepatnya." ucap Lucas dengan dingin.
' aku datang honey.' batin Lucas sambil tersenyum lalu berdiri dari tempat duduk dan pergi keluar dari ruang kerjanya menuju keluar rumah dengan melewati keluarganya yang sedang menikmati sarapan mereka.
melihat sang adik turun dari anak tangga dengan terburu buru Clara pun melihat sang suami yang ada disampingnya dengan wajah tanda tanya.
"Harry,siapa pria dibelakang Lucas."tanya Clara kepada suaminya dengan nada berbisik.
"dia asisten ku ,karna Lucas mau ke tempat paman.semua perusahaan aku yang hendel sementara."jawab Harry sembari menyuruh memakan sarapannya kembali.
melihat sang putra nya turun lalu berkata
"luc,sini sarapan dulu dengan kami." ucap Sang mama.
"sorry ,mam.lucas sibuk." jawabnya dan berlalu pergi meninggalkan ruangan makan dan menuju pintu keluar kediaman besar karlos.
"kau,antarkan cepat kebandara." ucap Lucas menyuruh asistennya mempersiapkan penerbangannya.
"baik tuan" jawabnya dengan gemetar sambil berkata 'kuatkan hamba ya Allah,memiliki majikan seperti malaikat pencabut nyawa,tuan Harry tolong.'batinnya dengan keringat dingin bercucuran memenuhi dahinya.
sesampai dibandara Lucas langsung naik pesawat dan lepas landas menuju negara tujuannya.
sesampai dibandara Lucas pun sudah melihat seseorang yang menunggunya datang.
melihat sang paman datang sendiri menjemputnya Lucas pun tersenyum dan melangkah menghampiri sang paman.
"maaf, menunggu lama." ucap Lucas setelah sampai didepan Andreas.
"ya ,baru beberapa menit" jawabnya dengan singkat.
es balok bertemu dengan kutub selatan jadilah seperti ini.hanya satu kata dan satu jawaban seterusnya hanya keheningan yang mencekam membuat sang sopir merasa berada di Antartika .
sesampai dirumah Andreas Lucas pun duduk disofa ruang tamu dan memulai obrolan.
"apa kau sudah menemukan tempat dimana istriku tinggal paman? " tanya Lucas tanpa basa basi.
"ya,istrimu tinggal divilla xxx." jawab Andreas sembari melepas jas nya dengan sembarangan.
"okey,aku akan kesana" ucap Lucas dan pergi dari kediaman pamannya .
dengan mobil sport nya Lucas melaju keluar dari halaman villa sang paman dan menelusuri jalanan dipagi hari.
sesampai didepan villa Lucas melihat betapa ketatnya penjagaan dipintu gerbang villa tersebut.
melihat penjagaan yang terlalu ketat membuat Lucas hanya berdiam diri didalam mobil sambil melihat dari sebrang jalan.
karna hari ini zubai akan pergi membeli sebuah camilan yang diinginkannya.
'andai saja ada dia di sini' batin zubai membayangkan Lucas yang membelikan camilan itu membuat zubai memukul dahinya.
"gue bayangin apa coba" gumam zubai lalu bersiap siap untuk keluar vpergi membeli camilan di supermarket terdekat.
turun dari tangga disambut dengan sang Tante diruang tamu.
"mau kemana Zia ,sayang." tanya Livia yang masih melihat majalah fashion ditangannya.
"Zia ,mau ke supermarket Tante." ucap zubai dengan berjalan dan berdiri didepan pintu .
"hati hati dan cepat pulang.maaf Tante gak bisa menemani karna ada tamu bentar lagi" ucap Livia sambil melihat zubai .
"baik Tante." jawabnya dan pergi dari rumah menuju mobil lalu keluar dari villa itu.
tanpa zubai sadari ada mobil yang mengikutinya sampai di supermarket.
sesampai didepan supermarket zubai turun sebelum dia masuk supermarket sudah dibuat pingsan oleh seseorang yang dari tadi mengikuti nya dari villa sampai didepan supermarket.
melihat targetnya pingsan membawahnya ke mobil pergi dari tempat itu menuju sebuah villa lain yang berada jauh dari jangkauan orang biasa.
setelah menempuh perjalanan dengan kecepatan diatas rata rata.
pria tersebut sampai ditujuannya dan membopong tubuh tak berdaya zubai ke villa sesampai disana banyak pengawal dan pelayan menunggu kedatangan tuannya.
dengan berjalan sangat cepat menaiki tangga tersebut pria itu sampai dikamar lalu membaringkan tubuh zubai dikasur king size disana.
"hukumanmu akan kuberikan setelah kau sadar honey" ucap pria itu yang tak lain Lucas Karlos.
setelah meletakkan sang istri kekamar Lucas pergi dari sana menuju ruangan yang disana banyak pembantu dan pengawal.
sesampai ditangga bawah Lucas telah disambut oleh kepala pelayan villa itu.
"tuan,apa nyonya baik baik saja" tanya kepala pelayan tersebut dan diangguki semua yang disana.
"dia baik baik saja." ucap Lucas dengan dinginnya.
"syukurlah tuan,apa tuan ingin sesuatu biar cheff membuatnya." tanya kembali kepala pelayan tersebut.
"ya,belikan camilan apa saja yang ada di supermarket." jawab Lucas lalu berjalan kembali menaiki tangga menuju kamarnya.
dipertengahan anak tangga
"kau ,suruh semua pelayan sebagian kembali ke rumah utama.kau dan 1 pelayan tetap disini." ucapnya berjalan meninggalkan mereka.
melihat tuannya sudah tidak terlihat dibalik pintu kamar .
"kalian dengar kembali ke rumah utama" ucap kepala pelayan dan pergi dari sana lalu dijawab serentak oleh seluruh pelayan.
"baik pak Ron." ucap mereka serentak.
"kita selamat" ucap mereka yang tak terpilih menetap di villa tersebut.