
setelah mendapatkan bukti itu Andreas pun pergi dari kamar itu dan bergegas menyuruh anak buahnya kembali kemobil sedangkan dia ke villa dia.
setelah kepergian pria itu Livia menangis dan berteriak keras sampai tertidur karna terlalu capek dan sakit seluruh tubuhnya
dibandara
karna masalah penerbangan membuat Patrick dan Marta sampai tepat jam 03.00 pagi.
dan disana sudah terlihat seorang sopir sudah menjemput mereka dari jam 07.00 sore .
"maaf,tuan nyonya biar saya bawah kopernya." ucap sopir itu tak lain pak Diman.
"pak Diman,apa via ada dirumah." tanya Marta dengan memasuki mobil.
"dirumah,nyonya dari waktu saya berangkat ke bandara jam 07.00 ,saya menlihat mobil non via masuk halaman." jawab pak Diman sembari memasang sabuk pengamannya.
sedangkan Patrick sibuk mengamati notifikasi keamanan villa nya.degan seksama karna tadi baru bisa mengaktifkan hpnya.
dan melihat banyak notifikasi yang ditekan sebelum Dewi sang bodyguard Livia.
"pak dim,apa tadi sebelum kau keluar ada hal yang mencurigakan." tanya patrick dengan rasa was was karna khawatir karna ikatan batin seorang ayah yang terlalu menyayangi putrinya sangat kuat.
seperti 4thn lalu sebelum licia meninggal dunia.
"tidak tuan,tapi saya berpapasan dengan mobil mewah sebelum kemari dikawasan villa tuan." ucap pak Diman setelah mengingatnya
"cepat kita harus sampai divilla secepatnya " kata Patrick dengan sedikit nada khawatir yang berlebihan .
"iya ,Daddy .cepat pak dim" ucap Marta karna kekhawatirannya bertambah lebih parah dari dia masih dirumah utama.
ditengah perjalanan mereka dihadang dengan kemacetan karna didepan ada kecelakaan mobil. setelah tepat jam 05.00 pagi mereka lepas dari kemacetan dan langsung melaju cepat menuju villa,diper4an jalan mereka berpapasan dengan mobil mewah yang dilihat pak Diman sore tadi.
melihat mobil hitam mewah itu melaju cepat membuat pak dim mengerem mendasak dan mengingat nomer plat tersebut klau terjadi sesuatu dengan nona nya dia yang wajib dicurigai.
"ada apa pak dim" tanya Marta karna kaget dengan rem mendadak sang sopir.
"maaf nyonya ,saya lagi melihat dan mengingat mobil hitam itu yang saya lihat tadi sore .saya juga sudah menghafal plat mobilnya."jawab Diman dan menyerahkan kertas yang tertulis nomer plat itu kepada tuannya.
sedangkan Patrick yang sudah dilanda cemas hanya mengambil dan menaruh kertas itu disaku jas nya.
setelah mereka berhenti sebentar dan melajukan mobil.sesampai dipintu gerbang villa mereka dikagetkan dengan para pengawal dan penjaga pingsan disetiap lantai halaman depan dan belakang .
"siapa qng berani berbuat seperti ini kepada keluarga jackson." teriak Patrick dengan murka yang meluap luap.
setelah dari depan dan belakang halaman villa.mereka bertiga berlari menuju dalam villa dan mendapatkan sebujur tubuh Dewi yang sudah kaku dengan bersimbah darah dengan luka 3 tikaman benda tajam.selain itu ditangan bodyguard itu ada alarm keamanan dan juga ada pistol yang siap menembak .
lalu mereka berjalan melewati dapur yang disana ada suara tangisan seorang perempuan dewasa.yang tak jelas karena mereka melihat ada luka benturan didahi mbok Ani serta keadaan yang terikat dibawah tempat cuci piring dengan mulut yang dilakban.
setelah Marta melepas lakbannya dan mbok Ani pun berteriak.
"tuan besar,nyonya,nona Livia dia .tolong nona Livia tuan."ucap mbok Ani dan pingsan karna terlalu syok dan menunggu seseorang yang datang menolong.
setelah mendengar ucapan terbata bata mbok ani.mereka berdua bergegas dengan cepat menaiki tangga dan lari ke kamar Livia yang ada paling ujung.melihat pintu yang telah rusak kuncinya membuat mereka was was setelah mereka masuk.
mereka melihat kamar besar itu menjadi berantakan seperti habis gempa.
Patrick dan Marta juga mendengar seseorang menangis histeris dibawah samping ranjang mereka pun menghampiri .
melihat itu patriak bergegas kembali kekamarnya dan mengecek seluruh rekaman cctv tersembunyi depan gerbang,halaman depan,halaman belakang,dan ruangan tamu yang disana terdapat dengan jelas Dewi yang bertarung dan meninggal tertikam oleh pria dengan stelan jas mahal serta topeng menghiasi sebagian wajahnya.
rekaman dapur terlihat mbok Ani yang berusaha menelfon tapi didorong dari belakang dan membentur meja lalu diikat dan dilakban.beralih rekaman cctv lorong setiap kamar pria itu memasuki seluruh kamar utama.dan tepat dikamar licia pria itu sedikit lama .dan tepat rekaman cctv depan kamar Livia pria itu kesusahan membuka pintu kamar tersebut dan dengan apa pria itu bisa membobol kunci pintu kamar itu.
dan masuk dengan lama.dan beralih dicctv balkon kamar livia.disana terpampang jelas Livia yang habis mandi dengan pria itu yang seperti mengancam.berbuat kasar pula dan disana dengan paksa Patrick melihat putrinya di gendong seperti karung oleh pria itu .dan lama tak keluar dan dicepatkan sampai jam 05.00 pagi pria itu keluar dari kamar Livia sembari merapikan jas mahalnya kembali lalu turun dengan cepat pergi dengan mobil mewah lalu pergi dari sana.
"dasar bajingan.pria itu telah menggali kuburannya karna berurusan dengan keluarga jackson." murka Patrick lalu bergegas kembali kekamar putrinya yang terlihat sudah rapi dengan baju putihnya.
melihat Marta yang dengan telatennya menyisir rambut Livia , Patrick bergegas menghampiri Livia dan berjongkok didepan sang putri.
"maafkan Daddy ,Livia setelah mendapat tlfnmu bahwa Zia sudah tinggal dengan Lucas.kami tak langsung kemari karna masalah pesawat."sambil menangis didepan putrinya yang tinggal satu satunya.
melihat Livia hanya diam membuat Patrick bertambah sedih karna Livia ialah putri kesayangannya setelah jantung licia menjadi satu dengan raga Livia sayangnya dan cintanya melebihi dia kepada Daniel .
melihat itu Patrick pun bergegas pergi kebalkon lalu menelpon seseorang disana.
"Brayen,kau harus mencari siapa pria yang telah menghancurkan adikmu livia.kerahkan anak buahmu secepatnya hidup atau mati." ucap patrick dan langsung diputuskan tlfn itu secara sepihak.
setelah itu mereka berdua bergegas keluar dari kamar Livia dan kembali kekamar mereka.
meninggalkan Livia agar bisa menenangkan dirinya.
setelah orang tua nya keluar dari kamarnya ,Livia menggenggam erat kalung tua dengan liontin permata jambrud yang sangat langka karna barang kuno.
*villa tengah kota.
setelah keluar dari villa Jackson .
Andreas bergegas kembali ketempat tinggalnya dan langsung kekamar dan melihat rekaman rekaman bukti kejahatan Tiara dan viola.
membuat rahang Andreas mengeras dan mengepalkan tangannya.
setelahnya menyerahkan bukti itu kekantor polisi dan akan dikenakan hukuman seumur hidup dengan cara menghancurkan bisnis keluarga Tiara dan viola mereka tak kan bisa memberi uang tebusan.
"kau,buat keluarga mart dan maron bangkrut dalam waktu sejam." ucap Andreas setelah tlfn diangkat Agus sang asisten dan langsung mematikannya.
setelah selesai melihat bukti bukti itu ada 1 DVD yang ikut diambil tak tau DVD apa itu .
melihat DVD itu Andreas pun bergegas membersihkan dirinya dan berganti pakaian santai karna capek dengan aktifitas semalam membuat dia tak kekantor.
setelah selesai mandi dengan kimononya ,Andreas pun kembali memutar DVD dilaptopnya setelah video itu berputar terpampang jelas disana ada licia,Liana serta Livia sebagai perekamnya disaat ada suara seseorang yang cekikikan menyarankan licia dan Livia menulis orang yang mereka sukai .
kedua gadis itu menulis dan menukar gulungan kertas masing masing dan Licia lebih dulu melihat gulungan itu dengan wajah syok dan mengarahkan tulisan itu didepan handycam.dengan tulisan "Andreas karlos" melihat tulisan itu Livia bersorak" kau suka dengan Andreas karlos siapa itu" tanya Livia kepada Liana yang senyum senyum mendapat tlfn dari seseorang disana.
"siapa .?tanya licia .
"Tiara,ayo antar aku ke kantin soalnya aku takut mereka akan membullyku lagi." ucap Liana yang masih terekam handycam Livia.
dan tanpa terbuka kertas itu jatuh dan dipungut Livia serta dibuka dan tertulis nama yang sama seperti kertas licia.disaat itu handycam itu belum dimatikan sama sekali masih berlanjut .
"kak,kau begitu lapang dada.hik hik" ucap Livia dan pergi lalu "oh ya handycam belum gue matikan" ucap nya yang disana terekam rumput taman lalu putus rekaman itu.
melihat DVD itu membuat Andreas kembali melamun karna dia telah membuat seseorang yang tak bersalah menjadi korban dan meninggal 4thn lalu.
"maafkan aku Liana,karna aku telah salah paham dan membuat salah satu sahabat kekasihnya meninggal dunia." gumam Andreas lalu melanjutkan pekerjaannya.