
"nona itu sudah pergi setengah jam yang lalu tuan." ucap Agus sembari bergetar melihat tuannya marah.
"dia menyuruhku menjauhi livia.tak kan kulakukan ." ucap Andreas dan kembali bertanya kepada Agus.
"kapan pertemuanku dengan Livia." ucap Andreas sembari membuka hpnya.
"hari ini dan sore nanti." ucap Andreas serta menganggukkan kepalanya.
atur pertemuanku dengannya .
"aku tak akan pernah melepaskan apa yang menjadi milikku.dan malam itu aku sudah mengklaim Livia adalah milikku." batin Andreas sembari mengepalkan tangannya sampai pen yang berada ditangannya patah menjadi dua bagian.
melihat itu Agus bergidik nyeri .
'matilah aku,bos marah besar.' batin Agus dengan gemetarnya.
setelah kedatangan Felicia dikantor dan tentang perkataan untuk menjauhi z Zu.
membuat mood Andreas Mark Karlos menjadi kejam kepada para bawahan maupun karyawan dikantor.kesalahan kecil menjadi besar.besar menjadi berujung pemecatan.
melihat mood sang CEO mereka yang sangat buruk hari ini.semua karyawan hanya diam diam berdoa agar ada sedikit cahaya menolong mereka dari raja iblis itu.
siang pun datang tanpa memberitahu taun Andreas .Livia datang kekantornya dengan pakaian kaos oblongnya serta rok sederhana selutut.dengan memakai sepatu kets nya .
setelah sampai dikantor Andres ,Livia memakirkn mobil serta melangkah menuju lobi dilantai dasar sampai para karyawan kembali memandang wajah cantik wanita yang dikiranya datang pagi tadi dengan penampilan yang berbeda .
melihat wanita yang dikiranya tadi pagi kesini.membuat repsisionis berkata.
"nyonya,langsung saja ke ruangan CEO dilantai paling atas."ucap karyawan itu dan berjalan menunjukan lift pribadi khusus CEO kepada Livia.
"emm,terimakasih " ucap Livia yang merasa sangat dihormati di kantor orang yang baru saja ia kenal.
setelah memasuki lift Livia menunggu dan tibalah dilantai paling atas disana hanya ada 1 pintu ruangan .
dengan berjalan santai Livia pun sampai didepan pintu itu dan mengetuk pintu ruangan.
tok
tok
tok
"masuk" ucap Andreas dengan dingin,dikira yang mengetuk pegawainya yang sedang dipanggil menghadap keruangannya.
"maaf,permisi saya datang lebih cepat dari perjanjian." ucap Livia yang sudah masuk dan berjalan didepan menuju meja kerja Andreas.
mendengar suara seseorang perempuan yang sedikit familiar membuat Andreas mendongakkan kepalanya dan tersenyum simpul didepan wanita cantik itu ,meskipun dengan pakaian sederhana tapi mahal membuat kesannya tambah cantik.
"boleh saya duduk." ucap Livia dan diangguki oleh Andreas karna termenung dia tak bisa berbicara apa apa.
"apa tuan masih sibuk,klau masih saya akan datang lagi besok." tanya Livia kepada Andreas yang masih memegang pen nya.
"tak,semua sudah selesai "jawab Andreas dengan sedikit lembut.
melihat itu Andreas mengerutkan dahinya dan menatap tajam wajah Livia.
membuat Livia sedikit gugup.
lalu memberitahu maksud kedatangannya.
"saya kemari bukan hanya mengembalikan uang kompensasi itu,dan kami juga tak akan membatalkan kontrakny.karna disaat pembanguna kami tak terganggu sama sekali.jadi disini saya mengembalikannya."jelas Livia dan diangguki oleh Andreas .
"baiklah,terimakasih atas kerja samanya." ucapnya sembari menularkan tangan kanan yang terdapat luka cakaran yang didapat malam itu membuat Livia mengerutkan dahinya.
"oh maaf,ini luka 3hari yang lalu.disaat kucing liarku sedikit nakal jadi mencakar punggung tanganku.dan masih banyak luka cakarannya di tubuhku apa kau mau lihat betapa garangnya kucingku itu" ucap Andreas dengan tersenyum didepan Livia sembari menekan nekan pen nya.
Livia pun diam mencerna ucapan Andreas
"emm,tak yah tuqn Andreas .aku tau itu sangat sakit mungkin.sampai sedalam itu." ucap Livia sembari merasa kasihan dengan pemilik kucing galak itu .
"tak apa ,nona livia.meskioun separah ini.tapi aku tetap menyayangi dan mencintai kucing liarku itu "ucap Andreas dengan tersenyum dan dalam batin berkata.'kau bodoh,atau pelupa dasar wanita aneh." batin Andreas dan mereka mengobrol begitu lama.sampai sore pun tiba.dan disaat Livia disana para pegawai menjadi lega karna seorang tamu yang membuat sang CEO sibuk seharian.
"bagaiman nona Livia,apa saya mendapat kehormatan makan malam dengan anda." ucap Andreas dengan wajahnya yang sudah 99°% berbeda jauh dengan disaat Livia bertamu.seperti satu orang bermuka dua.
"em ,baiklah.dimana kita akan malam." tanya Livia dengan menopang dagunya.
"bagaimana divillaku.kau belum pernah berkunjung kesana." ucap Andreas dan diangguki oleh Livia.
"baiklah,aku akan kesana ini kartu nama saya dan disitu sudah tertera nomor hp saya." ucap Livia memberi kartu namanya dan Andreas pun berkata
"nanti akan aku kirim lokasi villa saya " ucap Andres sembari memandang kartu nama Livia.
"baiklah ,saya permisi dulu tuan andreas. senang bisa berteman dengan anda ." ucap Livia dan ingin keluar dari ruangan itu.
sebelum sampai dipintu Andreas berkata dan membuat Livia berhenti .
"apa hanya teman.kalau lebih dari teman apa tidak boleh." ucap Andreas dengan memandang punggung ramping Livia .
"maaf,tuan Andreas aku sudah ada seseorang yang mengisi hatiku." ucap Livia lalu pergi meninggalkan ruangan Andreas.
setelah kepergian Livia .
wajah dan watak Andreas berubah menjadi iblis kembali dan nembuat para pekerja kembali merinding dan was was.
mereka semua ingin perempuan tadi tetap diruangan majikannya saja.klau bisa mereka akan bergotong royong mengumpulkan uang para pekerja untuk membeli sangkar emas untuk wanita itu.
'kau tak akan ku biarkan siapapun merebutmu dariku Livia" geram Andreas dan melempar pen kemeja.dan disitu ada kartu nama Livia.
yang tertulis nama: Selena felivia Jackson.
dan disana ada alamat serta no hp nya.
"ohh selene felivia jackson.aku baru tau nama panjangnya haru ini.