Brotherhood

Brotherhood
Mendung


...**************...


Sedikit memori masa kecil Kenny, Gama, dan Lion bersama kakek Heri. Setelah perjanjian yang dilakukan bukan hanya antara kakek dan ketiga cucu nya, namun juga bersama kedua orang tua mereka.


Seiring berjalannya waktu, keinginan kakek yang dulu terlihat sangat menjanjikan tentang Kenny, Gama, dan Lion yang harus menjadi seorang angkatan laut. Lambat laun keinginan tersebut terlihat sangat mengekang ketiga nya yang memiliki jalan dan pilihan hidup yang perlahan mereka temukan.


Karena perasaan takut dan rasa bersalah membuat ketiganya sedikit berjarak dan takut kalau kakek mengetahui maksud mereka. Dulu kakek sangat menaruh harapan bahwa kedua anak lelakinya yaitu ayah Kenny, Gama, dan Lion berserta Sello (adik dr. Niel) akan menjadi seorang angkatan laut.



...****************...


Setelah kedatangan kakek dari desa yang menggemparkan ketiganya. Kini setiap gerak gerik mereka semakin terbatas dan terhalang.


"Ha Ha Ha.. Kalian mau kemana sudah rapih seperti ini?"


Kini Kenny, Gama, dan Lion sudah bersiap-siap untuk healing dengan berencana bersepeda bersama di taman dekat rumah mereka.


"eem.. mau ke luar benar aja kek" Gama menjawab dengan tertatih takut salah ucap.


"Ada urusan apa kalian?" tanya kakek membuat ketiganya mendumel di dalam hati.


"Oh, tadi aku yang meminta tolong mereka untuk membeli beberapa kue di toko untuk cemilan sore." ibu bagaikan penyelamat yang langsung tersenyum menatap ketiganya.


Ibu sebenarnya tau apa yang menjadi gejolak anak-anak nya. Perasaan seorang ibu tidak pernah salah.


"Ha Ha Ha.. Kakek pikir kalian mau keluyuran gak jelas. Yasudah hati-hati kakek mau istirahat sebentar."


Kakek Heri pun bangkit berdiri dan berjalan ke arah kamar tamu yang akan menjadi kamar kakek beberapa hari kedepan.


Setelah melihat kakek benar-benar sudah masuk ke dalam kamar, ketiganya langsung terlihat lemas dan semakin kehilangan mood.


"Pulangnya jangan larut yah hati-hati juga kalian di jalan." ucap ibu yang langsung kembali untuk menyelesaikan pekerjaan rumah nya.


"Ia bu, kami pamit." seru Kenny yang langsung menyalami tangan ibu nya dan diikuti oleh kedua adiknya.


Kini ketiganya sudah berjalan keluar dari halaman rumah untuk mencari suasana lain.


"Beli ice cream yuk bang." seru Lion


"Ayukk" setuju Gama yang langsung menggandeng adek nya ke arah penjual ice cream gerobak yang berada di depan mereka.


Sedangkan Kenny berjalan dengan santai sambil memikirkan perkataan kakek ya siang tadi. Setelah kakek sampai di rumah, kakek langsung mengajak bicara Kenny empat mata.


Kenny berpikir bahwa dia akan kena omel bahkan kena hajar habis-habisan meskipun itu sudah pasti. Namun yang mengagetkannya dan membuatnya sedikit tidak nyaman adalah bahwa kakek masih terus memaksa Kenny untuk mejadi seorang angkatan laut.


Sebenarnya tidak ada yang salah dengan impian kakeknya. Namun, sisi ego dari Kenny yang merasa punya hak untuk menentukan jalan hidup nya yang hanya akan di jalani nya sekali ini. Sehingga dia merasa bahwa dia harus hidup sesuai dengan pilihan nya.


"Abang cepettttt dong jalanny." teriakan Lion langsung membuat langkah Kenny semakin cepat, seolah-olah dia yang ingin meninggalkan beban itu.


"Mau rasa apa bang?" tanya Gama.


"Coklat aja kek biasanyaa" jawab Kenny.


Ketiganya pun duduk menyantap ice cream di sebuah bangku yang tidak jauh dari sana.


Insting seorang manusia memang sangat luar biasa. Menyadari ada yang mengganjal dengan kakaknya Gama dan Lion bertatapan seolah sedang berbicara melalui telepati.


"Tadi abang di marahin abis-abisan sama kakek?" Gama yang berada di sebelah Kenny pun bertanya.


Kenny yang memang sedang melamun tiba-tiba kaget dengan pertanyaan Gama yang membuat Kenny mematung.


"Ahaha ia aku hajar tadi sama kakek." Kenny masih belum bisa jujur dan akhirnya berpura-pura memegang rahangnya seolah sedang kesakitan.


Kedua adiknya langsung panik dan memperhatikan keadaan Kenny, mereka sangat khawatir karena Kenny sedikit berbeda hari ini.


"Beneran karena di pukul?"


Pertanyaan Gama yang sekali lagi membuat Kenny mematung.


Kenny hanya bisa mengangguk saja.


Merasa bahwa Kenny mungkin belum siap untuk menceritakannya Gama memberikan isyarat untuk Lion agar tenang. Lion yang mengerti pun kembali duduk dan menyantap ice cream milik nya.


Ketiganya di suguhi oleh suasana asing yang membuat mereka gelisah.


"Keburu malem, ayok kita belanja titipan ibu." Kenny segera menarik lengan kedua adiknya.


...****************...


Kini ketiganya sudah sampai di supermarket. Mereka membaca catatan belanjaan yang ibu berikan. Mereka mulai mengelilingi tiap deret untuk mencari pesanan ibu.


Setelah beberapa waktu lalu ketiganya yang merasa canggung. Kini sudah kembali ribut di tengah supermarket seperti melupakan kejadian tadi begitu pula Kenny yang kembali seperti semula.


Mungkin suasana ini akan ada namun takan memudarkan apapun.



"Lionnnn, ambil satu bungkus aja. Takut duitnya gak cukupp" Kenny kesal bukan main saat melihat Lion berulah.


Kebiasaan Lion jika ke supermarket dia akan mengambil belanjaan yang tidak di butuhkan.


"Sabar bang, ini aku masih milih yang enak yang mana." Lion yang dilema untuk memilih jenis daging yang mana.


"Kan udah di pilih tadi sama Gama. Ngapain di pilih lagi dek" Kenny menarik rambut Lion agar mereka segera berlalu dari sana.


"Arghhh,,, abang sakit. Yaudah ambil ini aja dua-dua nya." tanpa merasa berdosa Lion menaruh dua bungkus daging ke dalam keranjang.


"Hufffttt.. kalo duitnya kurang abang titip kamu di sini yah." ucap Kenny.


Gama yang sedari tadi sibuk mengecek belanjaan mana saja yang sudah dan yang belum hanya terkekeh mendengar keributan dua saudaranya itu.


Setelah semua belanjaan ibu sudah terisi penuh di troli. Ketiga nya pun juga sudah selesai membeli snack kesukaan masing-masing dan kini adalah saatnya membayar.


"Eh, kak Gama.."


Tiba-tiba dari arah belakang mereka ada seseorang yang menyapa.


Ketiganya berbalik untuk melihat suara siapa itu.


Jleb..


Kenny terdiam melihat sosok yang sangat dia kenal baik.


"Eh Andine,, lagi belanja juga?" sapa Gama membalas panggilan tadi dengan sedikit berbasa basi.


"Ia nih lagi nyari cemilan. Hai kak Kenny, Hai Lion." gadis yang bernama Andine itu juga menyapa Kenny dan Lion.


"Halo ka Andineeee.." seru Lion.


"Hai ndin" sapa Kenny juga.


Gadis cantik itu dan Gama tenggelam dalam obrolan yang sangat seru. Sedangkan Kenny dan Lion mengurusi pembayaran belanjaan mereka tadi.


Setelah selesai membayar Kenny, Gama, dan Lion pun menenteng plastik yang cukup banyak itu di kedua tangan mereka dan bersiap untuk kembali ke rumah.


"Andine kita duluan yah, byee" seru Gama pada Andine.


"Hati-hati juga yah kalian bertiga. bye" Andine melambaikan tangannya dengan senyum manis nya.


Sepertinya awan mendung akan kembali lagi.


Bersambung .


...****************...


Halo minaaaa 🧡


Apakabar kalian? Semoga sehat-sehat yah.


Jangan lupa untuk selalu menantikan karya-karya aku.


Oke, aku curcol nya gak usah lama-lama soalnya aku baru abis kuliah dan ngegas nulis chapter ini langsung wkwkwkwk...


Ini semua demi reader ku yang terCintaaaaa wkwkwkwk 🤭


Jangan lupa like nya yah minaaa;)


oh ia, kadang aku juga suka iseng2 buat prolog-prolog sederhana di instagram aku. Kalo kalian mau liat boleh deh follow insta aku @melvin.takoyy


See u di chapter selanjutnyaaaaa mina.