Brotherhood

Brotherhood
Kenny dan Kimia


...----------------...


Kenny, Gama, dan Lion kebetulan bersekolah di sekolah satu atap (SD,SMP,SMA). Sehingga setiap hari mereka berangkat dan pulang bersama-sama. Sekolah mereka hanya di pisahkan dengan pagar-pagar kecil saja.


Kenny dan Gama sekarang sudah duduk di bangku SMA. Kenny kelas 3 SMA dan Gama kelas 2 SMA. Sedangkan Lion Kelas 3 SMP.


Karena saat ini sudah waktunya pulang sekolah, Kenny dan Gama selalu menunggu Lion di depan pagar. Sambil menunggu Lion biasanya Gama dan Kenny ngobrol atau bercengkrama dengan teman-teman yang mereka kenal.


"Abangggg..." dari kejauhan Lion sudah melambaikan tangan sambil memanggil kedua kakak nya.



Lion berlari dan langsung bergelayutan manja di kedua lengan kakaknya.


"Abang beli es cream dulu yuk" ucap Lion.


Kenny dan Gama pun langsung menyetujui ajakan adiknya itu.


Selama perjalanan pulang mereka banyak bercerita tentang hari ini. Lagi-lagi Kenny berulah dia bolos pada mata pelajaran kimia, pelajaran yang paling di hindari oleh Kenny selama duduk di bangku SMA.


"Aduh males banget kalo ayah tau aku dapet surat lagi" gerutu Kenny.


"Lagian salah abang juga, mending ikut aja kelasnya. Gak ngerti-ngerti amat juga gak apa-apa" nasihat Gama pada kakaknya.


Lion tidak terlalu mencampuri perkara kakaknya, dia sibuk memakan ice cream yang dibelikan oleh kedua kakaknya.


"Kesan aku sama pelajaran kimia tuh udah buruk banget sejak kelas 1. Ahhh.. ibu pasti bakal marah.."


Sepanjang jalan pun mereka terus berbincang, Gama sibuk menenangkan kakaknya yang takut jika ayah mereka mengadukan kepada kakek Heri.


Mengingat nama nya saja sudah membuat mereka bertiga mengalami ketakutan luar biasa.


...----------------...


"Inget kata-kata aku bang, tenang dan jujur sama ibu okey, good luck"


Kini mereka sudah sampai di rumah, dan Kenny sedang bersiap-siap untuk menemui ibu mereka dan menyerahkan surat yang dititipkan wali kelas.


"Doain abang yah dek" Kenny memasang wajah memelas di depan Gama dan Lion.


Gama dan Lion pun mengangguk-angguk menenangkan kakaknya. Kenny pun dengan keberanian yang dia kumpulkan keluar dari kamar dan mencari keberadaan ibunya.


Dia memiliki feeling jika ibunya ada di kamar. Kakinya pun melangkah ke arah kamar orang tuanya.


tok..tok..


"Ibu, Kenny boleh masuk gak?" tanya Kenny di depan pintu kamar orang tuanya.


"Hm, ya silahkan masuk nak" suara lembut dari wanita yang melahirkan dan merawatnya itu membuat kegundahan Kenny seketika hilang.


Kenny membuka pintu dan mendapati ibunya sedang membaca di meja baca nya.



"Bu.." Kenny pun duduk disebelah ibunya.


Rose pun berhenti membaca dan menghadapkan tubuhnya ke arah putra sulungnya itu.


"Ada apa Kenny?" tanya Rose dengan lembut.


"Mmm,, Kenny minta maaf yah bu. Kenny mau menyerahkan surat dari wali kelas" ucap Kenny dengan wajah tertunduk.


Kenny memang sering sekali melakukan kenakalan di sekolah entah itu bolos, tidak mengerjakan PR, menyontek, dan ada beberapa kasus berkelahi.


Namun ibunya adalah sosok yang selalu memaafkan dan menerima apapun alasan Kenny tanpa menghakiminya.


"Mana suratnya nak" tanya ibu nya.


Kenny pun menyerahkan surat tersebut kepada ibunya, dia langsung memeluk ibunya dari samping saat ibu nya sedang membaca isi dari surat tersebut.


"Bu, jangan bilang ayah dulu yah. Takut kakek dateng." Kenny membujuk ibunya agar merahasiakan dari ayah nya.


Rose ingin mengajarkan anaknya untuk berani menghadapi apa yang sudah dia lakukan. Dia harus menuai apa yang dia tanam.


Kenny pun menghela napas dengan perlahan, dia memikirkan kedua adiknya yang pasti terkena imbas juga dari perbuatannya. Ketakutan itu akan datang berwujud kakek yang tegas dan disiplin.


"Ia bu, Kenny paham maksud ibu. Aduh kalo kakek dateng gimanaa." Kenny merengek di depan ibu nya.


Rose mengelus rambut anak nya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Namun lewat sentuhannya dia memberikan ketenangan kepada anaknya itu.


Rose tau meskipun Kenny nakal dia tetaplah anak yang paling berharga di matanya.


...----------------...


Di ruangan yang berbeda Gama dan Lion sedang menunggu kabar baik atau kabar buruk yang akan mereka terima. Bayang-bayang teror dari kakek Heri terus menghantui mereka.


"Feeling aku buruk dek" ucap Gama yang sedang berbaring di ranjang bawah.


Lion yang tidur di ranjang atas turun ke ranjang bawah milik Gama. Dan duduk di pinggiran kasur. Dia belum siap jika kakek Heri datang.


Ceklek..


Pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok Kenny yang sudah lesu. Lion yang awalnya sedang duduk akhirnya berbaring di ranjang sebelah milik Kenny yang lebih luas diikuti oleh Gama.


Tanpa perlu berkata-kata banyak kepada kedua adiknya Kenny ikut merebahkan tubuhnya di sebelah adik-adik nya.


"Kita harus kuat" ucap Gama memberikan sinar positif kepada kedua saudaranya.


"Ibu bilang apa bang?" tanya Gama.


"Ibu ngasih abang pemahaman kalo abang harus nerima konsekuensi dari tindakan abang" jawab Kenny.


"Wah, berarti ayah pasti bakal tau juga." seru Gama.


"Maaf ya dek, gara-gara abang kita harus di hukum bareng-bareng" Kenny mengelus kepala kedua adik nya yang berbaring di sebelah nya.


"Aku takut" cicit Lion.


"Kita gak boleh takut, dan jangan sampai strees. Ayok live instagram aja" Kenny mengajak kedua adiknya untuk live instagram saja.


Gama dan Lion pun langsung kembali ada energi, live instagram merupakan kegiatan yang cukup seru juga. Apalagi bisa dikatakan popularitas mereka cukup terkenal sehingga mereka memiliki ribuan followers.



"Halo everybody wassap" Lion membuka siaran lansgung hari ini.


"Hai.." sapa Gama ramah kepada para penonton.


"Wahh, udah banyak yang gabung nih" ucap Kenny yang melihat kenaikan penonton live mereka.


Di sekolah mereka terkenal bukan hanya karena paras rupawan mereka, tapi karena mereka di katakan murid-murid yang cerdas namun sedikit malas berlaku untuk Kenny dan Lion sedangkan Gama memang sudah menjadi langganan juara umum di sekolah.


Mereka sesaat lupa akan ketakutan beberapa saat yang lalu. Mereka bertiga masuk ke dalam sesi tanya jawab dengan beberapa kenalan mereka maupun dengan gadis-gadis yang menyukai mereka.


Meskipun hampir seluruh waktu ketiga bersaudara tersebut di habiskan bersama-sama namun mereka tetaplah remaja pada umumnya yang mengalami masa-masa pubertas.


Bersambung..


...----------------...


Halo mina 🤗


Siapa yang kepo kenapa mereka takut sama kakek Heri? dan kakek Heri itu siapa sih?


spoiler dikit di next chapter bakal flashback tentang masa kecil Kenny, Gama, dan Lion bersama kakek Heri.


Jangan lupa tinggalkan like 👍 jika suka.


Sampai jumpaaa 💙